Articles
PERGESERAN NILAI ORANG TUA DI KALANGAN MASYARAKAT JAWA (Studi Pada Lansia yang Tinggal di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta)
Irawan, Miko;
Prasetyo, Kuncoro Bayu;
Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Panti Jompo merupakan salah satu tempat hunian untuk lanjut usia dalam menikmati masa tuanya dengan mendapatkan pelayanan jasmani dan rohani. Konsep panti jompo yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai budaya jawa kini telah diserap akibat adanya pengaruh modernisasi sehingga masyarakat telah melupakan nilai-nilai budaya. Konsep Jawa yang mengharuskan anggota keluarga hormat dan patuh pada orang tua sudah tidak dilestarikan lagi, hal ini menimbulkan ada pergeseran nilai orang tua di kalangan masyarakat. pergeseran nilai terhadap orang tua menyebabkan adanya perubahan perilaku negatif pada keluarga dalam memaknai orang tuanya. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana latar belakang lanjut usia di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta, dengan melibatkan pemaknaan nilai orang tua dari lanjut usia dan keluarga, serta bentuk pergeseran nilai orang tua terhadap lanjut usia dalam budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berlokasi di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang lanjut usia Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta beragam kondisi dan keadaan, adanya pemaknaan nilai orang yang saling berkait dari perspektif lanjut usia dan keluarga, sehingga menimbulkan bentuk pergeseran nilai orang tua yang bersifat negatif dan tidak sesuai dengan budaya Jawa.
REPRODUKSI BUDAYA PADA KOMUNITAS DIASPORA JAWA DI DAERAH TRANSMIGRASI (Studi Kasus di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung)
Nanda, Adelia Dwi;
Prasetyo, Kuncoro Bayu;
Gunawan, Gunawan
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemindahan penduduk yang dilakukan pada zaman pemerintahan Belanda membawa pengaruh dalam terbentuknya komunitas diaspora Jawa di luar pulau Jawa. Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan merupakan desa pertama kolonisasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan komunitas diaspora Jawa, bentuk-bentuk kebudayaan Jawa yang masih dipraktekkan di kalangan diaspora Jawa, bentuk reproduksi budaya diaspora Jawa hasil interaksi degan budaya setempat di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya keberadaan komunitas diaspora Jawa di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan adalah karena adanya pemindahan penduduk dari Jawa ke Gedong Tataan yang dilakukan oleh pemerintahan Belanda, sampai saat ini kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang dominan dipakai oleh masyarakat di Desa Bagelen sebagai patokan dalam berprilaku sehari-hari. Bentuk-bentuk kebudayaan Jawa yang masih dipraktekkan di kalangan diaspora Jawa adalah bahasa, kesenian dan upacara-upacara adat Jawa. Bentuk reproduksi budaya hasil interaksi dengan budaya setempat adalah bahasa Jawa berdialek melayu dan pakaian batik Lampung.
Etiologi dan Praktik Pengobatan Penyakit “Demarinen” Pada Masyarakat Desa Lanjan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
Suprapti, Lia;
Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui etiologi penyakit demarinen dan praktek pengobatan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit demarinen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawaancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori sistem medis dan konsep etiologi penyakit milik Foster dan Anderson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita mengalami demarinen disebabkan karena faktor irasional yaitu adanya ibu hamil disalah satu anggota keluarga besarnya. Penyakit tersebut diketahui oleh masyarakat dari pengetahuan yang dimiliki oleh sesepuh-sesepuh dan gagalnya pengobatan pada sistem medis modern. Pengobatan dilakukan dengan menghubungkan penyebab timbulnya penyakit, sehingga pengobatan dilakukan dengan ngedusi anak balita yang perankan oleh ibu hamil. The purpose of this article was to investigate the etiology of demarinen disease and the treatment practices used in the treatment of demarinen diseases. The research method used is qualitative research method. Data completion technique is done by observation, interview, and documentation. The data analysis used system theory and disease etiology concept of Foster and Anderson. The results showed that children under five suffered from demarinen due to irrational factors, namely the presence of pregnant women in one family member. The disease is known to the public from the knowledge possessed by the elders and the failure of treatment in modern medical systems. Treatment is done by causal relationship of the disease, so the treatment is done by ngedusi children under five who play by pregnant mother.
