Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Weather Forecast for Bandar Lampung City Using Random Forest and C4.5 Ferika Shaumi, Rahma; Sulistiyanti, Sri Ratna; Setyawan, F X Arinto; Fitriawan, Helmy; Purwiyanti, Sri
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 4 No 2 (2023): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Weather forecasts are important information for various agencies and the wider community. Weather forecasts are usually used to benefit various sectors such as transportation, tourism, plantations and others. This study aims to create a new model regarding weather forecasting using the random forest and C4.5 algorithms using the WEKA application. The dataset uses data from the Panjang Maritime Meteorological Station with 365 days of data and six attributes: rain intensity, average temperature, humidity, rainfall, sunshine duration and average wind speed. The results obtained from this study between the random forest algorithm and C4.5, namely cross-validation trials fold 5, 10 and 15 random forests, have better results than C4.5 by using the MAE and RMSE evaluation values, then in testing with a percentage split 25% on the evaluation of the MAE value is better at C4.5. Still, the random forest has better results for all experiments evaluating the RMSE value and two evaluations of the MAE value.
Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa Teknik Elektro Terhadap Materi Semikonduktor untuk Memenuhi Kebutuhan Industri: Studi Kasus di Universitas Lampung Purwiyanti, Sri; Fitriawan, Helmy; Komarudin, M.; Alam, Syaiful
PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Vol. 37 No. 2 (2025): Parameter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/parameter.372.05

Abstract

The semiconductor industry is a strategic sector that plays a crucial role in supporting digital transformation and national technological independence. To build a competitive semiconductor ecosystem, it is essential to develop human resources (HR) with a strong understanding of semiconductor concepts and applications. This study aims to analyze the level of understanding among electrical engineering students regarding semiconductor materials as a foundation for strengthening HR capacity in this field. A qualitative approach was applied through a survey involving 35 students of the Electrical Engineering Department, University of Lampung, specializing in Electronics and Control. The survey instrument consisted of a questionnaire with three answer categories: “do not know,” “know but cannot explain,” and “know and can explain,” covering four main themes—semiconductor physics, semiconductor technology, IC design, and semiconductor applications. The results revealed that most students only mastered basic concepts, while understanding of more advanced materials remained limited. These findings indicate the need to improve learning effectiveness through more interactive and contextual methods, along with the enrichment of materials relevant to industry needs. The results of this study are expected to provide valuable insights for strengthening semiconductor education in higher institutions to support the growth of Indonesia’s semiconductor industry.
Model Fuzzy Social Force Untuk Kendali Navigasi Robot Beroda Pada Bidang Miring Rici , Rici; Sri Purwiyanti; Arinto Setyawan
Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): TELEKONTRAN vol 13 no 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/telekontran.v13i2.17895

