Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Daya Dukung Pondasi Proyek Pendidikan SMK 1 Rangas Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat Patah, Dahlia; Ridhayani, Irma; Manaf, Abdi; Mahmuda, Ali Fauzi
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 26 No 1 (2022)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052022.04

Abstract

Pondasi merupakan struktur bawah dari suatu bangunan yang berfungsi menopang strukur atasnya. Pondasi berfungsi menahan beban-beban dari atas, sehingga pondasi didisain dapat bertahan jika terjadi gempa ataupun kelebihan beban dan tidak boleh gagal terlebih dahulu. Beban dari struktur atas didistribusikan melalui kolom dengan nilai tegangan yang diijinkan sesuai dengan nilai daya dukung tanah. Ada dua jenis pondasi yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dalam merupakan salah satu jenis pondasi yang digunakan untuk menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah keras yang memiliki kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam di dalam tanah. Studi analisa daya dukung tanah pondasi dalam yang menggunakan mini pile berukuran 25 x 25 cm dilaksanakan pada proyek pembangunan gedung sekolah SMK 1 Rangas Kabupaten Mamuju dengan menggunakan data sondir (CPT) sebanyak 2 titik dengan masing-masing kedalaman 15,8 m dan 5,0 m. Kedalaman perencanaan pondasi terlebih dahulu harus dihitung dan ditentukan kapasitas daya dukung rencana. Tujuan dari studi ini yaitu menghitung dan mengetahui nilai daya dukung ultimit aksial tiang pancang tunggal dalam kelompok tiang dengan metode analitis dan mengetahui besarnya daya dukung kelompok tiang. Desain pondasi meliputi kekuatan satu tiang pondasi, efesiensi kelompok tiang dan perhitungan distribusi beban pada tiang. Berdasarkan hasil analisis didapat pondasi mini pile mampu menahan beban yang bekerja diatasnya, sehingga pondasi dikategorikan aman. Dari hasil perhitungan diperoleh efesiensi kelompok tiang yaitu 83,08%, jumlah tiang 3 buah dengan daya dukung kelompok tiang 68,29 ton yang mampu menahan gaya aksial yaitu 59,54 ton.
Paving Block Abu Sekam Padi Untuk Infrastruktur Desa dan Pesisir Sulawesi Barat ., apriansyah; Permadi, Yoga Dwi; Patah, Dahlia; ., Yusman
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 26 No 1 (2022)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.052022.03

Abstract

Pembangunan infrastruktur desa terus meningkat sejak alokasi dana desa diberikan oleh pemerintah pusat. Peningkatan pembangunan desa tidak dibarengi dengan quality control yang baik dikarenakan keterbatasan SDM dan peralatan. Hal in berpotensi terhadap rendahnya kualitas pekerjaan konstruksi khususnya material beton. Paving block menjadi alternatif material yang dapat mengganti fungsi beton khususnya pada infrastruktur jalan, taman, dan pedestrian. Dengan penggunaan paving block, quality control dapat dilakukan lebih baik dikarenakan material ini adalah material fabrikasi yang proses penjaminan mutunya dilakukan ditempat pembuatannya. Penelitian ini menggunakan bahan tambah abu sekam padi dikarenakan banyaknya limbah abu sekam padi yang menumpuk dan mencemari lingkungan di kecamatan Wonomulyo. Penelitian ini menguji nilai kuat tekan paving block dengan variasi abu sekam padi 5%,10% dan 15% untuk mengetahui komposisi material semen dan abu sekam padi yang menghasilkan nilai kuat tekan optimal pada paving block. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimental dengan pembuatan sampel sesuai dengan tabel mutu kuat tekan paving block pada SNI 03-0691-1996. Hasil yang diperoleh dari penelitian didapatkan nilai kuat tekan paving block pada umur 28 hari dengan variasi ASP 0% sebesar 16,37 Mpa, masuk kedalam mutu paving block kelas C, variasi ASP 5% sebesar 8,99 Mpa dan variasi ASP 10% sebesar 11,43 Mpa, masuk kedalam mutu paving block kelas D dan variasi ASP 15% sebesar 4,95 Mpa, tidak memenuhi syarat. Komposisi material semen dan abu sekam padi yang meghasilkan nilai kuat tekan optimal adalah paving block variasi ASP 10% dengan komposisi semen 90% dan abu sekam padi 10%.
Produksi Batu Bata Tanah Liat Yang Ramah Lingkungan Menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) Dasar, Amry; Patah, Dahlia; Okviyani, Nur; Nurdin, Amalia; Apriansyah, Apriansyah; Yusman, Yusman; Manaf, Abdi; Mahmuda, Ali Fauzi
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12, No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i1.2101