Akulturasi Budaya dalam Kehidupan Keluarga Arab-Jawa (Studi Kasus di Kampung Arab Dadapsari Semarang)
Pratiwi, Ulfita Hani;
Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik di kampung Arab Dadapsari, bahwa masih banyak ditemukan keturunan Arab menikah dengan masyarakat Jawa. Idealnya konsep pernikahan pada keturunan Arab adalah menggunakan pernikahan endogami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk akulturasi yang berlangsung dalam kehidupan keluarga Arab-Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis teori adalah menggunakan konsep Akulturasi dari Jhon W. Berry. Hasil dari penelitian menunjukan: Bentuk-bentuk akulturasi dalam keluarga Arab-Jawa tersebut tidak terlihat secara kuat karena budaya dan tradisi laki-laki (etnis Arab) terlihat lebih mendominasi, sementara budaya dan tradisi perempuan (etnis Jawa) seolah-olah hilang dan teserap dalam tradisi budaya Arab yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. The background of this research is the existence of interesting phenomenan in Kampung Arab Dadapsari which are still widely found Arab descent married with Javanese’s people. Ideally, wedding concept of Arab descent us endogamy wedding. That phenomenon make the researcher interest to do research in Kampung Arab Dadapsari Semarang. The purpose of this research is to know the form of acculturation that happen in of Arab-Javanese family life in Kampung Arab Dadapsari Semarang. This research uses qualitative method by using observation technique, interview and documentation. Theoretical analysis is to use the concept of Acculturation by Jhon W. Berry. The results of the research show: The form of acculturation in Arab-Javanese family life not seen strongly, because the culture and the tradition of men (Arab ethnic) look more dominating. While the culture and the tradition of women (Javanese ethnic) as if lest and absorbed in cultural tradition of Arab which is widely used indaily life.
Nilai Kearifan Lokal dan Etos Kerja Diaspora Minangkabau di Kota Semarang
Prasetyo, Kuncoro Bayu;
Mustafid, Imam Zulkhifli
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik yang terjadi pada diaspora Minangkabau di Kota Semarang, dimana sebagian besar kehidupan mereka berpedoman pada nilai kearifan lokal. Nilai kearifan lokal tersebut kemudian juga membentuk sebuah etos kerja para diaspora Minangkabau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih dipercayai diaspora Minangkabau serta bagaimana nilai kearifan lokal tersebut membentuk etos kerja diaspora Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis teori adalah menggunakan teori reproduksi budaya dari Arjun Appadurai dan Hannerz serta teori habitus dari Pierre Bordieu. Hasil dari penelitian menunjukan: Bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih diyakini tersebut berwujud pada pepatah-petitih yang syarat dengan nilai budaya lokal Minangkabau. Nilai-nilai tersebut kemudian direproduksi kembali oleh diaspora Minangkabau di Semarang dan menjadi sumber etos kerja mereka.
Diskriminasi terhadap Kaum Gemuk (Studi Kasus: Kalangan Remaja Bertubuh Gemuk di Wonosobo)
Wahyuni, Kholifa Diah;
Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yakni mengenai diskriminasi terhadap kaum gemuk, karena wacana mengenai tubuh ideal berupa tubuh langsing yang didukung oleh peran media sebagai pembentukan gambaran idealitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk diskriminasi yang dialami kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, dampak diskriminasi terhadap konsep diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, respon kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo terhadap bentuk diskriminasi yang dialami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori interaksionalisme simbolik oleh George Herbert Mead serta konsep the body, culture and society oleh Philip Hancock. Teori dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tentang tubuh masih mempengaruhi interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk diskriminasi yang dialami oleh remaja gemuk yaitu diskriminasi dalam aspek sosial dan diskriminasi dalam aspek pekerjaan. Dampak diskriminasi terhadap diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo adalah dampak secara psikologi, dampak secara ekonomi, dan dampak secara sosial. Dari adanya diskriminasi yang diterima oleh remaja gemuk, diantara mereka memberikan respon yang berbeda yaitu respon mengabaikan dan respon menolak berupa melakukan diet. Faktor gender sangat mempengaruhi respon yang muncul, dimana remaja gemuk laki-laki lebih banyak menunjukkan respon mengabaikan dan remaja gemuk perempuan menunjukkan respon menolak.
Budaya Belajar dalam Dinamika Relasi Siswa Santri dan Non Santri di Madrasah Aliyah Al Asror Kota Semarang
Amalia, Lolita Noor;
Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas mengenai budaya belajar yang dimiliki oleh siswa santri dan non santri di Madrasah Aliyah Al Asror. MA Al Asror menjadi sekolah yang menarik untuk diteliti karena memiliki dua kategori siswa yang berbeda yaitu siswa santri dan non santri. Masing-masing kategori mengembangkan karakter perilaku dan budaya belajar yang berbeda dalam satu institusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan budaya belajar yang terbentuk di kalangan siswa santri dan siswa non santri MA Al Asror serta menjelaskan dinamika relasi yang terjadi diantara kedua budaya belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Terbentuknya budaya belajar siswa santri dan non santri didasarkan pada habitus yang mereka miliki. Siswa santri memiliki habitus yang terbentuk dari lingkungan pondok pesantren sedangkan siswa non santri memiliki habitus dari lingkungan masyarakat serta keluarga. Perbedaan habitus ini lah yang menyebabkan praktik budaya belajar yang mereka bawa di sekolah pun menjadi berbeda dan membentuk ciri khas. Ciri khas tersebut terutama terlihat pada aspek karakter moral dan karakter akademik, dimana siswa santri memiliki karakter yang lebih kuat pada aspek moral sementara siswa non santri menonjol dalam aspek karakter akademik. Ciri khas budaya akademik tersebut terbentuk dalam alam pengetahuan kognitif siswa dan menjadi pedoman dalam praktik budaya belajar yang mereka lakukan.
