Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Hasil Belajar Dribble Melalui Metode Bermain Pada Permainan Bola Basket Kelas VIII-B SMP Negeri 3 Gorontalo Adi Sasono Dohmi; Ella H Tumaloto; Sulasikin Sahdi Kadir
Jambura Arena Sport Vol 1, No 1 (2024): Maret 2024. Peningkatan Keterampilan Olahraga Siswa
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jas.v1i1.23274

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : Berdasarkan uraian dan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah melalui metode bermain dapat meningkatkan keterampilan bola basket pada permainan bola basket kelas VIII-B SMP Negeri 3 Gorontalo ?, Mengacu pada masalah yang telah dirumuskan maka tujuan penelitian ini adalah melalui metode bermain dapat meningkatkan keterampilan dribble pada permainan bola basket kelas VIII-B SMP Negeri 3 Gorontalo. Berdasarkan data yang telah diperoleh pada penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode bermain  dalam tahap pembeajaran bola basket di mata pelajaran Penjasorkes yang dilaksanakan dengan satu siklus, ternyata keterampilan siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Digambarkan pada tahap observasi awal hasil belajar dribble pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 3 Gorontalo meningkat pada aspek koognitif  dari 39 pada kondisi awal menjadi 72 pada akhir siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II dan meningkat menjadi 83 pada akhir siklus II.pada aspek afektif dari dari 26,66 pada kondisi awal menjadi 78,74. pada akhir siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II dan meningkat menjadi 82,14 pada akhir siklus II.dan pada aspek psikomotor  dari 45,55  pada kondisi awal menjadi 73,32 pada akhir siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II dan meningkat menjadi 82,21 pada akhir siklus II. Dengan demikian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan motode bermain dalam pembelajaran mempunyai pengaruh dalam peningkatan hasil belajar dribble  pada pembelajaran bola basket.
Pengembangan Model Permainan Stable Stick Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah Syukriyanto A. Lamatoa Akuba; Ella H. Tumaloto; Sulasikin Sahdi Kadir
Jambura Arena Sport Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025. Sports Training Model Development
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jas.v2i1.25756

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah pengembangan model permaianan Stable Stick layak dijadikan sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh manakah kelayakan pengembangan permainan Stable Stick sebagai media pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Reasearch and Development) Berdasarkan dari hasil uji coba temuan dilapangan data yang diperoleh bahwa penelitian ini berhasil menciptakan produk pengembangan model permainan Stable Stick sebagai media pembelajaran disekolah dasar kelas rendah, diperoleh presentase ahli pembelajaran 81,6% interval rata-rata 4,08 dikategori sangat layak, presentase ahli permainan 81% interval rata-rata 4,09 dikategori sangat layak, serta presentase ahli media 85% interval rata 4,25 dikategori sangat layak.
Meningkatkan Keterampilan Gerak Dasar Passing Bawah Bola Voli Melalui Metode Problem Based Learning (PBL) Rizal Tamrin; Ella H Tumaloto; Muhammad Faisal Lutfi Amri
Jambura Arena Sport Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025. Sports Training Model Development
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jas.v2i1.25020

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : Bagaimana cara meningkatkan keterampilan gerak dasar passing bawah bola voli melalui metode problem based learning, kelas V SDN 69 Kota Tengah?, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar passing bawah dalam bola voli pada siswa kelas V SDN 69 Kota Tengah. Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam penelitian tindakan kelas dengan metode pembelajaran Problem Based Learning sebagai metode pembelajaran pada permainan bola voli dimata pelajaran Penjasorkes yang dilaksanakan dengan dua siklus, tampak terlihat kemampuan keterampilan siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Digambarkan pada tahap observasi awal hasil belajar passing bawah pada siswa kelas V SDN 69 Kota Tengah meningkat dari 52.50 pada kondisi awal, setelah diberi tindakan menjadi 70.45 pada akhir siklus I kemudian dilanjutkan ke siklus II dan meningkat menjadi 80.23 pada akhir siklus II. Dengan demikian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode Problem Based Learning dalam pembelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah dalam materi permainan bola voli. 
Edukasi Permainan Ular Tangga Terhadap Tingkat Kebugaran Siswa TUMALOTO, ELLA H.; Bulu Baan, Adriana
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v4i1.28609

