Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Performance of Cihateup Ducks Liver Given Natural Isotonic in Dry Maintenance Systems Nurul Frasiska; Putri Dian Wulansari; Novia Rahayu
Journal of Livestock Science and Production Vol 3, No 2 (2019): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v3i2.2038

Abstract

This study aims to observe the condition of serum glutamate pyruvate transaminase and serum oxaloacetate transaminase as an illustration of the liver performance of Cihateup Ducks that were given natural isotonic through drinking  water in a dry maintenance system. The animals used were Cihateup ducks, kept for 8 weeks with 48 animals and divided into four treatments, namely T0 (Control with drinking water without isotonic), T1 (7% sugar + 2% lime juice + 25 mg celery extract + 0.8 salt g), T2 (7% sugar + 3% lime juice + 50 mg celery extract + 0.9 g salt), T3 (7% sugar + 4% lime juice + 75 mg celery extract + 1 g salt). Each treatment was repeated 4 times, 3 ducks for one treatment plot. This study used a Completely Randomized Design (CRD). Data were tested using analysis of variance and continued with Duncan's further test at 5% level. The results showed that the treatment of T2 (7% Sugar + 3% Lime juice + celery extract 50 mg + 0.9 g salt) significantly produced the lowest SGPT levels and seen a tendency for SGOT to decrease but not significantly. The use of natural isotonic solutions can be given to Cihateup ducks on dry system maintenance.Keywords: Cihateup’s duck, Dry system, Natural isotonic, SGOT, SGPT
Karakteristik Organoleptik Daging Itik Cihateup yang Diberi Ransum Mengandung Ampas Teh Hijau Fermentasi dan Probiotik Lactobacillus sp Lutfi Ginayah; Nurul Frasiska; Andri Kusmayadi
Bulletin of Applied Animal Research Vol 5 No 2 (2023): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v5i2.1199

Abstract

Green tea dregs fermentation process is carried out to reduce crude fiber and tannins, as well as increase nutritional value and digestibility in livestock. Probiotic Lactobacillus sp combined with fermented green tea dregs is thought to optimize metabolic processes in the digestive tract. The urgency of this research is to utilize green tea dregs that has been fermented and combined with the probiotic Lactobacillus sp. as a feed additive for Cihateup ducks. This study aims to determine the effect of giving a combination of green tea dregs and probiotic Lactobacillus sp in rations on the organoleptic quality of duck meat. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatment in this study was the addition of fermented green tea dregs (ATHF) and probiotic Lactobacillus sp with different levels, namely P1 (100% basal feed/PB + 0% ATHF), P2 (96% PB + 1% ATHF + 3% Probiotics) , P3 (96% PB + 2% ATHF + 2% Probiotics), and P4 (96% PB + 3% ATHF + 1% Probiotics). The results of this study showed that the addition of fermented green tea dregs and probiotic Lactobacillus sp to this ration had no significant effect (P>0.05) on the organoleptic characteristics (taste, color, aroma, texture) of duck meat.
Pengaruh Pemberian Fermentasi Daun Katuk dan Limbah Ampas Tahu dalam Ransum Terhadap Bobot Karkas dan Persentase Karkas Ayam Broiler Bisma Bimartha Somantri; Nurul Frasiska; Putri Dian Wulansari
Bulletin of Applied Animal Research Vol 5 No 2 (2023): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v5i2.1232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ransum mengandung fermentasi daun katuk dan ampas tahu terhadap bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 60 ekor DOC ayam broiler yang terbagi dalam empat perlakuan dan lima ulangan. Tiap unit percobaan terdiri dari tiga ekor yang diletakkan pada 20 petak kandang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu P0 menggunakan 100% pakan basal tanpa fermentasi daun katuk dan ampas tahu; P1 menggunakan 90% pakan basal dengan 10% fermentasi daun katuk dan ampas tahu; P2 menggunakan 85% pakan basal dengan 15% fermentasi daun katuk dan ampas tahu; P3 menggunakan 80% pakan basal dengan 20% fermentasi daun katuk dan ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan mengandung fermentasi daun katuk dan ampas tahu tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap bobot karkas dan namun berpengaruh (P<0.05) persentase karkas ayam broiler.
Uji Kadar Air dan Organoleptik Nugget Daging Kelinci (Oryctolagus Cuniculus) dengan Penambahan Tepung Wijen (Sesamum Indicum L) Kurnia, Asep Muflih; Wulansari, Putri Dian; Frasiska, Nurul
Jurnal Sains Peternakan Nusantara Vol 4 No 01 (2024): JURNAL SAINS PETERNAKAN NUSANTARA
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jspn.v4i01.1265

