Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti efek samping obat, resistensi antimikroba, dan risiko keselamatan pasien. Salah satu faktor penting yang memengaruhi rasionalisasi penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat pada mahasiswa Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 67 mahasiswa aktif Tadris IPA. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,834 untuk variabel pengetahuan dan 0,854 untuk variabel sikap, yang menandakan instrumen reliabel. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan tentang obat dan sikap rasionalisasi penggunaan obat dengan nilai koefisien korelasi Ï = 0,566 dan p 0,01. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa tentang obat, maka semakin positif pula sikap mereka terhadap rasionalisasi penggunaan obat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi obat melalui edukasi terstruktur di lingkungan perguruan tinggi, khususnya pada mahasiswa pendidikan sains, sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.Â