Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EDUKASI SMK 1 BLITAR MELALUI PELATIHAN DASAR PEMROGRAMAN PHYTON DAN PENGENALAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK DETEKSI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Purwanti, Endah; Ain, Khusnul; Widiyanti, Prihartini; Rulaningtyas, Riries; Amma, Fadli; Chandra Satria Arisgraha, Franky; Nur Rahma, Osmalina; Pramudita, Alfian; Qulub, Fitriyatul; Firdhausi Wardhani, Inten
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2198-2209

Abstract

Berdasarkan beberapa sumber di media massa/elektronik dan badan penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas kesehatan Kabupaten Blitar, mencatat pada tahun 2022, ada 755 warga yang terdeteksi menderita gangguan mental emosional (GME) khususnya kecemasan emosional dan banyak temuan kasus dari kalangan remaja. Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah kondisi keluarga yang broken home, serta pengaruh sosial media yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kecemasan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri, terutama pada individu yang berada di usia produktif. Kelompok usia dengan angka bunuh diri tertinggi berada dalam rentang 15 hingga 29 tahun. Upaya pendeteksian dini terhadap kecemasan emosional khususnya di kalangan remaja menjadi sebuah peluang solusi untuk mencegah generasi muda melakukan bunuh diri melalui pemanfaatan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi baru yang memberikan dampak signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Setiap peluang yang tersedia akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki wawasan luas. Generasi muda merupakan sasaran utama yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, sekelompok masyarakat dengan latar belakang pengetahuan dasar di bidang pemrograman komputer telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini, pelatihan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki minat di bidang Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Kegiatan yang telah  dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar, tapi juga sebagai  upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus sekolah mampu bersaing di dunia kerja dan mampu mengembangkan berbagai macam software yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelatihan pemrograman dasar python dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja. Evaluasi pelaksanaan program ini dilakukan melalui sistem kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti PKM terkait materi pelatihan yang diberikan. Selain itu, masukan dan testimoni dari siswa serta guru SMKN 1 Blitar turut menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKM di masa mendatang. Kegiatan edukasi melalui pelatihan dasar pemrograman phyton dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja sangat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar dan juga sebagai upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus mampu bersaing di dunia kerja. Metode workshop yang bersifat interaktif melalui penerapan praktik langsung dalam pembuatan aplikasi berbasis Python dan kecerdasan buatan dapat memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, metode ini juga mendukung guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih mudah.
EDUKASI SMK 1 BLITAR MELALUI PELATIHAN DASAR PEMROGRAMAN PHYTON DAN PENGENALAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK DETEKSI TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA Purwanti, Endah; Ain, Khusnul; Widiyanti, Prihartini; Rulaningtyas, Riries; Amma, Fadli; Chandra Satria Arisgraha, Franky; Nur Rahma, Osmalina; Pramudita, Alfian; Qulub, Fitriyatul; Firdhausi Wardhani, Inten
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.%p

Abstract

Berdasarkan beberapa sumber di media massa/elektronik dan badan penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas kesehatan Kabupaten Blitar, mencatat pada tahun 2022, ada 755 warga yang terdeteksi menderita gangguan mental emosional (GME) khususnya kecemasan emosional dan banyak temuan kasus dari kalangan remaja. Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah kondisi keluarga yang broken home, serta pengaruh sosial media yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Kecemasan yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi depresi yang berpotensi memicu tindakan bunuh diri, terutama pada individu yang berada di usia produktif. Kelompok usia dengan angka bunuh diri tertinggi berada dalam rentang 15 hingga 29 tahun. Upaya pendeteksian dini terhadap kecemasan emosional khususnya di kalangan remaja menjadi sebuah peluang solusi untuk mencegah generasi muda melakukan bunuh diri melalui pemanfaatan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah melahirkan berbagai inovasi baru yang memberikan dampak signifikan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Setiap peluang yang tersedia akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki wawasan luas. Generasi muda merupakan sasaran utama yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, sekelompok masyarakat dengan latar belakang pengetahuan dasar di bidang pemrograman komputer telah memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks ini, pelatihan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki minat di bidang Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Kegiatan yang telah  dilakukan tidak hanya dapat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar, tapi juga sebagai  upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus sekolah mampu bersaing di dunia kerja dan mampu mengembangkan berbagai macam software yang bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia dalam menghadapi era Industri 4.0. Kegiatan PKM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu pelatihan pemrograman dasar python dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja. Evaluasi pelaksanaan program ini dilakukan melalui sistem kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti PKM terkait materi pelatihan yang diberikan. Selain itu, masukan dan testimoni dari siswa serta guru SMKN 1 Blitar turut menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKM di masa mendatang. Kegiatan edukasi melalui pelatihan dasar pemrograman phyton dan pengenalan aplikasi kecerdasan buatan untuk deteksi tingkat kecemasan pada remaja sangat bermanfaat dalam penanggulangan kesehatan emosional remaja di beberapa daerah di kota Blitar dan juga sebagai upaya peningkatan mutu siswa berkaitan dengan bidang komputer cerdas agar ketika lulus mampu bersaing di dunia kerja. Metode workshop yang bersifat interaktif melalui penerapan praktik langsung dalam pembuatan aplikasi berbasis Python dan kecerdasan buatan dapat memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, metode ini juga mendukung guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan lebih mudah.
The Effect of Diabetes Self-Management Education (DSME) on Blood Sugar Control in Patients with Diabetes Mellitus Hidayati, Laili Nur; Sukoco, Bekti; Purwanti, Endah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5027

