Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

E-Book Interaktif Berbasis Project Based Learning sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Kreativitas Siswa: Studi Literatur Iswanto; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3884

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media pembelajaran inovatif, salah satunya e-book interaktif yang dapat diintegrasikan dengan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-book interaktif berbasis PjBL dalam meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan kata kunci interactive e-book, Project Based Learning, learning motivation, dan creativity pada rentang tahun 2016–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-book interaktif berbasis PjBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa melalui penyajian materi yang menarik, interaktif, dan kontekstual. Selain itu, penerapan PjBL dalam e-book interaktif mendorong peningkatan kreativitas siswa melalui aktivitas eksplorasi ide, pemecahan masalah, serta pembuatan produk pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media digital interaktif dengan pembelajaran berbasis proyek mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif, kemandirian belajar, serta pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya motivasi belajar dan kreativitas siswa.
Kajian Sistematis Case Based Learning dan Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Analisis Masalah pada Materi Sistem Reproduksi pada SMK Keperawatan Rochmani Eka Mardiyati; Bachtiar Sjaiful Bachri; Alim Sumarno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Case-Based Learning (CBL) dan Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan analisis masalah siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang diperoleh dari database Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Garuda. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBL secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analisis masalah melalui penyajian kasus kontekstual, sedangkan SRL berperan dalam meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, dan pengelolaan strategi belajar siswa. Integrasi CBL dan SRL terbukti memberikan dampak yang lebih optimal karena mampu meningkatkan keterlibatan belajar, pemecahan masalah, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi secara komprehensif. Dengan demikian, kombinasi kedua pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, khususnya pada pendidikan vokasi keperawatan.
Peran Multimedia Interaktif Berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Algoritma untuk Meningkatkan Kemampuan Mencipta dan Mengkomunikasikan: Studi SLR Tri Kurnia Setyowati; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multimedia interaktif berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan mencipta dan mengkomunikasikan siswa pada pembelajaran algoritma. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui analisis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan terbit dalam rentang tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia interaktif mampu meningkatkan pemahaman konsep algoritma melalui visualisasi yang konkret serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Sementara itu, penerapan PjBL terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan mencipta melalui aktivitas proyek serta meningkatkan kemampuan mengkomunikasikan melalui presentasi dan diskusi. Integrasi kedua pendekatan tersebut memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan penggunaan secara terpisah, karena mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis PjBL efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan mencipta dan mengkomunikasikan dalam pembelajaran algoritma serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Analisis Komparatif Kerangka Kurikulum Finlandia dan Kurikulum Merdeka Indonesia terhadap Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Era Transformasi Digital Sultan Fakhrur Rassyi; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.313

Abstract

Transformasi digital mendorong perubahan paradigma pendidikan global, termasuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif Kurikulum Finlandia dan Kurikulum Merdeka Indonesia dalam perspektif integrasi teknologi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis dokumen kebijakan, artikel ilmiah, dan laporan pendidikan internasional. Kajian difokuskan pada filosofi kurikulum, pendekatan pedagogis, kompetensi digital, peran guru, dan implementasi teknologi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Finlandia menempatkan literasi digital, phenomenon-based learning, dan student agency sebagai fondasi pembelajaran berbasis teknologi yang humanistik dan kolaboratif. Sementara itu, Kurikulum Merdeka mengintegrasikan teknologi melalui pembelajaran berdiferensiasi, penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta konsep deep learning yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana membangun kreativitas, kemandirian belajar, dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua kurikulum sama-sama berorientasi pada persiapan peserta didik menghadapi masyarakat digital, namun berbeda dalam pendekatan implementasi dan konteks sosial-budaya. Finlandia menekankan fleksibilitas sistem dan otonomi guru, sedangkan Kurikulum Merdeka menonjolkan transformasi pembelajaran berbasis deep learning untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional. Temuan ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan kurikulum adaptif berbasis teknologi di masa depan.
Pengembangan AR-PBL Worksheet untuk Meningkatkan Penalaran Kritis dan Kolaborasi Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Fatma Dewi Fitriatus Solichah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4551