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung wijen terhadap sifat kualitas kimia dan sifat organoleptik dalam pembuatan nugget daging kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci lokal, tepung wijen, tepung maizena, bawang putih, lada bubuk, garam, gula, penyedap rasa dan telur. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, masing masing perlakuan terdiri atas lima ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa P0 (800gr daging kelinci + 200gr bahan pelengkap + 0% tepung wijen ), P1 (800gr daging kelinci + 200gr bahan pelengkap + 10% tepung wijen), P2 (800gr daging kelinci + 200gr bahan pelengkap + 15% tepung wijen), P3 (800gr daging kelinci + 200gr bahan pelengkap + 20% tepung wijen). Parameter pada penlitian ini meliputi uji kualitas kimia (Kadar air) dan Uji organoleptik (Aroma, Tekstur, Rasa, Kekerasan dan Kesukaan). Data uji kadar air dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Bila sidik ragam menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Tukey Honestly Significant Difference (HSD) dan Data uji organoleptik yang telah dipeoleh dilakukan analisis Kruskal-Wallis dan uji lanjut mann whitney. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung wijen tidak pengaruh nyata terhadap kadar air, rasa dan kesukaan. Namun berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur dan kekerasan. Kesimpulan pada penelitian ini penambahan tepung wijen dalam pembuatan nugget kelinci tepung wijen dapat diberikan sampai dengan level 10% (P1)
Pengaruh Penggunaan Air Gula Merah Dan Kepadatan Kandang Terhadap Performa Ayam Broiler Yang Dipelihara Pada Sistem Open House Nurdiana, Nanang; Rahayu, Novia; Frasiska, Nurul
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3902

Abstract

Komoditas peternakan yang dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penyediaan protein hewani adalah ayam ras pedaging (broiler). Untuk mengetaui pengaruh penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhadap performa ayam broiler. Untuk mengetahui berapa level penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhdap performa ayam broiler. Metode penelitian dilakukan eksperimen mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial Penelitian mengunakan faktor A adalah kepadatan kandang yaitu: kepadatan kandang pertama (A1) berisi 8 ekor/m², kepadatan kandang kedua (A2) berisi 10 ekor/m². Faktor B adalah level pengunaan air gula antara lain B1= 0% , B2= 1%, B3= 2%, B4= 3%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan A x B yaitu: A1B1 = 8 ekor + 0% air gula A1B2 = 8 ekor + 1% air gula, A1B3 = 8 ekor + 2% air gula , A1B4 = 8 ekor + 3% air gula , A2B1 = 10 ekor + 0% air gula , A2B2 = 10 ekor + 1% aiar gula , A2B3 = 10 ekor + 2% air gula , A2B4 = 10 ekor + 3% air gula Parameter yang di ukur konsumsi pakan, pertubuham bobot badan, feed convertion ratio dan bobot akhir. Kepadatan kandang memberikan pengaruh nyata sementara gula secara statistik tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter produksi ayam broiler.
Pengaruh Penggunaan Air Gula Merah Dan Kepadatan Kandang Terhadap Performa Ayam Broiler Yang Dipelihara Pada Sistem Open House Nurdiana, Nanang; Rahayu, Novia; Frasiska, Nurul
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.3902

