Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

“MASTERING CLASS: MULTICULTURAL EDUCATION” STRATEGI IMPLEMENTASI KONSERVASI SOSIAL BAGI PELAJAR BERAGAM BUDAYA DI KOTA SEMARANG Gustaman, Fulia Aji; Putri, Noviani Achmad; Pramono, Didi; Husna, Vina Nurul; Sinta, Radini; Amaliyah, Khasiatun; Hanifah, Ulin; Prasetya, Heldi
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v9i1.28864

Abstract

Kekerasan antar kelompok yang terjadi secara sporadis di berbagai kawasan di Indonesia menunjukkan betapa rentannya rasa kebersamaan yang dibangun, betapa kentalnya prasangka antar kelompok dan betapa rendahnya sikap saling pengertian mengakibatkan bertambahnya kompleksitas persoalan keragaman dan hubungan antar kelompok dan tidak menutup kemungkinan, persoalan-persoalan ini akan berimbas kepada persatuan suatu bangsa. Maka perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan di kalangan para pelajar. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan paradigma multikulturalisme melalui dunia pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada pendekatan Pendidikan Multikultural, yakni meliputi Content Integration, The Knowloedge Construction Process, An Equity Paedagogy, Prejudice Reduction, dan An Empowering School Culture and Social Structure. Hasil kegiatan ini penanaman nilai nilai Multikultural berupa peduli, adil, tolong menolong, cinta tanah air, empati, simpati, humanis, demokrasi, menghormati, toleransi, percaya. Nilai-nilai karakter ini ditanamkan melalui metode diskusi kelompok dan pemberian reward.
Kampung Bhinneka: Developing a Multicultural Tourism Village Based on Community Religious Diversity Prasetyo, Kuncoro Bayu; Pramono, Didi; Putri, Noviani Achmad
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 33 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v33i1.18450

Abstract

Religious aspects are prominent determinants that shape diversity in Indonesia and have implications for problems of inter-religious relations related to intolerance and radicalism. This condition is a significant threat to national disintegration. The purpose of this study is to identify the potential of the social, cultural, and natural capital of local communities related to socio-religious diversity and to utilize this potential in the form of a multi-religious tourist village as a role model for learning and disseminating multicultural values ​​through multicultural educational tourism activities. The research was conducted in Kalisat Hamlet, Temanggung, Central Java, using research and development methods and participatory rural appraisal for participatory community development. The research stages began with identifying potential and problems in designing and developing a multi-religious-based tourist village model. The study results show that Kalisat Hamlet has excellent social, cultural, and natural potential as capital for developing the Kampung Bhinneka tourist village. The most prominent main point is the diversity of religions embraced by the Kalisat community, namely Buddhism, Islam, Christianity, and Sapta Dharma. In this diversity, the people of Dusun Kalisat live in harmony. With the support of infrastructure, management, local government support, and promotional media, Kampung Bhinneka in Dusun Kalisat will be able to become an alternative tourist destination that offers the concept of learning to live in a diverse society.
Anti-Corruption Education Values in Local Javanese Cultural Wisdom Putri, Noviani Achmad; Handoyo, Eko; Martitah, Martitah; Mustofa, Moh. Solehatul
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anti-Corruption education will continue to be needed with the aim of producing an honest generation for Indonesia. Local Javanese cultural wisdom has an important role in instilling Anti-Corruption Education values such as the values of honesty, discipline, simplicity, fairness, caring, hard work, independence, introspection and courage. The purpose of this study is to analyze the implementation strategy of instilling anti-corruption education values based on local wisdom of Javanese culture. This research method is descriptive qualitative research. The research setting in this study was State Middle Schools 4, 8, 19 Semarang Cyty, SMP Nasima dan SMP Al-Azar Semarang City. The data sources for this research are primary data sources, namely social studies teachers, students and school principals. Secondary data such as teaching modules, attitude journals, documentation, books, magazines, newspapers, written archives that are directly related to the object. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Test the validity of the data using source triangulation and engineering triangulation techniques. The data analysis technique uses interactive analysis of data collection, data reduction, data presentation and verification. The results of this research are local Javanese cultural wisdom values that are relevant to Anti-Corruption Education such as "Becik Ketitik Ala Ketara", "Asrah Jiwa", "Berbudi Bawa Leksana", "Aja Ngolek Wah, Mengko dadi Owah", "Ambrasta Dur Hangkara", "Aja Dahwen Yen Kepengin Kajen", "Adhang-adhang Tetesing Embun", "Ana Adu Ulate Ora Ana Begjane", "Aja Gumedhe".
PENGEMBANGAN E-PANDUAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP KOTA SEMARANG Putri, Noviani Achmad; Ginanjar, Asep; Mustofa, Moh. Solehatul; Sinta, Radini
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v10i2.38922

