Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Kearifan Lokal dan Etos Kerja Diaspora Minangkabau di Kota Semarang Prasetyo, Kuncoro Bayu; Mustafid, Imam Zulkhifli
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik yang terjadi pada diaspora Minangkabau di Kota Semarang, dimana sebagian besar kehidupan mereka berpedoman pada nilai kearifan lokal. Nilai kearifan lokal tersebut kemudian juga membentuk sebuah etos kerja para diaspora Minangkabau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih dipercayai diaspora Minangkabau serta bagaimana nilai kearifan lokal tersebut membentuk etos kerja diaspora Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis teori adalah menggunakan teori reproduksi budaya dari Arjun Appadurai dan Hannerz serta teori habitus dari Pierre Bordieu. Hasil dari penelitian menunjukan: Bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih diyakini tersebut berwujud pada pepatah-petitih yang syarat dengan nilai budaya lokal Minangkabau. Nilai-nilai tersebut kemudian direproduksi kembali oleh diaspora Minangkabau di Semarang dan menjadi sumber etos kerja mereka.  
Structural and Cultural Aspects as the Potentials in the Development of Alternative Education for Fishermen Community Prasetyo, Kuncoro Bayu
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 11, No 1 (2019): Komunitas, March 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v11i1.18313

Abstract

Fisherman community is a community that is generally vulnerable to poverty and underdeveloped education. However, this phenomenon is not found in the Banyutowo village fishermen community because they already have a view to improve their standard of living through education. However, the prioritized education is a formal education that has not been based on the values of local wisdom that they have so that educated people tend not to return to their villages. This study aims to determine the potentials of Banyutowo village that can support the development of alternative education based on local wisdom of the fishermen community. This study uses a qualitative approach with data collection methods namely observation, in-depth interview and FGD. Data validity uses source and method triangulation. The results show that: (1) The potentials of the Banyutowo village fishermen community in supporting the development of alternative education include structural and cultural aspects (2) Structural aspect is in the form of educational institutions managed by Christian and Muslim communities and local leadership figures who are able to make the villagers move forward (3) Cultural aspect is in the form of futuristic cultural values orientation, high motivation for achievement, and religious values that support them to become quality individuals.
Diskriminasi terhadap Kaum Gemuk (Studi Kasus: Kalangan Remaja Bertubuh Gemuk di Wonosobo) Wahyuni, Kholifa Diah; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yakni mengenai diskriminasi terhadap kaum gemuk, karena wacana mengenai tubuh ideal berupa tubuh langsing yang didukung oleh peran media sebagai pembentukan gambaran idealitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk diskriminasi yang dialami kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, dampak diskriminasi terhadap konsep diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, respon kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo terhadap bentuk diskriminasi yang dialami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori interaksionalisme simbolik oleh George Herbert Mead serta konsep the body, culture and society oleh Philip Hancock. Teori dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tentang tubuh masih mempengaruhi interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk diskriminasi yang dialami oleh remaja gemuk yaitu diskriminasi dalam aspek sosial dan diskriminasi dalam aspek pekerjaan. Dampak diskriminasi terhadap diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo adalah dampak secara psikologi, dampak secara ekonomi, dan dampak secara sosial. Dari adanya diskriminasi yang diterima oleh remaja gemuk, diantara mereka memberikan respon yang berbeda yaitu respon mengabaikan dan respon menolak berupa melakukan diet. Faktor gender sangat mempengaruhi respon yang muncul, dimana remaja gemuk laki-laki lebih banyak menunjukkan respon mengabaikan dan remaja gemuk perempuan menunjukkan respon menolak.
Tradisi Njamu dan Dunia Laki-laki Masyarakat Desa Banjardowo Kuncoro Bayu Prasetyo, Scarina Anita,
Forum Ilmu Sosial Vol 42, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v42i1.9240

