Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan Pada Nelayan Kecil di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Abdul Syukur; Khaeruddin Khaeruddin; M. Yamin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.873 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.210

Abstract

Abstrak: Wilayah pesisir memiliki potensi ekonmi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru nelayan kecil. Budidaya ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan nelayan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) pengembangan budidaya berbasis potensi bibit lokal sebagai sumber matapencaharian berkelanjutan nelayan skala kecil, (2) meningkatkan peran nelayan skala kecil untuk meningkatkan produksi perikanan laut melalui budidaya, (3) penguatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan untuk mengembangkan budidaya di lokasi studi, (4) mengintegrasikan nilai budidaya dalam usaha konservasi lamun skala lokal, (5) budidaya menjadi sektor unggulan dalam menjaga stabilitas stok pangan secara berkelanjutan dan (6) budidaya dan konservasi lamun skala lokal menjadi instrumen pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui sistem pembelajaran orang dewasa (andragogi) dengan metode contoh (damplots), diskusi kelompok, Fokus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan. Indikator dari teknologi ramah lingkungan adalah budidaya dilakukan dengan menggunakan bagang apung sederhana untuk memperoleh pakan udang yang sebelumnya mereka banyak mengambil pakan dari biota laut pada lokasi padang lamun. Hasil lain yang cukup postif adalah nelayan skala kecil di Desa Ketapang Raya memiliki matapencaharian baru yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan dan memiliki nilai positif sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan serta dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat dan keluarga nelayan. Kata kunci: Budidaya ramah lingkungan dan dan Matapencaharian nelayan kecil
Potensi Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Berkelanjutan Masyarakat di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.741 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.575

Abstract

Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya. Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya solusi dari permasalahan kapasias pengelolaan yang bersumber dari kelompok masyarakat. Beberapa metode yang akan digunakan adalah Sosialisai, pelatihan dan Fokus Group diskusi. Pada tahap sosialisasi tim pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan. Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah- langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN.
Pelatihan Tentang Model Akumulasi Logam Berat Pada Siswa SMAN 1 Palibelo Kabupaten Bima Khairuddin Khairuddin; Jamaluddin Jamaluddin; Abdul Syukur; Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.85 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.614

Abstract

Masalah yang dihadapi mitra adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk memahami model akumulasi logam berat pada manusia, dan pengetahuan dan keterampilan yang bagaimankah yang harus dimiliki oleh siswa SMAN 1  Palibelo kabupaten Bima agar dapat mengerti tentang model akumulasi logam berat dalam jasad hidup dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman tentang model akumulasi logam berat bagi siswa  dan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang tentang cara untuk menghindari diri dari kontak langsung dengan logam berat dalam kehidupan sehari-hari agar siswa SMAN 1 Palibelo kabupaten Bima terhidar dari pola model akumulasi logam berat. Adapun manfaat dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan pemahaman tentang model akumulsi logam berat dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang cara untuk menghindari diri dari kontak langsung dengan logam berat dalam kehidupan sehari-hari agar siswa peserta pelatihan terhindar dari pola model akumulasi logam berat. Dengan adanya model akumulasi logam tersebut, maka prospeknya sangat besar untuk menjadi bahan pelatihan pada siswa-siswi SMAN 1 Palibelo mengingat lokasinya yang dekat dengan teluk Bima. Sebagai kesimpulan adalah; 1) Pelatihan tentang model akumulasi logam berat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang model akumulasi logam berat pada manusia pada siswa SMAN 1 Palibelo Kabupaten Bima, dan 2) Pengetahuan tentang proses akumulasi logam berat dan keterampilan tentang pola akumulasi logam berat dalam jasad hidup sudah dapat diserap oleh siswa SMAN 1  Palibelo kabupaten Bima, sehingga bisa dijadikan pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
Pengolahan Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Menjadi Abon untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Ketapang Raya, Lombok Timur Moehamad Anggian Ibnu Abdi Wangsa; Muhammad Sofiadi; Amanda Kerina; Yola Ardita; Abdul Syukur
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.046 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.905

