Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOSIOLOGI NUSANTARA

POTRET SI FAHMI: SISWA KAYA YANG GAGAL BERPRESTASI Sintia Margani; Nanang Martono; Elis Puspitasari
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.17-36

Abstract

Artikel ini menggambarkan habitus siswa kelas atas yang gagal mengukir prestasi di sekolah. Siswa kelas atas gagal berprestasi karena tidak memiliki habitus berprestasi seperti belajar dengan konsentrasi, mendengarkan guru, aktif bertanya dan menjawab, membaca dan membuat catatan, membuat jadwal belajar dan pelaksanaannya, mengatur waktu belajar, mengulang pelajaran, mengerjakan PR serta menghafal pelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode life history yang dilakukan di salah satu SMA di Kota Cilacap. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, yaitu siswa kaya yang gagal berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan berbagai “modal” seperti modal ekonomi (berasal dari keluarga kelas atas), budaya (memiliki banyak pengalaman sosial), sosial (jaringan pertemanan) dan simbolik (memiliki banyak fasilitas belajar) tidak membuat siswa kaya dapat berprestasi. Salah satu contohnya adalah Fahmi. Ia gagal berprestasi karena memiliki habitus malas, gemar menyontek, senang bermain, serta memiliki kebiasaan membolos. Habitus tersebut terbentuk melalui proses sosialisasi habitus yang terjadi di lingkungan keluarga, pertemanan dan sekolah. Habitus malas belajar berkembang karena lingkungan keluarga yang tidak membiasakan Fahmi untuk belajar membaca dan menulis sejak kecil. Lingkungan sekolah juga mengembangkan habitus malas belajar melalui cara mengajar guru yang membiasakan siswanya untuk menghapal soal. Lingkungan pertemanan bahkan berperan besar menumbuhkan semua habitus yang melekat pada Fahmi. Jadi, kegagalan berprestasi yang dialami Fahmi disebabkan kegagalan sosialisasi habitus berprestasi di lingkungan keluarga, pertemanan dan sekolah meskipun ia memiliki banyak modal yang dapat digunakan untuk mendukung capaian belajarnya.Kata Kunci: Habitus, Modal, Prestasi, Siswa Kaya 
Hubungan antara Interaksi Sesama Teman dan Tingkat Keagamaan dengan Motivasi Prestasi Akademik Siswa: Hubungan antara Interaksi Sesama Teman dan Tingkat Keagamaan dengan Motivasi Prestasi Akademik Siswa Alfiana Meyla Putri; Nanang Martono; Elis Puspitasari; Agung Kurniawan
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 10 No 2 (2024): Vol 10 No.2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.10.2.216-239

Abstract

This study explains the relationship between peer interaction and religiosity level with student achievement motivation. This research was conducted using the survey method at SMA Negeri 1 Wangon. The population of this study were X and XI grade students totalling 715 students. Sampling using simple random sampling technique. The number of samples in this study were 392 students (52% of the total population). The results showed that the correlation value of Kendall's tau on the peer interaction variable was 0.270 with a significance value of 0.05. While the level of religiosity variable shows the correlation value of Kendall's tau of 0.315 with a significance value of 0.05. Based on the results of the study, there is a positive relationship between peer interaction and achievement motivation and a positive relationship between religiosity level and achievement motivation. Students‘ social interactions with peers can increase students achievement motivation. Peers provide social support to students to achieve, thus encouraging students to increase their achievement motivation. Meanwhile, the level of religiosity can also increase students' achievement motivation. Religiosity that provides positive values for students can increase student achievement motivation.