Abstract

Pembelajaran sistem peredaran darah di kelas VIII SMP membutuhkan media yang mampu mengonkretkan struktur jantung, pembuluh darah, dan mekanisme gangguan peredaran darah yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan menghasilkan AR-PBL Worksheet yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penalaran kritis serta kolaborasi siswa pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Produk yang dikembangkan berupa worksheet cetak berisi QR code yang menghubungkan siswa dengan konten Augmented Reality berupa model tiga dimensi jantung dan simulasi penyumbatan pembuluh darah, disertai aktivitas Problem-Based Learning berbasis kasus hipertensi. Validitas produk dinilai oleh ahli rencana pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahan penyerta, sedangkan kepraktisan diuji melalui uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Efektivitas penalaran kritis dianalisis melalui pretest-posttest, N-Gain, dan perbandingan dengan kelas konvensional, sedangkan kolaborasi diamati menggunakan rubrik observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata validitas sebesar 97,95% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 94,79% dengan kategori sangat praktis. Nilai N-Gain penalaran kritis sebesar 0,527 berada pada kategori sedang, hasil posttest kelas AR-PBL secara signifikan lebih tinggi daripada kelas konvensional, dan kolaborasi siswa mencapai 93,75% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, AR-PBL Worksheet layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran IPA berbasis teknologi dan masalah autentik. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas produk pada jumlah siswa dan sekolah yang lebih luas, dengan durasi implementasi yang lebih panjang, serta mengkaji retensi pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa.
Pendampingan Pengembangan Kurikulum Model Taba Berbasis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dalam Mengatasi Problematika Kurikulum Merdeka Di SMK Isa Ansori; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.792

Abstract

Vocational education curricula in Indonesia continue to face complex structural challenges, including excessive administrative orientation, rigid centralized approaches, and limited opportunities for teachers to act as curriculum developers who are responsive to industry demands and students’ characteristics. This community service program aimed to assist teachers at SMKN 6 Surabaya in improving their curriculum design competencies through the implementation of the Taba Model based on the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara. The program involved 48 teachers from eight vocational departments and was conducted over two weeks using a participatory mentoring approach through theoretical workshops, Focus Group Discussions (FGDs), collaborative teaching material development practices, peer review sessions, and reflective activities. The results showed a significant paradigm shift from teachers functioning merely as curriculum implementers toward becoming independent grassroots curriculum developers. In addition, teachers demonstrated improved abilities in designing teaching modules and instructional materials aligned with workplace needs, as well as integrating the values of Ki Hadjar Dewantara—Among System, freedom of learning, and the principles of Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani—into curriculum practices. All eight vocational departments successfully produced teaching modules and instructional materials with an average quality score of 85/100. In conclusion, the collaborative mentoring program based on the Taba Model effectively transformed teachers’ perspectives and produced relevant, humanistic, and industry-oriented instructional materials.
EFEKTIFITAS MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: SYSTEMIC LITERATURE REVIEW Jundu Muhammad Mufakkirul Islami; Lajiman Hadi Susarno; Bachtiar Sjaiful Bachri; Dyan Putri Aprilia; Muazar Habibi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11864

Abstract

ABSTRACT Curriculum management is a strategic factor in improving the quality of learning because it serves as a guideline for planning, implementing, and evaluating educational processes. However, the dynamics of educational development and the demands of twenty-first-century competencies require effective and adaptive curriculum management. This study aims to analyze the effectiveness of curriculum management in enhancing learning quality through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research method involved identifying, selecting, analyzing, and synthesizing relevant scientific publications concerning curriculum management and learning quality. The reviewed literature was obtained from scholarly sources that met the inclusion criteria and aligned with the focus of the study. The findings indicate that the effectiveness of curriculum management is determined by the integration of curriculum planning, organization, implementation, and evaluation involving school principals, teachers, and other educational stakeholders. Furthermore, the implementation of needs-based curricula, continuous evaluation, and effective human resource management significantly contribute to improving learning quality. The review also reveals that curriculum flexibility in accommodating local needs and global developments is an essential factor in creating relevant and high-quality learning processes. Therefore, strategic, collaborative, and sustainable curriculum management plays a crucial role in improving educational quality and producing competent graduates who are capable of adapting to contemporary challenges. ABSTRAK Manajemen kurikulum merupakan salah satu faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran karena berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pendidikan. Namun, dinamika perkembangan pendidikan serta tuntutan kompetensi abad ke-21 menuntut adanya pengelolaan kurikulum yang efektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi, menyeleksi, menganalisis, dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai manajemen kurikulum dan kualitas pembelajaran. Literatur yang digunakan berasal dari sumber-sumber ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen kurikulum ditentukan oleh keterpaduan antara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Selain itu, penerapan kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik, evaluasi berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya manusia yang optimal terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum dalam mengakomodasi kebutuhan lokal dan perkembangan global menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang relevan dan berkualitas. Dengan demikian, manajemen kurikulum yang strategis, kolaboratif, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman.
The CIPP Model In Training Program Evaluation: How Effective Is It? Mihnatuz Zahroh; Lamijan Hadi Susarno; Bachtiar Sjaiful Bachri
Journal of Educational Technology Studies and Applied Research Vol 2 No 2 (2025): [5] - 2025 December
Publisher : Teknologi Pendidikan ID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70125/8nmx6v52