Abstract

Abstrak - Navigasi robot pada medan miring menghadirkan tantangan tambahan dibandingkan dengan medan datar karena pengaruh gaya gravitasi dan gesekan yang dapat mengurangi stabilitas dan efisiensi pergerakan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem navigasi berbasis Model Fuzzy Social Force (MFSF) yang mampu menyesuaikan gaya sosial, gaya gesek, dan gaya gravitasi secara dinamis agar robot dapat bergerak stabil pada bidang miring. Sistem ini dilengkapi dengan sensor LiDAR ((Light Detection and Ranging) untuk deteksi jarak dan arah serta sensor IMU (Inertial Measurement Unit) untuk mengukur sudut kemiringan secara real-time. Metode yang digunakan melibatkan simulasi pada platform CoppeliaSim, dengan pengujian sebanyak 10 kali pada setiap tingkat kemiringan (10°, 15°, dan 20°) untuk memastikan konsistensi hasil. Hasil menunjukkan bahwa robot dengan MFSF mampu menyelesaikan navigasi dalam waktu rata-rata antara 51,71 hingga 59,24 detik, sedangkan model Social Force konvensional memerlukan waktu antara 79,61 hingga 88,59 detik pada kondisi medan yang sama. Performa yang lebih baik pada MFSF disebabkan oleh kemampuan sistem fuzzy dalam menyesuaikan gaya sosial terhadap perubahan sudut kemiringan secara adaptif, sehingga mengurangi kehilangan traksi (slip) dan menjaga stabilitas arah gerak. Dengan demikian, integrasi mekanisme fuzzy dan sensor IMU terbukti meningkatkan efisiensi serta stabilitas navigasi robot pada lingkungan dengan variasi kemiringan, dan berpotensi diterapkan pada sistem robot otonom di area berbukit atau tidak rata.     Kata kunci : Medan Miring, Sensor LiDAR dan IMU, Navigasi Robot Beroda, Simulasi CoppeliaSim dan Model Fuzzy Social Force. Abstract - Robot navigation on inclined surfaces presents additional challenges compared to flat terrain due to the influence of gravity and friction, which can reduce movement stability and efficiency. The objective of this study is to develop a navigation system based on the Model Fuzzy Social Force (MFSF) capable of dynamically adjusting social forces, frictional forces, and gravitational forces to maintain stable robot motion on inclined surfaces. The system is equipped with a LiDAR (Light Detection and Ranging) sensor for distance and direction detection, as well as an IMU (Inertial Measurement Unit) sensor to measure the slope angle in real time. The proposed method employs simulation using the CoppeliaSim platform, with ten experimental trials conducted at each inclination level (10°, 15°, and 20°) to ensure result consistency. The findings show that the robot with MFSF completes navigation in an average time ranging from 51.71 to 59.24 seconds, while the conventional Social Force model requires 79.61 to 88.59 seconds under the same conditions. The improved performance of the MFSF system is attributed to its fuzzy-based ability to adapt social forces according to slope variations, thereby reducing traction loss (slip) and maintaining directional stability. Consequently, the integration of fuzzy mechanisms and IMU sensors has been proven to enhance navigation efficiency and stability in environments with varying inclinations, making it potentially applicable to autonomous robotic systems operating on hilly or uneven terrains.  Keywords : Inclined Terrain, LiDAR and  IMU Sensor, Wheeled Robot Navigation, CoppeliaSim simulation, Model Fuzzy Social Force.
PENGENALAN, PELATIHAN, DAN PERAKITAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA SEDERHANA BERUPA KIPAS ANGIN MINI UNTUK PARA SISWA SMA Yuniati, Yetti; Purwiyanti, Sri; Repelianto, Ageng Sadnowo; Nasrullah, Emir; Baiqodar, Baiqodar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i3.462

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini membuat literasi elektronik sangat penting. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang konsep dasar rangkaian elektronika. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan metode yang berguna untuk membantu siswa sekolah menengah mengeksplorasi, mengajar, dan membuat rangkaian elektronik sederhana termasuk kipas angin mini. Metode ini terdiri dari beberapa tahap yaitu: dimulai dengan pemahaman dasar tentang rangkaian elektronik dan kemudian memberikan petunjuk langkah demi langkah cara membuat kipas angin mini. Meskipun rangkaian elektronik ini sederhana, namun terdiri dari komponen dasar seperti resistor, transistor dan motor. Usai tutorial, para siswa berkesempatan membuat kipas mini sendiri dengan menggunakan komponen yang sudah disediakan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dasar-dasar elektronika dan memberikan pengalaman langsung di lapangan. Kata kunci: teknologi, pelatihan, elektronika, perakitan, kipas angin mini
Rancang Bangun Prototype Pengering Gabah Otomatis Dengan Pengendali Sensor Kelembaban Dan Suhu Berdasarkan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler ATmega 328 Faris, Mohammad Al; Purwiyanti, Sri; Herlinawati, Herlinawati
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n1.2142