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a growing global health issue, both in terms of its prevalence and the impact of its complications. Controlling blood sugar levels is a key component in preventing DM complications. However, managing blood sugar remains challenging, primarily due to a lack of patient knowledge and skills in self-management. Diabetes Self-Management Education (DSME) is an educational approach designed to enhance patients' ability to independently manage their condition. This study aims to analyze the effect of DSME on blood sugar control in DM patients at Merauke Regional General Hospital. A pre-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group was used. The sample consisted of 21 DM patients selected using probability sampling techniques. The intervention involved DSME delivered over four educational sessions, covering topics such as the concept of DM, dietary regulation, physical activity, and blood sugar monitoring. Blood sugar levels were measured before and after the intervention using a portable glucose meter. Data analysis was performed using repeated measures ANOVA. The average blood sugar levels of the patients decreased from 229 mg/dL before the intervention to 175 mg/dL at the first follow-up and 177 mg/dL at the second follow-up after the DSME intervention. The analysis showed a significant effect of DSME on reducing blood sugar levels (p < 0.05). DSME proved effective in improving blood sugar control in DM patients through structured education that supports self-care. This program also helps patients understand the importance of adopting a healthy lifestyle and adhering to therapy. Continuous implementation of DSME is recommended to improve the quality of care for DM patients and reduce the risk of long-term complications.
Sistem Deteksi Bahasa pada Dokumen menggunakan N-Gram Zaman, Badrus; Hariyanti, Eva; Purwanti, Endah
MULTINETICS Vol. 1 No. 2 (2015): MULTINETICS Nopember (2015)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v1i2.1027

Abstract

Language detection on a very large collection of documents can be done to increasing performance of information retrieval system. One of popular method on language detection is N-Grams, based on pieces of n-characters taken from a string. This research is developed language detection system based on N-Gram that performs by Indonesian or English language. In general, the steps being taken there were 3 phases, namely creating profile of each language, system testing, and system evaluation. Fifty documents were used to creating profile of each language, i.e. 25 Indonesian and 25 English. Sixty documents were used for system testing. System performance was evaluated using F-measures. Based on the test, obtained F-measures for unigram, bigram, and unigram respectively 0.933, 0.917, and 0.933.
Identifikasi Kebutuhan Operasional CRM untuk Monitoring Tugas Akhir Purwanti, Endah; Zaman, Badrus
MULTINETICS Vol. 2 No. 2 (2016): MULTINETICS Nopember (2016)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v2i2.1070

Abstract

Customer Relationship Management (CRM) telah berkembang menjadi sebuah strategi, proses, dan teknologi untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan pelanggannya, melalui customer life-cycle. Tren pada e-bisnis menunjukkan perubahan dari product-centric menjadi customer-centric. Universitas atau perguruan tinggi dapat mengambil keuntungan dari CRM melalui peningkatan proses student-facing. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi kebutuhan operasional CRM untuk monitoring Tugas Akhir, dengan mengambil studi kasus di program studi D3 Sistem Informasi Fakultas Vokasi Unair. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan model IDIC (Identify, Differentiate, Interact and Customize). Identifikasi kebutuhan merujuk pada konsumen yang ada. Aktor yang diidentifikasi sebagai konsumen sistem monitoring tugas akhir adalah mahasiswa, dosen pembimbing dan koordinator program studi.  Tahap diferensiasi dilakukan pada masing-masing aktor untuk mendapatkan kepentingan dan kebutuhan terhadap informasi yang dihasilkan oleh sistem. Identifikasi kebutuhan fungsional digambarkan dalam sebuah use case diagram. Secara umum kepentingan tiap aktor adalah akses informasi secara langsung ke dalam sistem. Kemudahan dalam mendapatkan informasi akan meningkatkan kepuasan konsumen dalam mendapatkan informasi dan memutuskan strategi yang dipilih untuk memperlancar pengerjaan tugas akhir
Implementing Flipped Classroom to Enhance Reading Achievement: A Comparative Study on Female and Male Students Purwanti, Endah; Rudi Hartono; Kathrina Rustipa
English Education Journal Vol. 14 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : English Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/zd0k7y90