Abstract

Evaluating training programs is crucial for ensuring their effectiveness and long-term impact. Traditional evaluation models, such as the Kirkpatrick and ROI models, have been widely used but face limitations in assessing the entire training process, particularly in tracking implementation challenges and long-term impact. A key gap in research is the inconsistent implementation and validation of the CIPP (Context, Input, Process, Product) model across different training settings. This study systematically reviews the effectiveness of the CIPP model in training program evaluation from 2015 to 2025, analyzing ten open-access journal articles. The findings reveal that while the CIPP model provides a structured and comprehensive framework for training evaluation, challenges persist, including inconsistent application, resource constraints, and the need for better feedback mechanisms. The results highlight the necessity of refining training assessments through standardized implementation, improved evaluator training, and digital integration. These insights are critical for policymakers, educators, and corporate trainers in optimizing training effectiveness and fostering continuous improvement.
Pengaruh Project Based Learning dengan Pendekatan Science, Enviroment, Technology and Society (SETS) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMK Heni Hamdiyah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Fajar Arianto
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4784

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu strategi pembelajaran yang tidak mempertimbangkan karakteristik materi dan peserta didik menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan model pembelajaran project based learning yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Enviroment, Technology and Society (SETS) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMK pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini mengadopsi desain eksperimental semu (Quasi Experimental Design) dengan menggunakan The Matching-Only Posttest-Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMK N 1 Sidayu Gresik, melibatkan dua kelas XI APHPi sebagai sampel. Kelas XI APHPi 2 berfungsi sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model project based learning dengan pendekatan SETS, sementara kelas XI APHPi 1 bertindak sebagai kelompok kontrol yang hanya menerapkan model project based learning. Setiap kelas terdiri dari 30 siswa. Analisis data meliputi uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) serta uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan model project based learning dengan pendekatan SETS memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam konteks materi olahan produk diversifikasi hasil perikanan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Kelompok eksperimen menunjukkan tingkat kemampuan berpikir kreatif yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan rata-rata skor 88,87 berbanding 80,18. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model project based learning dengan pendekatan SETS merupakan alternatif yang efektif bagi pendidik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan.
Fostering Assertive Communication through Story-Based Activities in Early Childhood Education: A Preventive Framework for Substance Abuse Muhammad Reza; Mustaji Mustaji; Yatim Riyanto; Bachtiar Sjaiful Bachri
International Journal of Emerging Research and Review Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : IKIP Widya Darma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56707/ijoerar.v4i3.186

Abstract

Objective: Substance abuse remains a major challenge to individual well-being and societal development, underscoring the need for preventive interventions beginning in early childhood. This study aimed to examine the effectiveness of story-based activities in improving assertive communication skills among children aged 5–6 years as an early preventive framework for reducing vulnerability to future substance abuse and other risky behaviors. Method: A quantitative quasi-experimental study using a pretest–posttest design was conducted with 90 children aged 5–6 years from five early childhood education institutions in Surabaya, Indonesia. Data were collected through structured observations measuring four dimensions of assertive communication: self-expression, opinion sharing, emotional communication, and respectful refusal. The data were analyzed using normalized gain (N-Gain) scores and paired-sample t-tests. Results: The findings demonstrated that story-based activities improved children's assertive communication. Positive improvements were consistently observed across participating institutions and among both boys and girls. Novelty: This study introduces story-based learning as an early childhood preventive framework that connects the development of assertive communication with long-term protection against substance abuse risk. The findings extend prevention efforts beyond adolescent-focused interventions by positioning early childhood education as a strategic foundation for strengthening children's protective social competencies before risk behaviors emerge.