Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN KOMPETENSI MENYUSUN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI (TIK) BAGI GURU PAMONG SEKOLAH MITRA PPG UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Anik Kirana; Fransisca Dwi Harjanti; Fatkul Anam; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era teknologi adalah era untuk mengubah pola pikir tidak terkecuali pola pikir pendidik. Pendidik harus bisa memanfaatkan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran. Berbagai persiapan perlu dilakukan pendidik sebelum melaksanakan pembelajaran, yaitu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyusun media pembelajaran, menyusun bahan ajar, dan menyusun instrumen penilaian. Berkaitan dengan penyusunan instrumen penilaian, pendidik juga harus mampu menyusun instrumen penilaian berbasis TIK. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran saat ini juga menuntut pendidik untuk merancang pembelajaran berbasis TIK. Untuk membantu guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis TIK banyak aplikasi-aplikasi yang ditawarkan, diantaranya google formulir, quizziz, dan aplikasi plickers. Permasalahan yang muncul masih banyak pendidik yang belum mengenal aplikasi tersebut atau menggunakannya dalam pelaksanaan penilaian. Berdasarkan hal tersebut maka prodi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Bahasa dan Sanis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tentang penyusunan insrumen penilaian berbasis TIK bagi para guru pamong mitra Fakultas Bahasa dan Sains Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Kesalahan Penalaran Berbahasa Indonesia sebagai Bahasa Ketiga Penutur Venezuela Roely Ardiansyah; Fransisca Dwi Harjanti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3361

Abstract

Penelitian ini mengaji kesalahan penalaran berbahasa Indonesia sebagai bahasa penutur Venezwela. Objek penelitian ini berupa bahasa Indonesia sebagai B-3. Tujuan penelitian ini membahas 1) generalisasi yang terluas, 2) kerancuan analogi, 3) kekeliruan kausalitas, dan 4) kesalahan relevansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan data penelitian ini berupa kalimat dalam paragraf. Sumber data penelitian, yakni tiga penutur Venezwela. Hasil penelitian yang diperoleh, 1) penutur sering melakukan salah nalar generalisasi terlalu luas karena dalam mengungkapkan gagasan berupa data-data yang disajikan kurang lengkap dan masih terlalu umum; 2) salah nalar kerancuan analogi terjadi bila penutur menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan satu dari beberapa segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain; 3) salah nalar kekeliruan kausalitas terjadi, karena penutur salah dalam menentukan sebab-akibat dari suatu peristiwa atau hasil dari suatu kejadian; dan 4) salah nalar kesalahan relevansi terjadi, karena struktur bahasa Spanyol berbeda dengan struktur bahasa Indonesia. Perbedaan struktur bahasa itu menjadi kendala bagi penutur menyampaikan gagasan dalam tulisannya.
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL DAN PUBLIKASI ILMIAH BAGI GURU-GURU PESERTA PENDIDIKAN PROFESI GURU UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA Fransisca Dwi Harjanti; Fatkul Anam; Lusy Tunik Muharlisiani; Anik Kirana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i5.6601

Abstract

Guru-guru peserta Pendidikan Profesi Guru di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sangat membutuhkan kompetensi tambahan dalam menulis artikel ilmiah. Kompetensi menulis artikel ilmiah dibutuhkan oleh para guru untuk membantu mereka meningkatkan keprofesionalan sebagai seorang guru. Sebagai seorang guru dituntut mampu menulis artikel yang dipublikasikan di jurnal. Publikasi di jurnal ilmiah sangat membantu para guru saat mereka berkeinginan meningkatkan pangkat dan golongan saat mereka kembali ke sekolah masing-masing. Didasarkan pada keinginan membantu para guru dalam meningkatkan kompetensi menulis artikel ilmiah, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan. Apabila memungkinkan rencana kegiatan kepada masyarakat akan dilaksanakan luring dan apabila tidak memungkinkan akan dilaksanakan secara daring. Pelaksanaan secara daring dilakukan mengingat guru-guru peserta PPG DalJab Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. Sedangkan untuk pelaksanaan secara luring dikhususkan peserta yang berada di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dengan demikian meskipun dilaksanakan secara luring atau daring tidak mengesampingkan esensi dari rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah kurang lebih seratus lima puluh guru. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah peserta antusias dalam mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan, yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan. Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menulis dan memublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukannya
Kekerasan Simbolik dalam Struktur Wacana Kelas Fransisca Dwi Harjanti; Roely Ardiansyah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.19445

