Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Menurunkan Ion Logam Berat Cd pada Limbah Batik Tamandita, Adisty Regina; Putro, Raden Kokoh Haryo
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50602

Abstract

Peningkatan jumlah industri batik di Indonesia menyebabkan meningkatnya volume limbah cair yang mengandung logam berat kadmium (Cd), yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan organisme akuatik serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas melati air (Echinodorus palaefolius) dalam menurunkan kadar Cd pada limbah cair batik melalui proses fitoremediasi berbasis sistem constructed wetland. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kerapatan tanaman (sedang dan tinggi) serta waktu tinggal (5, 10, 15, dan 20 hari). Parameter yang diamati meliputi penurunan kadar Cd serta perubahan morfologi tanaman, seperti panjang akar, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Cd yang signifikan seiring dengan meningkatnya kerapatan tanaman dan waktu tinggal. Efektivitas penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan kerapatan tinggi dengan waktu tinggal 20 hari. Selain itu, perubahan morfologi tanaman mengindikasikan adanya respons adaptif terhadap paparan logam berat sekaligus menunjukkan kemampuan akumulasi Cd oleh tanaman. Sistem constructed wetland yang dikombinasikan dengan melati air terbukti efektif dalam mengurangi kandungan Cd dalam limbah cair batik. Dengan demikian, melati air berpotensi sebagai agen fitoremediasi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.
Nutrisi sebagai Faktor Pendukung Aktivitas Biologis Larva Tenebrio molitor dalam Potensi Pemanfaatannya untuk Biodegradasi Styrofoam Alifia Putri Arini; Nurvita Cundaningsih; Raden Kokoh Haryo Putro; Maroeto; Aulia Ulfah Farahdiba
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Styrofoam merupakan sampah plastik berbasis polistirena yang sulit terurai secara alami. Salah satu alternatif pengelolaannya adalah pemanfaatan larva Tenebrio molitor sebagai agen biodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penambahan nutrisi dalam mendukung aktivitas biologis larva pada media yang mengandung styrofoam. Penelitian dilakukan selama 20 hari menggunakan perlakuan kontrol, asam amino, probiotik, soybean lecithin, dan tanpa nutrisi. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, pertumbuhan larva, dan konsumsi sampah sisa makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mengalami peningkatan massa larva, dengan pertumbuhan tertinggi pada perlakuan soybean lecithin sebesar 129,5 g dan terendah pada perlakuan tanpa nutrisi sebesar 111,5 g. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan nutrisi mendukung aktivitas biologis larva pada media yang mengandung styrofoam. Kemampuan larva untuk tetap tumbuh menunjukkan potensi pemanfaatan Tenebrio molitor sebagai agen biodegradasi sampah styrofoam.  
Kinerja Kolom Adsorpsi Menggunakan Karbon Sekam Padi pada Variasi Luas Permukaan Kolom dan Debit Aliran Dalam Penyisihan Fe dan Mn M Yureico Soobirumbassa; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air yang melebihi baku mutu memerlukan pengolahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi luas permukaan kolom dan debit air terhadap efektivitas penyisihan Fe dan Mn menggunakan karbon sekam padi pada sistem adsorpsi kolom kontinu serta mengevaluasi karakteristik adsorpsi berdasarkan model Thomas. Penelitian dilakukan menggunakan variasi luas permukaan kolom sebesar 100 cm2,  132,25 cm2, 196 cm² dan 400 cm2 serta debit air sebesar 0,2 l/menit; 0,5 l/menit; dan 1 l/menit. Parameter yang dianalisis meliputi persen removal, kurva breakthrough, konstanta Thomas (Kth), dan kapasitas adsorpsi teoritis (q0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi efektif menyisihkan Fe dan Mn. Persen removal tertinggi Fe dan Mn masing-masing sebesar 95,67% dan 97,50%, diperoleh pada luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit. Peningkatan luas permukaan kolom dengan massa adsorben tetap serta peningkatan debit air menyebabkan penurunan persen removal dan mempercepat terjadinya breakthrough. Analisis model Thomas menunjukkan bahwa nilai Kth dan q0 dipengaruhi oleh kondisi operasi kolom. Variasi luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit memberikan kinerja adsorpsi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alternatif untuk penyisihan Fe dan Mn pada sistem adsorpsi kolom kontinu.
IDENTIFIKASI KOMPOSISI DAN TIMBULAN SAMPAH PADA TAHAP OPERASIONAL KEGIATAN PERUMAHAN DI KABUPATEN LAMONGAN Intan Laili Ni’Matul Khoir; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mgwdb414

