Claim Missing Document
Check
Articles

UJI EFISIENSI TUNGKU ROKET BERBAHAN BATA RINGAN Priangkoso Tabah; Salim Rahman Arif; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2178

Abstract

Tungku konvensional berbahan bakar kayu memiliki efisiensi yang sangat rendah sebesar 5-10%. Selain rendah efisiensinya, penggunaan tungku konvensional juga menyebabkan paparan asap yang berbahaya bagi penggunanya. Tungku roket dengan bahan bata ringan menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan menghindarkan paparan asap. Penelitian ini bertujuan menguji efisiensi tungku roket berbahan bata ringan dengan tinggi tungku 0,4; 0,5; dan 0,6 m. Efisiensi tertinggi rata-rata diperoleh dari penggunaan tungku tinggi 0,6 m sebesar 24%, lebih tinggi dibanding tungku beton maupun tungku sekam. Tungku bata ringan menghindarkan paparan asap bagi penggunanya dan relatif selamat bagi penggunanya dari panas dinding tungku karena temperatur maksimum yang dicapai hanya 60°C. Dari sisi harga, tungku bata ringan jauh lebih murah dibanding tungku beton.Kata kunci: tungku roket, bata ringan, efisiensi
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN DINAMOMETER CHASSIS Umar Farouk Abul Haq; Tabah Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i2.923

Abstract

Salah  satu  Informasi  yang  jarang  disampaikan  adalah  unjuk  kerja  performa  kendaraan bermotor, khususnya pada sepeda motor. Padahal informasi ini sangat penting bagi konsumen untuk memilih sepeda motor yang akan dibeli. Untuk mengetahui performance sebuah sepeda motor harus melakukan uji performa mesin motor, yang dapat dilakukan dengan menggunakan dinamometer  chassis.  Pengujian  ini  dilakukan  guna  untuk  menganalisis  performa  sepeda motor  berbahan  pertamax  dan  pertamax  plus  pada  pembukaan  throttle  50  %  dan  25  %. Pengujian  dilakukan  untuk  3  motor  yang  berbeda  dengan  kapasitas  mesin  110  cc  pada transmisi  1,  2,  3,  dan  4.  Hasil  pengujian  menunjukkan  bahwa  pengujian  menggunakan pertamax plu menyebabkan, daya dan torsi yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar pertamax, yaitu terjadi peningkatan sebesar rata-rata 7,76  %.Kata kunci; Dinamometer, uji daya dan torsi, bahan bakar pertamax dan pertamax plus.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PENGRAJIN KERIPIK SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN MESIN PERAJANG ROTARI Darmanto Darmanto; Tabah Priangkoso
ABDIMAS UNWAHAS Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v3i2.2494

Abstract

Keripik Singkong merupakan makanan kecil yang terbuat dari ketela pohon yang diiris tipis-tipis lalu digoreng dengan minyak. Kendala yang dihadapi oleh pengrajin di Desa Bringin, Kec Godong, Kab. Groboganini adalah alat perajang yang masih sangat tradisional, sehingga masing memerlukan tenaga manusia yang besar dan kapasitas yang dihasilkan masih sangat sedikit. Program yang diusulkan untuk dilaksanakan adalah pembuatan alat perajang keripik singkong rotari dengan 4 mata pisau dengan penggerak motor listrik. Dengan alat ini diharapkan proses produksi menjadi lebih efisien dengan kapasitas lebih besar. Seluruh kegiatan melibatkan mitra dan di akhir program akan dilakukan evaluasi secara keseluruhanKata kunci : Keripik singkong, perajang rotari, efisien
ANALISA SWOT PADA USAHA PRODUKSI SLONDOK PUYUR DI SUMURARUM KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto; Ernawati Budi Astuti; Laeli Kurniasari; Indah Hartati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i1.3328

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditas tanaman pangan unggulan Indonesia. Proses pasca panen singkong memberikan nilai tambah secara ekonomi serta berdampak pada peningkatan ekonomi kewilayahan. Salah satu usaha produksi produk olahan singkong yang berkembang baik di Grabag Kab Magelang adalah produksi slondok puyur. Guna menjaga dan meningkatkan eksistensi, daya saing dan peluang pengembangan usaha, maka telah dilakukan kajian analisa SWOT pada usaha produksi slondok puyur di Sumurarum Grabag, Kabupaten Magelang. Analisa SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang menyumbang peran pada faktor-faktor yang memperkuat, menantang, menghambat dan mengancam usaha produksi slondok puyur. Data data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian analisa SWOT menunjukkan jika: (i) kekuatan utama proses produksi slondok puyur adalah terletak pada kualitas produk; (ii) kelemahan terletak pada tidak adanya diferensiasi produk; (iii) peluang diberikan oleh factor adanya kebijakan regulasi sertifikasi produk yang akan meningkatkan daya saing produk, dan (iv) ancaman berasal dari tingginya kehendak konsumen akan end product dengan varian yang beragam. Hasil kajian menunjukkan jika strategi WO (weakness-opportunity) yang juga disebut sebagai strategi “stability” merupakan strategi yang tepat untuk diterapkan pada usaha produksi slondok puyur di Sumurarum Grabag Kabupaten Magelang. Kata Kunci: analisa SWOT, slondok puyur, Magelang
PENGUJIAN PERFORMANCE MESIN MOTOR BENSIN 4 TAK 113 CC UNTUK PENGGERAK GENERATOR AC 2,5 KW Teguh Santoso; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1717

