Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN NMES DAN ISOMETRIC QUADRICEPS TERHADAP AKTIFITAS FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT SILOAM SURABAYA: The Effect of NMES and Isometric Quadriceps Administration on Functional Activities of Patients with Knee Osteoarthritis at Siloam Hospital Surabaya Deo Fau, Yohanes; Putri Kasimbara, Rachma; Pelohy, Riko Ronaldo Patti; Hadi Endaryanto, Agung
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1866

Abstract

Pendahuluan: Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif sendi yang ditandai dengan kerusakan kartilago. Persendian lutut merupakan persendian yang paling sering terjadinya osteoarthritis. Osteoarhtirits lutut merupakan penyakit peradangan yang menyerang sendi lutut, hal ini diakibatkan karena pertumbuhan usia dan terjadinya gesekan antar tulang rawan yang mengakibatkan permukaan sendi semakin menipis. Permasalahan yang sering timbul pada penderita osteoartritis lutut yaitu terdapat nyeri lutut, kekakuan sendi, kelemahan pada otot sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya aktifitas fungsional pada penderita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian NMES dan isometric quadriceps terhadap aktifitas fungsional pada penderita osteoarthritis lutut. NMES adalah stimulasi listrik kejut yang berfungsi untuk merangsang otot untuk kontraksi, sedangkan isometric quadriceps merupakan latihan penguatan otot quadriceps tanpa melibatkan gerakan sendi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental one group pretest and posttest dengan 20 partisipan pasien dengan diagnosa osteoarthritis lutut yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, Instrument penelitian menggunakan WOMAC index. Hasil: Terdapat perubahan nilai rata-rata WOMAC index sebelum dan setelah perlakuan, sebelum = 47,90 setelah = 40.40. Hasil uji statistik menggunakan paired T-Test signifikan p<0.000. Kesimpulan:Pemberian NMES dan isometric quadriceps exercise berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis lutut
PERBEDAAN PENGARUH ZIG-ZAG RUN EXERCISE DENGAN SKIPPING ROPE EXERCISE TERHADAP TINGKAT KELINCAHAN: Differences in the Effect of Zig-Zag Run Exercise and Skipping Rope Exercise on Agility Level Putri, Atiatul Maulana Azmi; Deo Fau, Yohanes; Fariz, Achmad; Endaryanto, Agung Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1874

Abstract

Pendahuluan: Untuk mendukung performa dalam bermain futsal dibutuhkan kelincahan yang tinggi, kelincahan adalah kemampuan seluruh tubuh untuk bergerak cepat dengan perubahan kecepatan ataupun arah sebagai respon terhadap stimulus. Beberapa latihan yang dapat meningkatkan kelincahan diantaranya yaitu zig-zag run exercise dan skipping rope exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zig-zag run exercise dengan skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan. Metode: desain penelitian ini adalah quasy eksperimental pretest-posttest design with control group, kelompok 1 diberikan latihan zig-zag run, dan kelompok 2 diberikan latihan skipping rope exercise. Populasi penelitian ini 30 responden dengan 15 responden diberikan perlakukan 1, dan 15 responden diberikan perlakuan 2. Penelitian dilakukan di Asosiasi Futsal Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juni-Agustus 2023. Tingkat kelincahan responden di ukur dengan Illinois Agility Run Test sebelum dan sesudah diberikan latihan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Menggunakan uji hipotesis T-Test dengan hasil nilai median pada kelompok zig-zag run exercise; nilai pre 17,66; nilai post 16,41; dan nilai p 0,000. Hasil nilai median pada kelompok skipping rope exercise; nilai pre 17,88; nilai post 17,19; nilai p 0,000. Hasil perbandingan nilai zig-zag run dan skipping rope menggunakan uji hipotesis mann-withney test; nilai mean rank zig-zag run 10,20; nilai mean rank skipping rope 20,80; nilai p 0,001. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna dalam pemberian zig-zag run exercise terhadap tingkat kelincahan. Terdapat pengaruh yang bermakna dalam pemberian skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan. Ada perbedaan pengaruh yang bermakna dalam pemberian zig-zag run exercise dengan skipping rope exercise terhadap tingkat kelincahan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NORDIC HAMSTRING EXERCISE DAN STATIC STRETCHING TERHADAP KECEPATAN BERLARI PADA REMAJA DI CLUB FUTSAL SMPN 1 SUKODONO SIDOARJO.: Comparison of Giving Nordic Hamstring Exercise and Static Stretching to Running Speed in Adolescents at Futsal Club SMPN 1 Sukodono Sidoarjo. Putri, Lidya Shafika; Fau , Yohanes Deo; Kasimbara , Rachma Putri; Endaryanto, Agung Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1897

