Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Skrining dan pelayanan kesehatan kulit sebagai upaya pencegahan penyakit kulit di desa Banyu Urip widyastuti; Kusumasari, Peni; Pratiwi, Rini; Amri Mustaqim, Benor
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5856

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai. Penyakit kulit tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kualitas hidup dan kesejahteraan psikososial individu. Desa Banyu Urip merupakan desa di Kecamatan Tanjung Lago yang merupakan daerah lahan basah dengan penyakit terkait air merupakan salah satu keluhan yang umum dijumpai. Di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, permasalahan kulit seringkali tidak mendapatkan penanganan yang memadai, baik karena minimnya pengetahuan masyarakat maupun keterbatasan tenaga medis yang kompeten di bidang dermatologi dan venereologi. Sebagai bagian dari peran institusi pendidikan dalam mendukung program pemerintah mengenai kampus berdampak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan konsultasi kesehatan, pengisian kuesioner serta menyampaikan edukasi yang relevan dengan kesehatan kulit. Pasien juga mendapatkan obat gratis sesuai peresepan dokter spesialis. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang masyarakat Desa Banyu Urip, 12 diantaranya memiliki keluhan kulit. Berdasarkan hasil survei, keluhan kulit paling banyak adalah eksim yang merupakan salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai di daerah lahan basah. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Edukasi mengenai kesehatan kulit diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan kulit. Keterbatasan akses masyarakat pedesaan terhadap pelayanan medis terutama oleh Dokter Spesialis mengakibatkan perlunya kegiatan pengabdian ini dilakukan secara berkala.
Formulasi Strategi Bisnis Gula Aren Berbasis Marketing Mix (11P) Menuju Target SDGs Economic Growth di KTH Buttu Puang Ariesty Fachrysa Halik, Rizky; Pratiwi, Rini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.22105

Abstract

Kelompok Tan Hutan (KTH) Buttu Puang, Desa Mirring, Kabupaten Polewali Mandar merupakan KTH yang mengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gula aren. Meskipun produksinya masih menggabungkan metode  tradisional dan menggunakan peralatan canggih, gula aren telah muncul sebagai komoditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis yang perlu diterapkan pada usaha garen ini dengan mengacu pada 11P Marketing Mix sebagai alternative strategi untuk mengembangkan usaha gula aren secara berkelanjutan. Pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dilakukan dengan teknik tinjauan pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk memperoleh data atau informasi yang relevan dengan topic penelitian. Analisis deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen dari 11P telah diterapkan, tetapi belum optimal. Aspek kemasan ramah lingkungan, janji merek (terutama untuk produk gula aren), efektivitas promosi, dan perluasan kemitraan perlu ditingkatkan. Dengan memperkuat unsur-unsur tersebut, gula aren dari KTH Buttu Puang memiliki potensi besar untuk menjadi produk lokal unggul yang berdaya saing di pasar nasional dan internasional.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.
Rantai nilai (Value Chain) Usaha Gula Aren di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Makkarennu, Makkarennu; Sabar, Adrayanti; Nipi, Greys Enafil; Magfira, Wulan; Nurhidayah, Rizki; Vioni Pasau, Teresia; Hasannudin, Dian Ayu Lestari; Pratiwi, Rini
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 15 NO 2, DESEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v12i2.32048

Abstract

Gula aren yang berasal dari nira aren merupakan salah satu primadona hasil hutan bukan kayu khusunya bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai nilai usaha gula aren khususnya pelaku pelaku yang terlibat dalam pengelolaan usaha gula aren. Studi ini dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petani yang melakukan usaha gula aren yang berlokasi berada di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Rantai nilai yang diidentifikasi adalah mapping actor dan mapping volume. Melalui identifikasi ini akan melihat pengelolaan usaha gula aren dan keterlibatan pelaku usaha.
Xanthophore Distribution of Nemo (Amphiprion ocellaris) Skin Based on various Concentrations of Carotenoid Sources Pratiwi, Rini; Karim, Muhammad Yusri; Trijuno, Dody Dh
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i1.44935

Abstract

Abstract The decreased color intensity of  Nemo is related to the amount of carotenoid concentration in the xanthophore of Nemo's skin. Therefore, efforts are needed to maintain stable carotenoid production. Tomato is one of the most abundant carotenoid producers. The utilization of carotenoids can maintain the morphological color of aquatic organisms. This study aimed to analyze the effect of carotenoid compounds on total carotenoid content, the size, and distribution of xanthophores on Nemo skin. A total of 60 Nemo with an average initial weight of 0.84±0.14 g and an average length of 2.95±0.08 cm. The research was conducted using a completely randomized design (CRD), consisting of four carotenoid concentrations in addition to fish pellet, 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with three replications. The results showed that the optimum dose of carotenoid compounds in increasing the total carotenoid content in nemo fish skin is 1.5%. Carotenoids added to the fish feed affected the distribution and maturity of xanthophore. However, it did not affect the size of the xanthophore. Highlight Research Nemo contains three types of pigment cells, namely melanophores, xanthophores, and iridophores. Carotenoid supplementation is related to xanthophore in fish skin The pigment pattern is determined mainly by the number, size, and distribution of different cell types xanthophores were not found in the histology HE (hematoxylin-eosin) staining method in fish skin.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.