Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Gaba-Gaba

PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS KELOMPOK PEMUDA MELALUI PENDEKATAN EKOWISATA DI DESA SAWAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Lewier, Christian Albert; Tanasale, Inggrit Olivin; Que, Stella Rose
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 2 No 2 (2022): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss2pp52-61

Abstract

Salah satu sektor yang menunjang kehidupan perekonomian suatu negara adalah sektor pariwisata. Mengingat betapa berpengaruhnya sektor ini bagi kesejahteraan masyarakat, maka sudah sepatutnya daerah-daerah yang memiliki potensi pariwisata mendapat perhatian dari pemerintah bahkan dari masyarakat setempat. Seringkali potensi-potensi pariwisata tidak terekploitasi secara maksimal dan profesional dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan sumberdaya manusia yang ada. Kegiatan PkM yang diusung oleh tim dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris ini dirancang untuk menjawab tuntutan akan kebutuhan sumber daya manusia/pemuda yang dapat mengelola kegiatan-kegiatan pariwisata di Desa Sawai dan sekitarnya. Ketrampilan-ketrampilan penunjang usaha-usaha pariwisata cukup beragam namun pada kegiatan PkM saat ini, penekanan diberikan kepada pengembangan ketrampilan bahasa Inggris melalui pendekatan ekowisata. Hal ini berarti bahwa kelompok masyarakat sasaran harus dibekali dengan ketrampilan bahasa Inggris dan pemahaman tentang dunia ekowisata. Pada akhir kegiatan ini diharapkan semua elemen masyarakat/pemuda yang terlibat dapat memiliki ketrampilan bahasa Inggris dan pemahaman ekowisata yang baik yang dapat menunjang mereka dalam memaksimalkan potensi wisata yang ada di Desa Sawai dan sekitarnya.
REFLECTIVE TEACHING MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Patty, Jusak; Que, Stella Rose
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 3 No 2 (2023): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol3iss2pp46-56

Abstract

Refleksi merupakan aspek penting dalam praktik mengajar guru yang memiliki dampak signifikan pada kualitas pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mengkaji manfaat refleksi guru dalam konteks pendidikan. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa guru yang reflektif mampu membangun hubungan interpersonal yang lebih baik dengan siswa, merasakan kepuasan kerja yang tinggi, dan memahami konsekuensi sosial dari tindakan mereka. Refleksi juga berhubungan dengan perhatian di kelas, di mana guru yang reflektif secara kritis menganalisis praktik pengajaran dan mendorong siswa untuk berpikir reflektif. Dalam upaya meningkatkan praktik mengajar dan pembelajaran, pendekatan reflective teaching melalui penelitian tindakan kelas menjadi relevan. Pelatihan yang berfokus pada reflective teaching dan penelitian tindakan kelas membantu guru mengembangkan keterampilan refleksi mereka secara sistematis dan terorganisir. Guru dapat melibatkan diri dalam penyelidikan terhadap praktik profesional mereka, menganalisis interaksi sosial, dan mencari peluang perbaikan yang dapat meningkatkan pembelajaran. Dalam kesimpulannya, pelatihan reflective teaching melalui Penelitian Tindakan Kelas memiliki potensi untuk menghasilkan perubahan positif dalam praktik pengajaran guru. Dengan memahami konsep dan menerapkan langkah-langkah praktis yang disampaikan melalui pelatihan ini, guru dapat mengatasi kendala dalam pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, refleksi menjadi faktor kunci dalam pengembangan diri guru dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa.
KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DAN SEKOLAH DALAM PROGRAM PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN: STUDI KASUS DI SMP KARTIKA XIII-I AMBON Que, Stella Rose; Loppies, Hellien Jequelin
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 2 No 1 (2022): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss1pp1-6

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan bagian integral dari pendidikan profesi guru untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan sosial mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pelaksanaan PLP di SMP Kartika XIII-I Ambon. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa program studi kependidikan yang didampingi oleh dosen pembimbing dan guru pamong. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, refleksi, dan keterlibatan langsung mahasiswa dalam aktivitas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara pihak kampus dan sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung dan berdampak positif terhadap pengembangan profesionalisme calon guru. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah dalam pengembangan program PLP yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Aplikasi Toontastic 3D sebagai Media Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa SMAN 5 Ambon Hukom, Salmon James; Que, Stella Rose
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 1 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss1pp25-33

Abstract

This community service activity aims to improve the narrative writing skills of high school students through the use of the Toontastic 3D application as an interactive learning medium. The targets of the activity are grade X students at SMA Negeri 5 Ambon who have challenges in developing ideas and narrative writing structures. Theoretically, this activity is based on the constructivist learning approach and the theory of multiple intelligences, which emphasizes the importance of active student involvement and the use of media that suits visual and kinesthetic learning styles. Toontastic 3D, as an animation-based digital media, provides opportunities for students to creatively organize and develop storylines while strengthening their narrative cohesion and coherence. The method of activity implementation includes socialization, training on the use of the application, assistance in writing animation-based narratives, and reflection sessions. The evaluation was conducted through questionnaires that were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the questionnaire analysis from 30 respondents showed that 87% of students felt more motivated in writing after using Toontastic 3D, 83% stated that this media helped them in organizing the story structure (introduction, conflict, climax, and resolution), and 78% claimed to be more confident in expressing their ideas in writing. In addition, students reported that the visual and interactive learning experience made the writing process more enjoyable and meaningful. Based on these results, it can be concluded that the integration of interactive digital media such as Toontastic 3D is an effective approach to support the improvement of narrative writing literacy among secondary school students. This activity also encourages innovation in Indonesian language learning through the use of technology that suits the characteristics of the digital generation.
Transformasi Digital Pembelajaran Bahasa Inggris: Pelatihan Penerapan AI di SMA/SMK Que, Stella Rose; Tanasale, Inggrit Olivin
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 1 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss1pp43-50

