Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efektifitas MBBR Dengan Aerasi Intermitten Dalam Menurunkan COD Dan NH3-N Pada Air Limbah RPH Akhdan Praditya, Fawwaz; Raden Kokoh Haryo Putro; Muhammad Abdus Salam Jawwad
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Slaughterhouse wastewater contains high levels of organic matter and nitrogen, which can potentially pollute the environment if not properly treated. This study aims to analyze the effectiveness of the Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) system with intermittent aeration using pumice stone media in reducing Chemical Oxygen Demand (COD) and ammonia (NH₃-N) concentrations. The tested variables included media filling ratios (25%, 35%, and 45%) and hydraulic retention times (4, 6, and 8 hours) with balanced oxic–anoxic cycles. The results showed that increasing the media ratio and retention time significantly improved pollutant removal efficiency. The best performance was achieved with 45% media and an 8-hour retention time, resulting in COD and NH₃-N removal efficiencies of 87% and 82.8%, respectively. The pumice stone media effectively supported biofilm growth, which played a key role in the nitrification–denitrification processes. The intermittent MBBR technology with pumice media proved to be efficient, economical, and environmentally friendly for the treatment of slaughterhouse wastewater.
Pengaruh Fermentasi Terhadap Kelimpahan Lactobacillus sp. Dalam Probiotik Limbah Cair Tahu Hidayat, Fajar; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tofu wastewater is a liquid waste with high organic content that has the potential to be recycled. This study aims to analyze the effect of substrate composition and fermentation time using EM4 starter on the abundance of Lactobacillus sp. as a key parameter of probiotic quality. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four composition treatments: P1 (30% TWW : 30% water : 40% EM4), P2 (40% TWW : 20% water : 40% EM4), P3 (50% TWW : 10% water : 40% EM4), and P4 (60% TWW : 0% water : 40% EM4). Fermentation was observed for 18 days. The results showed that composition and fermentation time significantly affected bacterial abundance. The highest abundance was achieved in P4 on day 14 (7.0 × 10⁶ CFU/mL). However, the most efficient composition was P1, which produced a high abundance of Lactobacillus sp. (4.1 × 10⁶ CFU/mL) and successfully reduced BOD₅ levels to 108.45 mg/L, below the quality standard. The optimal fermentation time was 14 days, after which the population declined. It was concluded that the fermentation of tofu wastewater with the right composition and time can produce qualified probiotics while reducing environmental pollution.
Pemantauan dan Optimasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Unit Lamella Clarifier dengan Penentuan Dosis Koagulan dan Flokulan Felano Elga Bahctiar; Raden Kokoh Haryo Putro
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak kawasan industri berkembang dan berkembang, semakin besar kemungkinan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri. Limbah industri ini memiliki berbagai karakteristik dan, jika terpapar langsung ke lingkungan, sangat berbahaya. Limbah industri dapat mencemari sungai dan badan air lainnya. Studi laboratorium ini menyelidiki dosis optimum koagulan dan flokulan pada air limbah kawasan industri dan pergudangan. Untuk memperoleh temuan yang optimal, penting untuk menentukan tahap optimal dari proses koagulasi-flokulasi selama percobaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan operasional instalasi pengolahan air limbah komunal kawasan industri dan pergudangan memerlukan perencanaan, operasi unit pengolahan, dan manajemen yang efektif agar IPAL dapat beroperasi secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Pemantauan dan evaluasi setiap unit pengolahan berdasarkan data perencanaan dan desain unit pengolahan, hasil uji jar air limbah dilakukan dengan menggunakan variasi dosis koagulan eksisting konsentrasi 10% PAC cair 100 ppm, 500 ppm, dan 600 ppm dengan dosis flokulan polimer Konsentrasi 0,1% dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja instalasi pengolahan air limbah. Pada PAC 100 ppm, dengan dosis polimer yaitu 2 ppm menghasilkan dosis optimal. Hasil pembentukan flok dalam injeksi PAC kecil dan injeksi polimer menghasilkan flok besar dengan waktu pengendapan 10 menit. Koagulan PAC cair yang digunakan di eksisting IPAL komunal kawasan industri dan pergudangan membutuhkan hingga 1 L PAC cair konsentrasi 10% dengan dosis pembubuhan 100 ppm setiap hari. Flokulan polimer konsentrasi 0,1% yang ada membutuhkan 0,2 kg per hari.
Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Berdasarkan Dokumen RKL-RPL Rinci di Ipal Komunal PT.X Puguh Satrio Wicaksono; Raden Kokoh Haryo Putro
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri dapat meningkatkan ekonomi sekitarnya, tetapi juga dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu pembangunan industri harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik untuk mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan. Dokumen lingkungan hidup, antara lain AMDAL, RKL-RPL dan SPPLH, wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan usaha atau kegiatan yang berinteraksi dan berdampak pada lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana data dikumpulkan yaitu. data primer dan sekunder. Informasi primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan terkait kondisi instalasi pengolahan limbah domestik saat ini. Walaupun informasi sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen milik PT. X. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dokumen RKL-RPL dimaksudkan sebagai rencana pengelolaan dampak penting sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan, kemudian peraturan tahun 2009 dijadikan acuan dalam penyusunan RKL-RPL secara rinci. Menteri Perindustrian. Peraturan Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 Tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan Terinci Untuk Sarana Industri Yang Berada Atau Berlokasi Di Kawasan Industri. Serta tata cara penyimpanan dan penempatan limbah B3 dalam RKL-RPL yang telah memenuhi tata cara dan persyaratan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 6 tentang limbah bahan berbahaya dan beracun.
Analisis Efektivitas Adsorpsi Kromium Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Zeolit, Silika dan Clay Ceramics Muhammad Fairuz Akmal; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu unit atau kegiatan yang menjadi penghasil limbah cair B3 adalah laboratorium dimana umumnya terdiri dari sisa-sisa bahan kimia, salah satunya adalah kromium. Pencemaran logam berat Kromium Heksavalen (Cr(VI)) merupakan masalah lingkungan serius karena sifatnya yang toksik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas adsorpsi Cr(VI) menggunakan tiga jenis adsorben berbasis bahan alam, yaitu Zeolit, Silika, dan Clay Ceramics yang diaktivasi menggunakan asam klorida (HCl). Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch pada kondisi pH 5 dengan variasi waktu kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zeolit memiliki performa penyisihan tertinggi dengan efisiensi sebesar (56,28%), diikuti oleh Silika (54,98%) dan Clay Ceramics (53,03%) pada waktu kontak optimum 75 menit. Analisis kinetika menunjukkan bahwa laju adsorpsi pada ketiga adsorben mengikuti model Pseudo-Second Order (PSO), yang mengindikasikan bahwa laju reaksi dikontrol oleh ketersediaan situs aktif pada permukaan. Namun, hasil perhitungan nilai energi bebas Gibbs menunjukkan hasil sebesar (-16,18 kJ/mol) untuk zeolit, (-16,16 kJ/mol) untuk silika, dan (-15,85 kJ/mol) untuk Clay Ceramics, yang dikonfirmasi oleh pergeseran minor bilangan gelombang pada spektra FTIR (1084 ke 1052 cm⁻¹ pada Zeolit). Hal ini menyimpulkan bahwa mekanisme adsorpsi yang terjadi didominasi oleh fisisorpsi melalui interaksi elektrostatis dan pertukaran ion antara permukaan adsorben terprotonasi dengan anion kromat, tanpa pembentukan ikatan kovalen permanen.
Estimation of CO2 Emissions from Transportation, Waste, and Energy Activities in Office Environments Fidela Almadea; Raden Kokoh Haryo Putro
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.913