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan kekerasan simbolik yang terjadi dalam struktur wacana di dalam kelas. Struktur wacana kelas terdiri atas bagian pembuka oleh guru, respon siswa, dan tanggapan atau kelanjutan dari guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis sebagai penelitian kualitatif. Data diambil dari rekaman video pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru peserta Pendidikan Profesi Guru di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Analisis data menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang melibatkan teks, praktik wacana, dan konteks sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik sering terjadi secara tidak sadar dalam struktur wacana kelas, terutama pada bagian pembuka, respon, dan kelanjutan. Dalam bagian pembuka, guru sering menggunakan kalimat perintah atau suruhan dengan kata-kata seperti "silakan", "harapkan", "mohon", atau menggunakan akhiran "-kan" pada kata kerja untuk memberikan stimulus kepada siswa. Siswa merespon pertanyaan atau perintah guru dengan menggunakan pengulangan dalam bagian respon. Sedangkan dalam bagian kelanjutan, guru menggunakan kata-kata penghargaan seperti "terima kasih" atau "baik" sebagai tanggapan terhadap jawaban siswa.
Upaya Memahami Makna Kata hajar, aman dan back up dalam Kasus Penembakan Brigadir Josua Melalui Kajian Wacana Kritis Fransisca Dwi Harjanti; Roely Ardiansyah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.3853

Abstract

Tulisan ini adalah bidang kajian wacana kritis yang mencoba mengungkap makna kata hajar atau menghajar, aman dan back up. Satu di antara tiga wacana ini menjadi wacana yang banyak diberbincangkan oleh para ahli linguistik, ahli hukum, dan masyarakat. wacana ini menjadi perdebatan yang ramai pada saat persidangan kasus pembunuhan Brigadir Josua. Untuk memahami makna implisit kata hajar, amankan dan back up, maka tulisan ini akan menganalisisnya dengan menggunakan kajian atau Analisis Wacana Kritis. Data yang digunakan adalah tiga buah kata yang muncul pada saat persidangan. Data tersebut diambil dari dokumentasi kasus persidangan terdakwa FS dan Bharada E dalam kasus Penembakan Brigadir Josua. Karena termasuk dalam kajian wacana kritis, proses penganalisisannya meliputi, proses deskripsi, penjelasan, dan eksplanasi. Dalam Analisis Wacana Kritis diperlukan praanggapan untuk mencari kemungkinan proposisi atau kalimat yang muncul sebelum wacana dihadirkan. Dalam penganalisisannya konteks situasi dan kekuasaan turut berperan dalam proses pemaknaan. Dari hasil penganalisisannya dapat disimpulkan bahwa kata hajar dalam kasus penembakan Brigadir Josua tidak hanya dianggap sebagai perintah untuk memukuli lawannya sampai tidak berkutik namun dapat dianggap sebagai perintah untuk melakukan penembakan. Kata back up mengandung makna secara implisit adalah mendukung atau menyokong. Kata amankan merupakan verba perintah untuk memberikan perlindungan. Dua kata ini mengandung makna konotasi negatif karena digunakan untuk peristiwa atau kegiatan pelanggaran hukum atau norma. Dalam kajian secara kritis pernyataan yang di dalamnya mengandung kata-kata ini secara implisit bermakna perintah untuk melakukan penembakan, bukan hanya sekedar perintah untuk memberikan perlindungan.
Nilai-Nilai Filosofis dalam Novel “The Alchemis” Karya Paulo Coelho Fransisca Dwi Harjanti; Roely Ardiansyah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 2 (2024): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i2.4802

