Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG PERAN SERTA TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA IBU BALITA USIA 0 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS NGESREP KOTA SEMARANG Wahyuningsih, Heny Sapto; Puspitaningrum, Dewi; Anggraini, Novita Nining
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 1 (2014): February 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.582 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.1.2014.24-29

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lain seperti AIDS, malaria, campak dan akibat rendahnya kepatuhan petugas kesehatan dalam menjalankan Standar Opersional Prosedur yang belum maksimal sehingga banyak kasus pneumonia balita tidak terdeteksi merupakan topik yang sering diteliti secara akademik di bidang kesehatan masyarakat. Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang penderita pneumonia tertinggi ada di Puskesmas Ngesrep yaitu 1257 balita ( 23,57% ).Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di Puskesmas Ngresep Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 531 responden, sampel 84 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Ngesrep. Hasil : Hasil uji statistik chi- square tentang hubungan persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun. Nilai person chi square 55,608 dan nilai p value = 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0-5 tahun di puskesmas Ngersrep kota Semarang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu tentang peran serta tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan pneumonia pada ibu balita usia 0 – 5 tahun di puskesmas Ngesrep kota Semarang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG IMUNISASI HPV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Nurjanah, Siti; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Vol 4, No 1 (2015): February 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.239 KB) | DOI: 10.26714/jk.4.1.2015.57-64

Abstract

Latar belakang : Kanker merupakan suatu penyakit tidak menular. Salah satu penyakit paling mematikan yang menghantui kehidupan perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker ketiga yang dijumpai pada sistem reproduksi wanita (Faizah, 2010). Pengetahuan yang cukup sangat penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks sedini mungkin. Pencegahan agar terhindar dari virus HPV adalah dengan imunisasi vaksin. Perlu dilakukan upaya peningkatan tentang pendidikan kesehatan dan pengetahuan kanker serviks serta imunisasi kanker serviks dari kader kepada beberapa wanita usia subur. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di wilayah kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 41 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil : Pendidikan kesehatan sebagian besar diikuti oleh 33 (80,5%) responden. Sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV sebagian besar yaitu positif sebanyak 38 (92,7%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p value sebesar 0,092, ini menunjukkan hasil yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap kader kesehatan tentang imunisasi HPV di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap, Imunisasi HPV
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA ISLAM SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Sari, Lita Ruwantika; Puspitaningrum, Dewi; Rahmawati, Agustin
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.028 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.83-86

Abstract

Latar Belakang:Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, masalah pergeseran perilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung. Dalam hal ini perlu adanya pengertian dan bimbingan dari lingkungan disekitarnya, agar dalam perubahan tersebut terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Fenomena seks pranikah di jawa tengah khususnya semarangpada tahun 2010 sebanyak 26% remaja dan pada tahun 2011 sebanyak 20% melakukan hubungan seks pranikah diusia 15-19 tahun. Tujuan : untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentangperilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SMA Sultan Agung 3 Semarang. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest menggunakan 46 sampel siswa siswi kelas XI di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI di SMA Sultan Agung 3 Semarang sebanyak 27 responden (58,7%) dan 32 responden (69,6%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang perilaku seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Sebagian besar sebanyak 29 responden (63%) dan 28 responden (60,9%) tidak mendukung seks pranikah sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Analisis bivariat didapatkan hasil pengetahuan p-value 0,254 dan sikap p-value 0,505. Simpulan : tidak ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah sebelum dan sesudah penyuluhan.
PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG INFERTILITAS DENGAN PENYAKIT KEGANASAN (FOCUS GROUP DISCUSSION) DI KELURAHAN “S” Semarang Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Indrawati, Nuke Devi; Dewi, Maria Ulfa Kurnia; Triwahyuni, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i2.16098

