Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin PSP

Tingkat Pemanfaatan dan Pola Musim Penangkapan Ikan Lemuru di Perairan Selat Bali Domu Simbolon; Budy Wiryawan; Prihatin Ika Wahyuningrum; Hendro Wahyudi
Buletin PSP Vol. 19 No. 3 (2011): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.786 KB)

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu sumber daya ikan di Perairan Selat Bali yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produksi yang hasil tangkapan yang diperoleh saat ini sudah mengalami penurunan akibat overfishing. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi lestari, tingkat pemanfaatan dan pengupayaan serta pola musim penangkapan ikan lemuru di Selat Bali berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode surplus produksi untuk mencari potensi lestari, upaya optimum serta tingkat pemanfaatan menggunakan metode Schaefer. Pola musim penangkapan ikan menggunakan analisis deret waktu dan metode rata-rata bergerak. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai potensi lestari dan upaya optimum sebesar 33.576 ton/tahun dan 26.696 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan selama 2004-2008 telah melebihi nilai potensi lestari pada tahun 2006 dan 2007 yaitu sebesar 153% dan 161%, tingkat pengupayaan selama lima tahun terakhir sudah diatas 100%. Bulan Desember-Februari sangat baik untuk melakukan operasi penangkapan ikan lemuru karena sumberdaya yang melimpah dan sudah layak tangkap. Sedangkan bulan Maret-November merupakan waktu yang kurang baik untuk operasi penangkapan ikan lemuru karena sumberdaya yang sedikit dan belum layak tangkap.
PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI DI PERAIRAN INDRAMAYU, JAWA BARAT P. Ika Wahyuningrum; Domu Simbolon; Rika Rizkawati
Buletin PSP Vol. 19 No. 2 (2011): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indramayu merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya ikan terbesar di Jawa Barat. Ikan komoditas unggulan lokal di Indramayu diantaranya tenggiri. Secara umum, nelayan di Indramayu menentukan daerah penangkapan ikan berdasarkan pengalaman sehingga proses penangkapan menjadi kurang efektif dan efisiensi operasi dengan banyaknya waktu, biaya dan tenaga yang terbuang. Sebaran suhu permukaan laut (SPL) yang diambil dari data satelit dapat digunakan sebagai indikator penentuan daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kisaran SPL di Perairan Indramayu, mengetahui hasil tangkapan tenggiri pada kurun waktu yang berbeda serta hubungan SPL terhadap hasil tangkapan tenggiri di Perairan Indramayu. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode survei. Kisaran SPL di perairan Indramayu adalah 23-33°C. Pada bulan Juni SPL berkisar antara 23-31°C dengan suhu dominan 27,55°C. Kisaran SPL Juli berada antara 28-33°C dengan suhu dominan sebesar 30,28°C sedangkan pada bulan Agustus SPL berkisar 24-32°C dengan suhu dominan 29,37°C. Hasil tangkapan ikan tenggiri pada bulan Juni sebesar 14 kg/trip, bulan Juli 2005 sebesar 6 kg/trip dan pada bulan Agustus 2005 sebesar 6,5 kg/trip. SPL berpengaruh secara nyata terhadap hasil tangkapan ikan tenggiri dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,672. Adapun nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,45 yang berarti variasi dari SPL dapat menjelaskan model observasi 45%. Sisanya 54% dipengaruhi oleh faktor oseanografi yang lain serta faktor-faktor produksi.
ALGORITMA UNTUK ESTIMASI KEDALAMAN PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN DATA LANDSAT-7 ETM+ P. Ika Wahyuningrum; Indra Jaya; Domu Simbolon
Buletin PSP Vol. 17 No. 3 (2008): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.372 KB)