Abstract

Pendahuluan: Kecepatan adalah kemampuan untuk menyelesaikan tindakan yang sama terus menerus dalam waktu sesingkat mungkin atau kemampuan untuk menyelesaikan jarak dalam waktu singkat Pemain futsal yang mengeluhkan kurangnya kecepatan baik disaat sprint atau disaat menggiring bola dan kesempatan untuk mendapatkan gol menjadi hilang, Untuk meningkatkan kekuatan otot hamstring dan kecepatan berlari secara optimal, maka dibutuhkan suatu terapi Latihan yaitu Nordic Hamstring Exercise dan Static Stretching. Tujuan: Membandingkan pemberian Nordic Hamstring Exercise dan Static Stretching terhadap kecepatan berlari pada remaja di Club Futsal SMPN 1 Sukodono Sidoarjo.  Metode : Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan two group pre test and post test design, yaitu membandingkan dua kelompok perlakuan. Jumlah responden dalam penelitian berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik berupa purposive sampling yang kemudian dibagi ke dalam dua kelompok berbeda. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu parameter test. Uji analisa data akhir menggunakan Uji Saphiro Wilk dan Levene’s Test  dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 23. Hasil: Hasil analisa data menunjukkan hasil sig.(2-field) atau p=0,001 < 0,05 maka Ho ditolak. Kesimpulan: Nordic Hamstring Exercise lebih efektif daripada Static Stretching dalam meningkatkan kecepatan berlari pada remaja pemain futsal pada remaja di Club Futsal. Saran: Memberikan penjelasan terhadap pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh serta menjaga fleksibilitas dan stabilitas anggota gerak bawah dalam kaitannya dengan  peforma bermain futsal
EFEKTIFITAS CORE STABILITY TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL PADA KASUS LOW BACK PAIN DI KLINIK PUPUK KUJANG CIKAMPEK Rahmadi, Redi; Pradita, Angria; Hadi Endaryanto, Agung; Deo Fau, Yohanes
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1206

Abstract

Low back pain adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidak seimbangan otot-otot punggung. Penderita low back pain ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus serta penurunan fleksibilitas otot lumbal. Cara menyelesaikan problematika pada kondisi ini dapat menggunakan modalitas fisioterapi salah satunya adalah latihan core stability, Latihan core stability bertujuan untuk mengaktivasi otot trunk (core), diafragma dan dasar panggul untuk dapat menjaga kestabilan posisi dari tulang belakang, efek dari latihan ini untuk memperkuat aktivitas dynamic muscular corset, Koordinasi kontraksi otot memberikan stabilitas lumbal, serta akan menimbulkan peningkatan fleksibilitas, hal ini terjadi karena pada saat otot berkontraksi, maka terjadi penguluran (stretch) pada otot–otot antagonisnya atau otot berlawanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian Latihan core stability terhadap fleksibilitas otot lumbal pada kasus low back pain. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain 0ne-group pretest posttest design, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah Latihan core stability sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran fleksibilitas otot lumbal pada penderita low back pain menggunakan Modified Sit and Reach. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rata-rata fleksibilitas otot lumbal sebelum diberikan intervensi 15,25 dan setelah diberikan intervensi 27,20. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Latihan Core stability berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas otot lumbal pada penderita kasus low back pain.
CORE STABILITY EXERCISE DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT LUMBAL Aniswati, Aniswati -; Efendi, Arief; Pradita, Angria; Fau, Yohanes Deo
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.7117

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui apakah pemberian core stability exercise dan william flexion exercise efektif untuk meningkatkan fleksibilitas otot lumbal dan apakah ada perbedaan efektifitas diantara kedua perlakuan tersebut.
EFEK DYNAMIC STRETCHING PADA NYERI DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS OTOT QUADRICEPS PEMAIN FUTSAL REKREASIONAL tubagus, rama anugrah; Fau, Yohanes Deo; Fariz, Achmad; Pradita, Angria
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2414

Abstract

Nyeri otot akibat olahraga yang berlebihan, dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), umum terjadi pada individu yang melakukan aktivitas fisik intensif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efek dynamic stretching terhadap intensitas nyeri DOMS pada otot quadriceps pemain futsal rekreasional di STIKes RS Dustira Cimahi. Penelitian dilaksanakan pada bulan [bulan penelitian] dengan melibatkan 20 pemain futsal berusia 19-23 tahun. Penelitian menggunakan desain time series dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah perlakuan selama empat sesi dalam kurun waktu empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada rata rata skor nyeri dari 3,10 pada pre-test pertama menjadi 1,85 pada post-test keempat (p-value <0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa dynamic stretching efektif dalam menurunkan intensitas nyeri DOMS melalui mekanisme peningkatan aliran darah dan aktivasi neuromuskular. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi atlet dan pelatih dalam mengimplementasikan dynamic stretching sebagai metode pemanasan dan pemulihan untuk mencegah dan mengurangi nyeri otot.
PENGARUH ULTRASOUND DIATHERMY DAN OPEN KINETIC CHAIN EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS GENU Kristiani Hariskawati; Sartoyo Sartoyo; Yohanes Deo Fau; Fransisca Xaveria Hargiani
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 01 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i01.605