Abstract

Abon adalah salah satu jenis olahan untuk membuat makanan berbahan dasar daging menjadi awet dan bernilai ekonomis tinggi. Pengolahan ini merubah tekstur daging menjadi berserabut dengan cara disuwir dan menggunakan jenis daging dari unggas, sapi dan ikan. Teknik pemasakan dilakukan dengan pengosengan menggunakan minyak yang sedikit atau bisa disebut teknik pan frying. Tujuan dari program ini untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan dan memberi referensi untuk mengoptimalkan hasil tangkapan nelayan di Desa Ketapang Raya. Cara yang diterapkan, dengan mengadakan pelatihan pengolahan abon ikan pada masyarakat Desa Ketapang Raya. Pengolahan diawali dengan pengukusan kemudian ikan disuwir hingga bertekstur serabut, setelah itu daging ikan yang berserabut dicampur dengan bumbu dan dioseng hingga kering. Metode pelaksanaan pelatihan abon ikan ini  dilakukan dengan cara FGD (Fokus Group Diskusi),dimana pemateri menjelaskan tahapan pengolahan abon ikan dengan mempraktekan secara langsung dan peserta dapat berinteraksi secara verbal dengan pemateri selama proses kegiatan. Program ini menggunakan Metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk pengolahan data dilakukan dengan cara penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari program ini adalah yang awalnya nelayan menjual ikan tangkapannya  dengan harga 25 ribu per kg, setelah diolah menjadi abon harga menjadi 250 ribu per kg. Untuk memproduksi abon ikan ini dilakukan secara berkelompok, dalam tiap kelompok setidaknya membutuhkan 3 orang tenaga kerja dan hal tersebut cukup berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Ketapang Raya. Produk ini dipasarkan di Kedai – Kedai yang ada di pantai Lungkak yang notabene merupakan lokasi wisata dan memudahkan dalam pemasaran produk, selain itu dipasarkan juga melalui media sosial untuk memperluas jangkauan promosi produk.  Output dari program ini adalah terbentuknya masyarakat mandiri yang mampu memproduksi abon ikan sehingga dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi serta menyerap tenaga kerja yang berimbas pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan.
Inovasi LKPD dengan Desains Digital Sebagai Media Pembelajaran IPA di SMPN 7 Mataram pada Masa Pandemi Covid-19 Husnul Fuadi; Ayu Safitri Melita; Siswadi Siswadi; Jamaluddin Jamaluddin; Abdul Syukur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i2.184

Abstract

Bahan Ajar digital adalah kebutuhan primer peserta didik pada masa pandemi covid-19, dan bahan ajar yang memiliki kontribusi membantu proses belajar peserta didik adalah LKPD. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan LKPD digital sebagai media pembelajaran IPA selama pandemi Covid-19 pada materi listrik dinamis. Pendekatan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian pengembangan. Selanjutnya, metode pengembangan  LKPD digital menggunakan  model Bord and Gall 1983. Sementara itu, tahapan pengembangan yang telah dilakukan adalah tahap pertama analisis potensi dan masalah, pembelajaran daring memberikan kemudahan akses bagi peserta didik menggunakan handphone dan laptop dalam belajar. Namun kemudahan ini tidak sejalan dengan pembelajaran IPA khususnya fisika karena kurangnya bahan ajar yang bisa diakses secara online terkait materi listrik dinamis yang masih abstrak dan sulit dipahami bagi peserta didik. Kemudian tahap kedua Pengumpulan Data, bahan ajar LKPD terkait materi listrik dinamis masih banyak dalam bentuk cetakan sehingga guru IPA memerlukan bahan ajar berbasis desain digital di masa pandemic ini. Pada tahap ketiga Desain Produk, dengan  indicator ketercapaian pembelajaran yaitu peserta didik mampu menjelaskan konsep rangkain listrik dengan baik pada materi listrik dinamis. Selanjutnya pada tahap keempat adalah Validasi Produk menunjukkan hasil validasi ahli rata-rata skor 3,53 dengan  kriteria sangat valid, uji kelayakan dari guru IPA rata-rata skor 3,78 dengan kriteria sangat layak dan uji keterbacaan oleh peserta didik dengan rata-rata skor 3,29 dengan kriteria terbaca. LKPD desains digital yang telah dikembangkan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPA dengan materi listrik dinamis untuk tingkat SMP di kota Mataram.
Optimalisasi Pembelajaran Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Melalui Penggunaan Video Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 di MTs. AL-Istiqomah Telagawaru Priyo Hartanto; Jami’atul Aulia; Wahyu Bintang Ilahi; Jamaluddin Jamaluddin; Abdul Syukur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i2.188