Abstract

Komoditas peternakan yang dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penyediaan protein hewani adalah ayam ras pedaging (broiler). Untuk mengetaui pengaruh penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhadap performa ayam broiler. Untuk mengetahui berapa level penggunaan air gula merah sebagai anti stress dan kepadatan kandang terhdap performa ayam broiler. Metode penelitian dilakukan eksperimen mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial Penelitian mengunakan faktor A adalah kepadatan kandang yaitu: kepadatan kandang pertama (A1) berisi 8 ekor/m², kepadatan kandang kedua (A2) berisi 10 ekor/m². Faktor B adalah level pengunaan air gula antara lain B1= 0% , B2= 1%, B3= 2%, B4= 3%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan A x B yaitu: A1B1 = 8 ekor + 0% air gula A1B2 = 8 ekor + 1% air gula, A1B3 = 8 ekor + 2% air gula , A1B4 = 8 ekor + 3% air gula , A2B1 = 10 ekor + 0% air gula , A2B2 = 10 ekor + 1% aiar gula , A2B3 = 10 ekor + 2% air gula , A2B4 = 10 ekor + 3% air gula Parameter yang di ukur konsumsi pakan, pertubuham bobot badan, feed convertion ratio dan bobot akhir. Kepadatan kandang memberikan pengaruh nyata sementara gula secara statistik tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter produksi ayam broiler.
Analysis of vitamin C content, water content, and organoleptic test of lemon segment wall dodol Frasiska, Nurul; Nurwidah, Andi; Salfiana, Salfiana
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 5 No 2 (2024): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/anjoro.v5i2.3896

Abstract

Waste will become a problem if not managed properly. One way to do this is to recycle lemon waste into other products with economic value, such as making dodol from lemon segment wall. This study was conducted to determine the effect of the addition of lemon segment wall in making dodol and to determine the best treatment for making dodol. This study used a complete randomized design (CRD) with 4 treatments. The treatments used were control (without the addition of lemon segment wall), and the addition of different lemon segment walls, namely F1 (5%), F2 (10%), and F3 (15%), with each treatment repeated 3 times. Testing parameters in this study include water content, vitamin C, yield, and organoleptic test. Data from the study results were analyzed for variability to determine the effect of treatment on the test parameters. If there was a significant effect, the Duncan test was continued to determine the real difference between treatments. The results showed that making dodol with treatment F4 (addition of 15% lemon segment wall) is a treatment that has high values in each test parameter, including water content (36.52%), vitamin C (379.93%), and yield content (80.21%). Meanwhile, making dodol with treatment F0 (without the addition of lemon segment wall) is a treatment that has the lowest value in each test parameter, including water content (26.87%), vitamin C (247.94%), and yield content (79.41%) in laboratory testing and the best treatment as measured by the organoleptic test which is most liked by the panelists, namely treatment F0 (without the addition of lemon segment wall).
Effect of Parity and Type of Birth on Reproduction Performance of Garut Ewes in Indonesia Wijayanti, Dwi; Ardigurnita, Firgian; Frasiska, Nurul; Fatihul Ihsan, Nurul Farhan; Darusman, Asep Dudung
Buletin Peternakan Vol 49, No 1 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (1) FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i1.100020

