Tujuan dilaksanakan penelitian ini yaitu melakukan analisis pengaruh gaya hidup digital, materialisme, dan fear of missing out (FOMO) pada perilaku keuangan Generasi Z dalam manajemen keuangan pribadi. Pendekatan kuantitatif diimplementasikan pada kajian ini melalui penggunaan metode survei pada sejumlah 100 responden Generasi Z di Kota Bandung. Pengumpulan pada data dilaksanakan melalui penggunaan kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Evaluasi model dilakukan melalui pengujian kualitas model pengukuran yang meliputi validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk, juga pengujian kualitas model struktural dengan koefisien jalur, nilai t-statistic, p-value, dan koefisien determinasi (R²). Hasil analisis memperlihatkan bahwasanya gaya hidup digital dan materialisme menyumbang pengaruh pada perilaku keuangan Generasi Z, sedangkan fear of missing out (FOMO) tidak menunjukkan pengaruh yang kuat secara langsung. Model penelitian mampu menjelaskan sebagian variasi perilaku keuangan Generasi Z. Hal ini menandakan bahwasanya perilaku keuangan Generasi Z lebih terpengaruh faktor gaya hidup digital dan nilai personal dibandingkan faktor psikologis situasional. Harapannya penelitian ini bisa menyumbang kontribusi pada pengembangan kajian perilaku keuangan di era digital serta menjadi dasar bagi perancangan program literasi keuangan yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z