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam bidang ilmu kesusasteraan dan Filsafat. Penelitian ini menganalisis novel yang berjudul the Alchemist karya Paolo Choelho dengan menggunakan teori filsafat. Yang menjadi kajian dalam novel ini adalah nilai-nilai filosofis yang di antaranya adalah nilai eksistensialisme, skeptisisme, dan empirisme. Tujuan dalam penelitian ini antara lain mendeskripsikan nilai-nilai eksistensialisme, skeptisisme, dan empirisme yang terdapat dalam novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengunakan metode pengumpulan data dokumentasi dengan teknik catat bebas libat cakap. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai folosifis yang di antaranya adalah nilai eksistensialisme, skeptisisme, dan empirisme yang diambil dari novel berjudul the Alchemist karya Paulo Coelho. Hasil penelitian ini dapat diungkapkan sebagai berikut. Pertama, nilai eksistensialisme ditandai dengan dibuatnya beberapa keputusan dan pilihan yang dapat mengubah jalan hidup seseorang. Keputusan yang telah dibuat tokoh utama dalam novel The Alchemist yang dijadikan pilihan dalam hidup diantaranya adalah keputusan untuk meninggalkan seminari, keputusan untuk memberitahukan tanda-tanda, dan keputusan untuk mengikuti nasihat orang lain. Kedua, nilai skeptisisme ditandai dengan sikap keragu-raguan. Keragu-raguan tersebut diantaranya adalah ketika tokoh utama memutuskan keluar dari pilihan hidupnya selama ini, keraguan terhadap arti sebuah mimpi, dan keraguan terhadap nasihat dari orang lain. Ketiga, nilai empirisme ditandai dengan munculnya pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman hidup. Beberapa pengetahuan yang didapatkannya di antaranya adalah pengetahuan tentang sebuah kebiasaan bukan hanya dimiliki manusia melainkan binatang, pengetahuan tentang tanda-tanda yang berasal dari mimpi, pengetahuan tentang dusta terbesar, pengetahuan tentang jiwa dunia, kemampuan membaca tanda-tanda, pengetahuan tentang rahasia kebahagiaan, pengetahuan adanya bahasa universal, pengetahuan tentang ilmu alkemia, ajaran bahwa hidup sudah digariskan/dituliskan oleh Tuhan, ajaran mengenai kebaikan Tuhan, ajaran tentang hal-hal yang diharamkan/dinajiskan, ajaran tentang cinta sejati, dan ajaran tentang adanya suara hati.
Pengembangan Media Gamelan Digital untuk Pembentukkan Karakter 5T pada Siswa Harjanti, Fransisca Dwi; Ardiansyah, Roely; Jarmani, Jarmani; Indrayana, Virginia Leonar
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.645

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat untuk mempermudah proses pembelajaran. Penelitian ini mengkaji pengembangan pembelajaran gamelan untuk pembentukan karakter siswa.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran. Penelitian ini berlokasi SMPN dua puluh sembilan Surabaya dengan objek penelitiannya adalah siswa kelas VII. Model penelitian menggunakan model empat D terdiri dari empat tahapan, yaitu; define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan teknik validasi ahli untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian ini adalah pengembangan gamelan digital mampu menjadi media pembentukan karakter Lima T yaitu teteg, tatag, teguh, tanggon dan trapsila. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji validitas ahli angket siswa yang mengulas dengan positif.
Enhancing Teacher Professionalism through Character Education as an Effort to Combat Demoralization Harjanti, Fransisca Dwi; Ardiansyah, Roely
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran pendidikan karakter di LPTK dalam menciptakan guru profesional sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen. Penelitian ini juga mengidentifikasi karakteristik guru profesional dan nilai-nilai yang dapat ditanamkan melalui pendidikan karakter di LPTK. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka komprehensif dari artikel ilmiah, makalah penelitian, laporan pemerintah, dan kebijakan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter di LPTK dapat membentuk karakter guru profesional dengan menanamkan sikap dan nilai yang sesuai dengan standar kompetensi. Nilai-nilai penting yang ditemukan termasuk keimanan, keterbukaan, kejujuran, semangat belajar sepanjang hayat, disiplin, dan tanggung jawab. Kesimpulannya, pendidikan karakter di LPTK efektif dalam menciptakan guru yang kompeten secara akademik dan berkarakter baik, mampu menularkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Analisis Cerpen Peserta Didik Kelas XI-B2 SMAN 9 Surabaya dengan Media Pembelajaran Mind Map Fauziah Nabihah; Fransisca Dwi Harjanti
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 2 No. 5 (2024): September : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v2i5.1089

