Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Akomodasi Komunikasi Outbounders Universitas Mulawarman dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 Ferri Agusriadi; Kezia Arum Sary; Nurliah; Jaka Farih Agustian; Ziya Ibrizah
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 1 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i1.7515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana akomodasi komunikasi dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 bagi outbounders Universitas Mulawarman. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu terdapat akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh outbounders Universitas Mulawarman dalam melakukan penyesuaian diri ketika mengikuti kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3. Melalui penerapan Teori Akomodasi Komunikasi, konvergensi, divergensi, dan akomodasi berlebihan menjadi bagian integral dari dinamika komunikasi dalam kegiatan pertukaran ini. Komunikasi multikultural yang berlangsung selama kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 3 memungkinkan mahasiswa nya untuk saling memahami perbedaan kebudayaan baik antar mahasiswa dan masyarakat setempat dalam proses penyesuaian komunikasi dan menghargai kehadiran perbedaan budaya. Akomodasi komunikasi dalam kegiatan ini menjadi sangat penting untuk menyesuaikan komunikasi dengan lawan bicara yang berbeda budaya. Melalui penyesuaian, komunikasi dapat berlangsung dengan efektif memungkinan antar pelaku komunikasi untuk meninggalkan konflik kebudayan. Penyesuain komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk menghargai latar belakang kebudayaan lawan bicara.   This study aims to describe and analyze how communication accommodation takes place among Universitas Mulawarman outbounders during the Merdeka Student Exchange 3 program. A qualitative descriptive research method was employed. The findings reveal that Universitas Mulawarman outbounders engaged in communication accommodation to adapt to the new cultural environment during the Merdeka Student Exchange 3 program. By applying the Communication Accommodation Theory, convergence, divergence, and over-accommodation emerged as integral parts of the communication dynamics within this exchange program. The multicultural communication that took place during the Merdeka Student Exchange 3 enabled students to mutually understand cultural differences both among themselves and with local communities, facilitating communication adaptation and fostering appreciation for cultural diversity. Communication accommodation plays a crucial role in this program, fostering effective intercultural communication. By adjusting their communication styles, participants demonstrate respect for cultural diversity and reduce the likelihood of cultural misunderstandings.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Pada Segmen Konten “SORRY, BUKAN TIPE GUE” Di Akun Tiktok @Tenuedeattire Muthia Maudi; Kezia Arum Sary; Rina Juwita; Ainun Ni’Matu Rohmah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7246

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran akun TikTok @Tenuedeattire pada segmen konten “Sorry, Bukan Tipe Gue” menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus dan analisis konten. Data diperoleh dari observasi konten TikTok serta wawancara mendalam dengan tujuh informan selama periode Maret hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis humor berhasil menarik perhatian audiens karena konten dikemas secara menghibur sehingga tidak terlihat seperti iklan. Strategi tersebut membuat banyak konten masuk ke halaman FYP dan meningkatkan brand awareness audiens terhadap produk yang dipromosikan. Selain itu, interaksi dua arah antara akun dan pengikut juga mampu membangun kedekatan emosional dengan audiens. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa unsur hiburan yang terlalu dominan menyebabkan audiens lebih fokus pada isi konten dibandingkan produk yang dijual. Akibatnya, minat untuk membeli produk menjadi kurang maksimal. Selain itu, tingginya jumlah like, share, komentar, dan followers belum mampu meningkatkan penjualan secara signifikan karena tidak adanya tautan pembelian langsung yang memudahkan audiens melakukan transaksi. Kesimpulannya, strategi humor dalam soft-selling efektif untuk menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran merek, tetapi tetap memerlukan Call-to-Action yang jelas agar perhatian audiens dapat diubah menjadi konversi penjualan.
Analisis Manajemen Komunikasi Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS) pada Event Donor Darah: Penelitian Triana Ayu Januar; Kezia Arum Sary; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6979