Abstract

Pencegahan angka kesakitan pada kesehatan reproduksi merupakan salah satu target SDGs pada tahun 20230, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas hidup bagi pasangan dengan infertilitas, pemanfaatan sarana prasarana, dan pemantauan secara kontinyu dapat dilakukan tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan reproduksi kaitan infertilitas yang disertai adanya penyakit keganasan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan “S” Semarang ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai adanya penyakit keganasan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), meliputi pemberian informasi, dan implementasi FGD. Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan, masih adanya faktor budaya dan gender yang membedakan pendapat masyarakat, masih perlunya pemahaman dan dukungan yang penting dari keluarga dan masyarakat sekitar tentang infertilitas. Sehingga masih perlu sekali peningkatan pemahaman bagi masyarakat dengan sering diberikan pendidikan kesehatan dan edukasi,serta diperlukan media edukasi yang menarik, sehingga masyarakat lebih paham kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA 1 MUHAMMADIYAH SEMARANG Mulyanti, Lia; Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Nurjanah, Siti; Vernanda, Chelsea Ledyfia; Rosadi, Margita Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i2.16099

Abstract

Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation). Remaja banyak yang tidak sadar dari pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan, salah satu problema dari kaum remaja apabila kurangnya pengetahuan seksual pranikah adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi tidak aman dan juga penyakit kelamin. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendambah pengetahuan remaja putri tentang penyakit menukar seksual. Metode pengabdian ini adalah dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil dari pengabdian ini bahwa semua siswi mengetahui tentang penyakit menular seksual  Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan remaja khususnya remaja putri untuk menjauhi perilaku yang mengarah ke seks bebas agar dapat terhindar dari penyakit menular seksual.
DETERMINAN PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK BIDAN DALAM PEMBERIAN PELAYANAN KEGAWATDARURATAN NEONATAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Puspitaningrum, Dewi; Nintyasari Mustika, Dian; Devi Indrawati, Nuke
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 12, No 2 (2021): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v12i2.493

Abstract

Effect of Recovery Supplementary Feeding on Height Improvement in Stunted Toddlers: A Study at Mijen Health Center, Semarang, Central Java Lutfitasari, Ariyani; Rahmayani, Alya Aulia; Kusumawati, Erna; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v11i2.1707

Abstract

Background: The level of child malnutrition in Indonesia is considered to be high in the world. Some efforts were granted including the provision of supplementary food in some areas of Indonesia. The effort is chosen as a step to fulfill the need for nutrition in children. Objectives: This study aims to determine the relationship between providing supplementary food recovery and height gain in stunted toddlers at Mijen Health Center, Semarang City, Central Java. Method: This research employed a descriptive quantitative approach with a cross-sectional survey design. A checklist was used in the study. The sample consisted of 50 stunted toddlers selected through saturation sampling. Statistical analysis utilized the Chi-Square test with a confidence level of 95%. Results: As many as 52% of respondents have spent the recovery supplemental feeding (PMT) consumed for 60 days. The height of toddlers given recovery PMT increased, which previously had an average Z-score of -2.03, then increased to -1.86. Based on the results of the Chi-Square test, a P-Value of 0.009 (<0.05) can be interpreted that there is a significant relationship because the P-Value is <0.05; OR of 5,500 can be interpreted that recovery supplements that are not eaten out have a 5,500 times greater risk of no increase in height of stunted toddlers compared to toddlers who consume recovery PMT. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between the provision of recovery supplementary food and height gain in stunted toddlers in the operational area of Mijen Health Center, Semarang City, Central Java.
INTERVENSI EDUKATIF MELALUI PROGRAM KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI) MENCEGAH PERGAULAN BEBAS WANITA MUDA Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Mulyanti, Lia; Nurjanah, Siti; Ika, Ajeng; Sari, Dian Yunita
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i1.6608

