Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Cokelat dan Efek Penyegarnya Maesaroh, Mia; Rachmat, Ridwan; Fanani, Muhammad Zainal
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.17013

Abstract

Cokelat merupakan produk homogen yang dihasilkan melalui proses pencampuran bahan-bahan yang berasal dari biji kakao, baik dengan tambahan bahan lain maupun tanpa, termasuk bahan tambahan pangan (BTP) yang telah disetujui oleh otoritas kompeten. Sebagai salah satu produk yang memiliki potensi besar, karena ketesediaan bahan baku biji kakao yang melimpah di Indonesia, yang merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia. Hal ini menjadikan cokelat sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama melalui pendekatan kualitatif berdasarkan berbagai rujukan utama. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa cokelat, selain memberikan efek penyegar (menurunkan kecemasan atau stres), juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan. Cokelat diketahui memberikan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular, beberapa jenis kanker, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, serta membantu menjaga berat badan. Selain itu, konsumsi cokelat dapat meningkatkan energi, mengatasi kelelahan, dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Beberapa sifat fisikokimia cokelat yang telah ditemukan, meliputi kandungan fenolik (seperti asam galat, asam kafeat, katekin, dan epikatekin), metilxantin (termasuk teobromin, kafein, dan teofilin), flavonoid, polifenol, prosianidin, feniletilamin, 2,5-diketopiperazina, asam askorbat, tiamin, zat besi, magnesium, vitamin D2, dan serat. Berbagai senyawa tersebut berkontribusi pada manfaat kesehatan yang signifikan, menjadikan cokelat tidak hanya sebagai camilan lezat yang menyenangkan, tetapi juga sebagai sumber gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Rancang Bangun Sistem Pengolahan Air Limbah Ekstraksi Berbasis Internet of Things di PT Sari Alam Sukabumi Wulandari, Tria; Rahmaniah, Mustika; Erlangga; Arief Munandar, Rifki; Rizki; Juang Pajri Perkasa, Moch; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pengolahan air limbah ekstraksi berbasis Internet of Things (IoT) di PT Sari Alam Sukabumi. Teknologi IoT diterapkan untuk memantau kualitas air limbah secara real-time, memungkinkan deteksi dini perubahan kualitas air dan otomatisasi dalam proses penyesuaian pengolahan. Sistem ini menggunakan sensor untuk mengukur pH dan kekeruhan air yang terhubung dengan platform pengolahan data, sehingga memungkinkan pengendalian lebih efisien dan penurunan biaya operasional. Hasil dari penerapan sistem ini memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh regulasi pemerintah, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, pengolahan air limbah menjadi lebih efektif, dan berkelanjutan.
Karakteristik Kimia, Organoleptik, dan Bentuk Kristal Berbagai Jenis Madu Permana, Irfan Zanuwarsa; Haris, Helmi; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15871

Abstract

Madu merupakan salah satu bahan pangan yang berwarna kuning cerah hingga kecoklatan, memiliki tekstur yang kental, memiliki rasa yang manis karena memiliki kandungan gula yang tinggi. Pada penelitian ini, jenis madu yang digunakan yaitu madu kaliandra, madu hafidz, madu kurma TJ, dan madu sintetis. terhadap parameter organoleptik, kimia dan bentuk kristal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, dimana yang dijadikan faktornya yaitu jenis madu yang terdiri dari empat taraf perlakuan. Analisis data yang digunakan yaitu uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis jenis madu yang dilakukan meliputi uji organoleptik (uji mutu hedonik dan uji mutu sensori) dan uji laboratoris (aktivitas enzim diastase, hidroksimetilfurfural, kadar air, kadar gula pereduksi, kadar sukrosa, keasaman, kadar abu, dan total padatan tidak terlarut). Berdasarkan parameter organoleptik, uji mutu hedonik terbaik dari keempat sampel madu yang ada, madu sintetis menunukkan hasil terbaik pada uji mutu hedonik dan madu jenis madu kurma TJ merupakan madu dengan uji mutu sensori terbaik. Berdasarkan parameter kimia, kualitas madu Kaliandra cenderung memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan jenis madu lainnya, memiliki aktivitas enzim diastase sebesar 6,71 DN, hidroksimetilfurfural sebesar 22,57 mg/kg, kadar air sebesar 17,90%, kadar gula pereduksi sebesar 56,65%, kadar sukrosa sebesar 6,22%, keasaman sebesar 6,45 mL NaOH/kg, kadar abu sebesar 0,45%, dan total padatan tidak terlarut sebesar 0,52%. Berdasarkan pengamatan bentuk kristal madu, madu hafidz memiliki keteraturan bentuk kristal yang bentuknya seperti bola lengket karena mengandung glukosa.
Proses Pengemasan pada Produk Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) di PT Sari Alam Sukabumi Wulandari, Tria; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21537

Abstract

Pengemasan merupakan aspek penting dalam industri pengolahan bahan alami karena berperan dalam menjaga mutu, keamanan, dan nilai jual produk. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pengemasan produk ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) di PT Sari Alam Sukabumi serta mengevaluasi efisiensi dan konsistensinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan pengukuran kuantitatif sederhana melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengemasan dilakukan secara manual oleh dua pekerja dengan frekuensi dua kali seminggu dan membutuhkan rata-rata waktu ±20,6 menit untuk satu batch (20 kg). Pelabelan dan pengkodean telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pangan serta berfungsi sebagai sarana komunikasi produk kepada konsumen. Meskipun sistem kerja belum didukung peralatan otomatis, perusahaan mulai melakukan pemantauan waktu kerja untuk menilai efisiensi proses. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pengemasan tidak hanya penting untuk melindungi produk, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi mutu. Penelitian lanjutan disarankan membandingkan sistem manual dan otomatis secara kuantitatif pada berbagai unit industri.
Analisis Kandungan Gizi Buah Pala (Myristica fragrans) dari Varietas dan Tingkat Kematangan yang Berbeda Rohman, Hana Fauziyyah; Haris, Helmi; Rachmat, Ridwan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21698

Abstract

Buah pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu komoditas rempah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun kualitas buah pala dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk varietas dan tingkat kematangan saat panen. Oleh karena itu diperlukan analisis kandungan gizi pala pada varietas dan tingkat kematangan yang berbeda. Penelitian ini bertujian untuk menentukan buah pala terbaik diantara buah pala varietas Banda dan Nurpakuan Agribun pada tiga tingkat kematangan yang berbeda. Analisis dilakukan terhadap kandungan karbohidrat, protein, vitamin C, tanin, pH, dan total padatan terlarut dengan metode uji standar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu varietas (Banda dan Nurpakuan Agribun) sebagai faktor pertama, dan tingkat kematangan (muda, tua, dan matang) sebagai faktor ke dua. Hasil menunjukkan bahwa kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada pala matang (8,528%), sedangkan kadar protein tertinggi ditemukan pada pala Banda matang (4,728%). Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada pala Nurpakuan muda (6,453%), dan kadar tanin terendah pada pala matang (12,600%). Kandungan gizi dan senyawa kimia bervariasi signifikan antar varietas dan tingkat kematangan buah pala. Varietas Nurpakuan matang direkomendasikan sebagai bahan baku produk olahan pangan karena kandungan gizinya yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk bernilai tambah dari buah pala sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pala.