Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Rizal Aziz; Suswati Suswati; Asmah Indrawati
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i2.4713

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluas di Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yang dihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepada kelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkan briket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metoda yang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologi pembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tani jagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkan melalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahan bakar alternatif
PELATIHAN HIDROPONIK UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN URBAN FARMING SISWA SDN 105267 SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Saipul Sihotang; Zulheri Noer; Asmah Indrawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18706

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang budidaya sayuran dengan cara hidroponik, jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik, dan cara menyiapkan media tanam secara hidroponik bagi guru dan pendamping, siswa-siswi SDN 105267 Sei Mencirim serta Bapak/Ibu orang tua siswa dan memberikan pemahaman pentingnya menanam sayuran sebagai kebutuhan keluarga, dan menjaga kesehatan bahan pangan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: 1) Memberikan pengetahuan dan praktek tentang teknik budidaya tanaman hidroponik, jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik, dan cara menyiapkan media tanam secara hidroponik di SDN 105267 Sei Mencirim; 2) Memberikan pemahaman pentingnya menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan sempit dan menjaga kesehatan bahan pangan. Kegiatan pelatihan dengan praktek melalui PPM ini diharapkan bermanfaat bagi mitra dalam : 1) Memberikan keterampilan kepada guru, siswa dan sebagian orang tua siswa untuk memanfaatkan waktu luang dan lahan; 2) Memberikan bekal kepada guru, siswa dan sebagian orang tua siswa berbagi keterampilan pada masyarakat di sekitarnya; 3. Transformasi baru dalam pemanfaatkan lahan sempit dan limbah botol plastik bekas, dalam jangka pendek akan meningkatkan penghasilan dan berkurangnya angka penganguran didesa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah SDN 105267 Sei Mencirim, lokasi Perguruan Tinggi dengan mitra adalah 35 km, adapun yang ikut terlibat dalam kegitan ini adalah dengan kelompok sasaran guru dan pendamping, siswa-siswi dan sebagian orangtua siswa dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang, 3 dari dosen pengabdi dan 2 mahasiswa. Adapun pelaksanaan kegiatan ini melalui ceramah, demonstrasi, dan praktek individu. Hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain, introduksi metode dan teknik instalasi hidroponik, pembenihan dan pemeliharaan sayuran, pengetahuan alat dan bahan, dan cara produksi pupuk organik serta aplikasinya. Program pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan ini mampu meningkatkan wawasan dan kemampuan terkait budidaya sayuran secara hidroponik, dan transformasi baru dalam budidaya sayur dilahan sempit.
IMPLEMENTASI TRANSFER LEARNING UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT PADA DAUN CABAI MENGGUNAKAN CNN Setyadi, Rahmat Arief; Rahman, Sayuti; Manurung, Dionikxon; Hasanah, Mardiatul; Indrawati, Asmah
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 5, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v5i2.4642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit pada daun cabai merah menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan pendekatan transfer learning, khususnya arsitektur ResNet101. Indonesia, sebagai negara agraris, memiliki banyak petani yang mengandalkan tanaman cabai merah sebagai salah satu komoditas utama. Namun, penyakit daun cabai sering kali menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Dalam upaya meningkatkan deteksi dini penyakit, penelitian ini memanfaatkan teknologi deep learning untuk menganalisis citra daun cabai. Dataset yang digunakan terdiri dari citra penyakit daun cabai merah yang telah diaugmentasi, dengan total 2128 gambar yang dibagi menjadi data training sebanyak 1702 citra dan data validasi sebanyak 426 citra. Penelitian ini membandingkan kinerja berbagai arsitektur CNN, termasuk AlexNet, GoogleNet, VGGNet16, dan ResNet50, serta lapisan-lapisan pada arsitektur ResNet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa augmentasi dataset meningkatkan akurasi validasi dari 89.72% menjadi 97.18%. ResNet101 mencapai akurasi validasi tertinggi sebesar 98.12%, menunjukkan efektivitas transfer learning dalam tugas klasifikasi penyakit daun cabai. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode CNN dengan transfer learning, khususnya arsitektur ResNet101, sangat efektif untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan penyakit pada daun cabai merah. Peningkatan kinerja model melalui augmentasi dataset dan pemilihan arsitektur yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, serta mendukung pertanian cerdas di Indonesia
Peningkatan Pendapatan Kelompok Tani Dengan Pemanfaatan Teknologi Hidroponik Berbasis IoT Pada Kelompok Tani Mekar Ayu Desa Sei Mencirim Deli Serdang Noviandri, Dian; Hermawan, Indra; Indrawati, Asmah
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 2 No 1 (2024): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v2i1.111