BERBAGI PENGETAHUAN TENTANG HERBARIUM: KOLABORASI DOSEN, GURU DAN SISWA DI MA AL-ASROR PATEMON GUNUNGPATI
Husain, Fadly;
Wicaksono, Harto;
Lutfi, Asma;
Wijaya, Atika;
Prasetyo, Kuncoro Bayu;
Wahidah, Baiq Farhatul
Jurnal Puruhita Vol 1 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/puruhita.v1i1.28652
. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hutan terluas di dunia menyimpan potensi sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan obat obatan yang sangat besar. Puluhan ribu jenis tanaman tumbuh di Indonesia. Dari sekian banyak tanaman tersebut hanya sedikit yang dapat dimanfaatkan sebagai obat atau diketuhui memiliki nilai manfaat. Fenomena ini bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan masyarakat tentang potensi tumbuhan obat yang ada di sekitarnya. Apalagi ragam tumbuhan obat ini ternyata bukan hanya tumbuhan yang sengaja ditanam sebagai tumbuhan obat, tetapi juga bisa berasal dari tumbuhan rempah-rempah atau bumbu dapur, tumbuhan pagar, tumbuhan buah, tumbuhan sayur dan sebagainya yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Ada banyak cara untuk mengenalkan tumbuhan obat serta khasiatnya kepada masyarakat. Cara yang paling sederhana yaitu pembuatan taman obat sebagai media pengenalan manfaat tumbuhan obat. Selain itu adalah diadakannya kegiatan-kegiatan pelatihan dalam pembuatan bahan awetan herbarium di laboratorium sekolah. Meskipun demikian masih banyak juga sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MA Al Asror Patemon sebagai bagian untuk pengenalan cara pembuatan herbarium sederhana. Pengabdian ini juga sebagai wahana untuk pengenalan kembali tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat dalam sistem pengobatan tradisional mereka.
Pelatihan Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Sosiologi SMA/MA di Kab. Lombok Timur
Fajar, Fajar;
Kismini, Elly;
Iswari, Rini;
Astuti, Tri Marhaeni Pudji;
Brata, Nugroho Trisnu;
Prasetyo, Kuncoro Bayu;
Muzakki, Muzakki;
Tohri, Ahmad
Jurnal Puruhita Vol 2 No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/puruhita.v2i1.36024
Terbitnya Permennegpan RB Nomer 16 Tahun 2019 menegaskan posisi guru untuk dapat memenuhi tuntutan yang melekat pada profesinya. Mau tidak mau guru harus banyak melakukan aktivitas dan membuat karya yang dapat menunjang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Namun pada praktiknya banyak guru yang telah lama tidak mengajukan kenaikan pangkat. Salah satu alasannya keengganan guru membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan para guru dalam membuat proposal dan laporan PTK. Permasalahan tersebut kemudian diselesaikan melalui kegiatan pelatihan penyusunan proposal dan laporan PTK. Metode pelaksanaan yang dipakai untuk memecahkan masalah tersebut adalah sosialisasi, pelatihan, dan workshop. Pelatihan ini ditujukan kepada guru sosiologi SMA/MA Kabupaten Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada beberapa guru PNS peserta kegiatan ini merupakan guru senior yang mengaku kesulitan dan kurang paham dalam penyusunan proposal PTK. Ketidak pahaman inilah yang menyebabkan mereka tidak pernah membuat PTK dan mengajukan kenaikan pangkat. Melalui kegiatan ini guru-guru dilatih menyusun outline (sistematika) proposal PTK untuk memudahkan proses penulisan substansi proposal. Setiap bagian dari outline proposal PTK dijelaskan satu persatu dari bagaimana membuat judul, menguraikan latar belakang, menentukan rumusan masalah, menyusun kajian pustaka dan landasan teori, serta menentukan langkah-langkah tindakan dalam setiap siklus. Pada kegiatan ini guru turut serta membuat outline proposal PTK dengan dimbimbing langsung oleh pemateri. Hingga kegiatan ini berakhir peserta kegiatan masih terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Pelatihan penyusunan proposal dan laporan PTK terlaksana berkat dukungan Prodi Pendidikan Sosiologi FISE Univarsitas Hamzanwadi terutama dalam fasilitasi perijinan, undangan peserta sarana prasarana serta tempat kegiatan.
Dari Salaman ke Senyuman: Dampak Kebijakan Kesehatan Global terhadap Komunitas Lokal di Era Pandemi
Elsa Lutmiranita Amanatin;
Naila Rahmaniyatul Wulida;
Handika Mukti;
Kuncoro Bayu Prasetyo;
Noviani Achmad Putri;
Didi Pramono
Umbara Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/umbara.v5i2.30656
This study describes change of people’s behavior in Debong Kidul, Tegal, in response to global policies due to Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic that emerged since the beginning of 2020 has significant impact to human life around the world, including changing people’s physical interaction. This research applied qualitative methods. Data of this study were collected through direct observation, online interviews, and literature study. The finding of this study suggests that the global health policy on physical distancing was responded by the Government of Tegal by issuing local regulations to prohibit the handshaking habit during the Covid-19 pandemic. This regulation has reduced people’s habit of handshaking. However, people has adopted a new habit to substitute handsake during the social interaction by smiling.