Abstract

Abu cangkang sawit/Palm Oil Fuel Ash (POFA) digunakan untuk menggantikan tanah liat dalam jumlah yang berbeda yaitu 0%, 15%, 30% dan 45% terhadap berat semen dalam pembuatan batu bata. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari sifat-sifat batu bata dan memperkenalkan inovasi pembuatan batu bata menggunakan POFA. Sifat-sifat batu bata menggunakan POFA dibandingkan dengan produk konvensional (batu bata kontrol/0%POFA) mengikuti standar minimum dari SNI 03-4164-1996 dan SNI-15-2094-2000. Penambahan jumlah limbah POFA 15-30% menggantikan tanah liat dapat menghasilkan batu bata yang memiliki penyerapan air, kerapatan semu dan kekuatan tekan yang memenuhi nilai-nilai yang ditetapkan oleh standar. Penggunaan POFA hingga 30% sebagai pengganti tanah liat pada pembuatan batu bata menurunkan mutu bata dari mutu 15 menjadi mutu 10. Lebih lanjut, penggunaan 15% POFA menunjukkan penyerapan air dan kerapatan semu yang lebih baik dari batu bata dengan 0%POFA (batu bata kontrol tanpa POFA).
Kekuatan dan Durabilitas Oil Palm Shell (OPS) sebagai Alternatif Pengganti Agregat Kasar pada Beton Bertulang Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Ridhayani, Irma; Suryani, Herni; Saudi, Akbar Indrawan; Sainuddin, Sainuddin
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 12, No 1 (2024): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v12i1.2103

Abstract

Cangkang kelapa sawit atau Oil Palm Shell (OPS) berpotensi digunakan pada beton sebagai pengganti agregat kasar guna meningkatkan kekuatan dan durabilitas. Penelitian ini melakukan penyelidikan pada kekuatan dan potensi korosi (durabilitas) baja tulangan pada beton yang menggunakan OPS hingga berumur 244 hari. Penggunaan OPS sebesar 10% dan 20% sebagai pengganti sebagian dari agregat kasar untuk dibandingkan dengan nilai kekuatan dan durabilitas terhadap beton normal. Metode pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi penghambatan laju korosi baja tulangan beton yaitu melalui uji tekan beton, penyerapan air, porositas, half-cell potential (HCP), Rapid Chloride Permeability Test (RCPT), dan kedalaman penetrasi ion klorida. Hasilnya diperoleh bahwa kuat tekan beton menggunakan OPS 10% pada umur 20 hari memiliki kuat tekan yang relatif sama dengan beton normal. Lebih lanjut, berdasarkan pengujian HCP dan RCPT, beton menggunakan OPS 10% dan 20% memiliki kriteria potensi korosi sebesar 50% dan kedalaman penetrasi ion klorida yang sama dengan beton normal. Oleh karena itu, OPS berpotensi digunakan pada beton sebagai alternatif material pengganti sebagian agregat kasar.
Ketahanan Korosi Baja Tulangan dalam Beton menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) dan Air Laut Dasar, Amry; Patah, Dahlia; Sainuddin, Sainuddin; Caronge, Muhammad Akbar
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.55191

