Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

E-Book Interaktif Berbasis Project Based Learning sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Kreativitas Siswa: Studi Literatur Iswanto; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3884

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media pembelajaran inovatif, salah satunya e-book interaktif yang dapat diintegrasikan dengan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-book interaktif berbasis PjBL dalam meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan kata kunci interactive e-book, Project Based Learning, learning motivation, dan creativity pada rentang tahun 2016–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-book interaktif berbasis PjBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa melalui penyajian materi yang menarik, interaktif, dan kontekstual. Selain itu, penerapan PjBL dalam e-book interaktif mendorong peningkatan kreativitas siswa melalui aktivitas eksplorasi ide, pemecahan masalah, serta pembuatan produk pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media digital interaktif dengan pembelajaran berbasis proyek mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif, kemandirian belajar, serta pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya motivasi belajar dan kreativitas siswa.
Kajian Sistematis Case Based Learning dan Kemandirian Belajar terhadap Kemampuan Analisis Masalah pada Materi Sistem Reproduksi pada SMK Keperawatan Rochmani Eka Mardiyati; Bachtiar Sjaiful Bachri; Alim Sumarno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Case-Based Learning (CBL) dan Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan analisis masalah siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel yang diperoleh dari database Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Garuda. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBL secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analisis masalah melalui penyajian kasus kontekstual, sedangkan SRL berperan dalam meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, dan pengelolaan strategi belajar siswa. Integrasi CBL dan SRL terbukti memberikan dampak yang lebih optimal karena mampu meningkatkan keterlibatan belajar, pemecahan masalah, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi secara komprehensif. Dengan demikian, kombinasi kedua pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi, khususnya pada pendidikan vokasi keperawatan.
Peran Multimedia Interaktif Berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Algoritma untuk Meningkatkan Kemampuan Mencipta dan Mengkomunikasikan: Studi SLR Tri Kurnia Setyowati; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multimedia interaktif berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan mencipta dan mengkomunikasikan siswa pada pembelajaran algoritma. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melalui analisis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan terbit dalam rentang tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia interaktif mampu meningkatkan pemahaman konsep algoritma melalui visualisasi yang konkret serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Sementara itu, penerapan PjBL terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan mencipta melalui aktivitas proyek serta meningkatkan kemampuan mengkomunikasikan melalui presentasi dan diskusi. Integrasi kedua pendekatan tersebut memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan penggunaan secara terpisah, karena mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis PjBL efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan mencipta dan mengkomunikasikan dalam pembelajaran algoritma serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Analisis Komparatif Kerangka Kurikulum Finlandia dan Kurikulum Merdeka Indonesia terhadap Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Era Transformasi Digital Sultan Fakhrur Rassyi; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.313

Abstract

Transformasi digital mendorong perubahan paradigma pendidikan global, termasuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif Kurikulum Finlandia dan Kurikulum Merdeka Indonesia dalam perspektif integrasi teknologi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis dokumen kebijakan, artikel ilmiah, dan laporan pendidikan internasional. Kajian difokuskan pada filosofi kurikulum, pendekatan pedagogis, kompetensi digital, peran guru, dan implementasi teknologi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Finlandia menempatkan literasi digital, phenomenon-based learning, dan student agency sebagai fondasi pembelajaran berbasis teknologi yang humanistik dan kolaboratif. Sementara itu, Kurikulum Merdeka mengintegrasikan teknologi melalui pembelajaran berdiferensiasi, penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta konsep deep learning yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana membangun kreativitas, kemandirian belajar, dan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua kurikulum sama-sama berorientasi pada persiapan peserta didik menghadapi masyarakat digital, namun berbeda dalam pendekatan implementasi dan konteks sosial-budaya. Finlandia menekankan fleksibilitas sistem dan otonomi guru, sedangkan Kurikulum Merdeka menonjolkan transformasi pembelajaran berbasis deep learning untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional. Temuan ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan kurikulum adaptif berbasis teknologi di masa depan.
Pengembangan AR-PBL Worksheet untuk Meningkatkan Penalaran Kritis dan Kolaborasi Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Fatma Dewi Fitriatus Solichah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4551

Abstract

Pembelajaran sistem peredaran darah di kelas VIII SMP membutuhkan media yang mampu mengonkretkan struktur jantung, pembuluh darah, dan mekanisme gangguan peredaran darah yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan menghasilkan AR-PBL Worksheet yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penalaran kritis serta kolaborasi siswa pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Produk yang dikembangkan berupa worksheet cetak berisi QR code yang menghubungkan siswa dengan konten Augmented Reality berupa model tiga dimensi jantung dan simulasi penyumbatan pembuluh darah, disertai aktivitas Problem-Based Learning berbasis kasus hipertensi. Validitas produk dinilai oleh ahli rencana pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahan penyerta, sedangkan kepraktisan diuji melalui uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Efektivitas penalaran kritis dianalisis melalui pretest-posttest, N-Gain, dan perbandingan dengan kelas konvensional, sedangkan kolaborasi diamati menggunakan rubrik observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata validitas sebesar 97,95% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 94,79% dengan kategori sangat praktis. Nilai N-Gain penalaran kritis sebesar 0,527 berada pada kategori sedang, hasil posttest kelas AR-PBL secara signifikan lebih tinggi daripada kelas konvensional, dan kolaborasi siswa mencapai 93,75% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, AR-PBL Worksheet layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran IPA berbasis teknologi dan masalah autentik. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas produk pada jumlah siswa dan sekolah yang lebih luas, dengan durasi implementasi yang lebih panjang, serta mengkaji retensi pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa.
Pendampingan Pengembangan Kurikulum Model Taba Berbasis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dalam Mengatasi Problematika Kurikulum Merdeka Di SMK Isa Ansori; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.792

Abstract

Vocational education curricula in Indonesia continue to face complex structural challenges, including excessive administrative orientation, rigid centralized approaches, and limited opportunities for teachers to act as curriculum developers who are responsive to industry demands and students’ characteristics. This community service program aimed to assist teachers at SMKN 6 Surabaya in improving their curriculum design competencies through the implementation of the Taba Model based on the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara. The program involved 48 teachers from eight vocational departments and was conducted over two weeks using a participatory mentoring approach through theoretical workshops, Focus Group Discussions (FGDs), collaborative teaching material development practices, peer review sessions, and reflective activities. The results showed a significant paradigm shift from teachers functioning merely as curriculum implementers toward becoming independent grassroots curriculum developers. In addition, teachers demonstrated improved abilities in designing teaching modules and instructional materials aligned with workplace needs, as well as integrating the values of Ki Hadjar Dewantara—Among System, freedom of learning, and the principles of Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani—into curriculum practices. All eight vocational departments successfully produced teaching modules and instructional materials with an average quality score of 85/100. In conclusion, the collaborative mentoring program based on the Taba Model effectively transformed teachers’ perspectives and produced relevant, humanistic, and industry-oriented instructional materials.