Articles
PENGARUH HUMAN CAPITAL, TALENT MANAGEMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL PERFORMANCE YANG DI MEDIASI OLEH ORGANIZATIONAL INNOVATION PADA BANK BCA DI JAKARTA
Yeny Rahman Putri Lawati;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.691
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Human Capital dan Talent Management terhadap Organizational Performance dengan mediasi Organizational Innovation. Studi ini melibatkan 215 responden yang merupakan karyawan Bank BCA di Jakarta, dengan mayoritas responden berjenis kelamin wanita, berusia 20–30 tahun, berpendidikan D3/S1, dan memiliki pengalaman kerja 1–5 tahun. Penelitian menguji tujuh hipotesis dengan hasil yang bervariasi. Human Capital terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Organizational Innovation, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Organizational Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi Organizational Innovation. Talent Management juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Organizational Innovation, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Organizational Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi Organizational Innovation. Selain itu, Organizational Innovation sendiri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Organizational Performance. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Human Capital dan Talent Management berkontribusi terhadap inovasi organisasi, keduanya tidak secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan kinerja organisasi. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam konteks perbankan, serta menekankan pentingnya mengevaluasi kembali peran inovasi organisasi dalam mendukung kinerja organisasi.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUH EMPLOYEE PERFORMANCE PADA KARYAWAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Adifa Khairunisa;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.692
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Organizational Commitment, Competency terhadap Employee Performance yang di mediasi oleh Organizational Citizenship Behavior pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Data dikumpulkan dari 175 responden karyawan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta dengan menggunakan tekink pengumpulan data yang digunakan Snowball Sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan mencari rata-rata dan untuk pengujian hipotesis menggunakan SEM AMOS. Sebelumnya instrument telah diuji dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas dimana seluruh pernyataan valid dan reliabel, serta dilakukan pengujian model dengan Goodness of Fit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Commitment memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour, Organizational Commitment memiliki pengaruh positif terhadap Employee Performance, Competency memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour, Competency tidak memiliki pengaruh terhadap Employee Performance, Organizational Citizenship Behaviour memiliki pengaruh positif terhadap Employee Performance. Sedangkan untuk peran mediasi, Organizational Citizenship Behaviour dapat memediasi secara parsial pengaruh Organizational Commitment terhadap Employee Performance, dan Organizational Citizenship Behaviour juga dapat memediasi secara parsial pengaruh Competency terhadap Employee Performance. Implikasi manajerial dalam penelitian, pihak manajemen dapat mengambil langkah strategis untuk meningkatkan Organizational Commitment karyawan, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja mereka.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PADA KARYAWAN INDUSTRI PERBANKAN BCA DI JAKARTA
Syarif Aqil Hibatullah;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.696
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ethical leadership terhadap innovative work behavior dengan mediasi psychological well-being dan psychological safety. Responden penelitian terdiri dari 125 karyawan Bank BCA di Jakarta, mayoritas perempuan berusia 24-34 tahun, berpendidikan terakhir S1, dengan masa kerja 1-5 tahun, dan sebagian besar bekerja di cabang di Jakarta Timur. Penelitian menguji tujuh hipotesis, di mana lima hipotesis didukung dan dua hipotesis tidak didukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa ethical leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior serta psychological well-being. Namun, ethical leadership tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap psychological safety. Selain itu, psychological well-being tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap innovative work behavior dan tidak berperan sebagai mediator hubungan antara ethical leadership dan innovative work behavior. Sebaliknya, psychological safety tidak memiliki pengaruh langsung terhadap innovative work behavior tetapi berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara ethical leadership dan innovative work behavior. Temuan ini menekankan pentingnya peran ethical leadership dalam mendorong perilaku kerja inovatif dengan memperhatikan aspek psychological safety di lingkungan kerja.
