Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INOVASI BUNGA LAVENDER SEBAGAI REPELLENT SPRAY DAN AROMATERAPI DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DEMUNGAN, TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG Suwarmi, Suwarmi; Suprijono, Agus; Kresnawati, Yani; Hesti W.S, A.Ariani; Susanti Hp, Eka; Martha Cahyani, Intan; Harni Pebriani, Tris; Sulistyarini, Indah; Maharani, Ika; Bayu Kristianto, Yosua; Adhityasmara, Dhimas; Hanandi, Afwin
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019-2021 di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini mendorong dilakukannya kegiatan fogging dan edukasi serta sosialisasi pencegahan DBD yaitu penerapan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) tempat penampungan air, dan pencegahan lainya. Salah satu tanaman yang dapat menjauhkan serangga adalah bunga lavender, dimana minyaknya digunakan sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan serangga. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga Dusun Demungan terkait DBD dan cara pencegahannya, serta workshop pembuatan minyak bunga lavender sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan nyamuk dan sebagai aromaterapi. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025 di rumah Kepala Dusun Demungan yamg dihadiri oleh 50 orang peserta. Tim PkM memberikan edukasi tentang demam berdarah dan cara pencegahannya dengan bantuan power point, serta workshop tentang pembuatan repellent spray dan lilin aromaterapi dari minyak bunga lavender. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui diskusi interaktif dan pengisian kuesioner tentang tingkat kepuasan peserta. Kegiatan PkM ini bermanfaat dan berdampak positif, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi tingkat kepuasan peserta. Indikator kepuasan yang diperoleh adalah 0,90 melebihi batas indikator minimum 0,80. Nilai ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat relevan dan bermanfaat oleh masyarakat dan tujuan kegiatan PkM telah tercapai.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Rasionalisasi Penggunaan Obat pada Mahasiswa Tadris IPA UIN Salatiga Adhityasmara, Dhimas; Saputro, Budiyono
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.10080

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti efek samping obat, resistensi antimikroba, dan risiko keselamatan pasien. Salah satu faktor penting yang memengaruhi rasionalisasi penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat pada mahasiswa Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 67 mahasiswa aktif Tadris IPA. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,834 untuk variabel pengetahuan dan 0,854 untuk variabel sikap, yang menandakan instrumen reliabel. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat dengan nilai koefisien korelasi ρ = 0,566 dan p 0,01. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat, maka semakin positif pula sikap mereka terhadap rasionalisasi penggunaan obat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi obat melalui edukasi terstruktur di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada mahasiswa pendidikan sains, sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.Â