Abstract

Njamu is a tradition to drink wine that has long been known to the communities in Banjardowo, Kradenan, Grobogan. People supporting this tradition view that in the tradition embodied the traditional values that can not be replaced by other cultures, although other normative people who live in the environment view that this tradition is a deviation that violates the norms. The purpose of this study is to address the following issues: (1) how is the tradition of njamu in the communities in Banjardowo Kradenan Grobogan (2) what factors are causing the appearance and survival of njamu tradition in the communities of Banjardowo. This study uses qualitative methods with the research subjects were the villagers of Banjadowo. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The validity of the data is tested using data triangulation technique. The results showed that (1) The tradition of njamu is a phenomenon that has become a habit for abangan society in Banjardowo village, and is only done by men. Njamu activity patterns can be done individually and communally. (2) Njamu tradition still survive today since the local community see that njamu has a number of functions related to physical, social, economic and cultural function. From the results of research and discussion, it can be concluded that njamu persisted since it is interpreted as a tradition inherited from the ancestors, as well as being an effective social arena in representing men's world in the community.
EFEKTIVITAS DANA SUBSIDI LANGSUNG TUNAI (SLT) DALAM MENGATASI DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM BAGI MASYARAKAT MISKIN Prasetyo, Kuncoro Bayu; Arsi, Antari Ayuning; Rini, Hartati Sulistyo
Forum Ilmu Sosial Vol 35, No 1 (2008): June 2008
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v35i1.1302

Abstract

Subsidi Langsung Tunai (SLT) is one of the government programs to help poor people to face theeffect of the increasing of gas price policy. The data of the receivers collect from BPS’s list. Governmenthopes that the effect of the increasing price of gasoline do not give impact to the increasing number ofpoor people. The distribution of SLT was done periodically each three months, begins on October 2005until September 2006. The SLT assistance distributed in cooperation with the post office across thecountry which reach the remote area. The SLT receivers confessed that this program is very helpful forthem in fulfilling their daily needs in the difficult situation recently. There are various uses of the SLT’sassistance among the receivers. Most of them spent the assistance for consuming daily needs, payingeducation cost, buying medicine, paying debt and other social activities such as for charity. The SLTdistribution done by the government was not effectively helping poor people. They have already spent theassistance just only in one or two weeks. Implementing the SLT assistance program like this is such asSanta clause model which can give bad physiological impact for instance laziness and dependency amongthe receiver to the government. There for reevaluation is needed for the type of assistance, distributionmodel and other related technical factors, so that in the future the government assistance for poor peoplecan be used effectively and optimally.Keywords: SLT assistance, gasoline, poor people, effective.
Konstruksi Sosial Masyarakat terhadap Pemandu Karaoke: Studi Kasus di Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak Sari, Dewi Ratna; Prasetyo, Kuncoro Bayu
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2017.1.1.1935

