Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA SEBAGAI ALTERNATIVE SOLUSI MENGATASI LEARNING LOSS SISWA SMPN NUNUFAFI Stanislaus Amsikan; Selestina Nahak; Ferdinandus Mone
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2021): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.892 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i4.3043

Abstract

Wabah Covid-19 yang melanda dunia menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem pelaksanaan pendidikan khusuna proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga model, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran tidak berjalan optmal. Akibat dari dampak tersebut maka terjadinya penurunan minat belajar matematika (learning loss) siswa SMPN Nunufafi.  Pengabdian ini bertujuan untuk membantu pihak sekolah dalam melakukan analisis kemampuan siswa selama pembelajaran daring guna mencarikan solusi dari learning loss yang dialami oleh siswa. Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode diagnostic test berdasarkan taksonomi SOLO untuk mengetahui pemahaman siswa, saat melaksanakan kegiatan Belajar dari Rumah. Hasil analisis kemampuan siswa menunjukkan bahwa  persentase kemampuan siswa pada level prastruktural sebesar 64,70%, level unistruktural sebesar 17,64%, level multistruktural sebesar 11,8% , relasional sebesar 5,9%, extended abstract sebesar 0%.Kata kunci : Kemampuan Siswa, Learning Loss, Taksonomi Solo
Edupreneur: Mengubah Paradigma Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Matematika Stanislaus Amsikan; Selestina Nahak
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Edupreneur activities or entrepreneurship education for students aims to: 1) Changing the paradigm, the mindset of students about entrepreneurship so that they have the skills, knowledge and attitude of entrepreneurship after completing their studies. 2). Helping students to analyze environmental-based entrepreneurial opportunities. The method used in this activity is an environmental-based business analysis activity. The service will be held on October 4, 2022. It will consist of two sessions. Session I, Motivation and introduction to the concept of entrepreneurship, and Session II of group assistance in making environmental-based business analysis. Session I aims to provide understanding and motivation for participants so they can change their mindset about entrepreneurship. And in session II it aims to train and assist participants to be actively involved in making business analysis based on real conditions, needs and opportunities in the environment. After the second session ended and based on the discussion the dedication team concluded 1). Students' understanding and knowledge about entrepreneurship can foster an entrepreneurial spirit 2). Students are able to analyze opportunities and environment-based businesses where students are able to identify potential and types of businesses that can be developed or can be implemented based on environmental conditions 3) Teamwork in groups can foster creativity and innovation based on opportunities and risks, especially in entrepreneurship. Keywords: Eduprenenur1, Enterpreneurship2
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Penyajian Data Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Wederok Maria Eviana Telik Nahak; Selestina Nahak; Ferdinandus Mone
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.8.2.2023.105-118

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesulitan dan penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal penyajian data. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 orang siswa kelas VII B SMP Negeri Wederok yang mengalami kesulitan rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami siswa yaitu: 1) kesulitan dalam memahami konsep sebesar 50% yang dapat dilihat dari kesulitan siswa menyajikan kembalidata ke dalam bentuk diagram batang, 2) kesulitan dalam menerapkan prinsip sebesar 60% yang dapat dilihat dari kesulitan siswa dalam menerapkan prinsip pada penjumlahan siswa salah dalam perhitungan, 3) kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal sebesar 75%, yang dapat dilihat dari kesulitan membuat model matematika sehingga siswa tidak bisa menyelesaikan soal. Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan yang paling banyak berasal dari faktor internal diantaranya: 1) kemampuan mengingat rendah, 2) kebiasaan belajar yang rendah, 3) jarang mengulang materi yang disampaikan guru, 4) cara belajar yang kurang baik, 5) kurang perhatian saat pembelajaran dan minat belajar rendah dan 6) kurang terampil dalam perhitungan.
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU-GURU MATEMATIKA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Cecilia Novianti Salsinha; Chatarina Enny Murwaningtyas; Marcellinus Andhy Rudhito; Hongki Julie; Amsikan Stanislaus; Selestina Nahak; Hendrika Bete
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.204-214

Abstract

Peluncuran Kurikulum Merdeka di Indonesia telah menandai perubahan penting dalam sektor pendidikan, khususnya bagi para guru matematika di Kabupaten Timor Tengah Utara. Tantangan baru dan peluang untuk pengembangan profesional ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam tentang kurikulum dan adaptasi metode pengajaran yang sesuai. Untuk mendukung transisi ini, sebuah program pelatihan khusus telah dirancang, bertujuan untuk memperdalam pemahaman guru tentang berbagai aspek Kurikulum Merdeka dan meningkatkan keterampilan praktis mereka dalam penerapannya. Melalui diskusi interaktif dan tugas-tugas kreatif, fokus pelatihan diberikan pada pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul pembelajaran yang inovatif, mendorong pendekatan pengajaran yang lebih efektif dan kreatif. Hasilnya, terlihat peningkatan signifikan dalam kemampuan guru untuk menerapkan strategi dan metode yang diajarkan, menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik. Kemajuan ini tidak hanya memperkuat keterampilan pedagogis guru tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa, memberikan dampak positif pada pengajaran matematika secara umum.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Materi Peluang Berbasis Realistic Mathematic Education Kenjam, Juventianus; Nahak, Selestina; Simarmata, Justin Eduardo
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9 No 1 (2024): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.9.1.2024.413-426

