Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Tegangan Terkekang Beton Persegi dengan Perkuatan Fiber Reinforced Polymer menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Kristianto, Anang; Pranata, Yosafat Aji; Saragih, Riko Arlando
TEKNIK Vol 45, No 2 (2024): August 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i2.52812

Abstract

Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah material komposit yang berfungsi sebagai perkuatan untuk meningkatkan kapasitas kekuatan elemen struktur. Pada umumnya perkuatan diperlukan sebagai akibat perubahan fungsi bangunan atau memenuhi persyaratan terhadap beban desain gempa yang diperbaharui. Perkuatan kolom beton  persegi dengan FRP memerlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan sudut pada  penampang persegi yang menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan. Penelitian ini menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk memprediksi tegangan terkekang (f’cc) kolom beton persegi yang diberikan perkuatan FRP. Penggunaan JST dengan 4 hidden layer (J8-4-1) dalam memprediksi 113 benda uji hasil eksperimen memberikan hasil akurat dengan nilai validasi MSE yang optimum yaitu sebesar 0.00131 dengan nilai korelasi R baik pada fase training, fase validasi maupun fase uji berturut-turut adalah sebesar 0.992, 0.982 dan 0.983.  JST J8-4-1 memberikan hasil prediksi tegangan dengan korelasi yang lebih baik dibandingkan dengan usulan metode analisis yang telah dilakukan pada beberapa penelitian terkait perkuatan kolom persegi dengan FRP. Analisis dengan JST juga memberikan gambaran yang akurat mengenai korelasi kenaikan radius kelengkungan sudut kolom persegi terhadap peningkatan tegangan terkekangnya. Hasil prediksi JST konsisten dengan beberapa studi eksperimental yang telah dilakukan serta konsisten dengan formula yang diberikan dalam ACI 440.2R- 2017.
- ANALISIS BANGUNAN DENGAN SISTEM DINDING FEROSEMEN TANPA BALOK-KOLOM DAN SISTEM FRAME BALOK-KOLOM: Studi Kasus Bangunan di Kabupaten Bandung Saputra, Yonathan Adi; Pranata, Yosafat Aji
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i2.54797

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa perilaku kekakuan dan kekuatan struktur bangunan rumah tinggal yang dimodelkan sebagai sistem frame balok-kolom dan sistem dinding ferosemen sebagai pengganti balok-kolom, dengan studi kasus bangunan rumah tinggal di Kabupaten Bandung. Rumah tinggal tersebut menggunakan bata ringan sebagai material penyusun dinding. Ruang lingkup penelitian menggunakan dua rumah di Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung. Perilaku kekakuan yang dipelajari yaitu deformasi dan drift bangunan akibat beban lateral (beban gempa rencana), sedangkan perilaku kekuatan mencakup gaya-gaya dalam akibat beban gravitasi dan beban lateral. Hasil analisis model struktur dengan dinding ferosemen sebagai pengganti balok-kolom memliki kekakuan yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem struktur frame balok-kolom terhadap beban lateral, yaitu deformasi dan respon dinamik yang lebih besar.  Sistem bangunan dengan dinding ferosemen dapat mendukung pemerintah untuk meningkatkan standar hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pengembangan konstruksi tahan gempa di daerah rawan gempa seperti Kabupaten Bandung.
STUDI ERGONOMI SARANA RUANG BELAJAR BAGI ANAK-ANAK DI DUSUN “X” Soesilo, Novi; Sarvia, Elty; Pranata, Yosafat Aji; Husada, Ginardy; Wong, Hendry
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i1.15916

