Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Premarital Skrining di Puskesmas Kota Semarang Dewi Puspitaningrum; Nuke Devi Indrawati; Indri Astuti Purwanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.818 KB)

Abstract

Prioritas kesehatan Indonesia adalah ibu dan anak. Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, dimana menurut hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup namun belum signifikan. Upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang telah dilakukan seperti program EMAS tahun 2012 yang dimana melakukan peningkatan pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang lebih baik. Pada program EMAS pemerintah ada 6 yang diprogramkan yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan imunisasi TT, pelayanan kesehatan ibu bersalin, nifas, penanganan komplikasi kebidanan dan pelayanan KB. Program pemerintah belum ada program pelayanan pranikah bisa menjadi pencegahan adanya angka kematian ibu.Puskesmas merupakan tempat pelayanan yang primer pada masyarakat, sehingga bila pelayanan pranikah dioptimalkan di Puskesmas bisa menjadi acuan awal dalam pencegahan kematian ibu. Sehingga sebelum adanya program untuk pelayanan pranikah perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan kebutuhan saat pelayanan pranikah. Sehingga dengan penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan adanya pengembangan SOP tentang premarital skrining.Metode dalam penelitian ini dengan observasi SOP premarital skrining yang sudah ada di 37Puskesmas Kota Semarang, kemudian melakukan pengembangan SOP dengan mengobservasi sarana dan prasarana di Puskesmas. Hasil penelitian ini bahwa pengembangan SOP premarital skrining terdapat SOP yang memuat secara partial sebesar 20 Puskesmas (54,05%). Adanya SOP yang masih partial sehingga perlu dikembangan item pada bagian SOP memuat tentang pemeriksaan khusus pasangan pranikah dan pemeriksaan laboratorium yang menyeluruh pada kedua pasangan. Sehingga bisa disimpulkan dengan adanya pengembangan SOP premarital skrining ini dapat merupakan langkah yang efisien dalam melakukan pencegahan kematian ibu nantinya dalam menghadapi proses reproduksi.
PENYULUHAN DARING KB DAN KONTRASEPSI PADA DAWIS 01, RT/RW: 04/01, KRAJAN, NGAWEN, CLUWAK, PATI Indri Astuti Purwanti; Septyana Dyah Puji Hastuti; Shofia Ulviyana; Fatimatuz Zahro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9959

Abstract

Dawis 01, RT/RW:04/01 Dusun Krajan, Desa Ngawen, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, memiliki posyandu yang rutin berkegiatan setiap bulan dalam masa pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sayangnya, kegiatan penyuluhan kesehatan tidak dilakukan dalam posyandu tersebut. Kurangnya penyuluhan kesehatan berdampak pada rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak, termasuk KB dan kontrasepsi. Hasil survei dalam Praktik Kebidanan Komunitas menunjukkan bahwa masyarakat hanya mengetahui suntik hormonal sebagai metode kontrasepsi. Bahkan, 3 dari 10 Pasangan Usia Subur (PUS) menyatakan tidak menggunakan kontrasepsi meski belum ingin punya anak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa unmet need KB melebihi standar nasional (5%). Oleh karena itu, pelaksana pengabdian masyarakat melakukan penyuluhan daring tentang KB dan kontrasepsi. Target luaran penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan minimal 20%. Media yang digunakan adalah Whatsapp Group (WAG). Pelaksana pengabdian masyarakat melakukan pretest, pemberian materi, kemudian posttest. Hasilnya, rerata nilai pretest peserta adalah 60, rerata nilai posttest adalah 75,71, peningkatan rerata nilai adalah 15,71. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 26,19%. Dengan demikian, target luaran kegiatan ini telah tercapai.
Faktor Resiko Penyebab Perdarahan Postpartum Ariyani Lutfitasari; Lia Mulyanti; Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Indri Astuti Purwanti; Thoyyibatul Islami
Midwifery Care Journal Vol 4, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v4i1.9402