Abstract

Garut sheep is one of the superior sheep breeds originating from Garut, West Java, Indonesia. Garut sheep have a good reproductive system with a relatively high birth rate. This facilitates the process of breeding and developing sheep populations. However, it is not yet known whether there is an influence of non-genetic factors (parity and birth type) on reproduction (liiter size, lambing interval, birth weight, and weaning weight) of Garut sheep. Therefore, this study aims to determine the relationship of non-genetic factors on reproductive traits of Garut ewes. The total number of female Garut sheep used was 327 with the criteria of having given birth. The results showed that the average litter size, lambing interval, birth weight, and weaning weight were 1.87 heads, 118 days, 2.73 kg, and 12.86 kg, respectively. The 3rd parity had the highest litter size and a shorter kidding interval than other parities. In addition, the type of birth also has a significant effect, namely the number of kids triple effect on the long lambing interval. Non-genetic factors affected the reproductive performance of Garut sheep.
RENDEMEN DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK KULIT MANGGIS MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI DAN PELARUT BERBEDA SEBAGAI ALTERNATIF SUPLEMEN PAKAN UNGGAS Walid, Rifan Afrian Nur; Kusmayadi, Andri; Frasiska, Nurul; Mardianingrum, Richa
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 1 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.1.50-56

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) telah diketahui mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kulit buah manggis dalam proses ekstraksi dilakukan dengan metode ekstraksi dan pelarut yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi menggunakan pelarut berbeda terhadap rendemen dan skrining fitokimia ekstrak kulit buah manggis yang ditunjukan sebagai suplemen pakan ternak unggas. Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x2. Faktor pertama adalah pelarut (faktor A) A1 = etanol 96%, A2 = etil asetat, A3 = n-heksan. Faktor kedua adalah metode (faktor B) B1 = metode maserasi dan B2 = metode sokletasi yang menghasilkan 6 perlakuan. Parameter yang diamati adalah persentase rendemen dan skrining fitokimia ekstrak kulit manggis. Hasil dari penelitian ini yaitu persentase rendemen menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01). Adapun pada pengujian skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan tannin, polifenol, dan triterpenoid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut etanol 96% menunjukkan persentase rendemen yang terbaik. Hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat sebagai antioksidan alami bagi ternak khususnya unggas. ABSTRACT Mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) has been known to contain many compounds that have antioxidant and antibacterial activity. Mangosteen peel in the extraction process is carried out with various extraction methods and solvents. This study aims to determine the effect of extraction methods using different solvents on the yield and phytochemical screening of mangosteen peel extract which is indicated as a poultry feed supplement. This research method is experimental with a Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern 3x2. The first factor is the solvent (factor A) A1 = 96% ethanol, A2 = ethyl acetate, A3 = n-hexane. The second factor is the method (factor B) B1 = maceration method and B2 = soxhletation method which produces 6 treatments. The parameters observed are the percentage of yield and phytochemical screening of mangosteen peel extract. The results of this study, namely the percentage of yield showed very significant results (P<0.01). The phytochemical screening test showed the presence of tannin, polyphenols, and triterpenoids. The conclusion of this study is that the maceration method with 96% ethanol solvent shows the best yield percentage. The results of this study can be useful as a natural antioxidant for livestock, especially poultry.
Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya Ardigurnita, Firgian; Frasiska, Nurul; Firmansyah, Efrin
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.409 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v1i1.13

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani di Kelurahan Parakannyasag Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya dengan memanfaatkan predator alami burung hantu untuk menekan populasi hama tikus melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Strategi solusi meliputi (1) Pemberdayaan bina produksi, (2) Pemberdayaan bina kelembagaan, (3) Pemberdayaan bina masyarakat (SDM), (4) Pemberdayaan bina lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model pemberdayaan partisipatif dengan kelompok mahasiswa KKN, dosen pendamping lapangan dan masyarakat Kelurahan Parakannyasag secara kolaboratif. Khalayak sasaran pada program ini adalah seluruh masyarakat Keluarahan Parakannyasag dan dipusatkan pada kelompok-kelompok tani di Kelurahan Parakannyasag. Pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pihak antara lain, masyarakat Kelurahan Parakannyasag, petani yang tergabung dalam kelompok tani, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui aspek pemberdayaan produksi, aspek pemberdayaan bina kelembagaan, aspek pemberdayaan bina masyarakat / sumberdaya manusia, serta aspek pemberdayaan bina lingkungan sehingga kelurahan Parakannyasag menjadi desa yang melaksanakan konservasi burung hantu secara terpadu.