Abstract

Di Dusun “X” terdapat salah satu kampung dengan jumlah pelajar tingkat SD dan SMP berkisar 14-20 orang. Sepulang sekolah, anak-anak ini sering melakukan kegiatan belajar bersama di bangunan serbaguna berukuran ± 4,8 x 3,6 m2. Bangunan ini juga sering digunakan untuk kegiatan lainnya seperti misalnya untuk kegiatan rapat, pertemuan, acara kebersamaan, dsb. Masalahnya ruangan ini belum memiliki fasilitas yang memadai baik dari segi bangunannya maupun fasilitas fisik yang ada di dalamnya. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengusulkan sarana ruang belajar yang ergonomis. Metode yang digunakan untuk studi ergonomi adalah metode desain thinking yang mencakup 5 tahapan dengan perancangan fasilitas fisik berdasarkan data antropometri. Penggunaan data antropometri dalam perancangan disesuaikan dengan pengguna fasilitas yaitu kelompok usia 7-12 tahun dan 21-47 tahun. Dalam proses perancangan, dipertimbangkan juga atribut yang diinginkan terkait perancangan meja untuk belajar. Hasil penelitian ini adalah rancangan meja lipat dan kursi lipat yang multifungsi, layout ruang serbaguna, usulan penambahan rak sepatu, pembuatan undakan anak tangga, pelapisan dinding, pengecatan tirai, dan penambahan 4 buah lampu LED.Kata Kunci:  Desain Thinking, Antropometri, Ergonomi, Ruang Belajar
Prediksi Kuat Tekan Kolom Beton Persegi dengan Perkuatan FRP Menggunakan Machine Learning Kristianto, Anang; Pranata, Yosafat Aji; Br. Pasaribu, Novie Theresia; Alfatama, Jasen
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.158

Abstract

ABSTRAKAnalisis secara teoritis kuat tekan kolom beton persegi dengan perkuatan FRP masih mengandalkan pendekatan seperti yang digunakan untuk kolom lingkaran dengan modifikasi. Sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini pendekatan menggunakan machine learning diharapakan dapat memberikan perspektif  berbeda sekaligus hasil yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan beberapa teknik machine learning untuk memprediksi kuat tekan aksial kolom persegi yang diperkuat dengan FRP dengan berbagai radius kelengkungan pada sudutnya dan membandingkan metode machine learning dengan pendekatan analitik dan mekanik yang sudah ada. Tiga algoritma digunakan dalam pendekatan machine learning: Jaringan Syaraf Tiruan (JST), Categorical Boost (CatBoost), dan M5-Tree.  Ensemble Machine Learning membuat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tiga model individual JST, CatBoost, dan M5-Tree dengan nilai R-squared sebesar 0,9557. Penggunaan machine learning untuk memprediksi dibandingkan dengan beberapa usulan teori tegangan terkekang, memberikan hasil yang paling mendekati dengan nilai R-squared sebesar 0,8276.Kata kunci: tegangan, kolom beton, FRP, prediksi, pembelajaran mesin ABSTRACTTheoretically analyzing the compressive strength of square concrete columns with FRP reinforcement still relies on the approach as used for circular columns with modifications. In accordance with current technological advances, machine learning approaches are expected to provide a different perspective as well as more accurate results. The objective of this research is to use several machine learning techniques to predict the axial compressive strength of square columns reinforced with FRP with various radii of curvature at the corners and compare the machine learning methods with existing analytical and mechanical approaches. Three algorithms were used in the machine learning approach: Artificial Neural Network (ANN), Categorical Boost (CatBoost), and M5-Tree.  The machine learning ensemble performed better than the three individual models JST, CatBoost, and M5-Tree with an R-squared value of 0.9557. The use of machine learning to predict, compared to some proposed confined stress theories, gave the closest results with an R-squared value of 0.8276.Keywords: stress, concrete column, FRP, prediction, machine learning
Studi Komparasi Analisis Dinamik Bangunan dengan Dinding Bata Merah dan Bata Ringan Laia, Viencent Cheristian; Pranata, Yosafat Aji
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.176

