Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018 Rahmawati, Tania Sari; Fadly, Romi; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2088

Abstract

Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Gunung Sinabung tercatat tidak pernah meletus sejak tahun 1600an, tetapi pada Agustus 2010 Gunung Sinabung mengalami erupsi untuk pertama kali setelah sekian lama tidak ada aktivitas di Gunung Sinabung. Potensi bahaya yangdihasilkan oleh hasil erupsi Gunung Sinabung mampu menghasilkan material berukuran abu sampai awan panas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamatan yang signifikan dan kontinyu terhadap aktivitas Gunung Sinabung ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pergeseran Gunung Sinabung. Metode yang digunakan untuk pemantauan aktivitas Gunung Sinabung dengan metode geodetik yaitu metode pengamatan GPS secara kontinyu. Dengan dilakukannya pemantauan dan analisis pergeseran titik pengamatan pada Gunung Sinabung, diharapkan dapat memberikan gambaran kecenderungan aktivitas Gunung Sinabung, sehingga dapat membantu bagaimana pergeseran yang terjadi pada titik pengamatan Gunung Sinabung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat 2 periode pengamatan yaitu periode 1 deformasi pada stasiun pengamatan Gunung Sinabung bergerak ke segala arah dan mengalami pergeseran yang signifikan dan inflasi yang besar pada semua stasiun pengamatan Gunung Sinabung. Periode 2 deformasi pada stasiun pengamatan Gunung Sinabung bergerak ke segala arah. Namun terdapat perbedaan pada stasiun pengamatan dimana MRDG mengalami deflasi sedangkan KBYK, LKWR dan SNBG terjadi inflasi.Kata kunci: gunung sinabung, deformasi, pergeseran, gps.
KAJIAN PENGARUH PANJANG BASELINE TERHADAP PENGOLAHAN DATA GPS METODE STATIC RADIAL MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK NET DIFF Jurin, M Alfin; Fadly, Romi; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2089

Abstract

Panjang baseline dan perangkat lunak adalah dua faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengolahan data GPS. Panjang baseline dapat mempengaruhi ketelitian posisi yang dihasilkan. Faktor yang lainnya adalah perangkat lunak, Net Diff adalah perangkat lunak yang belum banyak digunakan oleh praktisi terkait untuk pengolahan data GPS. Oleh karena itu dilakukan kajian terkait faktor-faktor tersebut.Metode pengamatan menggunakan metode static radial, sedanglan pengolahan data secara post processing. Data diambil dengan 6 jam pengamatan, dan panjang baseline berbeda-beda, yaitu ±2 km, ±5 km, ±10 km, ±20 km, ±50 km dari base station. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Net Diff, hasilnya akan di analisis menggunakan hasil dari pengolahan menggunakan GAMIT.Hasil dari penelitian pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak Net Diff, adalah selisih panjang baseline Net Diff terhadap GAMIT paling kecil dengan nilai 0.013 m terjadi di baseline pendek, yaitu titik HJMN, dengan panjang baseline 1595.35 m.Ketelitian koordinat Net Diff terhadap GAMIT paling kecil terjadi di baseline pendek, yaitu titik HJMN dengan nilai parameter X -0.003, dan parameter Z 0.003 m. Kemudian titik PKOR dengan nilai parameter X 0.002 m. Pada penelitian ini, panjang baseline sampai dengan ±50 km, masih memberikan hasil yang baik. Dibuktikan oleh hasil uji t, dengan tingkat kepercayaan 95%.Kata kunci : gamit, net diff, panjang baseline
ANALISIS PERGESERAN DAN REGANGAN WILAYAH LAMPUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS EPISODIK TAHUN 2018-2019 Salsabila, Meylia Sinta; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2090

Abstract

Lampung berdekatan dengan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, menyebabkan terbentuknya zona subduksi di Pesisir Lampung. Selain itu, Lampung dilalui“The Great Sumatran Fault”, Sesar Tarahan dan sesar kecil lainnya membuat wilayah Lampung rawan akan aktivitas geodinamika. Tsunami yang melanda wilayah Lampung, gempa tektonik yang menimbulkan korban jiwa, serta aktivitas vulkanisme yang tinggi merupakan implikasi dari geodinamika yang terjadi. Maka diperlukan penelitian untuk menentukan pola deformasi yang terjadi diwilayahLampung. Penelitian ini bertujuan menghitung besar pergeseran, kecepatan pergeseran dan arah pergeseran serta regangan arah horizontal. Data yang digunakan hasil pengamatan GPS di 9 titik CORS yang berada diwilayah Lampung, yaitu CBJY, CMEN, CTCN, CSBK, CWJP, CPRI, CKMN, CKRI, CLGI dan data pengamatan GPS titik ULP2 yang berada di Universitas Lampung. Titik ikat yang digunakan sebanyak 14 stasiun IGS yaitu, BAKO, COCO, CUSV, DARW, DGAR, NTUS, HYDE, IISC, KARR, KAT1, LHAZ, POHN, XMIS, YAR3.Pengolahan dilakukan menggunakan software GAMIT/GLOBK 10.7. Hasil penelitian ini yaitu, pergeseran dengan rentang 0.20 – 29.78 mm untuk sumbu easting, -0.6 – -30.56 mm untuk sumbu northing dan 1.2 – 47.86 mm/tahun untuk perubahan ketinggian. Kecepatan pergeseran horizontal sebesar 7.237 – 18.104 mm/tahun yang didominasi bergerak mengarah ke Barat Daya,  serta regangan yang terjadi didominasi pola kompresi dengan nilai 0.0098  s.d -0.8251 µstrain/tahun. Kata Kunci : Deformasi, GPS, Lampung, Pergeseran, Regangan 
ANALISIS PERGESERAN DAN REGANGAN SELAT SUNDA BERDASARKAN DATA CORS BIG TAHUN2017-2019 Santi, Ely; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2091

