Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan Persamaan Diophantine Linear dalam Membangkitkan Kunci Privat pada Algoritma RSA Tahang Purwandi; Syamsyida Rozi
Jurnal Riset Mahasiswa Matematika Vol 4, No 6 (2025): Jurnal Riset Mahasiswa Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jrmm.v4i6.34656

Abstract

The RSA algorithm is one of the most widely used public-key cryptographic algorithms due to its security, which is based on the difficulty of factoring large integers. One of the crucial steps in this algorithm is the generation of the private key, which mathematically involves solving an integer equation. This study aims to formally demonstrate that this process can be formulated as a linear Diophantine equation problem. The method involves transforming a congruence equation into a two-variable linear equation and solving it using the extended Euclidean algorithm. A case study is conducted by selecting two large prime numbers and a specific public key value. The results show that a private key value of 1197031 can be obtained from the solution of the Diophantine equation and successfully used to decrypt the message back into its original text. These findings indicate that the mathematical structure of the RSA algorithm can be fully explained through an elementary number theory approach, thereby enhancing conceptual understanding of the algorithm.
PENENTUAN KARAKTERISTIK AIR PADA STASIUN PENGUMPUL (SP) LAPANGAN MINYAK Y SESUAI PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP (PER-MEN LH) NO 19 TH 2010 Dahrul Effendi; Berkah Hani; Rosda Syelly; Syamsyida Rozi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 54 No 2 (2020)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.54.2.421

Abstract

Air terproduksi adalah air yang terjebak di dalam tanah yang terbawa ke atas permukaan selama terjadinya eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Air terproduksi bisa disebut sebagai brine, saltwater atau air formasi. Air terproduksi merupakan salah satu volume limbah terbesar yang terkait dengan produksi minyak dan gas bumi. Terlebih untuk lapangan marjinal, water cut mencapai 90 persen bahkan lebih. Air tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan dibuang secara langsung dikarenakan bahan - bahan berbahaya. Pembuangan secara langsung dan penanganan yang tidak tepat pada limbah air akan menyebabkan efek jangka pendek dan jangka panjang ke lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan kata lain, penanganan limbah air dapat mencegah resiko diatas. Dimulai dengan melakukan penelitian terhadap karakteristik air formasi yang terkait dalam pengurangan kadar bahan berbahaya didalam limbah air tersebut sebelum dibuang. Pengolahan dan proses yang tepat membuat limbah air tersebut dapat dimanfaatkan.Untuk mengetahui karakteristik air yang terproduksi dan untuk mengetahui tingkat pencemaran air formasi perlu dilakukan analisa sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Per-Men LH) No 19 Tahun 2010. Dengan Parameter COD, minyak dan lemak, H2S, Amoniak, Fenol, Temperatur, pH dan TDS, Hasil analisis dari ketiga perconto memperlihatkan bahwa air injeksi Outlet SP#A, Outlet SP#B dan Outlet SP#C dari lapangan minyak Y untuk beberapa parameter masih dibawah baku mutu yang ditetapkan, tetapi untuk konsentarsi TDS melebihi nilai bakumutu yang ditetapkan yaitu 4000 mg/L