Abstract

One of the causes of the high maternal mortality rate in Indonesia is postpartum hemorrhage. Postpartum hemorrhage is an abnormal condition where the blood that comes out is very much up to 500 cc or even more. This case of postpartum hemorrhage can occur in all circles of pregnant women. AKI is one of the biggest problems in the health sector in developing countries and is mostly caused by bleeding. This study aims to determine what are the risk factors for postpartum hemorrhage. The type of research used in this study is a literature review research using 5 journals obtained from Google Scholar, this study uses two variables, the dependent variable and the independent variable. The dependent variable is postpartum hemorrhage and the independent variables are age, parity, delivery distance, hemoglobin level, duration of labor and previous delivery history. The most dominant factor in the incidence of postpartum hemorrhage is parity. It is hoped that further researchers will seek more references from various reliable sources to enrich the data
Virtual Outreach (VO) as an effort to increase VCT (Voluntary Counselling and Testing) coverage at PSP (Female Sex Workers) in Semarang Regency Rokhani Rokhani*; Indri Astuti Purwanti; Achmad Solichan; Rohmatul Fitri Ummumah; Rohmalia Shoffi Salsabila
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 1 (2023): Economic History, Education Media, and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i1.29485

Abstract

The high number of HIV / AIDS cases in Indonesia requires the role of all parties to reduce the infection of the disease, one of the efforts to reduce the transmission of HIV / AIDS is to increase the coverage of VCT (Voluntary Counselling and Testing). The program aims to increase VCT coverage by using VO (virtual outreach). The method used in the activity uses the PRA (Parcipatory Rural Apraisal) model, namely by involving all field officers at the Sokoguru Foundation  through providing education and training to increase capacity in conducting VO. As a result of this activity, there was a significant difference (p value 0.05) in terms of the knowledge of trainees before and after being given this education and training. In conclusion, the Sokoguru Foundation, which oversees field officers, can routinely increase the capacity of its field officers to conduct virtual outreaches as an alternative in conducting outreach to the Key population.
Virtual Outreach (VO) as an effort to increase VCT (Voluntary Counselling and Testing) coverage at PSP (Female Sex Workers) in Semarang Regency Rokhani Rokhani*; Indri Astuti Purwanti; Achmad Solichan; Rohmatul Fitri Ummumah; Rohmalia Shoffi Salsabila
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 6, No 1 (2023): Economic History, Education Media, and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v6i1.29485

Abstract

The high number of HIV / AIDS cases in Indonesia requires the role of all parties to reduce the infection of the disease, one of the efforts to reduce the transmission of HIV / AIDS is to increase the coverage of VCT (Voluntary Counselling and Testing). The program aims to increase VCT coverage by using VO (virtual outreach). The method used in the activity uses the PRA (Parcipatory Rural Apraisal) model, namely by involving all field officers at the Sokoguru Foundation  through providing education and training to increase capacity in conducting VO. As a result of this activity, there was a significant difference (p value 0.05) in terms of the knowledge of trainees before and after being given this education and training. In conclusion, the Sokoguru Foundation, which oversees field officers, can routinely increase the capacity of its field officers to conduct virtual outreaches as an alternative in conducting outreach to the Key population.
Faktor Yang Mempegaruhi Persiapan Menyusui Pada Ibu Hamil Usia Remaja Dea Ayu Paradila; Indri Astuti Purwanti; Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Umi Khasanah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya angka insiden seks pranikah pada remaja bisa dipahami telah menjadi sesuatu perilakuyang merupakan bentuk dorongan guna melepaskan energi yang semakin tinggi seiring bertumbuhnya sekspada remaja. Insiden ini berhubungan erat dengan kehamilan di usia remaja. Persiapan menyusui selamaperiode kehamilan penting untuk keberhasilan menyusui dan kesehatan bayi. Penelitian ini merupakanjenis penelitian literature review yang mempunyai tujuan  untuk mengetahui persiapan menyusui pada ibuhamil usia remaja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literature faktor yangmempengaruhi persiapan menyusui ibu hamil usia remaja, sumber literature menggunakan mediaelektronika dengan berbagai macam jurnal di tahun 2017-2021 dari basis data google scholar. Artikeltersebut telah ditemukan sebanyak 4 jurnal yang terdiri dari jurnal internsional dan jurnal nasional. Hasiltersebut didapatkan bahwa adanya faktor yang mempengaruhi pentingnya persiapan menyusui pada ibuhamil usia remaja. Faktor yang mempengaruhi kesiapan menyusui diantaranya adalah ketidaktahuan danketidaksiapan ibu terkait proses menyusui dan dukungan suami / keluarga. Pengaruh ini sangatlah erathubungannya dengan proses menyusui, karena seseorang dengan pengetahuan yang baik dan dukungansekitar akan mempengaruhi kesiapan fisik maupun mental selama proses menyusui. Kata Kunci : Remaja, Menyusui, Kehamilan.
PENGETAHUAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN SEBAGAI EVALUASI HASIL PENDIDIKAN KESEHATAN Purwanti, Indri Astuti; Larasaty, Nurina Dyah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.121-126