Abstract

This study aimed to examine the impact of the flipped classroom method on students' reading achievement, focusing on comparing its effectiveness between female and male students. A mixed-method research design was used, incorporating both qualitative and quantitative methods. The participants were 28 second-grade social science (IPS) students (14 males and 14 females) during the 2023-2024 academic year. Data collection methods included pre-and post-tests, as well as semi-structured interviews. The findings revealed that the flipped classroom method significantly improved reading achievement for both genders. Based on the results obtained, from these two genders, the most specifically experienced a change in grades were female students. In female students at the beginning before applying to flipped classrooms, their reading scores ranged from 70 to 80, then improved to a range of 78 to 88. Meanwhile, the male students also changed their scores, ranging from 64 to 76, then improved to 70 to 86. The use of flipped classrooms showed a greater benefit to the students. Female students demonstrated higher engagement, collaboration, and enjoyment levels, resulting in better overall performance in reading tasks. In contrast, male students also experienced improvement but faced more difficulties in maintaining their focus, so their grades did not improve too much. Apart from having an impact on students' reading results, it also made male and female students active and enthusiastic in the class. Besides, it is effective to make the students enjoy the learning process and not feel bored with the monotonous learning style. This insight contributes to the field by highlighting the importance of gender-specific adaptations in flipped classroom strategies to enhance reading instruction for all students.
Identifying Credit Card Fraud in Illegal Transactions Using Random Forest and Decision Tree Algorithms Werdiningsih, Indah; Purwanti, Endah; Wira Aditya, Gede Rangga; Hidayat, Auliya Rakhman; Athallah, R. Sulthan Rafi; Sahar, Virda Adisty; Wibisono, Tio Satrio; Nura Somba, Darren Febriand
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol. 12 No. 3 (2023): NOVEMBER
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v12i3.1730

Abstract

The use of credit cards is increasing in today's digital era. This increase has resulted in many cases of fraud which have had a negative impact on credit card owners. To overcome this, many financial institutions have developed credit card fraud detection systems that can identify suspicious transactions. This study uses a classification method, namely random forest and decision tree to identify illegal transactions using a credit card, which then compares the results and attempts to create a model that can be useful for detecting fraud using a credit card that is more accurate and effective. The result of this study is that the accuracy provided by the Decision Tree Classifier is 0.98, while the accuracy provided by the Random Forest Classification is also 0.975. The conclusion obtained that the decision tree has a higher level of accuracy compared to the Random Forest Classification Algorithm, which is 98%. On the other hand, the Random Forest classification algorithm has a slightly lower level of accuracy compared to the Decision Tree classification algorithm, with an accuracy rate of 97.5%
Co-Authors Adhipratama, Javier Ihsan Adri Supardi, Adri Agustin, Dewien Nabila Akhlaqulkarimah, Fildzah Alfath, Muhammad Fauzan Alifian Sukma, Alifian Amadea Kurnia Nastiti, Amadea Kurnia Amma, Fadli Anggrek Citra Nusantara, Anggrek Citra Athallah, R. Sulthan Rafi Azzahra, Zahwa Arsy Badrus Zaman Bagus Fery Yanto Baihaqi, Joevans Mikail Chandra Satria Arisgraha, Franky Eva Hariyanti Fahira Firdausi Faried Effendy Ferrari, Rifky Mahdiyah Fikri Yoma Rosyidan Fitriyatul Qulub Handayani, Arum Tiyas Hanik Badriyah Hidayati,* Mohammad Hasan Machfoed,* Kuntoro,** Soetojo,*** Budi Santoso,**** Suroto,***** Budi Utomo****** Hidayat, Auliya Rakhman Indah Safarina Indah Safarina, Indah Indah Werdiningsih Indra Kharisma Raharjana Kastur, Annita Kathrina Rustipa Keyesa, Talidah Nur Khusnul Ain Laili Nur Hidayati, Laili Lydia Wijaya Mardiyana, Iin Muid, Faruq Abdul Nania Nuzulita Novia Nurhasanah Arrasyid Nur Rahma, Osmalina Nur Septia Handayani Nura Somba, Darren Febriand Nurjanah, Endang Oktavia Intifada Husna Pramiyas, Naurah Hedy Pramudita, Alfian Pratama, Muhammad Fadhil Putra Prihartini Widiyanti Purbandini Soeparman, Purbandini Qomari, Yusuf Maulana Retrialisca, Fitri Riries Rulaningtyas Rudi Hartono Sahar, Virda Adisty Sembiring, Rinawati Soegianto Soelistiono Sugeng Santoso Sukoco, Bekti Suryadewi, Kharristantie Sekarlangit Taufik Taufik Taufik Taufik Wardhani, Inten Firdhausi Wibisono, Tio Satrio Wijianto, Buyung Wira Aditya, Gede Rangga Yahrani, Fakhrana Almas Syah Zaen, Maulana Biagi