Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN PENDIDIKAN RAMAH ANAK BERBASIS LITERASI DIGITAL Nila Wahyuni; Roni Ekha Putera; Wewen Kusumi Rahayu; Hidayatul Fajri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37090

Abstract

Masifnya penggunaan internet sebagai media pembelajaran masa pandemi tidak serta merta menjadikan pelajar pandai, sebab internet banyak mengandung berita tanpa melalui proses edit dan saringan. Perlu keterampilan untuk menerima, menyaring, dan menggunakan informasi dari internet yang disebut dengan literasi digital. Mitra dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Padang. Pemilihan mitra dilakukan karena sekolah tersebut merupakan Sekolah Ramah Anak yang nantinya bisa dijadikan pilot project bagi sekolah lain. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode pendekatan pelatihan partisipatif dan kolaboratif yang didasarkan pada prinsip-prinsip parsipatori dengan menekankan kepada asas peran serta seluruh peserta kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan selama satu hari dengan memberikan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum kegiatan dimulai, selanjutnya diberikan perlakuan melalui pemaparan materi dan diskusi. Terakhir memberikan post-test setelah kegiatan berakhir untuk melihat tingkat pemahaman mitra setelah diberikan perlakuan. Hasil rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yakni dari 13.23 poin menjadi 16.63 poin dengan rata-rata peningkatan 3.4 poin. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan PKM dengan judul “Peningkatan Pendidikan Ramah Anak Berbasis Literasi Digital” memberikan manfaat yang signifikan bagi mitra
Inovasi Pelayanan Informasi melalui Aplikasi Sentuh Tanahku pada Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara Yola Amanda Putri; Roni Ekha Putera; Wewen Kusumi Rahayu
Journal of Social and Policy Issues Volume 2, No 2 (2022): April - June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v2i2.45

Abstract

In order to encourage transparency and improve the quality of public services, information service innovation through the Sentuh Tanahku Application is present as a public service which made by the Ministry of Agrarian Spatial Planning/National Land Agency and applied to all communities and the Land Office in Indonesia. Through the Sentuh Tanahku application, you can provide land services simply and control land assets efectively by community. However, the application of the Sentuh Tanahku Application in North Jakarta City is still slightly inclined even though the North Jakarta Administrative City Land Office is one of the best land office in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the Sentuh Tanahku Application in the North Jakarta Administration City Land Office with qualitative research methods and data collection techniques with interview and documentation methods. This research is adapted to the Theory of Innovation Attributes from Rogers. The results showed that the Sentuh Tanahku Application Innovation at the North Jakarta City Land Administration Office had fulfilled all the components in the Innovation Attribute Theory, but in its use there were still some problems, many obstacles comes in operating the Loketku Feature and the Field Plot Feature by the North Jakarta City Community and the lack of socialization carried out. by the North Jakarta Administrative City Land Office, so that there is still need maintanances in the Sentuh Tanahku application feature so that the Touch Tanahku application can help fulfill the land service needs of the people of North Jakarta City.
Inovasi Pelayanan Publik Salam Sapa Ke Pintu Rumah Oleh Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Selatan Vany Anathasyia; Roni Ekha Putera; Wewen Kusumi Rahayu
Musamus Journal of Public Administration Vol 5 No 1 (2022): Musamus Journal of Public Administration, Vol 5. 1. October 2022
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v5i1.4370

Abstract

Kabupaten Pesisir Selatan dengan daerah yang sangat panjang membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan akses pelayanan yang efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2017 mendirikan Unit Kerja Layanan di setiap kecamatan dan diikuti dengan diluncurkannya inovasi Salam Sapa Ke Pintu Rumah (Sistem Administrasi Pelayanan Masyarakat Sampai Ke Pintu Rumah) pada tahun 2018. Inovasi Salam Sapa Ke Pintu Rumah terdiri dari beberapa layanan, salah satunya yaitu “layanan Pass Nikah” dimana layanan ini ditujukan untuk pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Salam Sapa Ke Pintu Rumah (Layanan Pass Nikah) merupakan suatu terobosan yang sangat baik dalam memudahkan masyarakat yang baru saja melangsungkan pernikahan untuk mendapatkan dokumen kependudukan dengan status yang baru selain itu juga memberikan keuntungan untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu sendiri dalam percepatan update data. Dalam pelaksanaan Layanan Pass Nikah terdapat kerumitan apabila ada masyarakat yang salah satu pasangannya tidak berada pada satu kecamatan selain itu juga terdapat kendala seperti kurangnya SDM dan jaringan yang bermasalah sehingga dapat menghambat jalannya layanan pass nikah.
Digital Inclusion and Accessibility E-Government in the Padang City Cancer Rusnita, Widya; Koeswara, Hendri; Ekha Putera, Roni; Kusdarini, Kusdarini; Aldelano Azre, Ilham; Kusumi Rahayu, Wewen
Iapa Proceedings Conference 2024: AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024 Towards World Class Bureaucracy
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1184

