Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Dampak Kebijakan Pengadaan Tanah Di Kota Surabaya (Studi Kasus : Desa Tambak Langon) Tobing, Sonya Agustina; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan pengadaan tanah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Desa Tambak Langon, Kecamatan Asemrowo. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembangunan rumah pompa dan normalisasi sungai sebagai solusi penanggulangan banjir. Namun dalam pelaksanaannya, muncul beragam dampak sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga terdampak, tokoh masyarakat, serta pihak dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan publik dari Samodra Wibawa yang mencakup empat dimensi utama: dampak terhadap individu, dampak terhadap organisasi, dampak terhadap masyarakat, serta dampak terhadap lembaga dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat individu, warga mengalami tekanan psikis, kehilangan pekerjaan, serta ketidakpastian masa depan. Pada aspek organisasi, terjadi pelemahan fungsi RT/RW, disintegrasi organisasi sosial, dan hilangnya koordinasi antar lembaga lokal. Dampak terhadap masyarakat mencakup menurunnya kohesi sosial, ketimpangan informasi, ketidakadilan kompensasi, serta turunnya kepercayaan terhadap pemerintah. Sementara itu, pada tataran lembaga dan sistem sosial, terjadi penurunan legitimasi pemerintah lokal, disfungsi sistem sosial warga, serta ketiadaan skema pemulihan sosial pasca relokasi. Dengan demikian peneliti memberikan rekomendasi dan saran pada dampak untuk individu, perlu disediakan layanan psikososial seperti konseling dan program trauma healing guna mengatasi tekanan psikis dan ketidakpastian masa depan, program pelatihan keterampilan dan bantuan pencarian kerja juga penting untuk mengurangi dampak kehilangan pekerjaan. Pada tingkat organisasi, penguatan fungi RT/RW harus menjadi prioritas dengan memberikan pelatihan dan dukungan agar mereka dapat kembali menjalankan peran koordinasi dan memfasilitasi komunikasi antarwarga serta antar lembaga lokal. Untuk masyarakat, perlu dibangun kembali kohesi sosial melalui kegiatan bersama dan transparansi informasi, serta memastikan kompensasi yang adil dan tepat waktu agar menumbuhkan rasa keadilan dan kepercayaan warga. Pada lembaga dan sistem sosial, pemerintah lokal harus meningkatkan legitimasi dengan melibatkan warga secara aktif dalam proses pengmbin keputusan dan perencanaanpasca relokasi. Selain itu, peru dirancang skema pemulihan sosial yang menyeluruh agar sistem sosial warga dapat berfungsi kembali dengan baik. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pentingnya pendekatan partisipatif dan berkeadilan dalam kebijakan pengadaan tanah agar dampak negatif dapat diminimalisir. Kata Kunci: Evaluasi kebijakan, pengadaan tanah, dampak sosial
Analisis Kualitas Layanan Program Sedudo (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) Dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk Romzi Abimanyu Qothrunnada; Prastyawan, Agus
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas layanan publik melalui implementasi E-Government merupakan fokus utama, sebagaimana diamanatkan oleh Keputusan Presiden No. 01 Tahun 2014. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nganjuk mengimplementasikan program SEDUDO (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) sebagai upaya transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas layanan elektronik SEDUDO berdasarkan pengalaman dan persepsi pengguna serta petugas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (petugas teknis dan manajerial) serta informan pendukung (masyarakat pengguna), dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan kerangka dimensi e-SERVQUAL (Efisiensi, Reliabilitas, Ketanggapan, Jaminan, dan Empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Reliabilitas (keandalan sistem dan akurasi data) telah terwujud secara optimal. Namun, dimensi Ketanggapan dan Empati ditemukan sebagai tantangan utama, di mana pengguna sering mengeluhkan lambatnya respons petugas helpdesk daring dan kurangnya komunikasi personal dalam penanganan kendala. Disimpulkan, Program SEDUDO berhasil menciptakan layanan yang reliable, tetapi perlu penguatan pada aspek humanware (SDM) untuk mencapai kualitas layanan yang optimal dalam konteks pelayanan publik digital.
Studi Kepemimpinan Partisipatif Kepala Desa dalam Pengelolaan Program Bank Sampah Desa Jatidukuh, Kabupaten Mojokerto Nur Arisah; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan kepala desa dalam mewujudkan tata kelola lingkungan melalui program bank sampah. Namun, partisipasi masyarakat di Desa Jatidukuh, khususnya Dusun Seketi, mengalami penurunan setelah pergantian kepemimpinan, sehingga diperlukan kajian mengenai pola kepemimpinan kepala desa dalam menggerakkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan kepemimpinan kepala desa berdasarkan empat indikator teori Path-Goal oleh Koontz, yaitu kepemimpinan pengarah, pendukung, partisipatif, dan berorientasi prestasi dalam pengelolaan bank sampah di Desa Jatidukuh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari sembilan narasumber, yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Kepala Dusun Seketi, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Gondang, Ketua Pengelola Bank Sampah, dan tiga warga nasabah bank sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala desa telah membangun pola kerja partisipatif melalui koordinasi dengan perangkat desa, PKK, dan pengelola, namun belum berjalan optimal karena minimnya kehadiran langsung dan sosialisasi yang kurang maksimal. Kepala desa lebih menekankan perubahan perilaku masyarakat sebagai ukuran keberhasilan, meskipun masih ditemukan warga yang membuang sampah ke sungai. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala desa telah menciptakan dasar partisipasi dan tanggung jawab sosial, namun perlu diperkuat dengan keterlibatan langsung dan kebijakan kelembagaan yang lebih jelas.
Efektivitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Kecamatan Sembakung Hasyim; Agus Prastyawan; Dandan Haryono
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 8 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i8.4359