Abstract

Komunitas Bubuhan Donor Darah Samarinda (BDDS) telah hadir sejak 2016 sebagai jembatan antara pendonor dan keluarga pasien yang membutuhkan darah di Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana BDDS mengelola komunikasinya dalam menyelenggarakan event donor darah periode September–November 2025, dengan melihat keterlibatan berbagai pihak di setiap tahapan kegiatan. Analisis menggunakan kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) George R. Terry, dipadukan dengan Stakeholder Theory R. Edward Freeman. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh dari wawancara mendalam bersama tiga informan kunci, observasi partisipatif di enam event, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa manajemen komunikasi BDDS tumbuh dari pengalaman lapangan, bukan prosedur tertulis yang kaku. Setiap tahap POAC memunculkan dinamika berbeda: PMI menjadi penentu kapasitas event sejak perencanaan, pendonor memiliki choice power yang mendorong BDDS terus berinovasi, sementara sponsor berperan sebagai daya tarik yang harus dikelola agar tidak menggeser karakter sosial kegiatan. Penelitian menemukan sejumlah tantangan struktural: sentralisasi koordinasi pada satu figur, minimnya panduan bagi mitra baru, dan evaluasi masih bersifat internal belum menyertakan pihak eksternal.
Analisis Konvergensi Media RRI Pro 1 Samarinda Dalam Meningkatkan Eksistensi Di Era Digital Andini Zeshira Maharani; Kezia Arum Sary; Kadek Dristiana Dwivayani; Ziya Ibrizah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemanfaatan konvergensi media yang dilakukan RRI Pro 1 Samarinda dalam meningkatkan eksistensinya di era digital. Perkembangan teknologi komunikasi menuntut lembaga penyiaran untuk beradaptasi melalui integrasi berbagai media dan platform digital guna mempertahankan relevansi serta memperluas jangkauan audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI Pro 1 Samarinda telah menerapkan konvergensi media melalui strategi 3M, yaitu multimedia, multichannel, dan multiplatform. Penerapan strategi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan berbagai format konten digital, distribusi informasi melalui beragam saluran komunikasi, serta integrasi siaran radio dengan platform digital. Strategi 3M yang diterapkan mampu memperluas jangkauan audiens, meningkatkan kemudahan akses terhadap konten siaran, memperkuat interaksi dengan pendengar, serta mempertahankan eksistensi dan relevansi RRI Pro 1 Samarinda sebagai lembaga penyiaran publik di era digital.
Manajemen Public Relations PAUD Cakrawala Kaki Langit dalam Membangun Brand Image Titis Nurvitasari; Kezia Arum Sary; Silviana Purwanti
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.428

Abstract

Persaingan antar lembaga pendidikan anak usia dini mendorong setiap sekolah membangun citra yang kuat di hadapan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen public relations PAUD Cakrawala Kaki Langit dalam membangun brand image. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Karangka analisis yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlliing) oleh George R. Terry, didukung teori impression management Goffman yang dikembangkan Jones dan Pittman, serta konsep brand image Biel. Hasil penelitian menunjukkan manajemen public relations berjalan adaptif meskipun belum terdapat divisi humas secara struktural. Pada tahap planning, tujuan komunikasi ditetapkan berbasis nilai ekopedagogi dengan filosofi Belajar dari Langit dan Bumi. Pada tahap organizing, fungsi public relations dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh tenaga pendidik sebagai dramaturgical team. Pada tahap actuating, komunikasi harian melalui WhatsApp, progranm berbasis lingkungan, dan startegi word of mouth menjadi mekanisme utama pembentukan persepsi publik. Pada tahap controlling, evaluasi berlangsung secara informl tanpa instrumen terstruktur. Brand image terbentuk melalui corporate image sebagai lembaga berkomitmen pada pendidikan berbasis lingkungan, user image melalui karakter peserta didik yang peduli lingkungan, dan product image melalui kualitas komunikasi sekolah dengan orang tua.
Analisis Integrasi Komunikasi Pemasaran dalam Event Culinary Playland Samarinda 2025 oleh Seven Promosindo: Penelitian Salwa Salsabila; Kezia Arum Sary; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi komunikasi pemasaran dalam event Culinary Playland Samarinda (CPS) 2025 yang diselenggarakan oleh Seven Promosindo berdasarkan lima konstruk IMC Audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui identifikasi elemen bauran komunikasi pemasaran yang digunakan, kemudian mengaudit integrasinya menggunakan lima konstruk IMC Audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seven Promosindo memanfaatkan enam elemen bauran komunikasi pemasaran yang dikelola secara terintegrasi melalui struktur kerja berbasis kode warna, satu panduan komunikasi (guideline), dan pertemuan koordinasi rutin. Integrasi paling kuat ditemukan pada konstruk organizational infrastructure, mission marketing dan strategic consistency, sementara konstruk interactivity dan planning and evaluation baru berjalan sebagian karena belum adanya basis data pengunjung yang menyeluruh dan evaluasi pascaevent yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi pemasaran dalam event CPS 2025 sudah berjalan baik, namun masih dapat diperkuat pada beberapa konstruk.
Personal Branding Andre Taulany sebagai Konten Kreator Multitalenta di Instagram Affifa Auliya Khotrunada; Kadek Dristiana Dwivayani; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.390