Abstract

Office activities contribute to carbon dioxide (CO2) emissions through transportation, electricity consumption, waste generation, and LPG use. This study estimates CO2 emissions from a municipal government office in Kediri City using the IPCC Tier 2 methodology. Data were collected through vehicle counts, electricity consumption records, waste measurements, and interviews regarding LPG usage. The results show that electricity consumption is the dominant source of emissions, accounting for 51,120 kg CO2/year. Transportation activities contributed 882 kg CO2/year, while waste generation and LPG consumption generated 133.28 kg CO2/year and 161.17 kg CO2/year, respectively. Overall, energy use is the primary driver of emissions in office environments. These findings provide baseline data to support energy efficiency improvements and sustainable office management strategies to reduce carbon emissions .Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs)SDG 13 – Climate ActionSDG 7 – Affordable and Clean EnergySDG 11 – Sustainable Cities and CommunitiesSDG 12 – Responsible Consumption and Production
Performance of Fixed-Bed Adsorption Reactor for Total Chromium Removal from Batik Wastewater Using Bioadsorbents and Zeolite Winda Nurmalia Rizqy; Raden Kokoh Haryo Putro; Praditya Sigit Ardisty Sitogasa Sitogasa
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.921

Abstract

Industrial batik wastewater contains total chromium, a heavy metal that can pollute aquatic environments. This study aims to evaluate the performance of a fixed-bed adsorption reactor in reducing total chromium concentrations in batik wastewater using coconut shell, corn cob, and zeolite adsorbents. The batik wastewater was obtained from Jemursari, Surabaya, with an initial total chromium concentration of 2.349-2.374 mg/L and a pH of 8. The bioadsorbents were prepared through carbonization at 500–600 °C, followed by chemical activation using 3 M H?PO?. The adsorption process was conducted continuously in a 5 L laboratory-scale fixed-bed reactor, with sampling times at 10, 40, 70, and 100 minutes. The results showed that total chromium removal efficiency increased significantly within the first 40 minutes for all adsorbents. The highest removal efficiency was achieved using zeolite at 87.8%, followed by coconut shell at 81.9% and corn cob at 73.1%. The superior performance of zeolite was attributed to its ion-exchange mechanism and physical properties, which are well-suited to continuous-flow systems. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 6: Clean Water and SanitationSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 11: Sustainable Cities and CommunitiesSDG 14 : Life Below Water
Analisis Neraca Massa Penyisihan Ion Timbal (Pb²⁺) oleh Bioadsorben Daun Rami pada Sistem Adsorpsi Batch Rania Nurlita Sari; Raden Kokoh Haryo Putro; Yerry Kahaditu Firmansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v5i1.1116