Abstract

POFA (Palm Oil Fuel Ash) atau abu cangkang kelapa sawit dan air laut memiliki potensi untuk digunakan dalam beton sebagai upaya pengurangan biaya konstruksi dan masalah limbah lingkungan. POFA mengandung sifat pozzolan seperti yang terkandung pada semen sehingga berpotensi digunakan sebagai mineral pada campuran beton. Oleh karena itu pemanfaatan POFA dan air laut pada campuran beton berpotensi dilakukan, namun perlu diperhatikan juga terkait potensi masalah korosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan POFA hingga 20% sebagai pengganti semen dan pengaruh pencampuran air laut terhadap kekuatan dan korosi baja tulangan pada beton. Kuat tekan beton dievaluasi dengan melakukan uji tekan pada spesimen selinder dengan diameter dan tinggi masing-masing 100 mm dan 200 mm pada umur 7 hari dan 28 hari. Selanjutnya, benda uji selinder beton dengan diameter tulangan 10 mm digunakan dalam mengevaluasi potensi korosi. Pengukuran estimasi korosi menggunakan metode half-cell potential (HCP) berdasarkan ASTM C876-15. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan hingga 10% POFA menggantikan semen dengan pencampuran air laut (AL) dan perawatan air tawar (AT) memiliki kekuatan tinggi yang hampir sama dengan beton normal. Resiko korosi juga tidak terdeteksi dan dibuktikan dengan pengukuran aktual korosi. Leboh lanjut, nilai HCP lebih negatif dari -400 mV diprediksi mengalami korosi pada area tulangan di atas 10%.
Produksi Paving Block Ramah Lingkungan Menggunakan Candlenut Shells (CNS) Sebagai Pengganti Sebagian Abu Batu Patah, Dahlia; Dasar, Amry
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i1.5131

Abstract

Limbah hasil industri pertanian seperti Candlenut Shells (CNS) merupakan salah satu material alternatif yang berpotensi digunakan sebagai pengganti abu batu. Hal ini dapat berkontribusi pada pengurangan penambangan batu sungai. Pada penelitian ini digunakan limbah CNS sebagai bahan pengganti sebagian abu batu pada paving block dengan rasio penggantian 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap berat kerikil. Beberapa pengujian dilakukan untuk mengevaluasi workabilitas, densitas, kuat tekan, daya serap air, porositas, dan ketahanan acid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa CNS menurunkan rasio w/b pada paving block seiring dengan meningkatnya penggunaan CNS sebagai pengganti kerikil. Lebih lanjut, densitas paving block CNS mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya persentase penggantian sebagian kerikil. Panggunaan paving block dengan 15%, 30% dan 60% CNS memenuhi kriteria persyaratan untuk diaplikasikan pada pejalan kaki/trotoar yang sama dengan paving block kontrol (CNS0). Akan tetapi, paving block dengan rasio penggantian 45% CNS memenuhi persyaratan untuk aplikasi pada parkiran, sehingga penggantian CNS hingga 45 % dapat diterima sebagai pengganti abu batu.
Kekuatan dan Durabilitas Beton Menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) dan Pasir Pantai Dasar, Amry; Patah, Dahlia
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i1.5090

Abstract

Abu cangkang sawit atau yang dikenal Palm Oil Fuel Ash (POFA) merupakan salah satu limbah dari hasil industri partanian. POFA mengandung bahan yang bersifat pozzolan sehingga berpotensi dicampur dengan semen Portland sebagai bahan pengganti semen (SCM). Oleh karena itu POFA berpotensi digunakan untuk menghasilkan beton yang memiliki durabilitas dan sekaligus beton yang ramah lingkungan. Penambahan POFA pada semen Portland diharapkan dapat meningkatkan pembentukan gel kalsium silikat hidrat (CSH). Hal ini dapat mendorong meningkatnya kekuatan dan kinerja beton. Selain itu, permasalahan lingkungan seperti banjir dikarenakan penambangan pasir sungai terus terjadi. Sehingga urgensi mencari alternatif material pengganti semakin meningkat. Pasir laut merupakan salah satu SDA yang berkelanjutan sehingga berpotensi digunakan sebagai material alternatif pengganti pasir sungai. Saat ini penelitian mengenai kinerja beton menggunakan POFA masih terbatas, khususnya juga dengan menggunakan pasir laut sebagai agregat halus. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sifat mekanik dan durabilitas dari beton yang menggunakan POFA dan pasir laut. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian seperti uji kuat tekan, penyerapan air dan porositas, rapid chloride ion penetration test (RCPT) dan kedalaman penetrasi klorida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton menggunakan POFA dan pasir laut lebih rendah dibandingkan beton normal. Lebih lanjut, hasil HCP menunjukkan potensi korosi baja tulangan pada beton yang menggunakan POFA dan pasir laut dalam keadaan pasif seperti pada beton normal.
OPTIMALISASI MITIGASI BAHAYA GEMPABUMI MELALUI PENYULUHAN RUMAH TAHAN GEMPA DI KABUPATEN MAJENE Dasar, Amry; Patah, Dahlia; Nurdin, Amalia; Apriansyah, Apriansyah; Yusman, Yusman
MINDA BAHARU Vol 7, No 2 (2023): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v7i2.5736