Abstract

Community Service aims to increase the income of farmer groups by making hydroponics based IoT, the Mekar Ayu Farmers Group in Sei Mencirim Village has so far relied on horticultural farming by using agricultural land that is very dependent on nature and controlling hama by spraying anti-pests which results in the harvest being contaminated with these anti-pest substances. Farming groups have not utilized the empty land around the group members' housing which can be used to create various businesses that can increase their members' income, such as training in hydroponics, sowing water spinach and bok choi seeds. The problem is that there is no hydroponics yet, even though the land for laying hydroponics is mostly in the homes of members of farmer groups. So far, farmer groups have relied on agricultural land and knowledge of sowing seeds. IoT-based hydroponic production training solutions and seeding and pest control training until harvest arrives.
IMPLEMENTASI PLTS SISTEM OFF GRID SEBAGAI WUJUD MEDIA PEMBELAJARAN EFEKTIF PADA SISWA SMK CITRA HARAPAN KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Moranain Mungkin; Habib Satria; Asmah Indrawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20994

Abstract

Abstrak: Dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai renewable energy, SMK Citra Harapan di Kecamatan Percut Sei Tuan telah menjalankan program pengabdian. Fokusnya adalah memberikan edukasi langsung kepada siswa tentang renewable energy, terutama melalui pengenalan komponen dan instalasi PLTS sistem Off Grid. SMK Citra Harapan mengakui bahwa informasi elektronik belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan ilmu yang disampaikan kepada siswa. Oleh karena itu, Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui penggunaan modul trainer PLTS sistem Off Grid sebagai alat bantu media pembelajaran efektif. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa secara langsung. Metode yang digunakan melibatkan 20 siswa SMK Citra Harapan dengan menggunakan modul trainer PLTS sistem Off Grid. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, dilakukan angket dalam bentuk post-test. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil dengan baik, terlihat dari persentase siswa yang menyatakan setuju sebanyak 75%, cukup setuju 25%, dan tidak ada yang menyatakan kurang setuju atau sangat tidak setuju. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap renewable energy setelah mengikuti program ini.Abstract: In an effort to enhance students' understanding of renewable energy, SMK Citra Harapan in Percut Sei Tuan Subdistrict has implemented a community service program. The focus is on providing direct education to students about renewable energy, particularly through the introduction of components and installation of Off-Grid PV systems. SMK Citra Harapan acknowledges that electronic information alone may not fully implement the knowledge conveyed to students. Therefore, this Community Partnership Program aims to provide education through the use of Off-Grid PV system trainer modules as an effective learning aid. This is expected to improve students' understanding directly. The method involves the participation of 20 students from SMK Citra Harapan using Off-Grid PV system trainer modules. To measure the success of the activity, a post-test questionnaire was conducted. The results show that this community service activity was successful, as indicated by the percentage of students who agreed being 75%, somewhat agreed 25%, with no one expressing disagreement or strong disagreement. This demonstrates a significant improvement in students' understanding of renewable energy after participating in this program.  
Penerapan Smart Farming Sebagai Upaya Modernisasi Pertanian Cabai Rahman, Sayuti; Indrawati, Asmah; Sembiring, Arnes; Hartono, Hartono; Zuhanda, Muhammad Khahfi; Ongko, Erianto
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2024): EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/prioritas.v6i02.1050

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering terganggu oleh berbagai penyakit daun yang disebabkan oleh hama, seperti bercak daun, layu fusarium, embun tepung, dan virus kuning. Penyakit-penyakit ini tidak hanya memengaruhi kualitas hasil panen, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan mengimplementasikan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi penyakit daun cabai secara cepat dan akurat. Metode yang digunakan melibatkan observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Lubuk Cuik, Batu Bara, Sumatera Utara. Data berupa gambar daun cabai yang terinfeksi dikumpulkan dan digunakan untuk melatih model CNN. Model yang dikembangkan, efficientChiliNet, mampu mengklasifikasikan penyakit daun cabai dengan akurasi pelatihan 99,8% dan akurasi validasi 96,5%. Aplikasi berbasis web dan desktop kemudian dibuat untuk mempermudah petani dalam mendiagnosis penyakit daun cabai secara mandiri. Aplikasi ini juga disosialisasikan kepada petani melalui pelatihan untuk memastikan implementasi teknologi yang optimal. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis CNN mampu memberikan solusi efektif dalam mengidentifikasi penyakit daun cabai dan membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian. Rekomendasi selanjutnya adalah pengembangan fitur tambahan dalam aplikasi untuk memberikan panduan penanganan hama dan integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lingkungan secara real-time. Dengan pendekatan ini, diharapkan terciptanya modernisasi pertanian berbasis smart farming yang berkelanjutan.
POLIKULTUR BERBASIS KARET UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL Noer, Zoelherly; Indrawati, Asmah; Siregar, Tumpal HS; Junaidi, Junaidi
Warta Perkaretan Vol. 43 No. 2 (2024): Volume 43, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v43i2.984

