Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Abditek Nusantara

1-7 Pengembangan Energi dan Penerangan Alternatif Biogas di Desa Margamukti, Pangalengan Rafika Ratik Srimurni
ABDITEK NUSANTARA Vol 1, No 1 (2020): FAKULTAS TEKNIK, JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.75 KB)

Abstract

Margamukti Village is one of the villages located in the northern part of Bandung Regency, precisely in Pangalengan District. This village has great potential in the agricultural and livestock sectors. The population of Margamukti Village in 2017 was 17,437 people with a total of 5,273 Heads of Families (KK). Of this population, 3,078 people are farmers and 1,069 livestock businesses, meaning that 70.5% of the population of Margamukti Village depend on agriculture and animal husbandry for their livelihood. Margamukti Village is one of the villages that has started to initiate the use of renewable energy by using biogas from cow dung. Biogas is an alternative fuel for the future because it can be used as vehicle fuel and to generate electricity, including to meet household energy needs. The data collection method used in this PkM report is a descriptive method which includes: Observations were carried out by direct research into the area to identify community conditions, natural conditions, and people's daily activities. Activities with interviews regarding this matter, we conducted direct interviews with the Village Head, Head of RW, Community Leaders and Livestock Owners who have installed the biogas system. This community service focuses on optimal utilization of cow dung to be treated as waste and to manage the gas that comes out into a fire that is distributed. Distribution via PVC pipe to the gas stove. Also, through the channel, it is channeled to the lamp cover shirt which can be ignited with a lighter so that it lights up like a petromax lamp.Keywords: biogas, cow dung, lamp, stove
Pengembangan Energi dan Penerangan Alternatif Biogas di Desa Margamukti, Pangalengan rafika ratik srimurni
ABDITEK NUSANTARA Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Margamukti merupakan salah satu desa yang terletak di bagian utara Kabupaten Bandung tepatnya berada di Kecamatan Pangalengan. Desa ini memiliki potensi yang besar di dalam sektor pertanian dan peternakan. Penduduk Desa Margamukti pada tahun 2017 adalah sebanyak 17.437 orang orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 5.273. Dari sejumlah penduduk tersebut sebanyak 3.078 orang adalah petani dan 1.069 usaha ternak, artinya sebesar 70,5 % penduduk Desa Margamukti menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan  peternakan.  Desa Margamukti merupakan salah satu desa yang mulai menginisiasi penggunaan energi terbarukan dengan menggunakan Biogas dari kotoran sapi. Biogas merupakan bahan bakar alternatif masa depan karena dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik termasuk untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam laporan PkM ini adalah metode deskriptif yang meliputi: Observasi dilakukan dengan meneliti langsung ke wilayah mengenali kondisi masyarakat, kondisi alam, dan kegiatan sehari – hari masyarakat. Kegiatan dengan wawancara mengenai hal ini, kami melakukan wawancara langsung dengan Kepala Desa, Ketua RW, Tokoh Masyarakat serta Pemilik Peternakan yang sudah menginstalasi system biogas. Pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan optimal Kotoran Sapi untuk diolah limbah dan dikelola gas yang keluar menjadi api yang disalurkan. Penyaluran lewat pipa PVC ke kompor gas. Juga lewat saluran disalurkan ke kaus sarung lampu yang dapat dinyalakan dengan pemantik api sehingga menyala seperti lampu petromaks.Kata kunci: biogas, kotoran sapi, lampu, kompor
1-7 Pengembangan Energi dan Penerangan Alternatif Biogas di Desa Margamukti, Pangalengan Srimurni, Rafika Ratik
ABDITEK NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2020): FAKULTAS TEKNIK, JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Margamukti Village is one of the villages located in the northern part of Bandung Regency, precisely in Pangalengan District. This village has great potential in the agricultural and livestock sectors. The population of Margamukti Village in 2017 was 17,437 people with a total of 5,273 Heads of Families (KK). Of this population, 3,078 people are farmers and 1,069 livestock businesses, meaning that 70.5% of the population of Margamukti Village depend on agriculture and animal husbandry for their livelihood. Margamukti Village is one of the villages that has started to initiate the use of renewable energy by using biogas from cow dung. Biogas is an alternative fuel for the future because it can be used as vehicle fuel and to generate electricity, including to meet household energy needs. The data collection method used in this PkM report is a descriptive method which includes: Observations were carried out by direct research into the area to identify community conditions, natural conditions, and people's daily activities. Activities with interviews regarding this matter, we conducted direct interviews with the Village Head, Head of RW, Community Leaders and Livestock Owners who have installed the biogas system. This community service focuses on optimal utilization of cow dung to be treated as waste and to manage the gas that comes out into a fire that is distributed. Distribution via PVC pipe to the gas stove. Also, through the channel, it is channeled to the lamp cover shirt which can be ignited with a lighter so that it lights up like a petromax lamp.Keywords: biogas, cow dung, lamp, stove
Pengembangan Energi dan Penerangan Alternatif Biogas di Desa Margamukti, Pangalengan srimurni, rafika ratik
ABDITEK NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Margamukti merupakan salah satu desa yang terletak di bagian utara Kabupaten Bandung tepatnya berada di Kecamatan Pangalengan. Desa ini memiliki potensi yang besar di dalam sektor pertanian dan peternakan. Penduduk Desa Margamukti pada tahun 2017 adalah sebanyak 17.437 orang orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 5.273. Dari sejumlah penduduk tersebut sebanyak 3.078 orang adalah petani dan 1.069 usaha ternak, artinya sebesar 70,5 % penduduk Desa Margamukti menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan  peternakan.  Desa Margamukti merupakan salah satu desa yang mulai menginisiasi penggunaan energi terbarukan dengan menggunakan Biogas dari kotoran sapi. Biogas merupakan bahan bakar alternatif masa depan karena dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik termasuk untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam laporan PkM ini adalah metode deskriptif yang meliputi: Observasi dilakukan dengan meneliti langsung ke wilayah mengenali kondisi masyarakat, kondisi alam, dan kegiatan sehari – hari masyarakat. Kegiatan dengan wawancara mengenai hal ini, kami melakukan wawancara langsung dengan Kepala Desa, Ketua RW, Tokoh Masyarakat serta Pemilik Peternakan yang sudah menginstalasi system biogas. Pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan optimal Kotoran Sapi untuk diolah limbah dan dikelola gas yang keluar menjadi api yang disalurkan. Penyaluran lewat pipa PVC ke kompor gas. Juga lewat saluran disalurkan ke kaus sarung lampu yang dapat dinyalakan dengan pemantik api sehingga menyala seperti lampu petromaks.Kata kunci: biogas, kotoran sapi, lampu, kompor