Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP DENGAN PERILAKU ETIK PERAWAT DAN SEJAWAT DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Winda Frisha Permana Putri; Siti Munawaroh; Sugeng Mashudi
Health Sciences Journal Vol 7, No 2 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i2.2331

Abstract

Perawat membutuhkan kompetensi profesional dan kerangka kerja yang disediakan oleh kode etik sebagai standar pelayanan dan penilaian yang benar selama bekerja dengan sejawat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dengan perilaku etik perawat dan sejawat di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Desain penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 154 perawat dengan besar sampel sebanyak 61 responden yang di ambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan analisis chi-square α (0,05). Hasil penelitian dari 61 responden di ketahui bahwa 31 responden (50,8%) memiliki sikap negatif terhadap kode etik keperawatan, dan 34 responden (55,7%) memiliki perilaku etik positif terhadap teman sejawat. Hasil uji statistik didapatkan p value (0,000) (0,05), yang berarti H1 diterima yaitu hubungan sikap dengan perilaku etik perawat dan sejawat di RSU Muhammadiyah Ponorgo. Penelitian ini menujukkan sikap perawat dalam kategori negatif dan perilaku etik perawat dan sejawat dalam kategori positif. Oleh karena itu, diharapkan institusi pendidikan lebih memperhatikan pengajaran etika keperawatan dan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan pentingnya kode etik keperawatan khususnya pada kode etik perawat dan sejawat
Self Esteem Dan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Dr. Harjono Ponorogo Laily Isro'in; Siti Munawaroh; Dila Restiani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.15295

Abstract

To determine the relationship between self-esteem and adherence to fluid restriction in patients undergoing hemodialysis at Dr. Hospital. Harjono PonorogoThis research article is a quantitative study using a correlational design with a cross-sectional approach. The population in this study were all patients undergoing hemodialysis at RSUD Dr. Harjono Ponorogo as many as 165 respondents. The sampling technique using purposive sampling obtained a sample of 104 respondents. Data collection using the Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) questionnaire and the fluid restriction compliance questionnaire from Senny Nur Wulan (2016). The data was then subjected to univariate and bivariate analysis, as well as statistical tests such as the Chi-Square test. The results of this study indicate that out of 104 respondents at RSUD Dr. Harjono obtained the results that most of the 63 respondents (60.6%) had a high level of self-esteem and most of the 54 respondents (51.9%) did not comply with fluid restrictions. The results of statistical tests using the Chi-Square test obtained p value = 0.003 < (0.05) meaning that there is a relationship between self-esteem and compliance with fluid restrictions in patients undergoing hemodialysis at Dr. Hospital. Harjono Ponorogo.There is a relationship between self-esteem and compliance with fluid restrictions in patients undergoing hemodialysis at RSUD Dr. Harjono Ponorogo 
Hubungan Self Awareness dengan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa S1 Keperawatan Siti Munawaroh; Sri Susanti; Yayuk Dwirahayu
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective:  Interpersonal communication is very important for nurse students.  to do by doing self-awareness beforehand so they can understand other people and not cause misunderstandings and hinder further interpersonal relationships. Before communicating, students should carry out self-awareness first so they can understand other people, not misunderstand and hinder further interpersonal relationships. The ability to self awareness determines the success of interpersonal communication because someone who is sensitive to himself and his emotions will have high sensitivity when communicating. This study aims to determine the relationship between students' ability to do self-awareness with interpersonal communication. Methods: This research is a descriptive correlation research with a cross sectional research design. Samples were taken by simple random sampling of 46 respondents in semester 4 students of Bachelor of Nursing Study Program. The analysis test used the chi square test and a significance level of 5%. Results: Respondents who were not good at self awareness were 20 respondents (43.5%). Respondents who were not good at interpersonal communication were the same as the number of respondents who were good at interpersonal communication, namely 23 respondents (50%) each. The results of the chi-square test obtained a p value of 0.015, which means that Ho was rejected. Conclusion:  There is a relationship between self awareness and interpersonal communication in undergraduate nursing students. It is hoped that the institution will develop a curriculum on communication because communication is very important for the success of nursing care in hospitals
Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah Ponorogo melalui Pelatihan Pengembangan Media FlashcardMU Berbasis Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan Nuraini Nuraini; Lilis Sumaryanti; Happy Susanto; Siti Munawaroh; Ayunda Septiana
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.557

