Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektivitas Seduhan Daun Labu Siam dan Daun Salam Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri: The Effectiveness of Stewing Siamese Pumpkin Leaves and Stewing Bay Leaves on Increasing Hemoglobin Levels in Young Women Nur Azizah Yusrin; Yustina Ananti; Yunri Merida
Journal of Health Vol. 10 No. 02 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.628

Abstract

Background: Deficiency in hemoglobin levels is still a public health problem in Indonesia, including young women, caused by menstruation or heavy blood loss and a lack of iron and protein intake. According to World Health Organization data for 2022, globally the prevalence of anemia worldwide is 29.9% in women of childbearing age (15-49 years), the prevalence of deficiency in hemoglobin levels in Indonesia is 32%, the incidence rate in the Special Region of Yogyakarta is 19, 3% and the Sleman area as much as 22.86%. Objective: To determine the effectiveness of steeping chayote and bay leaves on increasing hemoglobin levels in female adolescents. Method: this study used a Quasi-Experimental Two Group Pretest-Postest Design. The subjects in this study were 40 young women who met the criteria. Data analysis used Wilcoxon test and Mann Whitney test. Results: The average Wilcoxon test before and after administration of chayote leaf infusion obtained a p-value of 0.003 <0.05, which means that there was a significant difference between before and after administration of bay leaf infusion with a p-value of 0.278 > 0.05 which means no there was a significant difference between before and after treatment. Based on the Mann Whitney test, the average after steeping chayote leaves and steeping bay leaves had a significant p value of 0.002 (0.002 <0.05) which showed a significant difference in the increase in hemoglobin levels in female adolescents. Conclusion: Infusion of chayote leaves is more effective than bay leaf infusion in increasing hemoglobin levels in female adolescents.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS RASAU JAYA Wahyuningsih Wahyuningsih; Yustina Ananti; Mia Dwi
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.223

Abstract

Latar Belakaknng Inspeksi Visual Asam (IVA) merupakan tes visual menggunakan larutan asam asetat 3-5% untuk deteksi dini kanker serviks dengan melihat adanya sel yang mengalami dysplasia yaitu adanya perubahan warna setelah dilakukan usapan. Pemeriksaan IVA relatif mudah dilakukan dan hasil yang cepat terjangkau dan mudah. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV umumnya ditularkan melalui hubungan seks. Prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Keikutsertaan wanita usia subur dalam deteksi dini masih terbilang rendah sekitar 7,34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di Puskesmas Rasau Jaya.Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya, teknik sampling menggunakan probability sampling, besar sample dihitung dengan rumus cochran, didapatkan jumlah sampel 97 orang responden. Analisis data univariat dan bivariat mengunakan Chi square. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rasau JayaHasil : penelitian ini didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p- value 0,000 < 0,05. Ada hubungan sikap dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p-value 0,003 < 0,005. Ada hubungan akses informasi dengan keikutsertaan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur, yaitu p value 0,000 < 0,05.
PERIMENOPAUSE EDUCATION AND EARLY DETECTION OF CERVICAL CANCER VIA IVA SCREENING AMONG INFORMAL SECTOR WOMEN WORKERS AT BERINGHARJO MARKET Novani Elkhapi; Amelia Nugraha Pasila; Tri Nanik Yuliani; Siti Maimunah; Yustina Ananti; Evy Ernawati
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 6 No. 2 (2026): July-October 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22249834

Abstract

Perimenopause and cervical cancer remain neglected reproductive health issues among informal women workers in Indonesia, including traders in traditional markets. This community service activity aims to increase women's awareness of perimenopause and early detection of cervical cancer through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA/IVA) education at Pasar Beringharjo, Yogyakarta. The activity used a one-group pre-test post-test design involving women of perimenopausal age, women of childbearing age, and female traders as participants. Health education was delivered through lectures, leaflets, and interactive discussions, followed by a question-and-answer session. Knowledge was measured before and after the intervention using a structured questionnaire. Results showed the mean knowledge score increased from 68.5 (pre-test) to 89.2 (post-test), with a paired t-test result of t(29) = -10.524 and p < 0.05, indicating a statistically significant improvement. The activity successfully increased participants' understanding of perimenopausal changes, cervical cancer risk factors, and the importance of routine VIA examination. Sustainable collaboration among health institutions, market management, and the community is recommended to maintain awareness and encourage regular screening behavior.
Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah Rahmalia Ikawati; Gunarmi Gunarmi; Yustina Ananti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i7.5006

Abstract

Bayi  Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas neonatal. Salah satu faktor risiko utama terjadinya BBLR adalah anemia pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Hasil observasi di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, menunjukkan bahwa dari 23 ibu hamil yang terdata, sebanyak 14 ibu (60,8%) mengalami anemia, dan berdasarkan hasil observasi lapangan ditemukan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keseimbangan zat gizi, pemenuhan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe; data 23 ibu hamil tersebut merupakan data observasi awal yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah Desa Singopuran, sedangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dilaksanakan dengan melibatkan 25 ibu hamil sebagai peserta kegiatan, Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media leaflet dan e-leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dan sangat baik dari 68% sebelum edukasi menjadi 100% setelah edukasi. Kategori sangat baik meningkat dari 24% menjadi 72%, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 76,00 menjadi 92,80. Peningkatan pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berpotensi mendukung upaya pencegahan BBLR melalui peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.