Abstract

The need for accurate shallow water mapping is highly desireable for various engineering work and navigational safety. The current research attempts to estimate shallow water depth using Landsat-7 ETM+ and to formulate the best combination of Van Hengel and Spitzer algorithm and the best original digital number model. The best digital number model is obtained by correlation analysis, Principal Component Analysis (PCA) and application of regression model to 1st, 2nd and 3rd bands of Landsat-7 ETM+ satellite images. The results show that: (1) Shallow water depth in Pari Island, as a study site, can be estimated from Landsat-7 ETM+; (2) Combination of 321 bands of Land Satellite-7 Enhanched Thematic Mapper Plus (Landsat-7 ETM+ )is the best combination of algorithm of Van Hengel and Spitzer; (3) The best model to estimate shallow water depth from original digital number is exponential equation: y = 21.07e-0.0591x; (4) The best original digital number model has smaller mean error at the depth of less than 9 meter while the Van Hengel and Spitzer algorithm has smaller mean error at the depth of more than 9 meter.
TEKNOLOGI SETNET DAN ATRAKTOR CUMI-CUMI: SUATU ULASAN PERKEMBANGAN DI INDONESIA Mulyono S. Baskoro; Roza Yusfiandayani; P. Ika Wahyuningrum
Buletin PSP Vol. 17 No. 2 (2008): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has coastal and ocean natural resources which is potential to develop economic and welfare of the nation. Natural resources utilization has to maintain carrying capacity. Development of technology is needed to improve social welfare as well as maintain sustainability of the resource for sustainable utilization. Set net and squid attractor are such a way to develop integrated coastal area in order to empower coastal society. Set net is a fishing gear include in traps. This fishing gear can be developed because it has some advantages compare to another, such as can be integrated with sea farming and sea recreational, also efficient in energy uses. Squid attractor can be developed with aim to enrich squid stock in a certain water as well as to develop alternative livelihood for coastal society.
ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN PURSE SEINE KABUPATEN ACEH BESAR Aulia Putra; Tri Wiji Nurani; Prihatin Ika Wahyuningrum
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purse seine is one the productive fishing gear for fishing pelagic fishes.  Fishing capacity is one the important issue in sustainable fisheries. This study aimed to measure fishing capacity of purse seine in Aceh Besar district, estimated the maximum economic yield (MEY) the targeted pelagic fishes, and formulate management strategies purse seine in the district of Aceh Besar.  Fishing capacity was analyzed using the data envelopment analysis (DEA) method based on fishing capacity efficiency of monthly total catch as single output, from September 2009 to August 2010.  Fishing vessel was used as decision making unit (DMU).  Fixed input consists gross tonnage (GT), engine horse power (HP) and length of webb. Variable input consists number of crew, lamp power (watt), hold capacity (ton), and number of trip. The result showed that fishing capasity, 17 vessels reached optimum (CU=1), and fishing capacity of purse seine was 257 ton/year/unit. Thus bioeconomic analysis of pelagic fishes showed that MEY reached at 3,753.37 ton/year and optimum effort at 8,623  trip/year with total cost Rp 34,992,314,500 year and total revenue Rp 51,643,083,629. Management strategy for purse seine fishery in Aceh Besar district is the development of technology, human resource  development and the role of institutions such as institutions laot commander.   Key words: Aceh Besar district, fisheries development, management strategies, maximum economic yield (MEY), purse seine
ALGORITMA INDEKS VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT ETM+ Risti Endriani Arhatin; Prihatin Ika Wahyuningrum
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.099 KB)

Abstract

Monitoring mangrove dengan metode konvensional sangat sulit dilakukan. Sistem penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi kendala dalam melakukan inventarisasi mangrove dengan cakupan areal yang luas. Tujuan penelitian ini melakukan validasi akurasi dari data Landsat-7 ETM+ dalam menduga kerapatan kanopi mangrove. Data spasial yang dipergunakan adalah citra Landsat ETM+ tanggal perekaman 21 Mei 2002 (path/row: 116/059). Data lapangan yang diperlukan adalah data kondisi fisik mangrove, pengamatan dilakukan pada beberapa lokasi yang berbeda, pada setiap lokasi dibuat transek. Setiap transek diplot dengan ukuran (30 × 30) meter2. Analisis data meliputi koreksi radiometrik dan koreksi geometrik, penajaman citra dan klasifikasi citra. Setelah itu dilakukan uji ketelitian separability transformasi divergency dan analisis komponen utama. Hasil analisis menunjukkan algoritma vegetasi indeks yang paling baik adalah Green Normalized Difference Vegetation Index (GNDVI).