Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Formulasi Strategi Bisnis Gula Aren Berbasis Marketing Mix (11P) Menuju Target SDGs Economic Growth di KTH Buttu Puang Ariesty Fachrysa Halik, Rizky; Pratiwi, Rini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.22105

Abstract

Kelompok Tan Hutan (KTH) Buttu Puang, Desa Mirring, Kabupaten Polewali Mandar merupakan KTH yang mengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gula aren. Meskipun produksinya masih menggabungkan metode  tradisional dan menggunakan peralatan canggih, gula aren telah muncul sebagai komoditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis yang perlu diterapkan pada usaha garen ini dengan mengacu pada 11P Marketing Mix sebagai alternative strategi untuk mengembangkan usaha gula aren secara berkelanjutan. Pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dilakukan dengan teknik tinjauan pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk memperoleh data atau informasi yang relevan dengan topic penelitian. Analisis deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen dari 11P telah diterapkan, tetapi belum optimal. Aspek kemasan ramah lingkungan, janji merek (terutama untuk produk gula aren), efektivitas promosi, dan perluasan kemitraan perlu ditingkatkan. Dengan memperkuat unsur-unsur tersebut, gula aren dari KTH Buttu Puang memiliki potensi besar untuk menjadi produk lokal unggul yang berdaya saing di pasar nasional dan internasional.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.
Rantai nilai (Value Chain) Usaha Gula Aren di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Makkarennu, Makkarennu; Sabar, Adrayanti; Nipi, Greys Enafil; Magfira, Wulan; Nurhidayah, Rizki; Vioni Pasau, Teresia; Hasannudin, Dian Ayu Lestari; Pratiwi, Rini
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 15 NO 2, DESEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v12i2.32048

Abstract

Gula aren yang berasal dari nira aren merupakan salah satu primadona hasil hutan bukan kayu khusunya bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rantai nilai usaha gula aren khususnya pelaku pelaku yang terlibat dalam pengelolaan usaha gula aren. Studi ini dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap petani yang melakukan usaha gula aren yang berlokasi berada di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Rantai nilai yang diidentifikasi adalah mapping actor dan mapping volume. Melalui identifikasi ini akan melihat pengelolaan usaha gula aren dan keterlibatan pelaku usaha.
Xanthophore Distribution of Nemo (Amphiprion ocellaris) Skin Based on various Concentrations of Carotenoid Sources Pratiwi, Rini; Karim, Muhammad Yusri; Trijuno, Dody Dh
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i1.44935

Abstract

Abstract The decreased color intensity of  Nemo is related to the amount of carotenoid concentration in the xanthophore of Nemo's skin. Therefore, efforts are needed to maintain stable carotenoid production. Tomato is one of the most abundant carotenoid producers. The utilization of carotenoids can maintain the morphological color of aquatic organisms. This study aimed to analyze the effect of carotenoid compounds on total carotenoid content, the size, and distribution of xanthophores on Nemo skin. A total of 60 Nemo with an average initial weight of 0.84±0.14 g and an average length of 2.95±0.08 cm. The research was conducted using a completely randomized design (CRD), consisting of four carotenoid concentrations in addition to fish pellet, 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with three replications. The results showed that the optimum dose of carotenoid compounds in increasing the total carotenoid content in nemo fish skin is 1.5%. Carotenoids added to the fish feed affected the distribution and maturity of xanthophore. However, it did not affect the size of the xanthophore. Highlight Research Nemo contains three types of pigment cells, namely melanophores, xanthophores, and iridophores. Carotenoid supplementation is related to xanthophore in fish skin The pigment pattern is determined mainly by the number, size, and distribution of different cell types xanthophores were not found in the histology HE (hematoxylin-eosin) staining method in fish skin.
Determinan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan Pattinama, Venska; Untari, Jati; Pratiwi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2383

Abstract

Program jaminan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan prinsip asuransi sosial, ekuitas, dan gotong royong. Data masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1 belum banyak yang memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendapatan, dan jenis penyakit (kronis/akut) dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden sebanyak 100 responden yang bertempat tinggal wilayah kerja Puskesmas Pengasih 1, peserta BPJS Kesehata, dan pernah menderita sakit selama 3-6 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (nilai p = 0,126) dan tingkat pendapatan (nilai p = 0,147). Sedangkan, jenis penyakit menunjukkan ada hubungan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan ( nilai p = 0,000). Penyakit kronis memerlukan waktu penanganan yang cenderung lama membuat para penderita penyakit kronis harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan lebih banyak dibandingkan dengan penyakit akut. Selain itu seseorang yang menderita penyakit kronis akan berdampak pada penurunan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan oleh karena itu dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan sangat diperlukan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG KESEHATAN GIGI MULUT DENGAN STATUS PENYAKIT GINGIVITIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Pratiwi, Rini; Natsir, Achmad Baiquni; Aprina, Erika; Nur, Nadyah Nadjwa Arfiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55201

Abstract

Gingivitis merupakan penyakit periodontal dengan prevalensi tinggi pada anak sekolah dan dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut, serta pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan penyakit gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun di SDN 1 Tamamaung Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta pemeriksaan klinis menggunakan Modified Gingival Index (MGI), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih didominasi kategori kurang baik. Keparahan gingivitis pada siswa sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan gingivitis (p < 0,05), dengan variabel tindakan memiliki kekuatan hubungan paling besar dibandingkan pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa tindakan kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun, sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak.
Uji Daya Hambat Ekstrak Kalsium Karbonat Limbah Cangkang Telur Ayam Ras (Gallus Sp) terhadap Streptococcus Mutans Febriany, Mila; Lestari, Nurasisa; Pratiwi, Rini; Wijaya, M. Fajrin; Iftitah A, Adelia
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 8 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v8i01.225