Abstract

Optimasi Sensor Kompas HMC5883L Pada Sistem Navigasi Robot Pemupuk Otomatis Sulistiyanti, Sri Ratna; Purwiyanti, Sri; Setyawan, FX. Arinto; Alam, Syaiful; Lukita, Jimmy
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan teknologi navigasi waypoint untuk mengotomatisasi proses pemupukan menggunakan sensor kompas HMC5883L dan sensor GPS neo Ublox M8N. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji tingkat akurasi robot dalam menentukan bearing menuju titik lokasi tujuan. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk melacak dan mencapai titik lokasi dengan sudut dan jarak yang ditentukan secara otomatis. Berdasarkan hasil penelitian, akurasi sensor magnetometer ditemukan berada dalam rentang 1° hingga 2°. Selain itu, hasil koreksi pembacaan modul GPS menunjukkan bahwa tingkat akurasinya bervariasi, namun tetap berada dalam radius keberhasilan sekitar ±1 meter. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem navigasi waypoint yang dikembangkan mampu melakukan pemupukan otomatis dengan tingkat akurasi yang memadai. Oleh karena itu, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam sektor pertanian, khususnya dalam proses pemupukan, melalui pengurangan ketergantungan pada tenaga kerja manual dan peningkatan presisi aplikasi pemupukan.
Rancang Bangun Kunci Elektronik Tervalidasi dengan Suara dan Foto Pengakses melalui Aplikasi Telegram Alam, Syaiful; Repelianto, Ageng Sadnowo; Purwiyanti, Sri; Sedjahtera, A; Samosir, Ahmad Saudi
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun prototype sistem kunci elektronik menggunakan modul voice recognition v3 dengan sistem validasi oleh pemilik otoritas melalui foto yang dikirim via aplikasi telegram. Ada dua kunci (solenoid door lock) yang perlu terbuka agar dapat membuka pintu. Kunci diakses dengan pertama tama memvalidasi suara dengan modul voice recognition. Validasi ini berdasarkan kata kunci yang sesuai. Kesesuaian ini bukan hanya pada kata, tapi juga intonasi dan kejernihan suara. Jika sesuai, maka salah satu kunci akan terbuka. Selain itu, bersamaan dengan validasi suara itu, foto pengakses akan diambil oleh modul ESP32 Cam dan dikirim melalui aplikasi telegram ke pemilik otoritas untuk memperoleh validasi kedua. Jika diizinkan, maka pemilik otoritas akan mengirim sinyal kendali melalui aplikasi itu untuk membuka kunci yang kedua. Pemilik otoritas dapat mengendalikan kunci baik untuk membuka maupun mengunci pintu. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem pengaman pintu telah berhasil bekerja dengan baik. Modul voice recognition v3 dapat beroperasi baik di jarak 10 - 80 cm yang memiliki tingkat pengenalan suara dengan satu suku kata sebesar 95% hingga 100%. Selain itu, suara yang diterima perlu sesuai dengan intonasi dan warna suara yang telah direkam ke modul itu terlebih dulu. Sistem pengambilan dan pengiriman foto oleh ESP32-Cam juga bekerja dengan baik, demikian pula pengendalian kunci baik membuka maupun mengunci melalui aplikasi telegram.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU PH MENGGUNAKAN APLIKASI BLYNK DAN KENDALI PH MENGGUNAKAN AKTUATOR PADA BUDIDAYA AKUAPONIK BERBASIS WEMOS D1 R2 Laksana, Agung; Alam, Syaiful; Purwiyanti, Sri; Nasrullah, Emir
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i2.3007

Abstract

Akuaponik merupakan metode penggabungan budidaya ikan air tawar (akuakultur) dan budidaya sayuran (hidroponik) yang memanfaatkan media air dan tidak menggunakan tanah. Pada budidaya Akuaponik, sayuran dan ikan dapat tumbuh optimal dipengaruhi beberapa faktor salah satunya pH air. pH pada sistem Akuaponik berpengaruh pada kemampuan tanaman dalam menyerap nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja alat sistem pemantau pH dan kendali pH Akuaponik pada tanaman selada dengan mikrokontroler Wemos D1 R2 sebagai pengendali utama, aplikasi Blynk yang dapat membantu memantau keadaan pH dan Aktuator dalam hal ini Pompa Peristaltik sebagai pengendali otomatis pH Akuaponik. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa penelitian ini menghasilkan alat yang dapat memantau nilai pH menggunakan aplikasi Blynk dan dapat mengendalikan pH menggunakan Aktuator. Alat pemantau dan pengendali stabil karena mampu menampilkan data dan mempertahankan nilai pH pada rentang nilai pH 6-7 sema pertumbuhan tanaman selada. Waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan nilai pH cenderung lebih lama yaitu 23,6 detik dibandingkan dengan waktu untuk menaikkan nilai pH yaitu 14,8 detik. 
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUHU MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 DAN PENGADUK OTOMATIS PADA PROSES FERMENTASI KAKAO Maheswara, Maulana Fahar; Purwiyanti, Sri; Sumadi, Sumadi; Nasrullah, Emir
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3209

