Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader Posyandudi Wilayah Kerja Puskesmas Sonraen Kecamatan Amarasi SelatanTahun 2025 Jurnia Nggai; Rina Waty Sirait; Dominirsep O. Dodo; Masrida Sinaga
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i3.1066

Abstract

Posyandu cadre activity is a crucial factor in supporting the success of maternal and child health services at the community level. However, the level of cadre activity varies and is influenced by various factors. This study aims to determine the factors associated with Posyandu cadre activity in the working area of the Sonraen Community Health Center. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach, conducted from November to December 2025. The population in this study was all 135 Posyandu cadres spread across 27 Posyandus, with a sample of 53 respondents selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately using chi-square tests. The results showed that the majority of cadres were active (67.9%). Cadres with good knowledge (71.7%), good motivation (67.9%), good support from health workers (71.7%), and good community support (73.6%). The chi-square test results showed a significant relationship between knowledge (p=0.003), motivation (p=0.000), support from health workers (p=0.002), and community support (p=0.001) and Posyandu cadre activity. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between knowledge, motivation, support from health workers, and community support and Posyandu cadre activity in the Sonraen Community Health Center (Puskesmas). It is recommended that the Puskesmas improve guidance and training, and strengthen cross-sectoral support to increase cadre activity.
Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada Pelayanan Orang Terduga Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Manutapen Kota Kupang Paulinus Beda Huar; Serlie K.A. Littik; Masrida Sinaga; Fransiskus G. Mado
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v6i3.3587

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pemerintah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang salah satunya mencakup pelayanan kesehatan bagi orang terduga Tuberkulosis. Namun, capaian SPM pelayanan TBC di Puskesmas Manutapen Kota Kupang masih berada di bawah target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan deskriptif dan pendekatan sistem. Informan penelitian dipilih secara purposive yang terdiri dari Kepala Puskesmas, PJ Klaster, Koordinator Program TB, dan orang terduga Tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan SPM pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen pada tahun 2023 sebesar 34,5% sehingga belum mencapai target nasional sebesar 100%. Namun, pada tahun 2024 dan 2025 capaian pelayanan telah mencapai 100%, yang menunjukkan adanya peningkatan kinerja program dan keberhasilan upaya perbaikan dalam pelaksanaan pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang. Namun, masih ditemukan hambatan berupa rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, keterbatasan sumber daya tertentu, serta belum optimalnya pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan SPM pelayanan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Manutapen Kota Kupang telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek sumber daya, edukasi masyarakat, dan penguatan pelaksanaan program untuk mencapai target pelayanan sesuai standar.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Ba’a Kabupaten Rote Ndao : Penelitian Ray Tista Pambur; Petrus Romeo; Dominirsep O. Dodo; Masrida Sinaga
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.378

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit peringkat pertama di wilayah kerja Puskesmas Ba'a, Kecamatan Lobalain dengan estimasi 1.481 penderita. Kualitas pelayanan sangat menentukan kepuasan pasien, khususnya pasien hipertensi yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan (tangibel, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) terhadap kepuasan pasien hipertensi di Puskesmas Ba'a, Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 90 pasien hipertensi yang dipilih dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis SERVQUAL dan dianalisis dengan regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan bahwa tangibel (p=0,038), responsiveness (p=0,016), dan empathy (p=0,001) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan reliability (p=0,199) dan assurance (p=0,413) tidak berpengaruh signifikan. Dimensi empathy merupakan variabel paling dominan (Wald=12,013; B=-4,032). Model memiliki kemampuan prediksi sangat kuat (Nagelkerke R²=0,832). Puskesmas Ba'a perlu memprioritaskan perbaikan empati, daya tanggap, dan bukti fisik untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Implementasi Kebijakan Program Posbindu PTM di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Oesapa 2024 Eufransiani R. Tema; Dominirsep O. Dodo; Masrida Sinaga
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.5240

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide, including in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) where in 2022 there were 130,084 cases of death due to NCDs. Kupang City reported 10,943 cases. In the Oesapa Health Center area, the most common NCDs found were hypertension and diabetes mellitus. This study examines the implementation of the POSBINDU NCD program using the RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance) framework. The phenomenological qualitative approach involved seven informants, namely one program manager and six supporting participants. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations. This program has succeeded in reaching individuals aged 15–59 years, both healthy and at risk, through activities in the workplace, schools, places of worship, and the community, with the support of local community leaders. POSBINDU was adopted as a tool for early detection, education, and control of NCDs. This program is planned to be continued through Integrated Primary Services (PPT). However, implementation and effectiveness are still limited due to low community participation, few trained health cadres, and inadequate infrastructure (e.g., equipment, health records, documentation). These challenges reduce the quality and impact of services.
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Noemoke Tahun 2024 Vienelda Selan; Rina Waty Sirait; Masrida Sinaga; Serlie K. A. Littik
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.5580

Abstract

Elderly Posyandu is a community-based health service that emphasizes promotive and preventive care for older adults. However, its utilization remains low in some areas. According to data from Noemuke Health Center, the attendance rate at Elderly Posyandu was 60% in 2021, increased to 70% in 2022, but sharply declined to 40% in 2023, falling far below the minimum service standard of 80%. This study aims to identify the factors associated with the utilization of Elderly Posyandu in the working area of Noemuke Health Center in 2024. This is a quantitative study using an analytical survey with a cross-sectional design. A total of 96 respondents were selected through simple random sampling from a population of 5,023 elderly individuals. Data were collected using structured questionnaires and analyzed with univariate and bivariate analysis using the chi-square test at a significance level of 0.05. The univariate analysis showed that most respondents had low knowledge (57.3%), negative attitudes (59.4%), lacked family support (58.3%), and lived far from the Posyandu (69.8%). The bivariate analysis found significant relationships between knowledge, attitude, family support, and distance to services with the utilization of Elderly Posyandu (p < 0.05). It is recommended that health centers improve regular education and outreach to both the elderly and their families, especially in remote areas. Family involvement and community engagement are also crucial to enhance participation. Further research should explore other potential factors such as socioeconomic status and the role of community leaders in influencing the utilization of Elderly Posyandu.