Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Praktikum Bioenergi Alternatif: Pemahaman, Keunggulan dan Tantangan Unwakoly, Semuel; Liliasari
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.155-166

Abstract

Praktikum di laboratorium berperan penting dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep ilmiah dan keterampilan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap praktikum pembuatan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis makroalga sebagai bioenergi alternatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui kuesioner dan wawancara terbuka untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap tiga aspek, yaitu pengetahuan sains, keunggulan dan tantangan praktikum pembuatan DSSC. Semua kuesioner yang digunakan telah divalidasi oleh ahli dan diukur validitas serta keandalan melalui pengujian statistik dengan nilai sig (2-tailed) < 0,05 dan nilai Cronbach alpha sebesar 0,89; 0,90 dan 0,94. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap praktikum bioenergi alternatif yang dikembangkan pada mata kuliah Biokimia untuk ketiga aspek sebagai berikut; 1) mahasiswa memahami konsep dasar sel surya yang mengadopsi mekanisme reaksi fotosintesis pada tumbuhan dan alga. 2) praktikum ini memiliki keunggulan dalam penguasaan keterampilan laboratorium melalui pengalaman langsung dalam membuat sampai mengukur efisiensi kinerja DSSC. 3) serta tantangan yang dapat diatasi mahasiswa dalam praktikum pembuatan bioenergi alternatif (DSSC). Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan metode pembelajaran berbasis eksperimen yang lebih efektif dalam pendidikan sains, biologi dan kimia.
Natural pigment-based dye-sensitized solar cells utilizing Caulerpa racemose and Gymnogongrus flabelliformis as photosensitizers Unwakoly, Semuel; Liliasari, Liliasari; Hartati, Sri; Munawaroh, Heli Siti H; Arramel, Arramel; Rusliani, Prima Fitri; Prima, Eka Cahya
International Journal of Renewable Energy Development Vol 14, No 3 (2025): May 2025
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy (CBIORE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/ijred.2025.61083

Abstract

This research examines natural dyes' chemical and physical characteristics for potential use in dye-sensitized solar cells (DSSCs). Chlorophyll pigments were extracted from two macroalgae species, Caulerpa racemosa and Gymnogongrus flabelliformis, and analyzed using absorbance spectroscopy, band gap energy calculations, and dye-sensitized solar cell performance evaluation. Fourier Transform Infrared (FTIR) characterisation was used to identify the pigments contained in the dye. The absorbance spectra of chlorophyll pigments extracted from both macroalgae species showed broad peaks at 400–800 nm wavelengths, with Gymnogongrus flabelliformis showing the highest absorbance peak at 403 nm. The redox potential analysis for both macroalgae species showed energy gaps (HOMO/LUMO) of 1.3 eV, 1.4 eV, 2.3 eV, and 2.4 eV, respectively, indicating that these natural dyes are suitable for use in DSSC applications. DSSC devices were fabricated using components such as liquid electrolyte, mesoporous titanium dioxide (TiO₂) photoelectrode, reduced graphene oxide (rGO) as counter electrode, and ITO glass as conductive substrate. Meanwhile, to evaluate how well the photovoltaic system worked, we looked at short-circuit current density (Jsc), open circuit voltage (Voc), fill factor (FF), and overall photoelectric conversion efficiency (η). The results showed that the highest performance for Gymnogongrus flabelliformis was Jsc 0.041 mA/cm², Voc 0.28 V, FF 0.239, and η 0.020%, while the highest performance of Caulerpa racemosa was Jsc 0.023 mA/cm², Voc 0.46 V, FF 0.244, and η 0.019%. These findings indicate the potential for using and developing natural dyes derived from these two macroalgae species in DSSC technology. This research offers insight into the feasibility of marine-derived pigments as a sustainable and environmentally friendly alternative for photovoltaic applications.
PROFILING CHEMISTRY STUDENTS’ SYSTEMS THINKING SKILLS IN RESPONDING TO 21ST-CENTURY CHALLENGES Amida, Nadia; Unwakoly, Semuel
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 15 No 2 (2025): MJoCE
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Pattimura (Chemistry Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Pattimura University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol15iss2pp68-73

Abstract

This study analyzes the profile of chemistry students’ systems thinking skills as a key competency for addressing the complex challenges of the 21st century. Systems thinking is essential for understanding the dynamic interrelationships among components within a system in an integrated and holistic manner. A descriptive quantitative approach was employed involving 108 chemistry education students from seven universities across Indonesia, consisting of 58 from rural areas and 50 from urban areas. Data were collected using the Dorani Systems Thinking Skills Test (D-STST), which was adapted to the higher education chemistry context. The results showed that students from urban areas achieved a higher mean score (M = 38.5) than those from rural areas (M = 34.91), indicating differences in systems thinking proficiency based on students’ residential backgrounds. These disparities are likely influenced by learning environments, access to educational resources, and academic experiences. The findings underscore the importance of implementing contextual, inquiry-based, and student-centered learning strategies to strengthen systems thinking skills and better prepare students for the demands of 21st-century education and global challenges.
ADSORPSI ASAM LEMAK BEBAS MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN SILIKA GEL DARI ABU LAYANG KELAPA SAWIT Sunarti, Sunarti; Reubun, Mayang; Unwakoly, Semuel; Nazudin, Nazudin
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 14 No 1 (2024): MJoCE
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Pattimura (Chemistry Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Pattimura University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol14iss1pp28-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik silika gel hasil sintesis dari abu layang kelapa sawit dan kemampuannya dalam mengadsorpsi asam lemak bebas pada minyak jelantah.Sintesis silika gel menggunakan metode sol gel, dan proses adsorpsi dilakukan secara batch. Penentuan konsenrasi asam lemak dilakuka dengan metode titrasi. Hasil analisis XRD dari silika gel hasil sintesis menunjukkan puncak melebar pada 2θ= 15-30o dimana puncak tertinggi adalah pada 2θ=22,40o yang mengindikasikan silika gel hasil sintesis merupakan material yang bersifat amorf. Hasil analsis silika gel menggunakan FTIR memberikan serapan Vibrasi rentang gugus OH dari gugus silanol (Si-OH) muncul pada bilangan gelombang 3495,51cm-1. Serapan pada bilangan gelombang 1625,99 cm-1 merupakan vibrasi tekuk dari gugus Si-OH. Pada bilangan gelombang 1083 cm-1 menunjukkan vibrasi ulur asimetri Si-O dari Si-O-Si (gugus siloksan) dan adanya vibrasi ulur ini diperkuat dengan adanya serapan pada bilangan gelombang 798,53 cm-1. Pada bilangan gelombang 462,92 cm-1 menunjukkan adanya vibrasi tekuk Si-O dari gugus fungsi Si-O-Si. Kadar asam lemak bebas minyak jelantah awal sebesar 1,024%. Setelah proses adsorpsi penurunan kadar asam lemak bebas tertinggi diperoleh pada waktu kontak 90 menit sebesar 0,59% dengan Kapasitas dan efisiensi adsorpsi sebesar 9,65 mg/g dan 42,383%. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka proses adsorpsi menggunakan silika gel dari abu layang kelapa sawit dapat menurunkan asam lemak bebas sehingga dapat memenuhi syarat SNI 01-3741-2013 yaitu maksimal 0,6%.