Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penggunaan Majas dalam Kumpulan Puisi Konde Penyair Han Karya Hanna Fransisca Lili Yanti; Dwi Anggraini Rinita; Heru Susanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v7i2.3443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian penggunaan majas perbandingan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas sindiran dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas pertentangan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas penegasan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian implementasi hasil penelitian pada rencana pembelajaran di sekolah. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca dan data dalam penelitian ini berupa larik-larik puisi, kata, frasa, kalimat yang mengacu pada penggunaan majas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter serta catat dan alat yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Data dalam penelitian ini adalah larik-larik puisi konde penyair han karya Hanna Fransisca. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh majas yang dibagi menjadi 4 meliputi Majas Perbandingan yaitu alegori 3, metafora 7, simbolik 8, personifikasi 4, hiperbola 9, sinestesia 3, litotes 2, antonomasia 1, totum pro parte 1.  Majas sindiran yaitu ironi 10, sinisme 2, satire 3, inneundo 1. Majas pertentangan yaitu anakronisme 1, hipalase 1 data. Majas penegasan yaitu repetisi 3, pararima 4, aliterasi 4, paralelisme 4, tautologi 1, anafora 3, epistrofa 1, mesodiplosis 1, anadipolesis 3, epizeukis 1, retoris 2, asonansi 4,  epanalepsis 1, ekskalamasio 2.
Representasi Campur Kode pada Mahasiswa STKIP Singkawang Kalimantan Barat: Kajian Sosiolinguistik Heru Susanto; Nurhannah Widianti; Fitri Fitri; Sri Mulyani
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.7947

Abstract

Peristiwa campur kode yang terjadi pada mahasiswa STKIP Singkawang terjadi karena latar belakang yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud campur kode dalam peristiwa tutur informal mahasiswa STKIP Singkawang dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini, yakni penggalan tuturan pada peristiwa tutur informal mahasiswa STKIP Singkawang. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP pada ranah informal. Adapun metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan translasional. Hasil penelitian mengenai peristiwa campur kode, yakni campur kode berwujud kata, frasa, klausa, perulangan kata, dan baster. Faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut adalah identifikasi peranan dan identifikasi ragam.
ALIH WAHANA CERITA LEGENDA BUAYA PUTIH CIREBON KE DALAM BENTUK BUKU ANAK Nurhannah Widianti; Aiditia Muara Padiarta; Heru Susanto; Abdul Mukhlis
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5 NUMBER 2 DECEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i2.4091

Abstract

Tujuan penelitian ini, yakni mendeskripsikan proses alih wahana legenda Buaya Putih dalam bentuk lisan ke dalam bentuk tulis (buku anak). Metode yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Sementara itu, teori alih wahana ekranisasi Sapardi Djoko Damono berfungsi untuk landasan melakukan proses alih wahana. Sumber data penelitian ini adalah legenda “Buaya Putih Cirebon” yang disampaikan langsung oleh Akbarudin Sucipto selaku budayawan Cirebon. Data penelitian berupa penggalan tuturan yang disampaikan narasumber tersebut. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan dokumentasi berupa foto serta rekaman. Data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data lapangan, verifikasi data melalui klarifikasi berdasarkan kategori tertentu, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga aspek yang dilakukan penulis dalam proses alihwahana, yakni (1) pengurangan yang berjumlah satu kali. Peneliti tidak mencantumkan keterangan waktu seperti hal yang disebutkan oleh narasumber sebagai pembuka cerita, (2) penambahan alur cerita dilakukan sebanyak enam kali yang tujuannya untuk memperjelas konteks, (3) perubahan variasi dilakukan sebanyak sembilan kali. Perubahan tersebut mencakup perubahan nama tempat, nama tokoh, diksi, dan kalimat.
Peran Komunitas Sosial Keagamaan dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja: Studi pada IPNU-IPPNU Ranting Capgawen Selatan, Kabupaten Pekalongan Abdul Mukhlis; Muhammad Riziq; Heru Susanto
KOMUNITAS Vol. 12 No. 1 (2021): Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.02 KB) | DOI: 10.20414/komunitas.v12i1.3633

Abstract

IPNU-IPPNU merupakan organisasi pelajar bentukan ormas Nahdhatul Ulama. Anggotanya terdiri atas personal usia pelajar atau remaja. IPNU-IPPNU sebagai suatu organisasi di bawah naungan NU telah mengalami dinamika yang panjang. Organisasi tersebut berdiri di hampir setiap daerah yang didominasi ormas NU, seperti di daerah Capgawen Selatan (Capsel), Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Organisasi ini memiliki tantangan besar dalam menghadapi disrupsi dan dekadensi moral di kalangan remaja. Berdasarkan itu, tujuan studi ini adalah memberi gambaran atas upaya-upaya yang dilakukan oleh organisasi IPNU-IPPNU sebagai organisasi social keagamaan dalam meningkatkan religiusitas remaja di era disrupsi dan dekadensi moral. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penyediaan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Adapun data sekunder menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan IPNU-IPPNU Capgawen Selatan memiliki peran yang cukup signifikan bagi peningkatan karakter religiusitas pada diri remaja. Melaui kegiatan-kegiatan yang diselenggrakan, IPNU-IPPNU telah menyisipkan misi untuk membiasakan remaja dengan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan.
Struktur, Fungsi dan Makna Mitos Masyarakat Melayu Sambas Susan Neni Triani; Adinda Lestari; Lili Yanti; Heru Susanto; Gunta Wirawan
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 MARET 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v8i1.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, fungsi dan makna mitos masyarakat Melayu Sambas. masalah dalam penelitian ini meliputi, pendeskripsian struktur mitos, pendeskripsian fungsi mitos, pendeskripsian makna mitos, pendeskripsian hasil penelitian dalam rencana pelaksannaan pembelajran bahasa Indonesia di sekolah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat asli Sambas yang tinggal di Desa Seburing. Teknik pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik pengamatan lapangan, dan teknik rekam. Sedangkan alat pengumpul data berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan alat rekam. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini difokuskan pada ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat 35 mitos. Hasil penelitian tersebut terdapat 31 Struktur dua bagian dan 4 struktur tiga bagian dalam mitos. Mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat fungsi mitos. Makna dalam mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat makna terdalam. Selanjutnya penelitian ini diimplementasikan pada kelas VII, semester ganjil pada kompetensi dasar (KD) 3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. 4.4 menyajikan gagasan kreatif dalam benuk ceita fantasi secara lisan dan tulisan dengan memperhatikan stuktur dan kebahasaan.