Abstract

Karaoke houses that many found in urban areas, nowadays also find into rural areas. The existence of karaoke houses can not be separated from the profession of "karaoke guide", and they often get bad stigma by the public. This study aims to: (1) find out how social construction Botorejo people against karaoke guides; (2) to know the background of the formation of social construction of the community towards karaoke guides, and (3) to know the impact of the social construction on the social relation between the karaoke guide and Botorejo people. This research uses qualitative method with case study approach. Location in Botorejo Village, Wonosalam District, Demak Regency. The data gets from karaoke guides, visitors karaoke houses, managers karaoke houses and people who live in Botorejo Village. The results of the study found that the Karaoke Guides constructed by Botorejo people as “bad women”, the background of the socialconstruction of the Botorejo people is due to the daily habits of karaoke guides and because of the media's reference to the existence of karaoke guides. The impact of social construction on social relations between people with karaoke guides is a latent conflict, social careless relation, and apriori images by the Botorejo people. 
Budaya Belajar dalam Dinamika Relasi Siswa Santri dan Non Santri di Madrasah Aliyah Al Asror Kota Semarang Amalia, Lolita Noor; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai budaya belajar yang dimiliki oleh siswa santri dan non santri di Madrasah Aliyah Al Asror. MA Al Asror menjadi sekolah yang menarik untuk diteliti karena memiliki dua kategori siswa yang berbeda yaitu siswa santri dan non santri. Masing-masing kategori mengembangkan karakter perilaku dan budaya belajar yang berbeda dalam satu institusi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan budaya belajar yang terbentuk di kalangan siswa santri dan siswa non santri MA Al Asror serta menjelaskan dinamika relasi yang terjadi diantara kedua budaya belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Terbentuknya budaya belajar siswa santri dan non santri didasarkan pada habitus yang mereka miliki. Siswa santri memiliki habitus yang terbentuk dari lingkungan pondok pesantren sedangkan siswa non santri memiliki habitus dari lingkungan masyarakat serta keluarga. Perbedaan habitus ini lah yang menyebabkan praktik budaya belajar yang mereka bawa di sekolah pun menjadi berbeda dan membentuk ciri khas. Ciri khas tersebut terutama terlihat pada aspek karakter moral dan karakter akademik, dimana siswa santri memiliki karakter yang lebih kuat pada aspek moral sementara siswa non santri menonjol dalam aspek karakter akademik. Ciri khas budaya akademik tersebut terbentuk dalam alam pengetahuan kognitif siswa dan menjadi pedoman dalam praktik budaya belajar yang mereka lakukan.
MODAL SOSIAL DALAM PEREKONOMIAN MINDRING DI KALANGAN BURUH PABRIK ROKOK DI DESA BULUNGCANGKRING KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Fauziah, Maulina Indah; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu lembaga perekonomian informal yang ada di Desa Bulungcangkring adalah mindring. Kredit mindring tetap eksis di kalangan buruh pabrik rokok di Desa Bulungcangkring meskipun bunga yang harus dibayar relatif tinggi. Kredit mindring berbeda dengan lembaga perekonomian formal . Mindring tidak membebankan jaminan barang berharga sebagai syarat, para pelaku mindring hanya mengandalkan rasa saling percaya antar keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengapa praktek perekonomian mindring terjadi di kalangan buruh pabrik rokok di Desa Bulungcangkring serta menjelaskan peran modal sosial dalam aktivitas perekonomian mindring di kalangan buruh pabrik rokok di desa Bulungcangkring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para buruh pabrik rokok melakukan mindring disebabkan oleh sistem gaji borongan yang diberikan secara harian sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan didorong oleh kemudahan pelayanan yang diberikan oleh tukang mindring. Hasil kedua adalah modal sosial dalam mindring di kalangan buruh pabrik rokok di Desa Bulungcangkring berupa kepercayaan, norma, dan jaringan menjadi penguat atau perekat antara tukang mindring dan pelanggannya untuk dapat mempertahankan eksistensinya.
EKSISTENSI KESENIAN JARAN KEPANG DALAM ARUS INDUSTRI PARIWISATA DI DUSUN SURUHAN DESA KEJI KABUPATEN SEMARANG Palevi, Reza; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui asal mula perkembangan kesenianjaran kepang pada masyarakat Dusun Suruhan Desa Keji. (2) Mengetahui fungsikesenian jaran kepang bagi masyarakat Dusun Suruhan Desa Keji. (3) Mengetahuieksistensi kesenian jaran kepang di Dusun Suruhan dengan dijadikannya DusunSuruhan sebagai Desa Wisata. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) Jarankepang merupakan kesenian tradisional yang mengalami perkembangan denganadanya pariwisata. (2) Kesenian jaran kepang pada awalnya berfungsi sebagai alternative media hiburan, kemudian mengalami perluaasan fungsi digunakan dalamtradisi Merti Dusun, sebagai mobilisasi massa, sebagai media intregrasi sosial, sebagai simbol identitas masyarakat. (3) Eksistensi kesenian jaran kepang mengalamiperkembangan dengan masuknya industri pariwisata yang kemudian dikenal olehmasyarakat luas, aktivitas pariwisata tidak berlangsung lama karena pengelolaanpariwisata yang tidak berbasis pada partisipasi masyarakat sehingga mempengaruhieksistensi kesenian jaran kepang.
PEMANFAATAN JAMINAN SOSIAL KESEHATAN BPJS DI KALANGAN WANITA PEKERJA SEKS (STUDI PADA WANITA PEKERJA SEKS DI SUNAN KUNING SEMARANG) Rahmah, Hilda; Iswari, Rini; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengkategorikan aspek kesehatan kedalam program jaminan sosial yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan konsep kepesertaan berdasarkan asas universal coverage. Asas tersebut mengharuskan kesehatan dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa pengecualian kelas sosial. Wanita Pekerja Seks (WPS) di Sunan Kuning Semarang merupakan komponen dalam masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkan akses kesehatan berbasis program BPJS, meskipun secara umum WPS sudah mengenal dan memahami fungsi BPJS. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana pemanfaatan BPJS di kalangan WPS di Sunan Kuning Semarang, dengan melibatkan pandangan WPS terhadap BPJS serta faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan BPJS di kalangan WPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berlokasi di tempat lokalisasi resmi yang kini dikenal dengan nama Resosialisasi dan Rehabilitasi Sunan Kuning Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPJS di kalangan WPS belum merata, dikarenakan kesadaran akan kesehatan yang berbeda serta terdapat stereotip yang melekat terhadap BPJS. Pemanfaatan BPJS di kalangan WPS dipengaruhi oleh faktor pendorong (penggunaan layanan BPJS dalam keluarga dan kesadaran untuk mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS) dan faktor penghambat (tidak tersedianya akses layanan BPJS di Resos/Sunan Kuning, persepsi negatif terhadap BPJS dan minimnya sosialisasi tetang BPJS).