Abstract

Gempabumi yang terjadi di Majene dan Mamuju dengan skala M 6,2 pada 15 Januari 2021 pukul 02.28.17 WITA menyebabkan banyak korban jiwa, selain itu bangunan seperti rumah tinggal dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah. Bangunan ini kebanyakan dibangun tidak berdasarkan kaidah bangunan tahan gempa sesuai SNI-1726-2019. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan pemberi jasa konstruksi/tukang dalam membangun bangunan sederhana yang tahan terhadap gempa di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan paparan teori, diskusi tanya jawab dan kusioner pilihan ganda. Hasil pengabdian ini dinyatakan berhasil berdasarkan hasil kusioner post-test yang nilainya meningkat setelah pemberian materi. Ini menandakan peserta telah memahami pentingnya dan paham aturan teknis pada sistem perencanaan dan pembangunan konstruksi bangunan tahan gempa. Akan tetapi, tim pengabdian belum dapat memantau perubahan perilaku terhadap sistem perencanaan dan pembangunan konstruksi bangunan sederhana tahan gempa yang terjadi pada peserta mengingat terbatasnya waktu.
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI BATA BETON UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TAMMERODO UTARA, KEC. TAMMERODO SENDANA, MAJENE Patah, Dahlia; Nirwana, Hafsah; Ridhayani, Irma; Dasar, Amry; Yusman, Yusman
MINDA BAHARU Vol 7, No 2 (2023): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v7i2.5735

Abstract

Pembangunan infrastuktur jalan pada perumahan umumnya menggunakan material bata beton/paving blok. Penggunaan bata beton itu sendiri saat ini khususnya di daerah Kabupaten Majene dan Mamuju semakin berkembang. Akan tetapi, keahlian pembuat bata beton hanya sebatas membuat bata beton yang ekonomis tanpa memperhatikan kualitas dan memenuhi standar SNI 03-0691-1996. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan pasir pantai dan air laut dalam pembuatan bata beton. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan adalah pembuatan bata beton sesuai SNI dengan menggunakan pasir pantai dan air laut. Seluruh peserta berjumlah 40 orang dengan rata-rata usia yang masih produktif, yakni bapak-bapak dan anak muda masyarakat Desa Tammeroddo Utara yang berusia 25 hingga 45 tahun mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir kegiatan. Hal ini menandakan tingginya minat dan ketertarikan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah seluruh peserta mampu membuat bata beton secara mandiri dengan peralatan konvensional. Selain itu, setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, kemampuan peserta menjadi meningkat berdasarkan kusioner dalam bentuk soal pilihan ganda yang dibagikan dalam pembuatan bata beton menggunakan pasir pantai dan air laut yang memenuhi kriteria mutu jalan desa berdasarkan SNI 03-0691-1996.
The Effects of Palm Oil Fuel Ash on Mechanical and Durability Properties of Sustainable Foamed Concrete Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Noor, Nurazuwa Md.
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 11 No. 1 (January 2025)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.13749

Abstract

In recent years, mortar bricks or autoclaved aerated concrete (AAC), also known as foamed concrete, have been widely used as masonry wall materials. Foamed concrete, like bricks, can be produced by adding a foaming agent to achieve the desired weight and density, while meeting requirements for strength and durability. However, the search for sustainable construction materials has become imperative , including the use of waste materials to partially replace cement. The incorporation of SCM in the production of cement-based materials, such as foamed concrete, has a significant impact on reducing CO 2 emissions and promoting a sustainable environment. POFA, a secondary product derived from the palm oil industry that is typically left on the ground , poses environmental problems. Due to its good performance and pozzolanic reactions, POFA-based construction materials have great potential as alternatives to ordinary Portland cement. Unlike previous studies, this research evaluates the strength and durability of foamed concrete with variations in foam agent dosages, including finer particles of POFA (100μm) as a partial cement replacement. The study produced a total of 6 batches of foamed concrete, measuring compressive strength, porosity, water absorption, and electrical resistivity. Additionally, the research examined the correlation between compressive strength and porosity, as well as compressive strength and electrical resistivity. This study concludes that an ideal content of 10% POFA with a foaming agent-to-water ratio (fa/w) of 1/60 can achieve the best strength of foamed concrete. Furthermore, a partial cement replacement with 20% POFA could potentially increase the compressive strength to levels similar to those of normal foamed concrete (without POFA).