Abstract

Video pembelajaran adalah media yang dibutuhkan pada proses belajar khususnya pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menilai optimalisasi pembelajaran pada materi sistem pencernaan manusia berbasis video dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Sampling Jenuh sebagai tehnik penentuan sampelnya, yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Materi sistem pencernaan manusia adalah salah satu materi yang bersifat abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa. Video pembelajaran memiliki keunggulan untuk manampilkan materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit, sehingga dibutuhkan pengotimalan pembelajaran pada materi tersebut dengan penggunaan video pembelajaran. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner dalam bentuk skala Likert.Hasil analisis angket minat belajar peserta didik menujukkan bahwa minat belajar peserta didik termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan nilai rata-rata keempat indikator minat belajar yang di ukur, yang terdiri dari perasaan senang (94%), perhatian (98%), ketertarikan (92%) dan keterlibatan peserta didik  (97%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran pada materi sistem pencernaan manusia sangat baik terhadap minat belajar peserta didik.
Kevalidan Pengembangan LKPD Terintegrasi Nilai Ekologi Lamun Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Pesisir Selatan Lombok Timur Abdul Syukur; Kumala Ratna Dewi; Didik Santoso
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.463

Abstract

Literasi sains merupakan syarat yang menjadi tujuan penting dari proses pembelajaran, dimana kompetensi sains siswa dapat menghasilkan produk inovatif dari hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas pengembangan nilai ekologi lamun terpadu LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pra eksperimen dengan one group pretest posttest design. Analisis validitas menggunakan Aiken's, uji efektivitas menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretest dan posttest berdistribusi normal dan data homogen yang masing-masing memiliki nilai signifikan p>0,005. Pengembangan bahan ajar ekosistem lamun di ketiga lokasi penelitian signifikan terhadap kemampuan literasi sains 0,000<0,005 (p<0,005). Kemampuan literasi sains siswa SMPN 1 Keruak bernilai 0,66 dalam kategori kemampuan sedang. SMP Negeri 3 Praya Barat bernilai 0,60 dengan kategori sedang. MTsN 3 Kuta bernilai 0,71 kategori Tinggi. Kesimpulannya, pengembangan bahan ajar ekologi lamun sangat penting bagi kemampuan literasi siswa khususnya di wilayah pesisir selatan pulau Lombok, Indonesia.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Next Generation Science Standard (NGSS) Terintegrasi Game Discovery untuk Melatih Literasi Sains dan Keterampilan Berargumentasi Ilmiah Lalu Hasan Nasirudin Zohri; Abdul Wahab Jufri; Prapti Sedijani; I Putu Artayasa; Abdul Syukur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.784

Abstract

Literasi sains dan keterampilan berargumentasi ilmiah sangat krusial untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah. Next Generation Science Standard dan game discovery dipandang kompatibel untuk melatih literasi sains dan keterampilan berargumentasi ilmiah dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis NGSS terintegrasi game discovery (BANDI); 2) merumuskan kerangka dasar BANDI; 3) menganalisis kelayakan BANDI. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPA SMAN 01 Labuhan Haji. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan kuesioner. Analisis data menggunakan Content validity index (CVI), Percentage of agreement (PA), Flesch Kincaid grade level (FKGL), dan persentase nilai tanggapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kebutuhan bandi berada pada kategori sangat dibutuhkan baik melalui respon siswa maupun guru, 2) Kerangka dasar BANDI terdiri atas 4 item (umum, basis, kompetensi, dan teknologi); 3) BANDI terkonfirmasi layak dikarenakan memenuhi aspek validitas, reliabilitas, keterbacaan, dan ketercapaian. Pemenuhan aspek kelayakan terlihat melalui hasil analisis data validitas BANDI melalui CVI dengan nilai rata-rata sebesar 0,96 dengan kategori valid, reliabilitas dianalisis melalui PA dengan nilai rata-rata sebesar 89,80% dengan kategori reliabel, keterbacaan sesuai dengan usia pengguna yaitu 15-16 tahun dengan nilai FKGL 10,69, serta keterterapan terkonfirmasi melalui uji kelompok kecil dengan nilai respon 89,39% untuk aspek kemudahan dan 84,52% untuk keefektifan penggunaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa BANDI layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran untuk memfasilitasi literasi sains dan keterapilan berargumentasi ilmiah di sekolah.
Pengembangan LKPD Pencemaran Lingkungan berbasis PBI (Problem Based Instruction) untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa SMP/MTs di Kabupaten Lombok Tengah Sahril Sahril; Agil Al Idrus; Abdul Syukur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.863