Abstract

Kabupaten Lamongan menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah pemukiman padat penduduk. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah periode 2021 hingga 2023 mencapai 365.935,39 ton, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik. Upaya untuk meminimalkan permasalah sampah rumah tangga pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis komposisi dan timbulan sampah yang dihasilkan dari kegiatan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa makanan merupakan jenis sampah terbesar (30%) akibat aktivitas memasak dan makan harian. Total timbulan sampah meningkat dari 576700 liter pada tahun 2025 menjadi 1149750 liter per tahun untuk periode 2026–2034, seiring bertambahnya unit rumah yang terjual dan dihuni. Pengelolaan sampah yang direncanakan meliputi pengelolaan organik dengan metode Takakura susun, pengurangan penggunaan plastik, dan daur ulang sampah anorganik. Dengan strategi ini, diharapkan lingkungan perumahan menjadi bersih, sehat, dan bernilai. Selain itu, strategi ini juga bertujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN KERJA OPERASIONAL TPA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA KALIABU, KECAMATAN MEJAYAN, KABUPATEN MADIUN Hafizhah Dinayah Lubis; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ryeev545

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu krusial yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah rumah tangga serta dampaknya terhadap lingkungan di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan survei lapangan, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengelolaan sampah, seperti keterbatasan infrastruktur, kebiasaan pembakaran sampah, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mendaur ulang sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga di Desa Kaliabu memiliki akses yang relatif dekat ke tempat pengelolaan sampah, tetapi masih terdapat sebagian masyarakat yang tinggal dalam jarak yang jauh, sehingga berpotensi menimbulkan kesulitan dalam pembuangan sampah. Selain itu, sebanyak 25,5% responden memiliki riwayat gangguan pernapasan, dengan asma sebagai kasus terbanyak. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya tingkat pencemaran udara akibat pengelolaan sampah yang tidak optimal, terutama pembakaran sampah yang masih sering dilakukan.  Dari perspektif masyarakat, mayoritas responden mengharapkan pemerintah meningkatkan fasilitas dan teknologi pengelolaan sampah (27,3%) serta menegakkan regulasi yang lebih ketat (18,2%) untuk mengurangi dampak pencemaran. Faktor utama penyebab polusi udara di desa ini adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik (36%) dan kebiasaan pembakaran sampah (30%). Sebagai upaya mitigasi, masyarakat telah mengambil langkah-langkah seperti mengelola sampah dengan lebih baik (32%) dan menghentikan pembakaran sampah (24%). 
ANALISIS EFEKTIVITAS IPAL DALAM REMOVAL PARAMETER PENCEMAR BOD, COD, DAN AMONIA PADA LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN UNIT BIOFILTER ANAEROB DAN AEROB DI PABRIK SEMEN DAN BATA TAHAN API Burhanuddin Galuh Prasetyo; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ztrs8e35

Abstract

Kegiatan operasional di Pabrik Semen dan Bata Tahan Api menghasilkan air limbah domestik yang memerlukan pengolahan intensif untuk mencegah pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan unit biofilter dalam meremoval parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Amonia (NH3). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Sertifikat Hasil Uji (SHU) laboratorium terakreditasi KAN. Hasil analisis menunjukkan efisiensi penyisihan sistem Biofilter untuk parameter BOD sebesar 76,27%, COD sebesar 67,61%, dan Amonia sebesar 51,36%. Parameter BOD dan COD pada efluen akhir telah berhasil memenuhi standar baku mutu sesuai PermenLHK No. 68 Tahun 2016 (PT X menggunakan dasar regulasi tersebut dikarenakan PT X telah memiliki Persetujuan Teknis Baku Mutu Air Limbah sejak tahun 2022 sehingga setiap pengujian air limbah, menggunakan standar baku mutu air limbah sesuai Persetujuan Teknis Baku Mutu Air  Limbah tersebut). Namun, parameter amonia pada outlet ditemukan masih berada di atas ambang batas dengan selisih sebesar 0,7 mg/L. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sistem Bofilter efektif menurunkan beban organik secara signifikan, diperlukan optimasi lebih lanjut pada proses nitrifikasi, seperti peningkatan suplai oksigen terlarut atau waktu tinggal, guna mencapai kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku