Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Diagnostik Kesiapan Belajar Siswa Sekolah Dasar Patra Aghtiar Rakhman; Siti Rokhmanah; Anggi Rahmani; Encep Andriana; Laksmi Evasufi Widi Fajari; Firdaus Firdaus; Tasya Fadilatun Nariyah; Denti Danaryati; Raisa Rafa Sajidah; Sifa Sifa
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.110667

Abstract

Kesiapan belajar merupakan prasyarat penting agar proses pembelajaran di sekolah dasar berlangsung efektif, namun identifikasi terhadap kondisi kesiapan siswa masih sering dilakukan secara subjektif tanpa instrumen yang terukur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen diagnostik kesiapan belajar siswa sekolah dasar yang mampu mengukur aspek fisik, sosial-emosional, intelektual, dan bahasa secara objektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan model Plomp & Nienke yang meliputi tahap preliminary research, perancangan prototipe, dan penilaian instrumen. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas V dan 5 guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli instrumen. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang terdiri atas 24 butir pernyataan dalam bentuk teacher-report dan child self-report dinyatakan valid berdasarkan analisis korelasi item-total serta memiliki reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha 0,89). Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa instrumen diagnostik kesiapan belajar yang dikembangkan layak digunakan untuk membantu guru mengidentifikasi kesiapan belajar siswa secara akurat dan terdokumentasi.
Persepsi Guru atas Kehadiran Platform Merdeka Mengajar sebagai Upaya Pengembangan Kompetensi Profesional Guru di SDN Nyapah 2 Syifa Nurfebriyani; Reksa Adya Pribadi; Firdaus Firdaus
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.66815

Abstract

Guru menjadi sumber utama dalam proses pengembangan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran. Guru yang akan menjadi contoh yang akan memfasilitasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Karena banyak yang harus dilakukan guru, maka seorang guru harus profesional memiliki banyak pengetahuan. Pemerintah telah merilis platform Merdeka mengajar yang dirancang khusus untuk mendukung dalam meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru atas kehadiran PMM sebagai upaya pengembangan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang diperoleh dari sumber wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan 3 guru di SDN Nyapah 2, data yang diperoleh melalui dari kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah merespon positif hadirnya PMM karena menyadari fitur-fitur yang tersedia di dalam PMM sesuai dengan kebutuhan guru karena PMM menyediakan berbagai konten dan pelatihan agar guru dapat belajar mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensinya sebagai guru.
Capitalization and Commercialization of Accreditation in the Higher Education Services Industry Firdaus Firdaus; Ferry Fathurokhman; Zulkarnain Ridlwan; Abdul Rahman Abdul Latip; Muh Farhan Arfandy
Administrative and Environtmental Law Review Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/aelr.v7i2.4626

Abstract

This article critically examines the capitalization and commercialization of higher education accreditation in Indonesia. It argues that the transfer of accreditation responsibilities to Independent Accreditation Agencies (LAMs) has shifted quality assurance from a constitutional public function toward a market-oriented model. Using normative legal research with a comparative approach, the study analyzes the implications of Law No. 20 of 2003 and Law No. 12 of 2012 for the state's constitutional responsibility to guarantee the right to education. It finds that the current regulatory framework weakens state accountability and increases the financial burden on higher education institutions through accreditation fees, costs that may ultimately be passed on to students, thereby limiting equitable access to quality education. This approach contrasts with the accreditation systems in Malaysia, Thailand, Vietnam, and Singapore, where quality assurance is primarily funded by the state as a public responsibility. The article concludes that Indonesia should restore accreditation as a transparent, non-profit, and publicly financed quality assurance mechanism to strengthen the state's constitutional obligation to provide equitable and accessible higher education.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI NEARPOD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V Laelatul Munawaroh; M. Taufik; Firdaus Firdaus
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.9401

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik pada mata pelajaran IPAS serta belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan Teacher-Centered Learning (TCL) dan penggunaan buku teks, sehingga keterlibatan peserta didik serta integrasi teknologi dalam pembelajaran belum berjalan secara maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan guru dalam proses pengembangan serta menganalisis kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi Nearpod pada mata pelajaran IPAS kelas V di SDIT Mumtaz Al Bantani. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam pengembangan media pembelajaran tercermin dari aspek rasa ingin tahu, kontribusi, dan motivasi. Selain itu, hasil uji validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran memperoleh kategori “Sangat Layak”berdasarkan penilaian ahli instrumen (100%), ahli media (96%), ahli materi (91%), ahli bahasa (90%), serta penilaian guru sebagai pengguna (100%).Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi Nearpod dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V di sekolah dasar.
Implikasi Hukum Personil Tentara Nasional Indonesia dalam Jabatan Aparatur Sipil Negara Tertentu terhadap Jaminan Kebebasan Sipil Ditinjau dari Undang-Undang Dasar 1945 Maryatul Kibtiah; Firdaus Firdaus; Fatkhul Muin
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 3 (2026): September: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL (JHPIS)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v5i3.6662

Abstract

The background of this study is the enactment of Law Number 3 of 2025 concerning the Indonesian National Armed Forces (TNI), which provides an opportunity for active TNI personnel to occupy certain positions within the State Civil Apparatus (ASN), supported by Law Number 20 of 2023 concerning the State Civil Apparatus. This study aims to analyze the regulation of TNI personnel under the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and the legal implications of the presence of TNI personnel in certain ASN positions for the guarantee of civil liberties. This study employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and historical approaches. Legal materials were obtained through library research supported by interviews with the Commission for Missing Persons and Victims of Violence. The results indicate that the position of the TNI within Indonesia’s constitutional system is regulated under Article 30 paragraph (3) of the 1945 Constitution as an instrument of national defense. The presence of TNI personnel in certain ASN positions has implications for the potential occurrence of dual loyalty, weakening of civilian supremacy, disruption of the ASN merit system, and potential restrictions on civil liberties. Therefore, the appointment of active TNI personnel to civilian positions must consider the principles of the rule of law, democracy, and civilian supremacy. This study concludes that the involvement of the TNI in certain ASN positions may be unconstitutional if it obscures the position of the TNI as an instrument of national defense and expands its role into the civilian sphere.