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekolah tentang permainan ular tangga terhadap tingkat kebugaran siswa SMP Negeri 1 Kwandang. Sasaran kegiatan ini yaitu peserta didik dengan jumlah 50 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi ceramah, demonstrasi dan tes kognitif, afektif dan psikomotor. Proses pengambilan data melalui tes kognitif, afektif, dan psikomotor setelah seluruh peserta telah menerima edukasi. Hasil tes kognitif yang dilakukan adalah dengan memberikan soal pilihan ganda kepada peserta didik setelah menyampaian materi yang berkaitan dengan kebugaran jasmani dan setelah tes psikomotor dilakukan, diperoleh hasil peserta didik hampir menjawab soal dengan benar, 90% peserta didik sudah memahami tentang kebugaran jasmani. Tes psikomotor tentang kebugaran jasmani atau diberikan tes secara praktek terkait kemampuan peserta didik, dari 50 orang baik putra dan putri berada pada kategori “sedang” untuk tingkat kebugarannya, sehingga perlu adanya tindak lanjut dari pihak sekolah untuk meningkatkan kebugaran peserta didik di SMP Negeri 1 Kwandang. Sedangkan Tes afektif pada tingkat kebugaran peserta didik ini dinilai pada saat permainan ular tangga berlangsung, dilakukan observasi dengan beberapa aspek yang dinilai diantaranya, kerja sama, sportivitas, partsipasi aktif, percaya diri, dan motivasi.
Analisis kemampuan literasi digital mahasiswa pendidikan jasmani pada pembuatan artikel ilmiah Ilham, Al; Tumaloto, Ella H; Hidayat, Joni Taufik; Parengkuan, Meyke; Bernanda Rizky, Oddie
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v7i1.48759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam pembuatan artikel ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 240 mahasiswa Pendidikan Jasmani yang mengambil mata kuliah literasi digital, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–4 yang terdiri atas 15 butir pertanyaan dan mencakup empat aspek literasi digital, yaitu kultural, kognitif, kritis, dan bertanggung jawab. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor persentase pada setiap indikator, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa berada pada tingkat yang bervariasi. Aspek bertanggung jawab menunjukkan capaian paling baik, yang mencerminkan kesadaran mahasiswa terhadap etika akademik dan pentingnya kejujuran ilmiah. Sementara itu, aspek kultural, kognitif, dan kritis masih menunjukkan kelemahan, terutama dalam memilih sumber yang kredibel, menganalisis informasi, serta menyusun argumen ilmiah secara logis. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih memerlukan penguatan literasi digital secara komprehensif agar lebih siap dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran literasi digital di perguruan tinggi. Abstract This study aimed to analyze the digital literacy skills of Physical Education students in writing scientific articles. The research employed a quantitative approach using a survey method. The study population consisted of 240 Physical Education students enrolled in a digital literacy course, and the sampling technique used was total sampling. The research instrument was a Likert scale questionnaire (1–4) consisting of 15 items covering four dimensions of digital literacy: cultural, cognitive, critical, and responsible dimensions. Data were analyzed by calculating the percentage scores for each indicator and then classifying them into specific categories. The findings revealed that students’ digital literacy skills varied across dimensions. The responsible dimension showed the strongest performance, indicating students’ awareness of academic ethics and the importance of scientific honesty. Meanwhile, the cultural, cognitive, and critical dimensions still showed weaknesses, particularly in selecting credible sources, analyzing information, and constructing logical scientific arguments. These findings indicate that students still need comprehensive reinforcement in digital literacy to be better prepared for producing high-quality scientific articles. This study provides important implications for the development of digital literacy learning in higher education.
Developing sports tourism based on local wisdom in Gorontalo: Potentials, challenges, and strategic directions Pakaya, Rosbin; Datau, Suriyadi; Tumaloto, Ella H; Kadir, Sulasikin Sahdi; Aliriad, Hilmy
Journal Sport Area Vol 10 No 3 (2025): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2025.vol10(3).22110

Abstract

Background: Sports tourism based on local wisdom offers an alternative approach to tourism development that strengthens cultural identity and enhances destination uniqueness. However, research that explicitly integrates sports tourism with local wisdom—particularly in Gorontalo—remains limited, creating a gap in understanding how traditional cultural practices can be incorporated into sports tourism strategies. Objectives: This study aims to examine the potential benefits and challenges of developing sports tourism grounded in local wisdom. Methods: An exploratory qualitative approach was employed, in-depth interviews were conducted with a number of informants (n = 18), observations, documentation reviews, and focus group discussions (FGDs) with three key stakeholder groups: local communities, local government institutions, and tourism industry actors. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman and validated through source and methodological triangulation. Findings/Results: Qualitative findings reveal that Gorontalo people continue to preserve cultural traditions such as bowling balls, boat racing, and lumense dance which is the main attraction of sports tourism. The region's strengths include its rich cultural heritage, natural resources suitable for outdoor sports, and active community participation. However, development is hindered by limited infrastructure, weak promotional efforts, and insufficient financial support. Conclusion: Strategic development requires cross-sector collaboration, strengthened community capacity, and innovation in sports-tourism products rooted in local wisdom. Practically, these insights can guide the creation of inclusive and sustainable tourism initiatives that leverage Gorontalo’s cultural and natural assets.
Improving Forehand and Backhand Stroke Learning Outcomes in Table Tennis Through the Discovery Learning Method Mohamad Fadli; Suriyadi Datau; Ella H. Tumaloto
Jambura Arena Sport Vol 2, No 3 (2025): November 2025 Physical Education Innovation
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jas.v2i3.40435