Abstract

Tujuan yang ingin di peroleh dalam pengujian adalah untuk memperoleh karakteristik performance motor bensin untuk Generator Set yang meliputi daya, torsi dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimal yang dapat dicapai oleh Generator Set ET 2900 LE adalah 2520 Watt dengan torsi 4,015 Nm pada putaran 5996 rpm dengan efisiensi 9,577%. Sedangkan efisiensi yang paling tinggi adalah 9,8 % dengan daya 2070 Watt dan torsi 3,41 Nm pada putaran mesin 5800 rpm. Penggunaan bahan bakar yang paling boros yaitu pada saat putaran mesin 5255 rpm dengan BSFC 1,9 g/kW dan daya 210 Watt, sedangkan yang paling efisien mulai dari putaran mesin 5800 rpm sampai 5996 rpm dengan daya dari 2070 Watt sampai 2520 Watt dan BSFC 0,28 g/kW sampai 0,29 g/kW.Kata kunci : Daya, Torsi, Bahan bakar
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR DENGAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS MENGGUNAKAN DINAMOMETER CHASIS Setyoko Setyoko; Tabah Priangkoso; Darmanto Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1724

Abstract

Dinamo meter adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengukur torsi dan kecepatan putaran dari tenaga yang diproduksi oleh suatu mesin, motor atau penggerak berputar lainnya, dynamo meter juga dapat digunakan untuk menentukan tenaga dan torsi yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu mesin. Penelitian ini berrtujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan dan jenis bahan bakar pertamax dan pertamax plus terhadap konmsumsi bahan bakar sepeda motor. Dari data yang diambil dalam penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125, Suzuki Shogun 125 dan Yamaha Jupiter MX 135 denganmenggunakandinamometerchasis. Penelitian dilakukan pada Gigi 1, 2, 3 dan 4pada kecepatan 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50 km/jam. Dari hasil pengujian konsumsi bahan bakar pada 3 ( tiga ) sepeda motor dengan 2 ( Dua ) jenis bahan bakar yang berbeda yaitu pertamax dan pertamax plus menunjukan bahwa pertamax plus lebih hemat dibandingkan pertamax pada kecepatan dan beban yang sama. Urutan yang paling hemat adalah Honda Supra X 125, Yamaha Zupiter MX 135 dan Suzuki Shogun 125. Hasil dari penelitian menunjukan selisih penghematan konsumsi bahan bakar menggunakan pertamax dan pertamax plus pada Honda Supra X 125 gigi-1 12,28%, gigi-2 11,34%, gigi-3 11,48%, gigi-4 10,15%. Suzuki Shogun 125 pada gigi-1 10,60%, gigi-2 10,30%, gigi-3 9,37%, gigi-4 10,59%. Yamaha Jupiter MX135 pada gigi-1 10,89%, gigi-2 10,27%, gigi-3 9,83%, gigi-4 10,59%. Semakin tinggi kecepatan semakin hemat konsumsi bahan bakarnya dan semakin jauh jarak tempuhnya terjadi pada tiap gigi dengan 2 ( dua ) jenis bahan bakar yang berbeda yaitu pertamax dan pertamax plus.Kata kunci: Bahan bakar motor, jenis kendaraan dan konsumsi bahan bakar.
Analisis Propulsi Statik dari Electric Ducted Fan dengan Metode Eksperimental Muhammad Dzulfikar; Tabah Priangkoso; Joga Dharma Setiawan; Candra Wahyu Sportyawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i2.7281

Abstract

Dalam pengujian ini, fungsi dari electric ducted fan diinvestigasi dengan metode eksperimental. Sebuah electric ducted fan dengan diameter rotor 80 mm digunakan untuk pembelajaran. Eksperimen menggunakan alat uji gaya dorong statik. Hasil uji statik menunjukkan bahwa gaya dorong maksimum didapatkan di sekitar 30 N. Selain nilai gaya dorong, parameter data lain yang didapatkan yaitu arus, tegangan, daya, kecepatan putar baling-baling, kecepatan udara, torsi, suhu, dan pulse width modulation (PWM).
Analisis Pengaruh Bentuk Shroud Terhadap Gaya Dorong Electric Ducted Fan Tabah Priangkoso; Suryadi Pamungkas; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v19i1.8278