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang mengalami peningkatan pada tahun 2014 sampai 2015. AKI Kota Semarang tahun 2014 menduduki peringkat 7 sedangkan tahun 2015 menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah. Penyebab utama kematian ibu yang berupa preeclampsia, perdarahan dan infeksi dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Tanda-tanda tersebut dikenal dengan tanda-tanda bahaya kehamilan. Berhubung wilayah kerja Puskesmas Srondol Semarang yang tidak mempunyai kasus kematian ibu selama dua tahun, maka penelitian dilakukan di wilayah ini. Tujuan: mendeskripsikan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol Kota Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 26 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terbuka. Hasil: sebagian besar responden termasuk usia reproduksi sehat (usia 20 35 tahun), tingkat pendidikan responden dalam kategori menengah lebih banyak daripada kategori dasar maupun kategori tinggi, sebagian besar responden merupakan ibu rumah tangga, semua suami responden bekerja dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah sebagai buruh/karyawan, sebagian besar responden merupakan multigravida, sebagian besar pengetahuan responden tentang tanda-tanda bahaya kehamilan termasuk kategori cukup, dan tanda bahaya yang diketahui oleh sebagian besar responden adalah perdarahan.
Penyuluhan Kegawatdaruratan Maternal di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Latifah, Hamnah; Purwanti, Indri Astuti; Kurnia Dewi, Maria Ulfa; Indrawati4, Nuke Devi
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jtcsa.v3i2.469

Abstract

Kedungmundu Village is a fostered area of the Faculty of Nursing and Health, Muhammadiyah University Semarang. Even though there is no maternal death, counseling about maternal emergencies must still be carried out as a coaching effort. The objective of this maternal emergency outreach activity is to increase participants' knowledge by 0.5 points. The method of this activity is lecture and question and answer. Before the lecture, a pretest was held and afterward, a posttest was carried out. Participants in this activity are high-risk pregnant women in the Kedungmundu Village. The results of data collection were analyzed by mean, standard deviation, percentage and dependent t test. The results of this activity show an increase in knowledge of 0.47 points. Even if the number of knowledge increases has reached the target when it is rounded up, the increase is not significant based on the results of the dependent t test (p = 0.356). Therefore, it is advisable to carry out community service activities in other areas where maternal mortality occurs.
Penyuluhan Deteksi Dini dan Penanganan Awal Kegawatdaruratan pada Anggota Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) Simpul Khon Kaen Purwanti, indri astuti; Muryadi, Elvaro Islami; Rokhani
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Association of Indonesian Students in Thailand (Permitha) Node Khon Kaen has a health and sports division, but there are no health promotion activities. In fact, there have been 3 cases of member morbidities and they were handled incorrectly without paying attention to the urgency, severity, or emergency. Therefore, community service implementers provide health education on early detection and initial handling of emergencies. The method of this activity is pretest-posttest design with an instrument in the form of a questionnaire. The participants were selected by accidental sampling as many as 11 people. The collected data were processed and analyzed using mean, standard deviation, median, minimum value and maximum value for univariate analysis. The bivariate analysis was carried out using paired sample t-test. The results of data analysis showed that the majority of participants were non-health graduate students (54.5%) living in off-campus apartments (72.7%), and aged less than 26.5 years (63.6%). The mean knowledge score after counseling was higher than before counseling by 3.36 points (95% CI: 2.11 to 4.61; p-value < 0.001). In conclusion, the health education on early detection and early treatment of emergencies was successful in increasing participants' knowledge.
Mendeteksi Kehamilan Dini Melalui Pemeriksaan USG Uterus Nurbeti, Nurbeti; Dardi, Satriana; Mora, Mora; Mustika, Dian Nintyasari; Purwanti, indri astuti
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health education on Ultrasonography (USG) has never been carried out in Bonto Mate'ne Village, Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi. Even though knowledge about ultrasound is very important to prevent stunting from early pregnancy. Therefore, the aim of this activity is to provide education on detecting early pregnancy through ultrasound examination of the uterus. The methods used in this activity are lecture, question and answer, and pretest-posttest to measure the increase in participants' knowledge. The number of participants was 15 people, but 11 people took the pretest and posttest. The implementation of activities ran smoothly and orderly. Participants were very enthusiastic and active. There were 5 participants who asked questions and they were answered satisfactorily. The posttest results also showed that all participants experienced an increase in knowledge.