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan penghuni normal rongga mulut dan dikenal sebagai bakteri kariogenik utama karena kemampuannya menghasilkan asam dari fermentasi karbohidrat yang menyebabkan demineralisasi email dan terjadinya karies gigi. Kalsium karbonat pada cangkang telur sebesar 94% dapat dimanfaatkan kandungannya sebagai agen abrasif untuk menghilangkan noda dan plak, serta meningkatkan viskositas pasta gigi. Tujuan: Untuk mengevaluasi efek daya hambat ekstrak kalsium karbonat yang berasal dari limbah cangkang telur ayam (Gallus sp.) pada konsentrasi 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20% terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan metode difusi cakram serta analisis statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 sampel. Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Analisis komparatif menunjukkan adanya perbedaan antar konsentrasi, yaitu konsentrasi 12,5% menghasilkan zona hambat sebesar 8,32 mm, 15% sebesar 8,77 mm, 17,5% sebesar 9,00 mm, dan 20% sebesar 9,68 mm dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans berdasarkan kelompok perlakuan ekstrak kalsium karbonat. Kesimpulan: Ekstrak kalsium karbonat yang berasal dari limbah cangkang telur ayam dengan konsentrasi 20% efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE OF HELMINTHIASIS AND DEWORMING BEHAVIOR AMONG COMMUNITY MEMBERS IN GASING, BANYUASIN REGENCY, INDONESIA Kusumasari, Peni; Widyastuti; Pratiwi, Rini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v13i2.945

Abstract

Helminth infections remain a significant public health problem, particularly in areas with limited sanitation. The success of deworming programs is strongly influenced by community behavior, which is partly determined by the level of knowledge. This study aimed to analyze the relationship between knowledge of helminth infections and deworming medication-taking behavior among residents of Gasing Village, Banyuasin. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach involving 44 respondents selected through convenience sampling. Data were collected through interviews using a structured questionnaire. The results were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Chi-square test applied to assess the association between variables. The findings showed that 40,9% of respondents had a good level of knowledge regarding helminth infections, and 68,2% demonstrated good deworming medication-taking behavior. Bivariate analysis revealed a significant relationship between knowledge of helminth infections and deworming medication-taking behavior (p=0.001). Strengthening community health education is necessary to improve adherence to deworming medication, thereby supporting helminth infection control programs.
RESTING ECOLOGY AND SPATIAL HETEROGENEITY OF FILARIASIS MOSQUITO VECTORS IN TROPICAL WETLANDS: IMPLICATIONS FOR INTEGRATED VECTOR CONTROL IN BANYUASIN, INDONESIA Pratiwi, Rini; Kusumasari, Peni; Fitriyanti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v13i2.963

Abstract

 Lymphatic filariasis remains a public health challenge in tropical wetland ecosystems, where mosquito resting ecology is still poorly understood despite its importance for vector survival and control effectiveness. This study analyzed resting behavior, species composition, and spatial heterogeneity across four endemic villages in Banyuasin, Indonesia. A total of 2,752 mosquitoes representing 26 species were collected, dominated by Mansonia uniformis, Culex tritaeniorhynchus, Culex vishnui, and Mansonia annulifera, accounting for over 70% of individuals. Spatial patterns revealed that vegetation-rich wetlands favored Mansonia, while agricultural landscapes supported Culex species. Most dominant species exhibited exophilic resting behavior, whereas Culex quinquefasciatus showed more endophilic tendencies. Peak resting activity occurred between 19:00 and 22:00. Although no infective filarial larvae were detected, the high abundance of competent vectors suggests continued transmission potential. These findings highlight the importance of integrating resting ecology and landscape heterogeneity into comprehensive vector surveillance and control strategies.
Permainan Edukasi Sigimbang Begesah: Literasi Pengenalan Aktivitas Fisik pada Anak Usia Dini di PAUD KB Al Hidayah Gasing Kabupaten Banyuasin Pratiwi, Rini; Kusumasari, Peni; Widyastuti
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.6329

Abstract

Aktivitas fisik merupakan komponen penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini, namun perubahan pola bermain akibat peningkatan penggunaan gawai menyebabkan menurunnya aktivitas gerak anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi aktivitas fisik dan keterampilan motorik anak usia 3–6 tahun melalui Permainan Edukasi Sigimbang Begesah di PAUD KB Al Hidayah Gasing, Kabupaten Banyuasin. Metode pelaksanaan meliputi literasi cerita edukatif melalui buku serial Sigimbang Begesah berjudul “Aktivitas Fisik”, permainan ular tangga edukatif, demonstrasi gerak sederhana, serta keterlibatan guru dalam integrasi aktivitas fisik ke dalam pembelajaran harian. Sebanyak 73 anak dan 6 guru berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan motorik: 90% anak mampu mengikuti gerakan dengan benar, 93% menunjukkan peningkatan koordinasi tubuh, dan 96% mampu melakukan gerakan melompat dan berlari kecil secara stabil. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya aktivitas fisik serta strategi penerapannya di lingkungan PAUD. Program pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan literasi dan permainan edukatif efektif membangun kebiasaan hidup aktif serta mendukung perkembangan motorik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana berbasis literasi dan permainan edukatif memiliki potensi besar sebagai intervensi efektif, berkelanjutan, dan mudah diadaptasi untuk membentuk perilaku hidup aktif sejak usia dini.