Abstract

Mastery of forehand and backhand strokes is fundamental to student success in table tennis, yet conventional teacher-centered instruction in Indonesian junior high schools often leaves psychomotor learning outcomes below the Minimum Completeness Criterion (KKM), largely because students are rarely given the opportunity to construct stroke technique through guided exploration rather than rote demonstration. This classroom action research examined whether the Discovery Learning method could improve forehand and backhand stroke learning outcomes among 15 eighth-grade students (Class VIII B) at SMP Negeri 1 Kabila, Gorontalo, Indonesia. Using a two-cycle Kemmis and McTaggart design comprising planning, action, observation, and reflection, data were collected through practical skill tests, observation sheets, and documentation, and analyzed descriptively-quantitatively against the KKM. Results showed the mean backhand score rose from 56.81 (13.33% completeness) in Cycle I to 85.22 (100% completeness) in Cycle II, while the mean forehand score rose from 68.76 (33.33% completeness) to 86.42 (100% completeness), corresponding to normalized gains of 0.66 and 0.57, respectively. The novelty of this study lies in demonstrating that structured, teacher-scaffolded discovery cycles, rather than unassisted exploration, can rapidly close the completeness gap in a resource-limited junior high school setting. These findings confirm that Discovery Learning is an effective and replicable alternative for teaching table tennis stroke technique in physical education.
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN PUZZLE RING UNTUK PENGENALAN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Dickmas Septiadi Hasan; Ella H. Tumaloto; Sulasikin Sahdi Kadir
Jambura Arena of Physical Education and Sports Vol 4, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/japes.v4i2.25575

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : Bagaimana bentuk pengembangan permainan puzzle ring untuk pengenalan bola basket pada siswa kelas V SDN 91 SIPATANA? Dan apakah pengembangan permainan puzzle ring untuk pegenalan bola basket efektif bagi siswa kelas V SDN 91 SIPATANA?, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan dan mengetahui produk pengembangan permainan dalam pembelajaran penjasorkes untuk pengenalan bolabasket melalui permainan puzzle ring sehingga dapat berjalan efektif bagi siswa kelas V SDN 91 SIPATANA. Berdasarkan data yang telah diperoleh bahwa dalam penelitian telah dihasilkan suatu produk media pembelajaran dalam bentuk buku yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran PJOK pada siswa SDN 91 Sipatana berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh masing-masing ahli dengan rata-rata 4,1 masuk dalam kategori ‘setuju' dan penghitungan statistik validitas uji instrumen.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MELALUI SENAM KREASI DAERAH BINTHE BILUHUTA DENGAN METODE THINK PAIR SHARE (TPS) SISWA Julfauzi H Ibura; Ella H Tumaloto; Sulasikin Sahdi Kadir
Damhil Education Journal Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v5i2.2483

Abstract

Senam kreasi daerah adalah senam yang diciptakan sendiri dengan memadukan unsur olahraga dan unsur budaya dan tari, melalui senam kreasi ini siswa dapat menggerakan seluruh anggota badannya dan juga dapat mengenal unsur budaya daerah. Tujuan Penelitian ini yakni untuk meningkatkan Keterampilan Gerak Dasar Melalui Senam Kreasi Daerah Binthe Biluhuta Dengan Metode Think Pair Share. Metode Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek yang akan diteliti yakni seluruh siswa kelas IV SDN 69 Kota Tengah dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa. Hasil Penelitian diperoleh tindakan kelas dengan model pembelajaran TPS pada senam kreasi binthe biluhuta yang dilaksanakan dengan dua siklus, sehingga adanya peningkatan secara signifikan keterampilan gerak dasar siswa.. Digambarkan pada tahap observasi awal hasil belajar senam kreasi daerah binthe biluhuta pada murid kelas IV SDN 69 Kota Tengah meningkat dari 61,11 pada kondisi awal menjadi 71,14 pada akhir siklus I, kemudian dilanjutkan ke siklus II mengalami peningkatan menjadi 81,48 pada akhir siklus II. Dengan demikian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share dalam pembelajaran mempunyai pengaruh untuk meningkatkan hasil belajar senam kreasi daerah binthe biluhuta.
Edukasi Penggunaan Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Berbasis Augmented Reality Ella H Tumaloto; Al Ilham; Oddie Bernanda Rizky; Suriyadi Datau
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 3, No 2: August 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v3i2.26862

Abstract

More facilities and infrastructure are needed to improve Physical Education learning in schools. This community service activity aims to overcome this problem at SMAN 1 Dulupi, Boalemo Regency, through education of Penjas learning media based on augmented reality. This activity is designed to provide basic understanding and training in using augmented reality learning media so that the learning process can run effectively despite limited facilities. The methods used in this activity include participatory education and direct assistance. Evaluation is carried out by measuring students' understanding of augmented reality technology and their practical skills. The activity results showed that 96% of participants understood augmented reality technology, and 100% knew how to use augmented reality-based learning media. This activity is expected to encourage the government to develop programs that support integrating technology into learning to facilitate students' understanding.