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN KARYAWAN HOTEL BINTANG 3 DI JAKARTA
Wiradanu Aji Pamungkas;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.698
Penelitian ini bertujuan buat menganalisis dampak Human Resource Development Practices, Job Satisfaction, Employee engagment terhadap Organizational Commitment pada Hotel di Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus terhadap karyawan Hotel di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Samp dan AMOS. Hasil menunjukkan bahwa Human Resource Development Practices, Job Satisfaction, Employee engagment terhadap Organizational Commitment berpengaruh positif yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 25. Implikasi bagi manajer SDM yaitu diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang dilakukan oleh pemimpin untuk meningkatkan kualitas kepada karyawan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EMPLOYE RETENTION PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI JAKARTA UTARA
Yosfandrik Nur Hamzah;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.699
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan penilaian kinerja serta keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance) terhadap retensi karyawan, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Responden penelitian ini sebanyak 176 karyawan industri manufaktur di Jakarta Utara, yang mayoritas adalah wanita berusia 18-24 tahun dengan pendidikan terakhir SMA/sederajat dan lama kerja kurang dari 1 hingga 5 tahun. Analisis data dilakukan dengan pengujian tujuh hipotesis, di mana empat hipotesis didukung dan tiga hipotesis tidak didukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Kompensasi dan penilaian kinerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Keseimbangan kerja dan kehidupan memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Kompensasi dan penilaian kinerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. Keseimbangan kerja dan kehidupan memiliki pengaruh positif terhadap retensi karyawan. Kepuasan kerja berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara kompensasi dan penilaian kinerja terhadap retensi karyawan. Kepuasan kerja juga memediasi sepenuhnya hubungan antara keseimbangan kerja dan kehidupan terhadap retensi karyawan. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang mencakup kompensasi yang adil, penilaian kinerja yang efektif, serta keseimbangan kerja dan kehidupan untuk meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan di industri manufaktur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SALESPERSON CREATIVITY PADA PERBANKAN DI JAKARTA
Ilham Nanda Syaputra;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.700
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Salesperson Creativity pada sektor perbankan di Jakarta. Fokus utama adalah pengaruh Leadership Humility dan Responsible Leadership terhadap Salesperson Creativity dengan Knowledge Sharing sebagai variabel mediasi. Penelitian ini melibatkan 175 responden karyawan perbankan di Jakarta, mayoritas berjenis kelamin wanita, berusia 18-24 tahun, berpendidikan terakhir SMA/sederajat, dan memiliki masa kerja antara 1 hingga 5 tahun. Terdapat tujuh hipotesis yang diuji, di mana enam hipotesis didukung dan satu hipotesis tidak didukung. Hasil analisis penelitian ini adalah sebagai berikut: Leadership Humility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Knowledge Sharing. Leadership Humility berpengaruh positif terhadap Salesperson Creativity. Responsible Leadership berpengaruh positif terhadap Knowledge Sharing. Responsible Leadership tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Salesperson Creativity. Knowledge Sharing berpengaruh positif terhadap Salesperson Creativity. Knowledge Sharing memediasi hubungan positif antara Leadership Humility dan Salesperson Creativity. Knowledge Sharing memediasi hubungan positif antara Responsible Leadership dan Salesperson Creativity. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang rendah hati dan bertanggung jawab dalam meningkatkan kreativitas tenaga penjualan, dengan berbagi pengetahuan sebagai faktor mediasi yang signifikan. Strategi yang mendukung peningkatan Knowledge Sharing dapat memperkuat dampak positif dari kepemimpinan terhadap kreativitas tenaga penjualan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WELL-BEING PADA KARYAWAN SEKTOR PUBLIK DI JAKARTA
Haikal Arrayyan;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.701
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi well-being pada karyawan sektor publik di Jakarta, dengan fokus pada pengaruh High Commitment Work System (HCWS) dan Ethical Leadership yang dimediasi oleh Organizational Support. Penelitian ini melibatkan 211 responden karyawan sektor publik, yang mayoritas berjenis kelamin wanita, berusia antara 24 hingga 34 tahun, berpendidikan terakhir SMA/sederajat, dan memiliki masa kerja antara 1 hingga 5 tahun. Lokasi kerja terbanyak adalah bank di Jakarta Timur. Terdapat tujuh hipotesis yang diuji, dengan hasil lima hipotesis didukung dan dua hipotesis tidak didukung. Hasil analisis dapat dirangkum sebagai berikut High Commitment Work System tidak berpengaruh positif terhadap well-being. Ethical Leadership berpengaruh positif terhadap well-being. Ethical Leadership Behavior tidak memiliki pengaruh terhadap Psychological Safety. High Commitment Work System berpengaruh positif terhadap Organizational Support. Organizational Support berpengaruh positif terhadap well-being. High Commitment Work System berpengaruh positif terhadap well-being dengan dimediasi oleh Organizational Support. Ethical Leadership berpengaruh positif terhadap well-being dengan dimediasi oleh Organizational Support. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran kepemimpinan etis dan dukungan organisasi dalam meningkatkan well-being karyawan sektor publik. Meskipun High Commitment Work System tidak berpengaruh langsung terhadap well-being, efek positif dapat tercapai melalui mediasi dari Organizational Support.
