Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pencapaian Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Puskesmas Banjar Luh Made Ina Krishanty; putu dian prima kusuma dewi; Indrie Lutfiana
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v5i2.134

Abstract

Indonesia has a prevalence rate of these three diseases reaching 0.39% for HIV, 1.7% for Syphilis and 2.5% for Hepatitis B. With the large population of Indonesia, this figure is still included in the high number so more attention is needed to overcome it. This study aims to see the implementation of triple elimination in pregnant women. Research is a descriptive quantitative research with a cohort study and a retrospective approach. This descriptive research was used to examine the incidence of pregnancy at risk at the Banjar I Health Center by utilizing the maternal cohort register in the last 1 (one) year. The results showed that all pregnant women had non-reactive results in cases of STIs, HIV and Syphilis (425) 100%. Gestational characteristics in pregnant women with low risk, healthy reproductive age of 88.34% (303), distance less than 2 years 55.10% (189) with an average age of 38.9 weeks while the high risk group with unhealthy reproductive age of 68.29% (56), distance of more than 2 years 80.49% (66) with an average gestational age of 39.02 weeks. ANC visits in the irregular category with criteria of more than 30 days i.e. on visits 1 to 2 (293: 68.94%), Visits 2 to 3 (294: 69.18%), visits 3 to 4 (287: 67.53%), visits 4 to 5 (253: 59.53%).  The results of this study can be used as input for midwives in order to provide the right IEC and carry out early detection related to HIV disease. Syphilis dna Hepatitis B in every pregnancy .  
Karakteristik Gestasional Dan Klinis Ibu Hamil Dengan Resiko Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar 1 Luh Pariastini; putu dian prima kusuma dewi; Indrie Lutfiana; Lina Anggaraeni Dwijayanti
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v5i2.135

Abstract

High-risk pregnancy is one of the conditions that can indirectly or directly harm the condition of the mother and baby, which can be prevented if the risk in pregnancy is detected early. In reality, pregnant women who are at high risk or low risk rarely make regular antenatal care visits, so the information they have about risky pregnancies and the importance of antenatal visits is still lacking. The schedule of visit examinations for high-risk pregnant women is carried out more regularly and regularly in accordance with the nature of the risk factors that exist in pregnant women and supporting examinations that need to be carried out. This study aims to look at gestational and clinical characteristics in pregnant women at risk. Research is a descriptive quantitative research with a cohort study and a retrospective approach. This descriptive research was used to examine the incidence of pregnancy at risk at the Banjar I Health Center by utilizing the maternal cohort register in the last 1 (one) year. The results showed that the low-risk pregnancy category was 80.7% (343/425) while the high-risk category was 19.29% (82/425). Gestational characteristics in pregnant women with low risk, healthy reproductive age of 88.34% (303), distance of less than 2 years 55.10 % (189) with an average age of 38.9 weeks while the high risk group with an unhealthy reproductive age of 68.29 % (56), distance of more than 2 years 80.49% (66) with an average age of 39.02 weeks. Clinical characteristics in low-risk pregnant women are average weight 58.8 kg, height 159.5 cm, blood pressure 112.56, risk score for pregnant women 2.3 and LILA 27.3 cm. In high-risk pregnant women with an average weight of 60 kg, height 172.2 cm, blood pressure 114.4, risk score of pregnant women 7.3, and LILA 27.9 cm. The results of this study can be used as input for midwives in order to provide the right IEC and carry out early detection in every pregnancy.  
Keteraturan Kunjungan Antenatal Care Dengan Pendekatan Kohort Study Di Puskesmas Banjar I Ni Nengah Yunariasih; putu dian prima kusuma dewi; Indrie Lutfiana
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v5i2.137

