Indra Budi Prasetyawan
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemetaan Potensi Daya Listrik yang Dibangkitkan Gelombang Laut di Perairan Selatan Bali Tahun 2018-2023 Siahaan, Eirene Sharon; Prasetyawan, Indra Budi; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26252

Abstract

Gelombang laut, salah satu sumber energi terbarukan yang tidak menghasilkan emisi karbon sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi tidak terbarukan, Pengembangan energi alternatif juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dengan menyediakan energi yang bersih serta terbarukan. Menurut pemetaan yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) pada tahun 2014, salah satu daerah yang memiliki potensi adalah Perairan Selatan Pulau Bali. Tujuan penelitian ini yakni guna mengetahui potensi gelombang laut berupa besaran potensi energi Listrik yang dapat dimanfaatkan di Perairan Selatan Bali, terutama Perairan Uluwatu. Penelitian ini memanfaatkan data angin yang diperoleh dari ECMWF ERA5 dan BMKG selama enam tahun. Pengolahan data angin dilakukan melalui analisis windrose untuk menentukan fetch, peramalan gelombang menggunakan metode peramalan SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider), serta visualisasi penyebaran gelombang dengan software MIKE Zero modul Spectral Wave. Berdasarkan penelitian yang sudah dijalankan, tinggi serta periode gelombang yang paling signifikan tercatat di musim timur, dengan tinggi mencapai 2,462 meter dan periode 7,665 detik di wilayah Perairan Uluwatu, Bali. Selain itu, persebaran daya listrik tertinggi juga terjadi pada musim timur, dengan daya maksimum senilai 2.541,962 Watt dan daya terendah terjadi di musim Peralihan II dengan nilai sebesar 38,75984 Watt. Potensi daya listrik yang dihasilkan dari gelombang laut pada periode musim ini relatif tinggi karena kecepatan angin pada musim Timur tinggi yang menghasilkan tinggi gelombang signifikan yang tinggi pula. Sebaliknya terjadi pada musim Peralihan II.
Analisis Sebaran Thermal Front Ditinjau dari Kondisi EÑSO di Perairan Teluk Tomini Menggunakan Single Image Edge Detection Alvarez, Vincenzio Carlos; Wijaya, Yusuf Jati; Prasetyawan, Indra Budi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.28332

Abstract

Fenomena Thermal front dapat di sebabkan oleh pertemuan massa air laut. Perpindahan massa air laut di Indonesia dapat di sebabkan oleh ARLINDO. Penelitian mengenai variabilitas thermal front perlu memperhitungkan perubahan SPL serta mempertimbangkan perubahan dari EÑSO dengan melihat kenaikan ataupun penurunan indeks SOI dan perubahan salinitas di perairan tersebut guna melihat pertukaran massa air dan pergerakan arus laut yang terjadi di area pembentukan thermal front. Tujuan penelitian ini mendapatkan jumlah dan letak sebaran thermal front yang ditinjau terhadap perubahan salinitas dan ENSO di Teluk Tomini Pulau Sulawesi yang memiliki intensitas upwelling tinggi akibat pertemuan massa air dari jalur ARLINDO di laut  Maluku. Variabel SPL didapatkan dari data citra SST L3 dari Citra AquaMODIS dan Variabel salinitas dari marine.copernicus.eu. Data salinitas diolah menggunakan Ocean Data View(ODV) dan untuk SST menggunakan ArcMap 10.8 dengan tool dari MGET menghasilkan data peta dari salinitas dan Thermal front dan dianalisis dengan mengaitkan dengan penelitian sebelumnya. Hasil Penelitian ini menunjukan rerata jumlah kejadian thermal front di tahun 2020 adalah 363, di tahun 2021 naik menjadi 406, di tahun 2022 kejadian thermal front kembali turun di 377, dan terus menurun di 2023 hingga 310. Kenaikan nilai salinitas berkisar 33,5-34,75‰ terindikasi adanya massa air dari Samudra Pasifik yang masuk ke dalam Teluk Tomini.