Abstract

Digital transformation in education has encouraged the birth of various learning innovations, one of which is through the use of artificial intelligence (AI). This article aims to describe the implementation of training activities on the application of AI in learning English at the SMA/SMK level as part of the Community Service program. This activity was motivated by the need for teachers to develop learning methods that are more interactive, contextual, and in accordance with the demands of the digital era. The training focused on the utilization of AI-based platforms such as ChatGPT, Grammarly, and Quillbot that support the improvement of students' language skills, especially in the aspects of writing, reading, and speaking. The training method is designed in a participatory manner with a demonstrative approach and hands-on practice, so that participants can concretely understand the application of these technologies in learning. The results of the training evaluation showed a significant increase in teachers' understanding of the functions and benefits of AI in English classes, as well as the high enthusiasm of participants to integrate the technology into their lesson plans. This finding shows that AI training can be a strategic step in supporting the transformation of learning that is adaptive, innovative, and oriented towards improving 21st-century competencies. This activity also makes a positive contribution to strengthening the professional capacity of teachers in facing the challenges and opportunities of education in the digital era.
English For Fun: Meningkatkan Kecakapan Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Interaktif di SD Negeri 4 Halong Marasabessy, Halima; Que, Stella Rose
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 2 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss2pp92-99

Abstract

The English for Fun Community Service Program was conducted to enhance the English language skills of students at SD Negeri 4 Halong through an interactive and enjoyable learning approach. The program ran for five days, from Monday to Friday, covering topics such as weather, profession, numbers, and animals. Each session was designed using the learning by playing concept, which combined visual, auditory, and kinesthetic activities such as singing, using picture cards, and participating in group games. The implementation consisted of three main stages: preparation, execution, and evaluation. The results showed an improvement in students’ basic vocabulary mastery as well as increased enthusiasm toward learning English. In addition to benefiting the students, the program also provided valuable learning opportunities for university students to gain real teaching experience and foster social empathy. Collaboration among students, teachers, and the school played a key role in the success of the program. Moving forward, similar activities are expected to be further developed with more diverse materials and broader community involvement.
Ngabubuteach: Membangun Kepedulian Sosial dan Kemampuan Bahasa Inggris Melalui Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Al-Madinah Wara Que, Stella Rose; Ngadjen, Syahdania Aini; Notanubun, Fitri Faradila
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 5 No 1 (2025): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol5iss1pp17-25

Abstract

The “Ngabubuteach” community service activity was carried out to improve the English language skills of the children at the Al-Madinah Wara Orphanage while also fostering social awareness and concern for the community among students. This program was designed with an interactive learning approach through educational games, conversation simulations, and fun group activities to motivate the children to use English. The activity consisted of four main stages, namely fundraising to support the needs of the activity, preparation of teaching materials, implementation of the learning process, and evaluation to measure learning outcomes. Based on the evaluation results, the children showed an improvement in their ability to understand basic vocabulary, greetings, and simple expressions in English. Meanwhile, the students involved gained valuable experience in teaching practice, teamwork, and strengthening social empathy towards others. The success of this activity was due to the collaboration between student organizations, the support of supervising lecturers, and the cooperation of the orphanage. In the future, this program is expected to develop more varied materials and provide more adequate learning facilities.
Strategi Pembelajaran Diferensiasi dalam Kelas Heterogen English Starter di ADPBI Horu Kane English Course Que, Stella Rose; Refualu, Luis Harry Anasyama
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 5 No 2 (2025): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol5iss2pp72-82

Abstract

This community service activity was carried out through the English Starter class at ADPBI Horu Kane English Course with the aim of providing basic English support for students from diverse educational backgrounds and varying levels of prior knowledge. The design of the activity employed an adaptive learning approach tailored to individual needs. The implementation was divided into three stages: first, a diagnostic assessment to map students’ initial abilities through basic material introduction and short interviews; second, lesson design using worksheets with varying levels of difficulty but focusing on the same core material; and third, formative evaluation at the end of each session to measure students’ understanding. Observations over one month indicated that student attendance became more consistent, motivated by their success in completing worksheets adjusted to their level. Students also grew more confident in using simple classroom phrases, while the challenge of differing learning speeds was addressed through peer tutoring. This activity demonstrates that adaptive learning strategies can enhance motivation, confidence, and participation in heterogeneous classes. Therefore, the program not only strengthened students’ basic English foundation but also provided an inclusive learning model that can be applied in similar contexts.