Abstract

High-risk pregnancy is one of the conditions that can indirectly or directly harm the condition of the mother and baby, which can be prevented if the risk in pregnancy is detected early. In reality, pregnant women who are at high risk or low risk rarely make regular antenatal care visits, so the information they have about risky pregnancies and the importance of antenatal visits is still lacking. The schedule of visit examinations for high-risk pregnant women is carried out more regularly and regularly in accordance with the nature of the risk factors that exist in pregnant women and supporting examinations that need to be carried out. This study aims to look at gestational and clinical characteristics in pregnant women at risk. Research is a descriptive quantitative research with a cohort study and a retrospective approach. This descriptive research was used to examine the incidence of pregnancy at risk at the Banjar I Health Center by utilizing the maternal cohort register in the last 1 (one) year. The results showed that the low-risk pregnancy category was 80.7% (343/425) while the high-risk category was 19.29% (82/425). Gestational characteristics in pregnant women with low risk, healthy reproductive age of 88.34% (303), distance less than 2 years 55.10% (189) with an average age of 38.9 weeks while the high risk group with unhealthy reproductive age of 68.29% (56), distance of more than 2 years 80.49% (66) with an average gestational age of 39.02 weeks. ANC visits in the irregular category with criteria of more than 30 days i.e. on visits 1 to 2 (293: 68.94%), Visits 2 to 3 (294: 69.18%), visits 3 to 4 (287: 67.53%), visits 4 to 5 (253: 59.53%).  The results of this study can be used as input for midwives in order to provide the right IEC and carry out early detection in every pregnancy.
Faktor risiko, preeklamsia, riwa FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD PARAMA SIDHI SINGARAJA: FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD PARAMA SIDHI SINGARAJA kadek_agustina puspa_ningrum; Indrie Lutfiana
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.278

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia adalah salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu. Insiden preeklamsia di RSU Parama Sidhi Singaraja tahun 2020 sebanyak 51 orang (12,7%) dari 648 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSU Parama Sidhi Singaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol, dengan jumlah sampel 92 (46 kasus dan 46 kontrol). Dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis univariat, uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Faktor-faktor secara statistic signifikan berhubungan dengan kejadian preeklamsia adalah usia ibu (<20 tahun dan >35 tahun) (p-value 0,123 OR 0,50295% CI 0,208-1,211). Dan dari analisis regresi logistic faktor yang paling dominan adalah riwayat preeklamsia sebelumnya. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia adalah usia ibu (<20 tahun dan >35 tahun), riwayat preeklamsia sebelumnya dan hipertensi kronis.
ANALISIS KOHORT KB: PENGGUNA AKSEPTOR KB (PIL, SUNTIK, IUD, DAN IMPLAN) SEBELUM DAN SESUDAH PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS GEROKGAK I Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana; Kadek Dewi Suasjani
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.304

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid 19 berdampak negative terhadap kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan reproduksi salah satunya terkait penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan kontrasepsi sebelum dan selama pandemi setiap bulannya serta berdasarkan jenis kontrasepsinya. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat catatan dari data kohort KB di Puskesmas Gerokgak I. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil analisis menunjukkan secara kumulatif terdapat penurunan jumlah pengguna kontrasepsi saat pandemi Covid 19 sebesar 1.63%. Bila dilihat secara detail perbulan, jumlah pengguna kontrasepsi mengalami kenaikan dan penurunan secara fluktuatif. Penurunan jumlah pengguna kontrasepsi paling besar terjadi pada bulan September dengan selisih 2.47% sedangkan kenaikan jumlah pengguna kontrasepsi terjadi paling besar pada bulan Januari dengan selisih 1.81%. Penurunan penggunaan kontrasepsi terjadi paling tinggi pada akseptor suntik yaitu dengan selisih 7.06% dari sebelum pandemi, pengguna pil dilaporkan mengalami peningkatan yang cukup tinggi dengan selisih 4.05% dari sebelum pandemi, sedangkan pengguna KB IUD dan implant juga mengalami peningkatan yaitu masing-masing sebesar 0.51% dan 0.87%. Simpulan: Diperlukan sinergitas antara tenaga kesehatan, pemegang kebijakan, serta masyarakat untuk mempertimbangkan pelayanan kesehatan reproduksi khususnya KB sebagai prioritas. Kata Kunci: kohort KB, akseptor, pandemi Covid 19
Health Education is Important for Increasing the Knowledge of Students in SD N 1 Suwug to Maintaining Reproductive Health Putu Sukma Megaputri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Made Bayu Oka Widiarta; Indrie Lutfiana
Jurma : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurma.v7i1.1783

Abstract

The rise of cases of sexual harassment and sexual violence against children demands that children be immediately given information about reproductive health, prevention of sexual violence to organ function and how to look after it. The purpose of this service is to provide health education regarding reproductive health to children at SD N 1 Suwug to increase their knowledge in maintaining reproductive health. The stages of implementing community service are divided into three stages, namely planning, implementation and monitoring and evaluation. With a target number of 106 students located in SD N 1 Suwug. The result was that there was an increase in knowledge before and after being given reproductive health education to children and all of the targets enthusiastically wanted to know the function of their respective reproductive organs. The conclusion is that health education, especially reproductive health in elementary school children, is a necessity to form self-responsibility for their respective reproductive organs.
HUBUNGAN IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS GEROKGAK II Komang Ari Widiani; Indrie Lutfiana; Lina Anggaraeni Dwijayanti
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.377 KB)