Abstract

Introduction: Osteoarthritis is one of the joint disorders that has decreased joint function, resulting in decreased functional ability in daily activities. Physiotherapy treatment to reduce complaints felt by giving ultrasound diathermy and open kinetic chain exercises. The purpose of this study was to determine the effect of ultrasound diathermy and open kinetic chain exercises in improving functional ability in patients with osteoarthritis genu. Methods: This study used pre-experimental methods in a one-group pretest-posttest design. Functional ability was measured using the knee injury and osteoarthritis outcome score (KOOS) scale before and after treatment, namely the administration of diathermic ultrasound and open kinetic chain exercises 2 times a week for 1 month, with a sample of 22 randomly selected respondents. Results: The paired sample t-test hypothesis showed a p-value = 0,000 (0,000<0,05). Conclusion: there is an effect of ultrasound diathermy and open kinetic chain exercise on improving functional ability in patients with osteoarthritis genu. Keywords: functional ability, open kinetic chain exercise, osteoarthritis genu, ultrasound diathermy
EFEKTIFITAS ULTRASOUND DIATHERMY DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DENGAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN OSTEOARTHRITIS GENU : PERBANDINGAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN ULTRASOUND DIATHERMY DENGAN MUSCLE ENERGY DAN TENS TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN OSTEOARTHRITIS GENU marli susanti; Sartoyo Sartoyo; Yohanes Deo Fau; Fransisca Xaveria Hargiani
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 12 Issue 02
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v12i02.610

Abstract

Osteoarthritis is a disease that damages the knee joint due to aging and progressivity It affects two-thirds of humans over 65 years old. The physiotherapy treatment used is a combination of ultrasound and muscle energy technique with transcutaneous electrical nerve stimulation and muscle energy technique The purpose of this study was to determine the difference in the effectiveness of ultrasound diathermy and muscle energy technique with transcutaneous electrical nerve stimulation and muscle energy technique on changes in functional abilities of patients with genu osteoarthritis. The design of this study was quasi-experimental with a pre test post test with a study population consisting of 30 knee pain respondents at rsud dr.iskak tulungagung in july-september 2023, who met the inclusion criteria of 30 respondents with purposive sampling technique. Functional ability of genu osteoarthritis patients was measured by the womac scale before and after physiotherapy treatment, namely; giving ultrasound and muscle energy technique 15 respondents and transcutaneous electrical nerve stimulation and muscle energy technique 15 respondents every 2 times a week for 4 weeks.Using the Wilcoxon hypothesis test with the results of the median value of usd and met; pre value 65; post value 59; and P value 0.001, and median value of tens and met; pre value 61; post value 57; and P value 0.000. Shapiro-wilk comparison test sig value usd and met 0.271 > 0.05 means the data is normally distributed, sig value tens and met 0.802 > 0.05 means the data is normally distributed. Because the data is normally distributed, the statistical test to determine the treatment comparison, using the Independent Sample T Test p / sig value (2-tailed) 0.601> 0.05, conclusion: H0 accepted H1 rejected. So it can be concluded that there is no significant difference between the administration of usd and met with the administration of tens and met on changes in the functional abilities of patients with genu osteoarthritis.
Korelasi Antara Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Kejadian Low Back Pain Myogenic pada Perawat Instalasi Gawat Darurat Dewi Wahyuningrum; Yohanes Deo Fau; Angria Pradita; Achmad Fariz
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1959

