Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

BUTTERFLY SPECIES DIVERSITY IN THE TALANG LAKAT RESORT, BUKIT TIGAPULUH NATIONAL PARK Agung Anugrah; Nurul Qomar; Yossi Oktorini
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.4.1.%p

Abstract

Bukit Tigapuluh National Park had a lot of natural resource potential that could be used as an ecotourism object, one of them is a butterfly. This study aims to identify the diversity of butterflies (Rhopalocera) species at Talang Lakat Resort TNBT. The observation method used in this research was the transect line that made in three observation locations at the Camp Granite ecotourism object. The results of the butterfly inventory were found 40 species was identified from 110 individuals, which belonged to five families. The species diversity index (H ') in each location was classified as moderate with the highest value was at the Waterfall (3.14).
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Kegiatan Wisata di Taman Wisata Alam Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nadira, Rahma Dini; Qomar, Nurul; Andriani, Yulia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.16497

Abstract

Taman Wisata Alam Buluh Cina merupakan kawasan konservasi yang berasal dari hutan adat yang dihibahkan oleh masyarakat adat Desa Buluh Cina dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan kegiatan wisata alam di TWA Buluh Cina seperti belum terorganisir pengelolaan kegiatan wisata alam dan adanya konflik antara masyarakat Desa Buluh Cina dengan pihak pengelola TWA Buluh Cina. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan wisata alam, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam dan mengetahui faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Desa Buluh Cina. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sampel berasal dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar kawasan TWA Buluh Cina yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara campuran deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Variabel eksogen yang diuji dalam penelitian ini adalah: sikap masyarakat, peran serta masyarakat, lapangan pekerjaan, dan sumber pendapatan bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang telah dikembangkan di TWA Buluh Cina adalah kegiatan wisata edukasi satwa yang dilindungi, berkemah, hiking, bersampan di danau, dan fotografi alam. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan wisata alam termasuk dalam kategori baik dan faktor yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat tersebut adalah sikap masyarakat.
Mapping peat thickness and groundwater level using a portable electromagnetic instrument in Indragiri Hilir, Riau, Indonesia Sutikno, Sigit; Yusa, Muhamad; Hendri, Andy; Kusairi, Muhammad; Muhammad, Ahmad; Qomar, Nurul
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.123.7431

Abstract

Peatlands play a crucial role in the global carbon cycle, water regulation, biodiversity conservation, research, education, and recreation. Peat thickness and groundwater level (GWL) are key parameters for optimizing these peatland functions; therefore, mapping peat thickness and GWL quickly, accurately, and cost-effectively is essential. This study applied a geophysical survey using a portable electromagnetic instrument to estimate peat thickness and GWL. The instrument, which is simple to operate and wirelessly connected to a mobile phone, enables rapid measurement and visualization of subsurface resistivity. A research site in Indragiri Hilir Regency, Riau Province, Indonesia, was picked up as an experiment site to test the instrument. Three transects with measurement path lengths of 100 m each and a distance of about 1.4 km each were designed for the experiment. To validate the resistivity data against subsurface stratigraphy, core sampling was conducted at three points along each transect. The results demonstrated that the electromagnetic method effectively identified the interface between peat soil and the underlying marine clay. Analysis revealed that the resistivity values for unsaturated peat, saturated peat, and saturated clay were 68-81 ohm m, 75-96 ohm m, and 82-115 ohm m, respectively. These findings suggest that GWL mapping and peat stratigraphy characterization can be accurately achieved using this method.
Resolusi konflik tenurial di kawasan hutan Desa Pemandang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Nuraeny, Titis Dwi Ayu; Qomar, Nurul; Kausar, Kausar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.11196