Abstract

This research aims to describe and analyze the effectiveness of the distribution of Village Fund Direct Cash Assistance (BLT) in Sembakung District, Nunukan Regency as well as supporting and inhibiting factors in implementing the program. This research uses a qualitative descriptive research design (positivism) with a quasi-qualittaive format (quasi-qualitative or pseudo-qualitative design). In the data collection process, this research used interview methods and literature/documentary studies to obtain an overview regarding the implementation of the effectiveness of Village Fund Direct Cash Assistance (BLT) distribution in Sembakung District, Nunukan Regency. This research uses the effectiveness theory proposed by Budiani to measure the extent of the effectiveness of this program using 4 (four) dimensions, namely target accuracy, socialization, goal achievement and program monitoring. The results of this research indicate that the implementation of the effectiveness of the distribution of Village Fund Direct Cash Assistance (BLT) in Sembakung District, Nunukan Regency is running effectively. However, in its implementation there are still several problems, especially in compliance and on target. For this reason, it is necessary to synchronize data and continue monitoring by the government in implementing the BLT-DD program.
Student Leadership on Community Empowerment: Study on Zero Waste Program in Lamongan, East Java. Wibisono, Haryo Kunto; Noviyanti, Noviyanti; Lestari, Yuni; Rosdiana, Weni; Prastyawan, Agus
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v19i1.83434

Abstract

This article explores the role of students as leaders in activities related to public interests and problems, especially issues of community empowerment in Indonesia. The community empowerment project is Zero Waste Village Project in Kediren, Lamongan, East Java. Based on qualitative methods and interview techniques and non-participatory observation of a group of students involved in community empowerment activities, we underline the role of students as leaders through the criteria of personality, ability, behavior, relationships, and process. The results of the research show that students' leadership attitudes are demonstrated in their personalities, which can be seen in their sociability and care to society as well as the challenges and opportunities that exist. Ability is seen in the application of project organizing skills as well as students' knowledge about waste problems. This knowledge can also be seen as the power that leaders use to make changes, as well as relating to the relationship between the leader and the people they lead. Behavior can be seen in increasing understanding and motivation, providing facilities for residents, activating existing resources in the village, as well as implementing cooperation and coordination. The transformational process can be seen in this series of activities, in which students, as initiators and implementers, have raised citizen awareness, shared knowledge, and carried out solution activities, as well as encouraged citizens to take part in projects actively.