Abstract

Electric ducted fan (EDF) memiliki kelebihan dibanding sistem propulsi konvensional seperti mesin jet untuk digunakan dalam pesawat model atau pesawat ukuran penuh. Shroud mempunyai peran penting dalam mengarahkan udara agar fokus masuk ke dalam pusaran impeller. Udara yang masuk diteruskan ke belakang melalui duct dengan kecepatan lebih tinggi dibanding kecepatan masuk. Hal ini menghasilkan momentum yang menimbulkan gaya dorong. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bentuk shroud terhadap gaya dorong yang dihasilkan. Pengujian gaya dorong dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak komputer untuk memperoleh bentuk shroud yang paling efisien yang ditunjukkan dengan gaya dorong terbesar dari berbagai bentuk shroud. Pemodelan dilakukan dengan mencontoh produk yang sudah tersedia yaitu EDF FMS diameter duct 80 mm, jumlah bilah impeller 12, dan motor listrik seri 328021 2100KV. Simulasi dilakukan untuk radius shroud 5 mm, 6 mm, dan 7 mm dan masing-masing divariasikan dengan diameter shroud 102 mm,104 mm, 106 mm dengan kecepatan 60000 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar radius dan diameter shroud, makin besar gaya dorong yang diperoleh Gaya dorong terbesar dihasilkan oleh penggunaan diameter shroud 7 mm dan diameter 106 mm sebesar 34 N.
Investigasi Model Numerik pada Simulasi Heat Sink Sirip Lurus Dengan Memvariasikan Jumlah Grid, Model Viscous dan Metode Pemecahan dengan Pendinginan Konveksi Bebas Safi'i, Muhamad; Sinaga, Nazaruddin; Priangkoso, Tabah; Susanto, Susanto; Digdoyo, Aji
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i1.10457

Abstract

Heat sink merupakan alat penyerap kalor yang banyak digunakan untuk mendinginkan komponen-komponen elektronika. Saat ini metoda numerik menjadi salah satu opsi untuk menyelesaikan masalah perpindahan kalor karena memiliki keuntungan yaitu lebih cepat, murah, dan mudah. Riset ini bertujuan untuk mencari model simulasi terbaik pada straight fin heat sink (SFHS) yang diharapkan memiliki laju pendingan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lainnya yang banyak dijumpai dalam praktek. Dalam penelitian ini telah dilakukan perhitungan numerik dengan variabel geometri Lch=150 mm, Whs=75mm, Wfin=3 mm, Wch=9 mm, H=50 mm, dan Pfin=2,7 mm yang mengalami perpindahn kalor konveksi bebas. Parameter yang divariasikan dalam riset ini adalah jumlah grid, model viscous, dan metoda pemecahan persamaan, dan arah gravitasi udara. Perhitungan dilakukan dengan metoda volume hingga dengan menggunakan program aplikasi numerik Ansys Fluent. Hasil simulasi menunjukkan bahwa laju pendinginan SFHS dapat ditingkatkan dengan menggunakan variasi jumlah grid sebesar 931.900 dengan model viscous k-ε Realizable dan metoda pemecahan coupled. Terbukti bahwa metode tersebut menghasilkan penurunan temperature dengan peningkatan nilai koefisien perpindahan panas. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model simulasi yang didapatkan ini dapat digunakan untuk melakukan perhitungan-perhitungan numerik selanjutnya.
Perancangan Instrumentasi Alat Uji Test Bench Electronic Ducted Fan (EDF) Menggunakan Arduino Mega 2560 Fahrureza, Bahriansyah; Priangkoso, Tabah
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v19i2.10083

Abstract

Electric ducted fan (EDF) menjadi alternatif bagi mesin pendorong wahana terbang yang menggunakan baterai sebagai sumber energi. Terdapat dua faktor yang harus diperhatikan dalam penerapan EDF ke wahana terbang, yaitu gaya dorong (thrust) dan gaya guling (rolling) yang disebabkan oleh putaran sudu (blade) EDF. Selain itu, temperatur motor EDF operasi juga memerlukan perhatian karena mempengaruhi kinerja EDF. Selain menurunkan efisiensi, temperatur tinggi juga berpotensi merusak motor. Tujuan perancangan ini adalah menerapkan instrumen pengukuran gaya dorong, gaya guling, dan temperatur motor EDF pada alat uji (test bench) EDF. Sensor pengukuran gaya dorong dan guling menggunakan load cell masing-masing berkapasitas 5 kg dan 1 kg, sedangkan pengukuran suhu menggunakan sensor MLX90614. Untuk memastikan instrumen pengukuran menunjukkan hasil pengukuran tepat, maka dilakukan kalibrasi. Hasil kalibrasi sensor load cell 1 kg dan 5 kg menunjukkan error sebesar 0,237% dan 0,050%, sedangkan hasil kalibrasi sensor MLX90614 didapatkan rata-rata error yaitu 0,92%. Dengan demikian instrumen ini dapat digunakan dalam pengujian kinerja EDF.