Abstract

ABSTRAKPenggunaan material untuk komponen bangunan sangat bervariasi, khususnya dinding. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi komparasi perilaku bangunan dengan dinding bata merah dan bata ringan akibat beban lateral (gempa). Ruang lingkup penelitian ini adalah perilaku bangunan akibat beban lateral menggunakan analisis respon spektrum, perilaku yang dipelajari adalah deformasi bangunan akibat beban gempa rencana, kondisi bangunan rumah subsidi yang tersebar di beberapa wilayah meliputi lima model rumah yang terletak di lokasi perumahan yang berbeda, denah kelima rumah diadaptasi dari pengamatan bangunan dan gambar kerja saat proses MBKM magang di Ditjen Perumahan yang berkolaborasi pada pengembang kelima rumah. Pembebanan gempa dengan respons spektrum menjadi komponen utama dalam melakukan analisa kemampuan bangunan yang berdeformasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan kapasitas struktur. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis pada kelima denah rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda material bata ringan terlihat memiliki pengaruh terhadap perpindahan dan juga deformasi yang lebih besar daripada bata merah. namun berdasarkan analisis izin perpindahan, kapasitas gaya dalam dan juga izin deformasi masih memenuhi untuk keamanannya bagi rumah sederhana.Kata kunci: bata merah, bata ringan, dinding, deformasi, gaya dalam ABSTRACTThe use of materials for building components varies greatly, especially walls. The purpose of this study is to conduct a comparative study of the behavior of buildings with red brick walls and lightweight bricks due to lateral loads (earthquakes). The scope of this study is the behavior of buildings due to lateral loads using spectrum response analysis. The behavior studied is building deformation due to the planned earthquake load, the condition of subsidized housing buildings spread across several regions, including five house models located in different housing locations. The plans for the five houses were adapted from building observations and working drawings during the MBKM internship process at the Directorate General of Housing which collaborated with the developers of the five houses. Earthquake loading with spectrum response is the main component in analyzing the ability of buildings to deform and its effect on the strength of the structural capacity. The conclusion that can be obtained from the results of the analysis of the five different house plans and also different locations, that lightweight brick material appears to have a greater effect on displacement and deformation than red brick. However, based on the analysis of displacement permits, internal force capacity and deformation permits, they still meet the safety requirements for simple houses.Keywords: brick, aerated lightweight brick, walls, displacement, internal force 
STUDI KOMPARASI STRUKTUR TANPA DAN DENGAN DINDING GESER: Studi kasus gedung hotel bertingkat sedang Bas Boys, Maher Salal Hesy; Pranata, Yosafat Aji
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i1.55549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis struktur untuk mengetahui pengaruh penggunaan dinding geser pada struktur bangunan gedung bertingkat sedang. Ruang lingkup penelitian yaitu bangunan terdiri dari 15 lantai dengan sistem struktur beton bertulang. Studi komparasi dilakukan untuk membandingkan perilaku struktur gedung dengan dan tanpa dinding geser, khususnya dalam hal deformasi, volume material, serta gaya dalam yang terjadi pada kolom dan balok utama. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak analisis struktur berbasis metode statik ekivalen sesuai standar SNI 1726:2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung dengan dinding geser mengalami peningkatan volume material sekitar 3,5% dibandingkan gedung tanpa dinding geser. Namun demikian, penggunaan dinding geser secara signifikan mengurangi nilai simpangan rata-rata hingga 63.07%, yang mengindikasikan peningkatan kekakuan dan stabilitas struktur terhadap beban lateral. Selain itu, gaya dalam pada elemen kolom dan balok mengalami distribusi yang lebih merata dan terkendali pada struktur dengan dinding geser, sehingga mengurangi potensi kerusakan akibat beban gempa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi dinding geser pada gedung bertingkat tinggi merupakan solusi efektif untuk meningkatkan kinerja, meskipun disertai peningkatan penggunaan material.
Dynamic Elastic Moduli of Teak Wood (Tectona grandis): Case study of Existing Buildings in Yogyakarta Pranata, Yosafat Aji; Pattipawaej, Olga Catherina; Setiadi, Amos
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 13 No 2 (2025): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2025)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v13i2.10858

Abstract

This study aims to conduct experimental testing to obtain empirical values of the dynamic elastic moduli (MoEd) of wood, and to study its correlation with the static elastic moduli (MoE). The research method used is a quantitative method to obtain the parameters of progagation time and velocity data, by using a non-destructive test method on the structural components of columns and beams in existing buildings. The scope of the study is the dynamic elastic moduli data obtained from the results of previous studies, namely non-destructive testing on two existing wooden house buildings located in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta Province, Indonesia. The wood used is Teak wood species (Tectona grandis). The results of the study indicate that the MoEd of Teak wood (Tectona grandis) is obtained at 32891.34 MPa and MoE is 20007.17 MPa, with a ratio of MoE/MoEd of 0.608. The results of the study indicate that the wood in existing buildings is included in the category of strength class 1 with a quality code of E20 referring to SNI 7973.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG SISTEM STRUKTUR BALOK-KOLOM BETON BERTULANG DENGAN ATAP MONO BEAM GLULAM Pranata, Yosafat Aji
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i1.03