ANTESENDEN TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN BANK SWASTA DI JAKARTA
Jaka Putra;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.679
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Career Variety dan Strength-Based Leadership terhadap Turnover Intention dengan mediasi Job Crafting. Penelitian dilakukan pada 165 karyawan bank swasta di Jakarta, mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 24-34 tahun, berpendidikan terakhir S1, dan memiliki masa kerja 1-5 tahun. Terdapat tujuh hipotesis yang diuji, dengan hasil enam hipotesis didukung dan satu tidak didukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Career Variety memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention dan Job Crafting. Sementara itu, Strength-Based Leadership tidak berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention tetapi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Job Crafting. Selain itu, Job Crafting memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention serta bertindak sebagai mediasi penuh dalam hubungan Career Variety dan Strength-Based Leadership terhadap Turnover Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa Job Crafting berperan penting dalam mengurangi Turnover Intention melalui pengelolaan aspek karier dan kepemimpinan berbasis kekuatan.
ANTESEDEN SUSTAINABLE CORPORATE PERFORMANCE PADA KARYAWAN PERUSAHAAN MANUFACTURE DI CIKARANG & KARAWANG
Melinda Husnia Rosianti;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.686
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Human Resource Management (GHRM) terhadap Sustainable Corporate Performance (SCP) dengan mediasi green commitment dan green organizational culture. Responden penelitian terdiri dari 250 karyawan perusahaan manufaktur di Cikarang dan Karawang, mayoritas berjenis kelamin wanita, berusia 24–34 tahun, berpendidikan S1, dan memiliki masa kerja 1–5 tahun. Penelitian ini menguji tujuh hipotesis, di mana dua hipotesis didukung dan lima lainnya tidak didukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) GHRM tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap SCP; (2) GHRM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap green commitment; (3) GHRM memiliki pengaruh terhadap green organizational culture; (4) green commitment tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap SCP; (5) green organizational culture tidak memiliki pengaruh terhadap SCP; (6) green commitment tidak memediasi hubungan antara GHRM dan SCP; dan (7) green organizational culture juga tidak memediasi hubungan antara GHRM dan SCP. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi GHRM secara langsung tidak mampu meningkatkan kinerja korporasi berkelanjutan, dan peran mediasi dari green commitment serta green organizational culture belum memberikan dampak signifikan. Studi ini merekomendasikan pengembangan strategi GHRM yang lebih terintegrasi dengan komitmen dan budaya organisasi hijau untuk mendukung pencapaian keberlanjutan korporasi secara optimal.
PENGARUH HUMAN CAPITAL, TALENT MANAGEMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL PERFORMANCE YANG DI MEDIASI OLEH ORGANIZATIONAL INNOVATION PADA BANK BCA DI JAKARTA
Yeny Rahman Putri Lawati;
Dita Oki Berliyanti
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54783/jser.v6i2.691
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Human Capital dan Talent Management terhadap Organizational Performance dengan mediasi Organizational Innovation. Studi ini melibatkan 215 responden yang merupakan karyawan Bank BCA di Jakarta, dengan mayoritas responden berjenis kelamin wanita, berusia 20–30 tahun, berpendidikan D3/S1, dan memiliki pengalaman kerja 1–5 tahun. Penelitian menguji tujuh hipotesis dengan hasil yang bervariasi. Human Capital terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Organizational Innovation, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap Organizational Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi Organizational Innovation. Talent Management juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Organizational Innovation, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Organizational Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi Organizational Innovation. Selain itu, Organizational Innovation sendiri tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Organizational Performance. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Human Capital dan Talent Management berkontribusi terhadap inovasi organisasi, keduanya tidak secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan kinerja organisasi. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam konteks perbankan, serta menekankan pentingnya mengevaluasi kembali peran inovasi organisasi dalam mendukung kinerja organisasi.