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Fermentasi kakao merupakan proses pasca panen dari komoditas kakao, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 3 sampai dengan 6 hari. Fermentasi kakao pasca panen akan menghasilkan cita rasa dan aroma yang lebih optimal pada olahan kakao seperti coklat batang dan juga olahan kakao lainnya. Pada proses fermentasi tersebut suhu fermentasi kakao akan bervariasi dimana perubahan suhu ini disebabkan  oleh mikroorganisme yang ada pada kakao. Pemantauan suhu selama proses fermentasi sangat penting untuk menghasilkan kakao bermutu tinggi. Pengadukan biji kakao juga penting untuk memastikan fermentasi berlangsung secara merata. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yang dapat mengukur dan mencatat serta juga melakukan  pengadukkan secara otomatis pada proses fermentasi kakao. Pada penelitian ini diggunakan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, MicroSD dan thingspeak sebagai pencatat data dan juga relay sebagai kontrol otomatis pengadukkan fermentasi kakao. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa alat ini berhasil melakukan pengadukan dan pencatatan secara otomatis dan juga dapat memberikan notifikasi telegram pada saat terjadi pengadukkan. Dari hasil pemantauan fermentasi yang dilakukan selama 5 hari diketahui bahwa suhu selama proses fermentasi antara 29,2°C sampai dengan 42,8°C dengan error pembacaan sensor sebesar 0.4% .
ANALISA PERBANDINGAN DUA METODE KALIBRASI MESIN ANASTHESI VENTILATOR MELALUI PENGUJIAN FUNGSIONAL DAN KALIBRASI Muzaki, Teguh; Susanto, Misfa; Purwiyanti, Sri
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4386

Abstract

Ventilator merupakan mesin yang berfungsi untuk menunjang pernapasan. Alat ini umumnya dibutuhkan  pasien yang tidak dapat bernapas sendiri. Mesin ini mengatur proses menghirup dan menghembuskan nafas pada pasien. Banyak kendala dengan hasil pengujian dan kalibrasinya yang tidak sesuai. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan terhadap metode pengujian dan kalibrasi ventilator yang sesuai standar. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pengujian dua metode kalibrasi yaitu kalibrasi mandiri dan kalibrasi pihak ke dua mesin anastesi ventilator pengujian di lakukan dengan cara pengamatan fisik dan uji fungsi alat, pengukuran keselamatan listrik dan melakukan kinerja kalibrasi sesuai dengan nilai standar dari metode kerja kalibrasi alat medis4. Menganalisa dan membandingkan kedua metode serta mencari En dan mendapati metode yang mana yang layak di gunakan untuk kinerja alat seterusnya. Hasil peneitian ini menunjukan bahwa : 1) Perbedaan hasil  perhitungan   antara   metode kalibrasi pihak ke 2 dan kalibrasi mandiri dikarenakan penggunaaan yang berbeda di setiap pengujian maupun alat pendukung yang digunakan.  Berdasarkan perhitungan dari Error Number, Untuk metode kalibrasi mandiri dapat digunakan didalam proses pengambilan data karena dibeberapa kondisi tertentu ada diantara Error Number yang masuk nilai ambang batas dan dalam jangka pemakaian yang terbatas hanya sampai 6 bulan, karna kondisi alat penunjang dan kesetabilan listrik di rumah sakit sangat berpengaruh pada alat tsb. 2) Perbandingan repeatability kedua metode banyak sekali terjadi perbedaan yang signifikan, Contoh pada satu metode kalibrasi mandiri pada setting tidal volume yang mendapat nilai repeatability yang presisi akurasi pada pengukuran nya pada percobaan 1 : -23,6, percobaan 2 : 14,2 dan percobaan 3 : -15,2 menunujukan pengulangan yang baik antara jarak percobaan 1 , 2 sampai 3. Naik turun nya kondisi tersebut di akibatkan kondisi flow sensor dan o2 sensor yang melebihi batas pemakaian. Begitupun dengan percobaan respiration rate metode kalibrasi mandiri yang mendapat nilai repeatability hampir mendekati presisi yaitu di 5,56% .