Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR TERAPHY (REBT) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SISWA KELAS XI SMAN 6 MATARAM Satia Saharani; Ni Ketut Alit Suarti; Mujiburrahman Mujiburrahman; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15418

Abstract

ABSTRACT Career decision-making is an important aspect of students’ development because it is related to their ability to determine educational and occupational choices in accordance with their potential. However, self-doubt, fear of failure, and irrational thought patterns may hinder students from making appropriate career decisions. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling on the career decision-making of Grade XI students at SMAN 6 Mataram. This study employed a quantitative approach with a One Group Pretest–Posttest design. An initial assessment was conducted with 403 students, after which 7 students with the lowest career decision-making scores were selected as research subjects based on the initial identification results. The subjects received individual counseling using the REBT approach, followed by measurements before and after the intervention. The data were analyzed using a normality test and a paired samples t-test to determine the effect of REBT counseling on the career decision-making of the research subjects. The results showed that REBT counseling had an effect on students’ career decision-making. The mean pretest score was 58.43 with a standard deviation of 5.996, while the paired samples t-test indicated an effect of REBT counseling on career decision-making following the intervention. These findings indicate that REBT counseling has an effect on helping students identify and modify irrational thought patterns that hinder the career decision-making process. Therefore, REBT counseling can be used as an alternative guidance and counseling service to support the improvement of career decision-making abilities among students with low levels of career decision-making. The findings of this study are limited to the 7 students who participated as research subjects and therefore cannot be directly generalized to all Grade XI students at SMAN 6 Mataram. ABSTRAK Keputusan karier merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa karena berkaitan dengan kemampuan menentukan pilihan pendidikan dan pekerjaan sesuai dengan potensi diri. Namun, keraguan terhadap kemampuan diri, ketakutan terhadap kegagalan, dan pola pikir irasional dapat menghambat siswa dalam mengambil keputusan karier secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terhadap keputusan karier siswa kelas XI SMAN 6 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Pengukuran awal dilakukan terhadap 403 siswa, kemudian dipilih 7 siswa dengan skor keputusan karier terendah sebagai subjek penelitian berdasarkan hasil identifikasi awal. Subjek diberikan layanan konseling individu menggunakan pendekatan REBT, kemudian dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired samples t-test untuk mengetahui pengaruh konseling REBT terhadap keputusan karier subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling REBT berpengaruh terhadap keputusan karier siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 58,43 dengan standar deviasi 5,996, sedangkan hasil uji paired samples t-test menunjukkan adanya pengaruh konseling REBT terhadap keputusan karier setelah diberikan intervensi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konseling REBT berpengaruh dalam membantu siswa mengidentifikasi dan mengubah pola pikir irasional yang menghambat proses pengambilan keputusan karier. Dengan demikian, konseling REBT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung peningkatan kemampuan mengambil keputusan karier pada siswa yang memiliki tingkat keputusan karier rendah. Hasil penelitian ini terbatas pada 7 siswa yang menjadi subjek penelitian sehingga tidak dapat digeneralisasikan secara langsung kepada seluruh siswa kelas XI SMAN 6 Mataram.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Dwi Intan Silviana; Ni Ketut Alit Suarti; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15203

Abstract

ABSTRACT Bullying is one of the problems that continues to occur in school environments and may negatively affect students’ social and emotional development as well as their learning process. One factor that is assumed to be associated with bullying behavior is authoritarian parenting practiced by parents. This study aimed to determine the relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The population consisted of 118 students, while the sample comprised 51 students selected using cluster sampling. Data were collected through questionnaires measuring authoritarian parenting and bullying behavior. The collected data were then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed that the calculated correlation coefficient (r) was 0.629, which was higher than the critical value (r) of 0.276, with a significance value of 0.001 < 0.05. These results indicate a significant and positive relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri. Therefore, the higher the level of authoritarian parenting practiced by parents, the higher the students’ tendency to engage in bullying behavior. The findings highlight the importance of appropriate parenting practices in supporting students’ positive behavioral development. ABSTRAK Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta proses belajar siswa. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan munculnya perilaku bullying adalah pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 118 siswa, dengan sampel sebanyak 51 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur pola asuh otoriter dan perilaku bullying. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,629 lebih besar daripada rtabel sebesar 0,276, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua, semakin tinggi pula kecenderungan siswa melakukan perilaku bullying. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dalam mendukung perkembangan perilaku positif siswa.