Abstract

Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami kurang energy kronis (KEK) akan menimbulkan masalah terhadap ibu maupun janinnya. Kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gerokgak II mengalami peningkatan dari 26 kasus di tahun 2019 menjadi 54 kasus di tahun 2020. Peningkatan ini juga diikuti oleh peningkatan kasus BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Gerokgak II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengumpulan data kepada 400 responden yang tercatat pada data kohort ibu. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat untuk mendapatkan data kejadian KEK dan BBLR serta analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 7.5% dari 400 ibu hamil yang tercatat mengalami KEK dan sebanyak 8.0% bayi dari 400 bayi lahir yang tercatat mengalami BBLR. Dari 29 ibu yang mengalami KEK sebagian besar melahirkan anak dengan BBLR yaitu sebesar 69.0%, sedangkan ibu yang tidak mengalami KEK sebagain besar melahirkan anak dengan berat badan yang normal yaitu sebesar 96.5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan niai p value 0.01 (p <0.05). Upaya peningkatan status gizi pada ibu hamil perlu perhatian dan dilakukan dari masa remaja atau menjadi wanita usia subur.
GANGGUAN MENSTRUASI PADA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL (PIL, SUNTIK, DAN IMPLAN) DI PUSKESMAS SUKASADA I Luh Tantri; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.034 KB)

Abstract

Metode kontrasepsi hormonal memiliki banyak efek berupa ketidakteraturan siklus menstruasi, metrorhagia, menorhagia. Kejadian gangguan siklus menstruasi di Indonesia diperkirakan dialami oleh 70% wanita, dimana 50% diantaranya disebabkan oleh karena pemakaian kontrasepsi hormonal. Kejadian perdarahan atau gangguan menstruasi pada PUS dengan kontrasepsi hormonal dipicu oleh gangguan keseimbangan reproduksi akibat penambahan kadar homon dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.gangguan Menstruasi pada penggunaan kontrasepsi Hormonal (Pil, Suntik, Implant) di Puskesmas Sukasada I. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 62 orang. Hasil menunjukkan bahwa dari 62 responden sebagian besar mengalami gangguan menstruasi sebanyak 35 responden (56,5 %), dengan gangguan menstruasi 62,9% amenorea, 20,0% spotting, 5,7%, polimenorea, 5,7% hipermenorea, 2,9% oligomenorea dan 2,9% hipomenorea. Diharapkan bagi petugas kesehatan mampu memberikan pendidikan kesehatan atau KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) tentang gangguan menstruasi yang terjadi pada akseptor KB hormonal, sehingga ibu mengerti tentang gangguan menstruasi yang dialaminya
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS SERIRIT 1 Putu Dewi Anggreni; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.709 KB)

Abstract

Preeklampsia adalah penyebab utama kematian maternal selain perdarahan dan infeksi. Preeklampsia adalah keadaan dimana terjadinya hipoperfusi ke organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria dan edema, terjadi lebih tepatnya diatas kehamilan minggu ke 20 tetapi bisa terjadi sebelum kehamilan. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia salah satunya yaitu kelebihan berat badan/obesitas selama kehamilan yang didapat dari ukuran IMT. Hasil penelitian ini menemukan bahwa IMT berhubungan secara statistic dengan kejadian preeclampsia. Indek Massa Tubuh dengan kategori Overweight dan Obesity banyak ditemukan mengalami kejadian preeklampsia.
TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL SAAT PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BUSUNGBIU I Putu Yuni Pratiwi; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Indrie Lutfiana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.074 KB)

Abstract

Masa pandemi COVID-19 menyebabkan efek psikologis terhadap masyarakat termasuk ibu hamil yang merupakan kelompok resiko tinggi tertular virus korona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil di di Puskesmas Busungbiu I. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif analitikyang dilakukan kepada 60 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HARS. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas ibu hamil mengalami kecemasan sedang 49,2%, 30,8% cemas ringan, 15,4% tidak mengalami cemas dan 4,6% mengalami cemas berat. Pelayanan kebidanan harus lebih intensif dalam memberikan pendidikan kesehatan dan informasi yang aktual mengenai COVID-19 pada ibu hamil untuk mengurangi resiko komplikasi kehamilan akibat kecemasan