Abstract

The complexity of the demands of Emergency Room (IGD) nurses, such as static and dynamic work postures and length of service are believed to be the triggering factors for Low Back Pain (LBP) complaints in nurses. This study aims to investigate the correlation between work posture and tenure with complaints of LBP in Emergency Room nurses. This type of research is observational with a cross-sectional design. The research subjects were 28 emergency room nurses at RSUD Dr. Moh Saleh, Probolinggo selected by total sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Lambda correlation test. The results of the study showed r = 0.000 and p = 1,000 for infusion, r = 0.59 and p = 0.763 for inserting a catheter, r = 0.000, p = 1,000 for heacting, r = 0.000, p = 1,000 for transferring patients, r = 0.000, p = 1,000 to push the bed. It can be concluded that there is no correlation between work posture and working period with the incidence of myogenic low back pain in the Emergency Room Nurses at RSUD. Dr. Moh. Saleh, Probolinggo.Keywords: low back pain; work posture; years of serviceABSTRAK Kompleksitas tuntutan perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) seperti postur kerja statis dan dinamis dan masa kerja diyakini merupakan faktor pencetus keluhan Low Back Pain (LBP) pada perawat. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara postur kerja dan masa kerja dengan keluhan LBP perawat Instalasi Gawat Darurat. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional.  Subyek penelitian adalah 28 perawat IGD di RSUD Dr. Moh Saleh, Probolinggo yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Lambda. Hasil penelitian penelitian menunjukkan r = 0,000 dan p = 1,000 untuk pemasangan infus, r = 0,59 dan p = 0,763 memasang keteter, r = 0,000, p = 1,000 utuk heacting, r = 0,000, p = 1,000 untuk memindahkan pasien, r = 0,000, p = 1,000 untuk mendorong bed. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi antara postur kerja dan masa kerja dengan kejadian low back pain myogenic pada perawat Instalasi Gawat Darurat RSUD. Dr. Moh. Saleh, Probolinggo.Kata kunci: nyeri punggung bawah; postur kerja; masa kerja
KEKUATAN GENGGAM TANGAN, KESEIMBANGAN, DAN RISIKO JATUH SERTA SARKOPENIA PADA LANSIA DI SENIOR LIVING SURABAYA Fau, Yohanes Deo; Abdillah, Najlah; Maharani, Marsa Mukita; Setyo, Hanif
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9712

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa dan kekuatan otot rangka, serta dapat menurunkan kapasitas fungsional lansia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kekuatan otot adalah aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia dengan sarkopenia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di komunitas senior   Senior Living Surabaya. Sebanyak 34 lansia dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kekuatan otot dievaluasi dengan hand held dynamometer, keseimbangan menggunakan Single Leg Balance Test, dan mobilitas menggunakan Timed Up and Go (TUG) test. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan genggam tangan dan risiko sarkopenia (p = 0,000), serta antara keseimbangan (Single Leg Balance) dan risiko jatuh (p = 0,000), dan antara hasil TUG dan risiko jatuh (p = 0,000). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan usia dengan risiko sarkopenia maupun risiko jatuh (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan mobilitas fungsional berperan penting dalam menentukan risiko sarkopenia dan risiko jatuh pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor fungsional seperti kekuatan otot dan keseimbangan memiliki hubungan yang signifikan terhadap risiko sarkopenia dan jatuh pada lansia.
Co-Authors Abdillah, Najlah Abdur Rahman Achmad Abdullah Achmad Fariz Achmad, Fariz Agata Sukha Kartika Agung Hadi Endaryanto Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Amin Zakari Amin Zakaria Andree Kurniawan Andy Kurniawan, Andy Aniswati, Aniswati - Ari Nugrahanta Koesrul Arief Efendi Arief Efendi, Arief Besty Mergyaning Utami Byba Melda Suhita Cahyanti, Meisa Alvalen Darmawan, Dwi Dewi Retno Wulandari Dewi Wahyuningrum Dewi Wulaningsih Dwi Livia Sari Endaryanto, Agung Hadi Euphemia Seto Fariz , Achmad Fariz, Achmad Fransisa Xaferia Hargiani Fransisca Xaveria Hargiani Fransisca Xaveria Hargiani Hargiani, Fransica Xaveria Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransiska Xaveria Hidayani, Atik Kasimbara , Rachma Putri Kasimbara, Rachma Putri Katmini, Katmini Kristiani Hariskawati Lutfi Ardi Firmansyah Maharani, Marsa Mukita Malik, Yuliana Motu Manuputty, Irene Jeane Maryorin Margaret Merlyn Tjiang, Margaret Merlyn marli susanti Martyana Deborah Sanggel Moh Adi Bayu Arifin Murjito Murjito Nagara, Ardyan Taruna Nata Pratama Hardjo Lugito Nurul Halimah Nurwijayanti Octavian, Hasanuddin Pelohy, Riko Ronaldo Patti Pradita, Angria Prasetyo, Samuel Vincentius Dani Prima Dewi Kusumawati Purwati Purwati Pusbagijo Pusbagijo Putri Kasimbara, Rachma Putri, Atiatul Maulana Azmi Putri, Lidya Shafika Rachma Putri Kasimbara Rahmadi, Redi Resa Setiadinata Riska Jeje Nur&#039;aini Rosse Tirta Sari Sampurno, Adi Sartoyo Sebianto, Odhe Laga Setyo, Hanif Sipahutar, Akbar Febriandree Siti Kholifah Siti Rahmaniyah Stevent Sumantri Sulistyawati, Aulia Ika THEO AUDI YANTO, THEO AUDI Theresita Kurniawati Tikfi Diani Kartika tubagus, rama anugrah Wagiyanto Wagiyanto Wahyuningrum, Esti Karini Wardoyo, Puspo Wati, Risa Laras Wiwin Prasetyo Yudistira Dimas Puhwanto