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perilaku struktur gedung serbaguna dengan sistem struktur balok-kolom beton bertulang dengan atap mono beam menggunakan glulam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis numerik berbasis perhitungan struktural. Analisis struktur menggunakan perangkat lunak analisis elemen hingga untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban gempa. Analisis dilakukan dengan metode statik ekivalen sesuai dengan SNI 1726:2019. Ruang lingkup penelitian yaitu struktur bangunan gedung terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dengan parameter SDs sebesar 0,77 dan SD1 sebesar 0,77. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu waktu getar ragam 3 (tiga) ragam pertama memenuhi ketentuan translasi pada kedua arah utama gedung dan rotasi. Deformasi dan drift yang terjadi memenuhi persyaratan batasan ijin sesuai SNI 1726:2019. Kolom dan balok beton bertulang mempunyai kapasitas yang dapat menahan beban terfaktor maksimum. Glulam bentang 35m direncanakan mempunyai kapasitas yang mencukupi menahan beban terfaktor maksimum yang terjadi sehingga teknologi berbasis kayu rekayasa dapat menjadi alternatif solusi struktur bentang panjang.
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang Pranata, Yosafat Aji; Simanta, Djoni
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v2i1.10358

Abstract

The planning of earthquake-resistant building structures in Indonesia is very important considering that most of Indonesia is located in an earthquake area with moderate to high intensity. The latest trend in earthquake-resistant building planning today is performance-based design. The performance-based planning concept is a combination of resistance and service aspects. In this study, six reinforced concrete buildings with moment-bearing frame structural systems with special and medium criteria, ten stories high, consisting of a regular (symmetrical) building and an irregular (symmetrical) building, were designed in accordance with the Earthquake Resistance Planning Procedure for Buildings [SNI 1726, 2002] and the Concrete Structure Calculation Procedure for Buildings [SNI 03-2874, 2002]. The seismic behavior of these structures was evaluated using static nonlinear/pushover analysis and inelastic dynamic time history analysis. The study results show that the pushover analysis yields actual ductility (ua) and seismic reduction factor (R) greater than the design pq and R, so the pushover analysis is rational enough to be used in determining the ductility and R factor of regular reinforced concrete building structures. At the same transition target, the building designed with SRPMK generates less base shear force than the building designed with SRPMM. The results of the performance-based design evaluation show that all the buildings reviewed are included in the Damage Control Performance level so that the building is in a category that in the post-earthquake damage that occurs varies between the Immediate Occupancy and Life Safety performance levels, the risk of casualties is very low, the building structure may be damaged, but does not collapse. While the results of the time history analysis show for all buildings analyzed with the 1940 El Centro, 1992 Flores and 1971 Pacoima Dam earthquakes, the transitions, drifts and plastic joint rotations that occurred have not exceeded the allowable limits, while for the Bucharest earthquake produced transitions and drifts that exceeded the ultimate limit performance, buildings in region 4 produced plastic joint rotations that have not exceeded the allowable limits and buildings in region 6 rotations have exceeded.
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN SEBAGAI PENYUSUN DINDING: Studi Kasus : Rumah-rumah Sederhana di Sumedang, Karawang, dan Banten Viencent Cheristian Laia; Pranata, Yosafat Aji
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material untuk komponen bangunan sangat bervariasi, khususnya dinding. Penggunaan material bata merah dan bata ringan merupakan material yang sangat umum dalam konstruksi bangunan sederhana di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara langsung bagaimana perbedaan yang dihasilkan dari material dinding penyusun bata merah dan bata ringan untuk masing masing model rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda. Ruang lingkup penelitian ini adalah kondisi bangunan rumah subsidi yang tersebar di beberapa wilayah meliputi lima model rumah yang terletak di lokasi perumahan yang berbeda. Penelitian ini melakukan perbandingan terhadap tipe rumah yang berbeda, dengan lokasi yang berbeda serta komponen penyusun dinding yang berbeda untuk menjadi validasi terhadap perbandingan kekakuan struktur bangunan yang dipengaruhi dari perbedaan penggunaan bata merah dan juga bata ringan. Pembebanan gempa dengan respons spektrum menjadi komponen utama dalam melakukan analisa kemampuan bangunan yang berdeformasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan kapasitas struktur. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis pada kelima denah rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda material bata ringan terlihat memiliki pengaruh terhadap perpindahan dan juga deformasi yang lebih besar daripada bata merah. namun berdasarkan analisis izin perpindahan, kapasitas gaya dalam dan juga izin deformasi masih memenuhi untuk keamanannya bagi rumah sederhana.