Abstract

Bahan ajar berbentuk LKPD dengan model Problem Based Instruction (PBI) merupakan salah satu solusi dari permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran, sebagian besar pembelajaran masih ditekankan pada teori saja bukan penalaran di lingkungan sekitarnya sehingga literasi sains dan berpikir kritis belum optimal. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD yang layak, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Model pengembangan ini menggunaka model ADDIE untuk membantu menghasilkan dan menguji keefektifan sebuah produk pembelajaran. Subyek penelitian terdiri atas tiga sekolah SMP/MTs yang ada di kota Praya dan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah yang ditentukan menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta instrument penilaian literasi sains dan berpikir kritis. Data kelayakan dan kepraktisan dianalisis menggunakan rumus rata-rata persentase, dan data keefektifan dianalisis menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan LKPD layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan nilai rata-rata penilaian validator sebesar 77,25% untuk isi, 78,33% penyajian dan 90,00% untuk bahasa. LKPD dengan model Problem Based Instruction sangat praktis digunakan dengan nilai rata-rata respon peserta didik sebesar 83,79% dan nilai rata-rata respon guru sebesar 88,58%. LKPD dengan Model Problem Based Instruction (PBI) efektif untuk meningkatkan literasi sains dan berpikir kritis peserta didik dengan nilai N-Gain literasi sains 0,6 dalam kategori sedang, dan nilai N-Gain berpikir kritis sebesar 0,7 dengan kategori tinggi. Hasil tersebut menggambarkan bahwa LKPD yang telah dikembangkan memiliki tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran IPA sebagai upaya meningkatkan literasi sains dan berpikir kritis peserta didik SMP/MTs.
Etnobotany of Traditional Medicine Plants in the Wawo District, Bima Regency in 2022 Sri Wahyuningsih; Abdul Syukur; Khairuddin Khairuddin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4144

Abstract

Ethnobotany is the study of the traditional use of various kinds of plants by rural communities. Ethnobotany has a very important role to understand the relationship between people and plants. This study aims to determine the number of species medicinal plants and how to use traditional medicinal plants in Wawo distrrict, Bima Regency. This research is descriptive exploratory. Data collection techniques by means of interviews, observation, documentation, and experience. Determining the initial information in this study was carried out by purposive sampling method continued with the snowball sampling method until the data was saturated. Data analysis uses qualitative and quantitative analysis. We documented 83 species belonging to 37 families. The most abundant families are Zingiberaceae (13 species), and Fabaceae (6 species). There are 8 ways to use it, namely that is, by drinking without boiling (18%), boiled before drinking (40%), smeared (20%), dripped (5%), rubbed (8%), blown (3%), gargle (3%), sprayed (3%), the method of utilizing medicinal plants which is most often used by the people of In the Wawo district by boiling before drinking with the highest percentage, which is 40%. The percentages of medicinal plant diversity based on habitus were 55% trees, 6% lianas, 12% small trees, and 25% herbs. There is a need for written documentation regarding knowledge about the use of medicinal plants in In the Wawo Disrict and can be passed on to the younger generation, as well as the need for bioactive research so that traditional use by the community can be scientifically proven.