Abstract

Implementasi Pendidikan Anti Korupsi sekarang ini belum begitu optimal hal ini dikarenakan salah satunya belum adanya panduan bagi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Anti Korupsi khususnya dalam pembelajaran IPS. Oleh karena itu butuh adanya upaya pengembangan panduan berupa e-panduan yang berisi tentang potensi kearifan lokal budaya Jawa sebagai sumber nilai Anti Korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan yang mencakup 10 langkah umum, namun dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada tiga tahapan saja. Hasil penelitian ini yakni 1) Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan melalui tiga pendekatan diantaranya: pendekatan materi, model pembelajaran, media pembelajaran; 2) Nilai-nilai kearifan lokal budaya Jawa dapat menjadi sumber nilai pendidikan anti korupsi melalui beberapa strategi. Penguatan Pendidikan Anti Korupsi ini dapat dilakukan melalui tiga strategi yakni: Literasi baca, literasi digital serta literai budaya dan kewarganegaraan; 3) Berdasarkan hasil uji ahli materi, uji ahli media, serta uji pengguna E-Panduan sangat layak untuk dijadikan salah satu alternatif dalam menumbuhkan sikap anti korupsi pada peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Penguatan Digital Economy Melalui Food Vlogging dalam Promosi Wisata Kuliner Tradisional di Pasar Slumpring Tegal Pramono, Didi; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Putri, Noviani Achmad; Setiaji, Khasan; Alfasya, Saufa Alina; Naylacitra, Gayyutri; Wijaya, Ziryu Robben Duta
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 8 No. 1 (2026): Madani : Februari 2026
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/zqabs884

Abstract

This community service program was initiated in response to the stagnation of tourist visits to Pasar Slumpring and the limited digital competence of the local tourism awareness group (Pokdarwis) in utilizing social media as a promotional tool. The program aims to strengthen the community’s digital economy through the development of food  vlogging content as a medium for promoting traditional culinary tourism. The implementation employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving community members in planning, training, content production, and evaluation. The program included a social media workshop, food vlogging training, and digital promotion assistance. The results demonstrate a significant improvement in participants’ digital literacy, with the average score increasing from 44.25 (pre-test) to 80.75 (post-test), indicating an 82.4% enhancement. The food vlogging content produced successfully reached a wide audience, achieving 31,000 views on Instagram and 386,000 views on TikTok. The impact is further reflected in the rise in tourist visits, from 1,217 visitors in August to 1,826 in September (an increase of 50.04%), and continued to grow to 58.25% by November. This program has proven effective in enhancing the digital capacity of Pokdarwis and strengthening digital economy–based promotional strategies. Therefore, the initiative contributes to the development of traditional culinary tourism and supports the achievement of SDGs 8, 9, and 11 on decent work, industrial innovation, and sustainable communities. 
Efektivitas Media Pembelajaran Game Interaktif Kahoot terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukorejo Kendal Cahyaningtyas, Reynata; Putri, Noviani Achmad
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4244