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SD/MI Muhammadiyah Ponorogo dalam pengembangan media pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Dalam upaya ini, pelatihan pembuatan dan penggunaan media flashcardMu dilakukan untuk membantu guru dalam merancang media yang lebih interaktif dan menyenangkan. Keterlibatan aktif guru pada setiap tahapan kegiatan menghasilkan luaran berupa peningkatan ketrampilan dalam merancang media pembelajaran interaktif yang selaras dengan kurikulum serta nilai-nilai islam. Pelatihan ini mengadopsi pendekatan Partisipatory Action Research (PAR), yang melibatkan guru secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan flashcardMu mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, dinamis dan menyenangkan. Secara berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya pembelajaran berbasis Al- Islam Kemuhammadiyahan serta menjadi praktik baik dalam pengembangan mediapembelajaran yang inovatif untuk mewujudkan Pendidikan yang berkarakter dan berkemajuan
Guided Multimodal Expressive Writing for Religious Character Development in Elementary Students Lilis Sumaryanti; Happy Susanto; Siti Munawaroh; Nuraini; Muhammad Iqwanul Mustachim
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i1.2494

Abstract

The development of religious character among elementary school students continues to face implementation challenges, as school literacy programs tend to emphasise cognitive aspects while insufficiently integrating reflective processes. This study aimed to examine the effectiveness of guided multimodal expressive writing in strengthening students’ religious character and to explain the underlying mechanisms of value internalisation. This study employed a mixed methods approach using a sequential explanatory design. The quantitative component used a pre-experimental one-group pretest–posttest design, involving 30 first-grade students from a Muhammadiyah elementary school selected through purposive sampling. The instruments included a religious character observation checklist, a multimodal work analysis rubric, and anecdotal records. Quantitative data were analysed using the Wilcoxon signed-rank test, while qualitative data were analysed through thematic analysis. The results showed significant improvements across all dimensions of religious character (p < 0.001), with large effect sizes (r = 0.75–0.87), particularly in religious awareness and social care. Qualitative findings indicated that these improvements were associated with the development of reflective processing, which enabled students to construct meaning from their experiences. This study contributes a structured model of guided multimodal expressive writing that integrates multimodal expression and reflective scaffolding to support value internalisation among early-grade students. These findings suggest that expressive writing can function as a pedagogical strategy within literacy programs to support the development of students’ religious character.
Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Dukuh Sedayu Dewi Arti Muhnia Santi; Intan Siti Nurhajah; Rivo Arkaan Sayyidina; Ayunda Mahrantikaputri; Diyah Pramuda Wardani; Siti Munawaroh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2026)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/qdyf4j15

Abstract

Dukuh sedayu merupakan salah satu dusun di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, yang berada pada Kawasan hulu Telaga Ngebel Dan menjadikan peternakan sapi sebagai mata pencarian sampingan warga di samping usaha pertanian. Kotoran sapi yang dihasilkan selama ini belum dikelola dengan baik dan Sebagian besar dibuang langsung ke lahan terbuka atau saluran air, sehingga dapat berpotensi mencemari badan air yang bermuara ke Telaga Ngebel serta menimbukan bau dan kerusakan unsuh hara pada tanah. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik cair (POC) yang sederhana dan cepet sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah ternak bagi warga. Metode pelaksaan terdri dari tahap persiapan, dan tahap pelatihan pembuatan POC menggunakan kotoran sapi segar, air bersih, EM4, dan molase yang difermentasi secara anaerob selama satu sampai dua minggu, serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami dan mempraktikkan POC secara mandiri. Prodok POC yang dihasilkan Mengalami perubahan warna menjadi coklat kehitaman, tidak berbau busuk menyengat, dan sudah dapat di aplikasikan setelah 14 hari fermentasi, lebih singkat dibandingkan pupuk oarganik padat konvensional yang umumnya memerlukan lebih dari tiga minggu. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya pengelolaan limbah ternak untuk menjaga kualitas air di kawasan tangkapan Telaga Ngebel. Disimpulkan bahwa pengolahan kotoran sapi menjadi POC berbahan sederhana dengan waktu fermentasi singkat merupakan solusi aplikatif untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus pelestarian lingkungan kawasan wisata telaga.