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia continues to evolve alongside the transformation of public services into digital formats. This article aims to analyze the level of inclusiveness and accessibility of e-government services in the Padang City using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research focuses on how the perceived usefulness and perceived ease of use of digital services affect public acceptance of this technology. The research method employed is qualitative descriptive, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that although digital services in Padang offer numerous benefits, significant challenges remain in ensuring accessibility for vulnerable groups, including persons with disabilities. This article recommends enhancing accessibility features in e-government applications and implementing policies that support digital inclusiveness across all sectors of society.
Enhancing Women's Resilience in Disaster Condition in Padang City West Sumatra Province Rahayu, Wewen Kusumi; Purwanti, Anik; Astuti, Retno Sunu; Lituhayu, Dyah
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 3 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i3.304

Abstract

Padang City is one of West Sumatra Province's Level II Regions. Padang is geographically vulnerable to natural disasters, particularly earthquakes and tsunamis. Natural disasters affect men and women differently. Women are four times more likely than men to become victims of natural disasters. Women, on the other hand, have become advocates for the existence of various government disaster relief efforts. The Regional Government of Padang City actively maximized the position of women as one of the agents who became a support and fixed the post-natural disaster situation, according to a descriptive qualitative method and the theory of social feminism. The purpose of this study is to determine the position of women actively as one of the agents who support and improve the situation after natural disasters. Using a descriptive qualitative method with the theory of social feminism, it was found that the Padang City Regional Government has maximized the position of women actively as one of the agents who support and improve the situation after natural disasters. The efforts of the local government are aided by West Sumatra's adoption of local matrilineal values, which place women as the primary party in the concept of kinship life. Women's resilience in disaster mitigation conditions can be increased by actively involving them.
Bundo Kanduang dan Kebijakan Inklusif: Sinergi Pemerintah Daerah dan Tokoh Adat Perempuan dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender Wewen Kusumi Rahayu; Muhammad Nuqlir Bariklana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32820

Abstract

Provinsi Sumatera Barat dikenal sebagai suku Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal, yaitu penarikan garis keturunan dari perempuan (ibu). Sistem matrilineal memberikan posisi penting kepada perempuan khususnya dalam struktur kehidupan beradat dan bermasyarakat. Penggambaran peran perempuan tersebut terlihat dari keberadaan Bundo Kanduang yang secara normatif berperan di dalam menjaga keberlanjutan nilai dan norma adat Minangkabau serta pemberdayaan perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Praktik sosial menunjukkan bahwa masih terjadi diskriminasi gender pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi politik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Bundo Kanduang dalam konsep kebijakan perlindungan perempuan yang inklusif dengan membangun sinergi pemerintah daerah dengan Bundo Kanduang sehingga bisa mewujudkan kesetaraan gender. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan tipe exploratory sequential design diketahui bahwa Provinsi Sumatera Barat mengupayakan kesetaraan gender melalui kebijakan perlindungan perempuan yang inklusif terlihat dari adanya sinergi yang dibangun oleh pemerintah daerah dengan Bundo Kanduang, media massa, praktisi, dan dunia usaha yang dikenal juga dengan konsep Penta helix. Hasil Social Network Analysis (SNA) menunjukkan bahwa sinergi Penta helix yang dibangun oleh pemerintah daerah berjalan sebesar 0,53 dan dinilai cukup kuat.
POLA KEKERASAN DALAM KONFLIK SUMBER DAYA ALAM DI SUMATERA BARAT Dewi Anggraini; Wewen Kusumi Rahayu; Syaifuddin Islami
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1780

Abstract

Natural resource conflicts, especially mining conflicts, are often accompanied by violence committed by the State in collaboration with capital owners. Mining conflicts that lead to violence occur in Indonesia. From KPA data in 2022, there are at least 212 natural resource conflicts in 34 provinces throughout Indonesia with a land area of 1 million hectares. These conflicts involve at least 346,000 affected families. In West Sumatra alone from data released by LBH Padang in 2021, there are around 5,966 hectares of conflict land in several districts, such as West Pasaman, Agam and South Solok. The West Sumatra Civil Society Coalition (KMSS) also recorded that throughout 2018 there were 20 cases of natural resource conflicts on 80,637 hectares of land. Where the forest and land sector contributed the largest number with 8 cases fighting over 49,407 hectares of land, followed by the mining and energy sector with 5 cases with 29,840 hectares of land and finally the conflict of the infrastructure development sector with 7 cases on an area of 1,900 hectares. Two dominant cases that have captured public attention lately are gold mining conflicts in Nagari Simpang Tonang, Pasaman Regency. The conflict occurred between the people of Nagari Simpang Tonang, Duo Koto District, Pasaman Regency and PT. Inexco Jaya Makmur (IJM). Another case of conflict occurred between communities in Salingka Gunung Talang consisting of several nagari in conflict with PT. Hitay Daya Energi in geothermal energy exploration for power plants which also involves the local government of Solok Regency. In both cases, the conflict caused 59 people to experience intimidation and even 54 of them experienced physical violence, some even processed through legal channels