Abstract

Latar belakang: Pergaulan bebas di kalangan remaja menjadi isu yang memprihatinkan, terutama akibat kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan nilai moral. Fenomena ini juga terjadi di Kota Semarang, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kasus wanita muda atau remaja dengan perilaku berisiko. Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita muda pada SMA terhadap bahaya pergaulan bebas melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Metode: Kegiatan dilakukan di salah satu SMA 1 Muhammadiyah di Semarang dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran. Peserta terdiri dari 50 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terkait pengetahuan dan sikap terhadap pergaulan bebas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap siswa setelah intervensi edukatif. Program KIE terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan secara komunikatif dan partisipatif. Kesimpulannya, intervensi melalui pendekatan KIE dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam mencegah perilaku pergaulan bebas pada wanita muda SMA, serta mendukung upaya pembentukan karakter dan perilaku sehat. 
Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Premarital Skrining di Puskesmas Kota Semarang Puspitaningrum, Dewi; Indrawati, Nuke Devi; Purwanti, Indri Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prioritas kesehatan Indonesia adalah ibu dan anak. Salah satu indikator kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, dimana menurut hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup namun belum signifikan. Upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang telah dilakukan seperti program EMAS tahun 2012 yang dimana melakukan peningkatan pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang lebih baik. Pada program EMAS pemerintah ada 6 yang diprogramkan yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan imunisasi TT, pelayanan kesehatan ibu bersalin, nifas, penanganan komplikasi kebidanan dan pelayanan KB. Program pemerintah belum ada program pelayanan pranikah bisa menjadi pencegahan adanya angka kematian ibu.Puskesmas merupakan tempat pelayanan yang primer pada masyarakat, sehingga bila pelayanan pranikah dioptimalkan di Puskesmas bisa menjadi acuan awal dalam pencegahan kematian ibu. Sehingga sebelum adanya program untuk pelayanan pranikah perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan kebutuhan saat pelayanan pranikah. Sehingga dengan penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan adanya pengembangan SOP tentang premarital skrining.Metode dalam penelitian ini dengan observasi SOP premarital skrining yang sudah ada di 37Puskesmas Kota Semarang, kemudian melakukan pengembangan SOP dengan mengobservasi sarana dan prasarana di Puskesmas. Hasil penelitian ini bahwa pengembangan SOP premarital skrining terdapat SOP yang memuat secara partial sebesar 20 Puskesmas (54,05%). Adanya SOP yang masih partial sehingga perlu dikembangan item pada bagian SOP memuat tentang pemeriksaan khusus pasangan pranikah dan pemeriksaan laboratorium yang menyeluruh pada kedua pasangan. Sehingga bisa disimpulkan dengan adanya pengembangan SOP premarital skrining ini dapat merupakan langkah yang efisien dalam melakukan pencegahan kematian ibu nantinya dalam menghadapi proses reproduksi.
Literature Review : Factors Affecting Birth Weight and its Management Indrawati, Nuke Devi; Dewi, Maria Ulfah Kurnia; Mustika, Dian Nintyasari; Puspitaningrum, Dewi
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1126

Abstract

The literature review has the aim of reviewing and comparing the similarities of several research results regarding the factors that influence the occurrence of low birth weight babies and their management methods in several hospitals in Indonesia. Literature review method with this study was carried out by conducting a literature review by searching several national journals. Literature search using several keywords, namely "low birthweight (LBW)", "infants", "management of LBW" for 10 literature publications from 2012-2022. Article searches used Sciencedirect, Garuda Portal, Mendeley and Google Scholar for articles with quantitative and qualitative designs. Results Of the ten articles stated that LBW occurs not only in premature babies but normal babies can also experience LBW. LBW is not only influenced by the mother's knowledge but other factors such as nutrition, pregnancy interval, age, parity, lifestyle, and pregnancy complications. Discussion and Conclusion: Here the role of health workers and parents in handling LBW is very important without having to be expensive and can be done at home so that it can help increase LBW with exclusive breastfeeding, prevent hypothermia, prevent infection and keep the baby healthy so that stunting does not occur.