Abstract

Lead (Pb²⁺) contamination in wastewater is a major environmental concern due to its toxicity, persistence, and ability to accumulate in living organisms. Adsorption using biomass-based materials has been developed as an alternative treatment method because it is efficient, economical, and environmentally friendly. This study aimed to analyze the effect of bioadsorbent dosage and contact time on Pb²⁺ removal efficiency and evaluate Pb²⁺ mass distribution using mass balance analysis in a batch adsorption system. Ramie leaf (Boehmeria nivea) was utilized as a bioadsorbent due to its lignocellulosic content, which provides active sites for metal ion adsorption. The research was conducted experimentally through bioadsorbent preparation, chemical activation, and batch adsorption using artificial Pb²⁺ solutions with variations in bioadsorbent dosage and contact time. Pb²⁺ concentrations before and after adsorption were analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The obtained data were used to determine removal efficiency and Pb²⁺ distribution between the liquid phase and bioadsorbent. The results showed that ramie leaf bioadsorbent effectively reduced Pb²⁺ concentration, with the optimum condition obtained at 4 g/L bioadsorbent dosage and 90 minutes contact time, achieving 98.46% removal efficiency. Mass balance analysis indicated that Pb²⁺ ions were successfully transferred from the solution phase onto the bioadsorbent surface. These findings demonstrate that ramie leaf bioadsorbent has potential as a sustainable alternative material for heavy metal removal in wastewater treatment.
Pengaruh pH dan Konsentrasi Pb²⁺ terhadap Kapasitas Adsorpsi Bioadsorben Daun Rami dalam Air Limbah Artifisial Aqilla, Rosyida Salsabil; Putro, Raden Kokoh Haryo
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v5i1.1117

Abstract

Lead (Pb²⁺) is a hazardous heavy metal commonly found in industrial wastewater and poses serious risks to human health and the environment due to its toxic and non-biodegradable nature. Therefore, an effective and environmentally friendly treatment method is required to reduce Pb²⁺ concentration in wastewater. This study aimed to evaluate the effect of pH and initial Pb²⁺ concentration on the adsorption capacity of ramie leaf (Boehmeria nivea) bioadsorbent activated with NaOH. The adsorption process was conducted using a batch system with pH variations of 4, 5, and 7 and initial Pb²⁺ concentrations of 20, 25, and 30 mg/L. The residual Pb²⁺ concentration was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), and the adsorption performance was evaluated based on removal efficiency and adsorption capacity (Qe). The results showed that pH and initial Pb²⁺ concentration significantly affected the adsorption performance. The optimum adsorption condition was obtained at pH 5, with a maximum removal efficiency of 99.20% and a total adsorption capacity of 18.56 mg/g. The increase in pH from 4 to 5 enhanced adsorption performance due to reduced competition between H⁺ and Pb²⁺ ions for active sites on the adsorbent surface. Increasing the initial Pb²⁺ concentration tended to increase adsorption capacity, although removal efficiency remained relatively stable due to the limited number of active adsorption sites. The Relative Standard Deviation (RSD) values ranged from 1.56% to 3.37%, indicating good precision and repeatability of the experimental data. These findings demonstrate that NaOH-activated ramie leaves have considerable potential as an effective, low-cost, and environmentally friendly bioadsorbent for Pb²⁺ removal from wastewater.
Efektivitas Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Menurunkan Ion Logam Berat Cd pada Limbah Batik Tamandita, Adisty Regina; Putro, Raden Kokoh Haryo
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50602

Abstract

Peningkatan jumlah industri batik di Indonesia menyebabkan meningkatnya volume limbah cair yang mengandung logam berat kadmium (Cd), yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan organisme akuatik serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas melati air (Echinodorus palaefolius) dalam menurunkan kadar Cd pada limbah cair batik melalui proses fitoremediasi berbasis sistem constructed wetland. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kerapatan tanaman (sedang dan tinggi) serta waktu tinggal (5, 10, 15, dan 20 hari). Parameter yang diamati meliputi penurunan kadar Cd serta perubahan morfologi tanaman, seperti panjang akar, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Cd yang signifikan seiring dengan meningkatnya kerapatan tanaman dan waktu tinggal. Efektivitas penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan kerapatan tinggi dengan waktu tinggal 20 hari. Selain itu, perubahan morfologi tanaman mengindikasikan adanya respons adaptif terhadap paparan logam berat sekaligus menunjukkan kemampuan akumulasi Cd oleh tanaman. Sistem constructed wetland yang dikombinasikan dengan melati air terbukti efektif dalam mengurangi kandungan Cd dalam limbah cair batik. Dengan demikian, melati air berpotensi sebagai agen fitoremediasi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.