Abstract

Klaim atas tanah garapan yang merupakan warisan leluhur dijadikan alasan untuk menggunakan kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik tenurial hutan antara masyarakat dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pemandang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Informan dipilih secara snowball sampling, yaitu pihak yang terlibat konflik dan pihak yang mengetahui konflik tenurial. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik tenurial yang terjadi di Hutan Desa Pemandang adalah perbedaan kepentingan antara masyarakat Desa Pemandang dengan LPHD berupa pemanfaatan kawasan untuk perkebunan kelapa sawit dan klaim tanah untuk dijual kepada pihak luar. Penyelesaian konflik penguasaan kawasan hutan antara LPHD dengan masyarakat yang membangun kebun sawit sebelum izin hutan desa diberikan pada tahun 2017, mediasi menghasilkan MoU tentang pemanfaatan hutan. Sedangkan pihak yang memperjual belikan tanah setelah tahun 2019 dilakukan melalui mekanisme hukum. 
Revitalisasi Usaha Budidaya Lebah Kelulut di Desa Tanjung Sari Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau: Masalah dan Solusinya Muhammad, Ahmad; Qomar, Nurul; Mahatma, Radith; Pranata, Syafroni
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 2 No. 2 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.237 KB) | DOI: 10.31258/cers.2.2.84-92

Abstract

Meliponiculture emerged at Tanjung Sari, a village in Kepulauan Meranti Regency, Riau Province, in 2016 and has been growing thereafter. According to our observations there were at least three main obstacles faced by colony owners at this village, i.e. colony loss, low honey production, and marketing-related issues. We attempted to address these issues through a participatory program involving colony owners of the village. Colony loss had been mainly caused by swarming and mortality and was believed to have been triggered by inappropriate conditions of the maintenance (such as too much exposure to the sun and rain as well as unrepelled diturbances by other animals. Such conditions had also been associated with low honey production. Therefore we encouraged villagers to improve the conditions by providing supporter and roof for their colonies. In regard with marketing issues, we encouraged villagers to establish a honey cooperative under BUMDES, which should regulate honey price, absorb the produced honey, and also handle its marketing to outer counterparts. In addition, the cooperative should facilitate communications between members and information disemination, and mediate negotiation with potential buyers. The benefits gained by participants were: (1) the improvement of technical knowledge of colony maintenance; (2) the improvement of colony maintenance quality that would reduce risk of colony loss; and (3) the establishment of a cooperative that would be a body that would facilitate the necessities previously mentioned. The present paper describes the processes and results in details.
PENDAMPINGAN PETANI DALAM PERENCANAAN DESAIN PRASARANA PADI SAWAH LAHAN RAWA DI DESA TOPANG KEPULAUAN MERANTI Dewi , Novia; Herlon, Meki; Sutikno, Sigit; Metananda, Arya Arismaya; Gunawan, Wawan; Mubarak, Mubarak; Qomar, Nurul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xgkgm669

Abstract

The target location for land optimization in the Kepulauan Meranti Regency is situated in Topang Village, Rangsang District. Several constraints were encountered in the development planning of infrastructure for swamp paddy fields, including the remote location, high costs of transportation and materials, among others. This community service project, therefore, aims to provide assistance in the planning process for cost estimation and priority scaling of the infrastructure to be developed for the paddy fields in Topang Village. The objective of this assistance is to align the available funding with the feasible infrastructure projects. The target participants for this activity are paddy farmers in Topang Village with a cropping index of 100 per year, who are members of a farmers' group. The service method involved facilitation, opinion surveys, and discussions concerning the infrastructure priorities for the Topang Village paddy fields. The results indicate that the participants gained an understanding of the priorities for utilizing the grant funds from the Ministry of Agriculture and the types of infrastructure to be prioritized, such as channel normalization, the construction of automatic water gates, canal barriers, farm access bridges, and the procurement of water pumps.  
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Objek Ekowisata Mangrove di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Hakmi, Azizul; Qomar, Nurul; Masruri, Niskan Walid
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.2.%p

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai objek ekowisata yang berkelanjutan. Di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, keberadaan hutan mangrove menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek ekowisata mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Penelitian dilakukan di tiga kampung: Kayu Ara Permai, Mengkapan, dan Sungai Rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat meliputi kontribusi pemikiran, tenaga, harta benda, dan keterampilan, namun belum merata. Kampung Kayu Ara Permai menunjukkan partisipasi lebih aktif karena dukungan dari pihak luar dan keterlibatan internal. Sementara itu, keterbatasan pengetahuan, minimnya fasilitas, dan kurangnya pendampingan menjadi penghambat utama di dua kampung lainnya. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan mitra untuk memperkuat pengelolaan ekowisata mangrove secara berkelanjutan.