Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI SATUAN TUGAS (SATGAS) COVID-19 DALAM PENANGANAN PANDEMI DI KELURAHAN SITIREJO I MEDAN Vita, Nadra Ideyani; Panjaitan, Hairunnisa
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v1i2.7515

Abstract

Keberhasilan dalam kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh penentuan strategi komunikasi. Sebuah strategi komunikasi hendaknya mencakup segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan khalayak sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dan usaha yang dilakukan serta hambatan yang di hadapi Satuan tugas Covid-19 dalam penanganan pandemi di Kelurahan Sitirejo I. Penelitian ini didukung oleh teori komunikasi persuasif dan teori komunikasi bermedia dan Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan lokasi peneltian yaitu dilakukan di Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota. Informan dalam peneltian yaitu menggunakan teknik purposive sample dimana informan dipilih berdasarkan kriteria-kriteria khusus yang sesuai dan memiliki pengetahuan lebih untuk memberikan informasi terkait dengan data-data penelitian dengan jumlah informan sebanyak 4 orang yaitu Satuan tugas penanganan covid-19 Kelurahan Sitirejo I Kepala lingkungan yang ada di Kelurahan Sitirejo I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui obeservasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa Strategi komunikasi yang dilakukan satuan tugas covid-19 yaitu komunikasi dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang dalam upaya penanganan pandemi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan komunikasi persuasif dan komunikasi menggunakan media. Selalu menghimbau dan mengingatkan masyarakat melalui kepala lingkungan agar tetap menjalankan prokes 6 M. Selain itu juga strategi komunikasi dilakukan melalui sosialisasi-sosialisasi kesehatan dan pemasangan flayer atau spanduk yag dipasang disekitaran Kelurahan Sitirejo I.
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TENAGA KESEHATAN DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI PENYAKIT TUBERCULOSIS DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG MORAWA Lestari, Ayu; Vita, Nadra Ideyani
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v2i2.9682

Abstract

Tuberculosis merupakan salah satu penyakit menular paling berbahaya hal ini ditandai dengan adanya peningkatan kasus setiap harinya sehingga dibutuhkan sebuah program kesehatan yaitu kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat untuk menekan angka kenaikan kasus Tuberculosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi interpersonal tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi penyakit Tuberculosis di UPT Puskesmas Kecamatan Tanjung Morawa dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi yang didapatkan oleh tenaga kesehatan dan kader TB terbagi menjadi dua yaitu pengalaman komunikasi positif dan negatif. Pengalaman komunikasi positif seperti informasi yang diberikan dapat mengubah perilaku dari masyarakat. adapun pengalaman komunikasi negatif seperti penyakit Tuberculosis masih dikaitkan dengan hal mistis oleh karena itu, tenaga kesehatan dan Kader TB selalu berupaya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
KONSTRUKSI MAKNA LABELLING PEKERJA SENI MALAM HARI DI KOTA MEDAN Nadra Ideyani Vita; Maharani Miftahul Zannah; Austin Ernst Antariksa; Mauza Perdana Lubis
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i2.793

Abstract

Pekerjaan sebagai pelaku seni malam hari, seperti disc jockey (DJ) dan dancer, kerap mendapatkan pelabelan negatif dari masyarakat karena dianggap bertentangan dengan norma sosial yang berlaku, terutama bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi makna pada pelabelan, pengalaman, serta dampak pelabelan yang diterima pekerja seni malam hari di HS Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, didukung oleh teori konstruksi makna, fenomenologi Alfred Schutz, dan teori labelling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam kepada enam informan disc jockey dan dancer, serta dua narasumber, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengonstruksi makna label negatif berdasarkan penampilan fisik, jam kerja malam, dan asosiasi dengan konsumsi minuman beralkohol, tanpa memahami bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari ekspresi seni. Pengalaman informan menunjukkan bahwa meskipun stigma sosial tetap melekat, sebagian besar pekerja tidak merasa terganggu dalam interaksi sosial sehari-hari. Dampak pelabelan yang dirasakan meliputi tekanan psikologis, penurunan kepercayaan diri, dan potensi diskriminasi, namun pekerjaan ini juga memberikan pengakuan sosial, relasi, dan penghasilan yang memadai bagi informan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi publik untuk mengurangi stigma serta penguatan tata kelola tempat hiburan malam agar profesi pekerja seni tetap dipandang sebagai bentuk ekspresi seni yang sah.
Kelas Tenda Bencana (Kedana): Penerapan Model Pembelajaran Aktif Bagi Siswa Yang Terdampak Banjir bagi Sekolah-sekolah Di Kabupaten Deli Serdang Dan Kabupaten Langkat Dedi Sahputra; Nadra Ideyani Vita; Ria Wuri Andary; Mulkan Andika Situmorang; Hartono Hartono; Habib Satria; Zulkarnain Lubis; Retna Astuti Kuswardani
Pelita Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Pelita Masyarakat Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v7i2.17222

Abstract

The implementation of Community Service for Disaster Emergency Response (DPPM 2025) is themed "Disaster Tent Class (KENDANA)". This activity is a quick response to the impact of floods and landslides that disrupt the learning process in the Deli Serdang Regency and Langkat Regency areas. The implementation refers to the administrative and technical guidelines of the DPPM. The scope of activities includes: (1) coordination and mapping of needs with partners (schools and local governments), (2) survey of the condition of affected educational facilities, (3) implementation of emergency learning through "tent classes" and training for educators in Deli Serdang and Langkat, (4) monitoring, documentation, and handover of outputs (5) grants of emergency learning tents, study supplies and school uniforms to students (6) grants of complete drilled well packages (7) basic food assistance to the people of Sekoci Village, Besitang District, Langkat Regency. The educational materials applied are based on active and adaptive learning (ice breaking, educational games, strengthening literacy and basic numeracy) and are outlined in emergency learning modules. The activities were carried out at five schools across three districts in Deli Serdang and at one school in Sekoci Village, Besitang District, Langkat. A total of 187 students affected by the floods participated in the activities. The administrative and technical outputs submitted include emergency learning modules, participant attendance lists per location, photo and video documentation, and implementation reports per location. In substance, this program has succeeded in facilitating the return of structured learning activities at the primary and secondary levels at several locations and increasing the capacity of teachers in managing post-disaster learning.