Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODIFIKASI DESAIN STRUKTUR HOTEL DI LUMAJANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN Ahmad Fakhi Zukhruf Aulana; Kartika Purwitasari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8196

Abstract

Hotel di Lumajang dibangun untuk mendukung potensi wisata alam setempat, namun menghadapi kendala berupa struktur yang kompleks dan keterbatasan lahan yang memengaruhi kekuatan serta kestabilan bangunan. Penelitian ini bertujuan memodifikasi desain struktur agar memenuhi kriteria kekuatan, stabilitas, dan ketahanan gempa, selain itu untuk memperoleh hasil parameter desain (ragam getar, periode, dan simpangan antar tingkat). Peraturan yang digunakan adalah SNI 2847-2019, SNI 1727-2020, dan SNI 1726-2019. Metode yang dipakai adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan analisis struktur menggunakan perangkat lunak ETABS Versi Percobaan. Dari hasil perencanaan diperoleh: Balok didesain 4 tipe dengan variasi dimensi dan penulangan sesuai beban. Contohnya, balok utama B2 (600x800 mm) menggunakan tulangan tumpuan 9S22 atas, 6S22 bawah, dan sengkang 4S13-100 (tumpuan), 4S13-150 (lapangan). Pelat lantai dan tangga tebal 130 mm; pelat lantai bertulangan lapangan S10-200 dan tumpuan S10-150 (arah x dan y), sedangkan pelat tangga bertulangan lapangan S10-150 dan tumpuan S10-100. Kolom didesain 12 tipe dengan variasi dimensi dan penulangan. Ukuran bervariasi dari besar hingga kecil. Contohnya dengan dimensi terbesar, K1-1 (1000x1300 mm) menggunakan tulangan utama 32S25 dengan sengkang 6S13-100 dan 6S13-150. Nilai parameter desain gempa yang diperoleh adalah: Kategori Risiko II dengan Faktor Keutamaan (Ie) 1,00 dan klasifikasi situs SD (Tanah Sedang), Ss = 0,8897 g, SDS = 0,68 g, dan SD1 = 0,52 g. Struktur mengalami translasi arah X pada ragam 1 dan arah Y pada ragam 2. Periode maksimum (Tmax) = 1,4513 detik, dengan periode desain Tx = 1,141 detik dan Ty = 1,071 detik. Kontrol simpangan antar tingkat telah memenuhi syarat dimana simpangan terbesar arah X = 47,905 mm kurang dari batas izin = 52,307 mm dan simpangan terbesar arah Y = 36,525 mm kurang dari batas izin = 52,307 mm
ASESMEN KELAIKAN FUNGSI STRUKTUR GEDUNG MASJID AL FALAH ARENG-ARENG JUNREJO BATU Suhariyanto Suhariyanto; Nabila Ayu Sabrina; Kartika Purwitasari; Fauziah Shanti Cahyani Siti Maisarah; Taufiq Rochman; Bobby Asukmajaya Raharjo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8927

Abstract

Asesmen kelayakan fungsi struktur Gedung Masjid Al Falah Areng-areng Junrejo Batu bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural bangunan yang mengalami kerusakan pada beberapa elemen, terutama di sekitar kubah, yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan jamaah. Proses asesmen melibatkan pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh ahli forensic dan ahli struktural untuk menilai tingkat kerusakan dan penyebabnya, serta merancang solusi perbaikan yang sesuai. Selain itu, asesmen ini juga mempertimbangkan kelayakan teknis, ekonomi, sosial, dan hukum terkait pelaksanaan perbaikan. Berdasarkan assessment yang dilakukan dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut kubah seharusnya menumpu pada balok ring kubah, tetapi yang terbangun kubah menumpu pada pada balok dan pelat di luar balok ring kubah, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagaian  lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat, ditemukan beberapa defect/failure pada balok dan  plat atap di sekitar kubah, getaran terjadi pada  sebagai lantai 2 ketika dibebani orang yang meloncat. Gedung terasa bergetar  jika terdapat truck yang melalui jalan di depan masjid. Hasil loading test: pada beban 0 sampai dengan sekitar 150 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah I (daerah Elastis), pada beban  sekitar 150 kg/m2 sampai 350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok berada pada Daerah II (daerah Retak), setelah beban  350 kg/m2 maka balok ring, pelat dan balok atap masuk pada Daerah III  (daerah baja lelah atau beon pecah), lendutan tetap terjadi ketika dilakukan unloading sampai dengan beban uji 0. Tindak lanjut selanjutnya adalah melakukan analisis dan penyusunan rencana perbaikan atau perkuatan struktur yang mengalami defect.