Abstract

Studi penelitian ini adalah personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram. Masalah penelitian berfokus pada bagaimana personal branding tersebut dibangun melalui konten. Tujuannya untuk menganalisis penerapan The 8 Laws of Personal Branding, dengan sasaran penelitian berupa konten Instagram yang diunggah sebagai objek observasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi sebagai metode untuk mengkaji perilaku dan konten di media digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi terhadap konten Instagram Andre Taulany, dengan analisis menggunakan kerangka The 8 Laws of Personal Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram dibangun secara konsisten melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding, meliputi humor sebagai spesialis, keunikan konten, keaslian karakter, visabilitas, hingga reputasi positif, sehingga membentuk citra yang kuat, autentik, dan relevan di era digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany terbentuk kuat, konsisten, dan autentik melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding. Disarankan peneliti selanjutnya menggunakan metode lebih mendalam seperti wawancara, serta bagi praktisi untuk menekankan spesialisasi, konsistensi, keunikan, dan reputasi positif dalam membangun personal branding di media digital.
Persepsi Anggota Pusdima Unmul Dibalik Keputusan Memboikot Produk Pro Israel Wisda Aprilia Syaka; Kezia Arum Sary; Ainun Ni'matu Rohmah; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi komunikasi anggota Pusat Dakwah Islam Mahasiswa (PUSDIMA) Universitas Mulawarman dalam memutuskan membeli atau tidak membeli produk pro-Israel di tengah gerakan boikot. Fenomena boikot dipandang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina dan menjadi isu global yang memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling terhadap empat informan aktif PUSDIMA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka Theory of Reasoned Action (TRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota PUSDIMA terbentuk melalui interaksi nilai agama, moral, pengalaman pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Seluruh informan menunjukkan sikap negatif terhadap produk pro-Israel, didorong motivasi moral dan spiritual, serta diperkuat oleh norma sosial dalam komunitas dakwah kampus. Minat terhadap produk pro-Israel sangat rendah, bahkan cenderung nihil, meskipun secara kualitas dianggap baik. Keputusan untuk memboikot dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat emosional sesaat, melainkan hasil pertimbangan etis yang matang. Temuan ini menegaskan bahwa sikap dan norma subjektif berperan penting dalam membentuk niat, yang kemudian diwujudkan dalam perilaku nyata berupa boikot. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian ilmu komunikasi, khususnya mengenai persepsi komunikasi dalam kaitannya dengan perilaku konsumsi berbasis nilai ideologis dan etis di kalangan mahasiswa Muslim.
Sentiment Classification of TikTok Comments on The Free Nutritious Meal Program Using Multinomial Naïve Bayes Salom Sefanya Onibala; Rosmasari; Kezia Arum Sary
Indonesian Journal of Data and Science Vol. 7 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Data and Science
Publisher : Yocto Brain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56705/ijodas.v7i2.448

Abstract

Introduction: TikTok has become an important platform for public discussion of government programs, including Indonesia’s Free Nutritious Meal (MBG) Program, while the large volume of comments makes manual sentiment analysis inefficient. This study evaluates Multinomial Naïve Bayes for classifying public sentiment toward the MBG Program using TikTok comments. Method: A total of 1,048 comments were collected from the official National Nutrition Agency TikTok account using Apify, with 1,028 comments remaining after preprocessing. Sentiment pseudo-labels were generated using IndoRoBERTa, producing 333 positive and 695 negative comments. Undersampling balanced the dataset to 666 comments, followed by an 80:20 stratified train–test split. TF-IDF feature extraction and Multinomial Naïve Bayes classification were integrated in a Scikit-learn Pipeline, while GridSearchCV with 5-fold cross-validation optimized model parameters. Results and Discussion: The optimized model achieved 80.60% accuracy, 81.04% precision, 80.60% recall, and an 80.53% F1-score on 134 test comments. Negative sentiment dominated the original post-preprocessing dataset at 67.61%. However, these results primarily indicate agreement with IndoRoBERTa-generated pseudo-labels rather than human-verified sentiment labels. Conclusion: The TF-IDF–Multinomial Naïve Bayes pipeline provides a useful baseline for MBG-related TikTok sentiment classification, but manual label validation and comparison with alternative classifiers are required to establish stronger reliability and generalizability.
Konstruksi Persepsi Autentik dalam Konten Endorsement TikTok: Studi Kasus Tante Lala Muhammad Rivaldy; Kezia Arum Sary; Johantan Alfando W.S; Ziya Ibrizah
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.383

Abstract

This study examines how non-conventional communicative performances construct perceived authenticity in TikTok endorsement content. Using Krippendorff’s qualitative content analysis, the study analyzes verbal and non-verbal communication strategies in high-engagement endorsement videos produced by the Indonesian influencer Tante Lala. Findings indicate that regional dialects, heightened vocal intensity, and theatrical kinesics function as symbolic resources that negotiate authenticity and intimacy with audiences. These communicative performances blur the boundaries between commercial persuasion and interpersonal interaction, generating parasocial relationships that enhance persuasive effectiveness. The study contributes to symbolic interactionism by demonstrating how authenticity in influencer marketing is socially constructed through continuous symbolic negotiation in digital environments.