Abstract

This study aims to describe the application of mind map learning media in improving the short story analysis ability of students of class XI-B2 SMAN 9 Surabaya. This type of research uses Classroom Action Research which consists of two cycles. This Classroom Action Research was carried out in class XI-B2 SMAN 9 Surabaya in the first semester of 2024, with research subjects consisting of 36 students. Data collection techniques used, namely through direct observation and tests. The results showed that the use of Mind Map was quite effective as an effort to improve students' short story analysis skills. This can be seen from the increase in the average score of students from cycle I (76.8) to cycle II (96). This study concludes that Mind Map not only improves analytical skills, but also learners' engagement and creativity in learning. In addition, Mind Map helps learners visualize the relationship between short story elements, so that the analysis process becomes easier to understand.
Pola Pelesapan Dalam Konstruksi Kalimat Berbahasa Indonesia Sebagai Bahasa Ketiga Pemelajar Bipa Roely Ardiansyah; Fransisca Dwi Harjanti
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2023): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v8i1.640

Abstract

Penelitian ini berkonteks pemelajar BIPA sedang belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga yang berkaitan dengan kegiatan menulis. Dalam kegiatan menulis ini terdapat pelesapan dalam kalimat yang ditulis pemelajar. Pemelajar mengalami pelesapan yang terdiri atas delesi dan elipsis. Dua pola pelesapan tersebut ditemukan, ketika pemelajar mengkonstruksi kalimat. Fenomena ini menarik untuk diteliti yang berfokus pada pola pelesapan dalam konstruksi kalimat berbahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga pemelajar BIPA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola pelesapan delesi dan elipsis dalam kalimat pemelajar BIPA. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah setiap kalimat yang kedapatan pola pelesapan delesi dan elipsis dalam karangan bertema pengalaman. Sumber data penelitian ini adalah tiga pemelajar BIPA. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik baca. Teknik penganalisisan data menggunakan teknik analisis konten/isi. Hasil temuan penelitian pola pelesapan dalam kalimat pemelajar BIPA adalah 1) pola pelesapan elipsis teridentifikasi pada kalimat majemuk setara sejalan, kalimat majemuk setara belawanan, kalimat majemuk setara penguat, kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu, dan kalimat tunggal. Lima jenis kalimat ini mengalami pelesapan yang mengarah pada penggunaan konjungsi dan kosakata tertentu. Konjungsi yang dilesapkan antara lain dan, sedangkan kosakata yang dilesapkan meliputi saya, rasanya, kota, kondisi jalanya, kondisi, makan, dan harganya. Kosakata tersebut berkategori subjek, predikat, objek, dan keterangan; 2) pola pelesapan delesi teridentifikasi dalam kalimat tanya yang meliputi, a) Kapan budaya “selfie” mengembangkan? Secara konteks terjadinya prefiks dan sufiks menjadi Kapan budaya “selfie” berkembang?; b) saya menampik? Secara koteks dan situasional menjadi saya menolak?; dan c) untuk hanya hari? Secara konteks menjadi untuk hari ini?. Tiga kalimat tanya yang kedapatan pelesapan digunakan pemelajar untuk menanyakan tentang waktu dan menyampaikan penolakan.