Abstract

Pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk individu yang cerdas, berpikir analitis, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Dalam pembelajaran IPS, diperlukan sarana pembelajaran yang inovatif agar siswa lebih aktif dan mampu memahami materi secara optimal. Namun, berdasarkan hasil pengamatan, capaian hasil belajar siswa masih tergolong rendah, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar melalui proses yang lebih efektif dan menyenangkan. Penelitian ini menerapkan desain quasi-eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang keduanya diberikan pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,6244 mengindikasikan bahwa peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang.
Penguatan Literasi Digital melalui Penerapan Canva bagi Guru IPS di SMP Negeri 9 Semarang Zahrotunisa, Najwa; Putri, Noviani Achmad
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4285

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 serta masih terbatasnya pemanfaatan media digital secara optimal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi digital guru IPS, strategi penguatan literasi digital melalui Web Canva, serta kendala dan solusi dalam implementasinya di SMP Negeri 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital guru-guru ilmu sosial di SMP Negeri 9 Semarang berkisar antara memadai hingga baik (tingkat B1–B2), dengan kemampuan untuk mengakses, memanfaatkan, dan membuat konten digital; namun, masih diperlukan perbaikan di bidang evaluasi, etika, dan inovasi, serta terdapat kesenjangan kemampuan di antara para guru. Literasi digital diperkuat melalui penggunaan Canva dalam pembelajaran interaktif dan didukung oleh pengembangan profesional berkelanjutan, yang menghasilkan peningkatan kreativitas guru dan keterlibatan siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan teknis dan kompetensi, sehingga memerlukan dukungan sistematis dari sekolah agar lebih efektif.
ANALISIS KELAYAKAN LEMBAR KERJA SISWA IPS KELAS IX BERDASARKAN STANDAR BSKAP PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Azkiya, Shifni; Putri, Noviani Achmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10685

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of the Grade IX Social Studies Student Worksheet (LKS) produced by the Social Studies Teacher Working Group (MGMP IPS) of Tegal City, which is uniformly used across all public junior high schools in Tegal City during the odd semester of the 2025/2026 academic year. A descriptive quantitative approach with document analysis method was employed to assess all 112 pages of the LKS based on four standards of the BSKAP Educational Book Assessment Guidelines Number 039/H/P/2022, namely content, presentation, design, and graphics. As supporting data, a Likert scale questionnaire was administered to 113 ninth-grade students of SMP Negeri 7 Tegal, obtained through convenience sampling from a population of 239 students. Document analysis results show an overall percentage of 70.3% (feasible), with details of content standard 66.7% (moderately feasible), presentation 68.75% (moderately feasible), design 58.3% (moderately feasible), and graphics 91.7% (highly feasible). The student questionnaire yielded a percentage of 77.1% (feasible). Key weaknesses identified include outdated real-world examples, the absence of QR codes, dominance of lower-order cognitive questions, writing errors, and minimal visual elements on core content pages. This study affirms the need for periodic evaluation of teacher-community-produced worksheets to ensure alignment with the demands of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPS Kelas IX buatan MGMP IPS Kota Tegal yang digunakan di seluruh SMP Negeri se-Kota Tegal pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen digunakan untuk menilai 112 halaman LKS berdasarkan empat standar Pedoman Penilaian Buku Pendidikan BSKAP Nomor 039/H/P/2022, yaitu materi, penyajian, desain, dan grafika. Sebagai data pendukung, kuesioner skala Likert diberikan kepada 113 siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tegal yang diperoleh melalui teknik convenience sampling dari populasi 239 siswa. Hasil analisis dokumen menunjukkan persentase keseluruhan 70,3% (layak), dengan rincian standar materi 66,7% (cukup layak), penyajian 68,75% (cukup layak), desain 58,3% (cukup layak), dan grafika 91,7% (sangat layak). Kuesioner siswa menunjukkan persentase 77,1% (layak). Kelemahan utama meliputi contoh nyata yang belum diperbarui, ketiadaan kode QR, dominasi soal kognitif rendah, kesalahan tata tulis, dan minimnya elemen visual. Penelitian ini menegaskan perlunya evaluasi berkala terhadap LKS buatan komunitas guru agar selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.