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengembangan bahan ajar Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Realistic Mathematic Education (RME) dan rendahnya kemampuan ekspresif matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Realistic Mathematic Education (RME) untuk meningkatkan kemampuan ekspresif matematis peserta didik dengan memperhatikan validitas, kepraktisan, dan keefektifannya sebagai materi peluang. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau researchand development (R&D) dengan menggunakan metodologi ADDIE. Populasi target penelitian ini adalah 15 peserta didik kelas VIII di SMP Kristen Kefamenanu. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli, lembar angket respon peserta didik,dan soal pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas LKPD memenuhi kriteria kevalidan, dengan nilai rata-rata 86,6% dengan kategori sangat valid. Hasil angket praktikabilitas menunjukkan skor rata-rata 97,5% dengan kategori sangat praktis. Sedangkan hasil belajar pada aspek keefektifan memenuhi kriteria “efektif” dengan persentase ketuntasan belajar rata-rata ketuntasan individual pre test sebesar 45,33 yang meningkat pada post test sebesar 82,67 dengan kategori sangat baik dan ketuntasan secara klasikal pre test yakni 45,33 yang meningkat pada post test sebesar 86,67 dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKPD memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran.
Analysis of the Mathematical Reasoning Ability of High School Students in Solving Trigonometric Problems Oemanas, Hildegardis Kono Oemanas; Nahak, Selestina; Mone, Ferdinandus; Rodríguez-Nieto, Camilo Andrés
Indonesian Educational Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Teaching and Learning at the Educational Unit Level.
Publisher : CV. Samuel Manurung and Co

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/ierj.v2i2.43

Abstract

Reasoning is needed by students to solve trigonometry problems that are considered difficult to solve. So, the researcher conducted a study to determine students' mathematical reasoning skills in solving trigonometric problems. This type of research is descriptive research with qualitative methods. The subjects of this study were 3 students of class XII in one of the senior high schools in North Central Timor district. Data collection techniques were test questions and interviews. From the results of the study, it was concluded that high category mathematical reasoning ability was able to fulfill 4 reasoning indicators, medium category mathematical reasoning ability was able to fulfill 2 reasoning indicators, while low category reasoning ability only fulfilled 1 reasoning ability indicator.
Hubungan Konsep Ruang Ume Kbubu Desa Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Konsep Geometri Amsikan, Stanislaus; Nahak, Selestina
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2017: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.841 KB)

Abstract

Masyarakat Desa Kaenbaun memiliki rumah adat yang disebut ume kbubu. Ume kbubu adalah bangunan rumah adat berbentuk bulat dengan atap terbuat dari alang-alang yang hampir menyentuh tanah. Ume kbubu yang ada di Desa Kaenbaun terdiri dari empat jenis yaitu ume kbubu dapur keluarga, ume kbubu anak laki-laki pertama, ume kbubu orang tua, dan ume kbubu induk suku. Dalam peneltian ini hanya meninjau ume kbubu induk suku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan konsep ruang ume kbubu dengan konsep geometri pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ruang ume kbubu memiliki hubungan dengan pembelajaran konsep geometri dasar yang dipelajari di sekolah dasar dan sekolah menengah, seperti pengenalan bentuk bangun datar dan bangun ruang, yaitu lingkaran, kerucut, dan selinder atau tabung.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII SMPN Neonbat Dalam Menyelesaikan Soal Tipe HOT Salsinha, Cecilia Novianti; Bete, Elviana; Nahak, Selestina
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jipm.v9i2.7411

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan penting dalam matematika. Namun berdasrkan hasil observasi peneliti, masih banyak siswa yang tidak mampu memecahkan masalah matematis. Siswa tidak terbiasa dalam menyelesaikan soal non rutin sementara soal tipe HOT membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Kelas VII SMPN Neonbat saat menyelesaikan soal HOT. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan metode kualitatif dan menggunakan data primer. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penalaran. Penelitian ini dilakukan di SMPN Neonbat pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 dengan 21 siswa kelas VII A sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi mampu mencapai semua indikator pemecahan masalah matematika yaitu: memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan dan menarik kesimpulan. Seorang siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis sedang dapat menyelesaikan masalah pada tingkat pemahaman dan perencanaan masalah. Sementara itu, siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah hanya dapat menyelesaikan masalah pada tingkat pemahaman masalah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGKONSTRUKSI BUKTI MATERI LIMIT FUNGSI Ferdinandus Mone; Justin Eduardo Simarmata; Selestina Nahak
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i1.10990

Abstract

Definisi limit fungsi menggunakan  dan  yang bersifat abstrak sangat sulit dipahami oleh mahasiswa yang baru pertama kali berusaha untuk memahaminya. Definisi ini dipakai dalam pembuktian limit untuk menghilangkan bias subjektifitas dari definisi limit secara intuitif. Kesulitan memahami konsep yang tepat mengenai limit berdampak pada rendahnya kemampuan mahasiswa mengkonstruksi bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis GeoGebra pada materi limit fungsi yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun pembuktian. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi.  Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2023-2024 dengan partisipan mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Universitas Timor yang mengikuti mata kuliah Kalkulus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, serta tes untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menyusun pembuktian pada materi limit fungsi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan telah terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengonstruksi bukti pada materi limit fungsi. Media pembelajaran berbasis GeoGebra ini siap untuk diterapkan dalam proses pembelajaran Kalkulus dan Analisis Real.
Ability to Construct Geogebra-Assisted Proofs in View of Gender Differences Mone, Ferdinandus; Simarmata, Justin Eduardo; Nahak, Selestina
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v12i1.83952

Abstract

The ability of Mathematics Education students at Unimor to prove mathematical statements is relatively low. The ability to construct proofs in learning the concept of function limits is very important for advanced calculus material. The purpose of this study is to analyze the ability of male and female students in constructing proofs after being taught using GeoGebra as a learning medium. The research findings show that female students have superior proof construction abilities compared to male students. Female students excel in organizing facts, manipulating facts, and sequencing proof steps.