Abstract

Ketahanan pangan merupakan masalah yang krusial bagi Indonesia. Perkebunan karet sangat potensial dikembangkan untuk produksi pangan dengan pendekatan polikultur. Namun demikian, adopsi pola ini masih terbatas dan belum berkelanjutan. Hasil-hasil penelitian menunjukkan produktivitas dan kelayakan ekonomi tanaman sela cukup menjanjikan. Produktivitas tanaman pangan utama yaitu padi, jagung dan kedelai pada pola polikultur rata-rata mencapai masing-masing 1,2 ton/ha, 3,0 ton/ha, dan 0,8 ton/ha dengan rasio pendapatan dan biaya (R/C ratio) berkisar antara 1,17 – 2,85. Sistem ini berpotensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, namun dalam pelaksanaannya masih dijumpai beberapa kendala, di antaranya biaya pemeliharaan dan resiko gagal panen tinggi, ketidakpastian pasar dan keterbatasan modal. Untuk mewujudkannya sistem polikultur berbasis karet yang berkelanjutan diperlukan penyesuaian kultur teknis dan melibatkan pengolahan pasca panen dan komunitas masyarakat sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang tinggi
Pengaruh Lama Pemanasan terhadap Perkecambahan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jaqc.) Habibi, Khusnan; Indrawati, Asmah
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v7i2.6014

Abstract

This article aims to analyze the effect of heating duration on the germination of oil palm seeds (Elaeis guineensis Jacq.) to determine the most effective heating period for improving seed viability. The problem is focused on the impact of different heating durations on germination rate and seed viability. To approach this issue, theories on germination physiology and seed dormancy breaking were used. Data were collected through an experimental method using a completely randomized design (CRD) with four heating duration treatments: 3, 5, 7, and 9 weeks, each with five replications. The results showed that the heating treatment significantly affected germination percentage, with a 5-week heating period producing the highest germination rate. This study concludes that heating within a specific duration can accelerate germination while maintaining optimal seed viability.
Tinjauan Literatur: Pemakaian Pupuk Kompos Limbah Sayur Kubis (Brasica oleracea var) Terhadap Tanaman Jagung (Zae mays L) Antahar, Diva; Indrawati, Asmah
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v7i1.5996

Abstract

Corn (Zea mays L.) is the second strategic food commodity after rice in Indonesia, used as a source of food, animal feed, and industrial raw materials. However, corn production faces the challenge of declining soil fertility due to the excessive use of inorganic fertilizers. A potential alternative is the use of organic fertilizers based on vegetable waste, such as cabbage waste (Brassica oleracea), which is rich in nutrients and beneficial microbes. This study is a literature review that analyzes 20 scientific articles published in 2010–2023 that discuss the nutrient content of cabbage waste, the composting process, and its effectiveness on corn growth. The analysis was carried out narratively and thematically, on data obtained from national and international journals. The results of the study showed that cabbage waste compost, especially those fermented with EM4, contains important elements such as sulfur, calcium, and microbes such as Lactobacillus sp. and Saccharomyces sp., which are able to improve soil structure and increase crop yields. This literature provides a scientific basis for further research and offers sustainable agronomic solutions for farmers through the use of local organic waste.
THE GROWTH OF SIX RICE VARIETIES BETWEEN THREE YEARS AGE HEVEA Tumpal HS Siregar; Sumihar Hutapea; Retna Astuti; Asmah Indrawati; Fachru Yuzairi; Ilham Hidayat
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 3 No. 3 (2023): June
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v3i3.1068

Abstract

This study aims to achieve two main things simultaneously, namely formulating an intercropping cultivation technique so as to increase the income of Hevea farmers and contribute hevea plantations to independent food supply. The method used in this research is a field research design. Planting Hevea with 1 clone, namely PB 260, combined with 6 rice varieties, namely Impago 7.Rindang I, Rindang 2, Sibundong, Hamparan Perak and MSP 17. with 3 replications. Each variety was planted in 1 x 1m plots, in 3 year old Hevea plantations. The goal to be achieved in this research is to obtain a technology package based on Hevea cultivation to optimize growth and indicate varieties that are resistant to shade. in the long run, this research encourages the importance of finding shade tolerant varieties. On the other hand, the development of this research plot will encourage other intercropping studies, namely Hevea with coffee and cocoa plantations so that in the long term it is profitable for Hevea farmers and adds value to the concept of agricultural agroecology. From a growth perspective, the varieties Rindang 1 and 2 and Hamparan Perak have the potential to be cultivated on Hevea TBMs aged 3 years.