Abstract

Selat Sunda merupakan wilayah perairan yang berada pada pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Benua Eurasia dan lempeng Samudera Indo-Australia pertemuan lempeng tersebut membentuk zona subduksi sehingga menyebabkan patahan yang bergerak dan dikenal dengan Sesar Sumatra. Selain Sesar Sumatera di Selat Sunda juga terdapat aktivitas vulkanik yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal tersebut menyebabkan tingginya aktifitas geodinamika dan potensi bencana di Selat Sunda, mengingat wilayah selat sunda dikelilingi oleh provinsi yang padat penduduk dan menjadi jalur tranfortasi laut sehingga jika terjadi bencana maka banyak kerugian yang ditimbulkan. Oleh karena itu perlu adanya mitigasi bencana.Untuk mendukung mitigasi bencana maka dapat dilakuakan pemantauan pergeseran dan regangan Selat Sunda. Penelitian ini bertujuan menghitung besar pergeseran, kecepatan dan regangan Selat Sunda. Data yang digunakan yaitu data episodik titik CORS CGON, CLGI, CPSR, CSBK, CTCN dan CUJK, yang diikatkan ke 14 stasiun IGS BAKO, COCO, NTUS, XMIS, YAR3, DARW, KAT1, LHAZ, POHN, HYDE, DGAR,CUSV, SGOC, IISC, KARR dan pengolahan menggunakan software Gamit/GLOBK 10.7. Hasil penelitian ini yaitu, pergeseran horizontal titik pengamatan sebesar 34,2 – 0,0525 mm dan pergeseran ketinggian sebesar 10,9 mm s.d -45,3 mm. Kecepatan pergeseran horizontal titik pengamatan sebesar  15,832 - 25,875 mm/,   titik pengamatan dominan bergerak ke arah tenggara dengan arah pergeseran sebesar 78,3260- 135,5190. Pola regangan titik pengamatan yaitu, kompresi dengan nilai kompresi -0,4254 μstrain s.d -0.2382 μstrain. Kata Kunci:KecepatanPergeseran, Pergeseran, Regangan, Selat Sunda.
KAJIAN PENENTUAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN YOS SUDARSO KOTA BANDAR LAMPUNG Prakarsa, Anggara Dwi; Dewi, Citra; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2656

Abstract

Selama tahun 2018 sampai tahun 2020, Jalan Yos Sudarso yang merupakan jalan dengan korban kecelakaan tertinggi ke 2 sebanyak 58 kali kejadian, yang mengakibatkan 26 korban meninggal dunia, 10 korban luka berat dan 37korban luka ringan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dimana saja  lokasi/tempat yang rawan terjadinya kecelakaan di sepanjang jalan Yos Sudarso. Penelitian ini menggunakan data rawan kecelakaan di Kota Bandar Lampung dariPolresta Bandar Lampung, pengolahan data yang dilakukan  yaitu dengan plotting titik koordinat tempat kejadian kecelakaan,menghitung jarak antar kejadian kecelakaan, membuat buffering di tiap titik sebesar 50m, jika terdapat jumlah kecelakaan minimal dari dua maka dianggap rawan, kemudian diidentifikasi detail lokasi kecelakaan tersebut melalui pengamatan langsung. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah daerah rawan kecelakaan lalu lintasdijalan Yos Sudarso Kota Bandar  setelah di buffering dengan radius 50 m diketahui bahwa hasil buffering terdapat dua titik yang tergolong daerah rawan kecelakaan dan empat titik daerah rawan kecelakaan berdasarkan hasil histori data Polresta Bandar Lampung dan adapun enam titik yang tidak rawanKata kunci : rawan kecelakaan, buffering, kecelakaan pertahun, lokasi, jumlah kecelakaan
ANALISIS PENENTUAN KAWASAN RAWAN BANJIR UNTUK MENENTUKAN SEBARAN TITIK DAN RUTE EVAKUASI DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA Pratiwi, Yuliza; Dewi, Citra; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2658

Abstract

Banjir merupakan peristiwa yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Lampung Utara khusunya di kawasan perkotaan yaitu pada kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, dan Kotabumi Utara. Kawasan perkotaan ini sebagai pusat utama pemerintahan Kabupaten Lampung Utara yang juga menjadi pusat perekonomian warga sekitar. Selain itu kawasan perkotaan ini memiliki resiko lebih tinggi terjadi banjir dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lain. Serta belum tersedianya titik evakuasi dan rute evakuasi banjir di kawasan perkotaan ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang rawan terhadap banjir di kawasan perkotaan, menentukan titik evakuasi dan rute evakuasi banjir. Parameter yang digunakan dalam menentukan daerah rawan banjir yaitu curah hujan, kelerengan, jenis tanah, guna lahan dan jarak sungai dengan menggunakan metode teknik skoring, pembobotan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), dan teknik overlay. Untuk menentukan titik evakuasi banjir data yang digunakan yaitu peta rawan banjir dan fasilitas publik dengan menggunakan metode skoring sesuai dengan kriterianya. Dan untuk menentukan rute evakuasi banjir menggunakan peta jaringan jalan dengan menggunakan metode Network Analyst. Maka dihasilkan daerah rawan banjir kategori tinggi Madukoro sebesar 19,5% (Ha) di kelurahan Wonomarto, Sawojajar, dan terdapat 6 alternatif titik evakuasi yang terletak di SMK Nusantara Madukoro, Ponpes Nurul Huda Madukoro, Masjid Nurul Fallah, Gereja Protestan GPIB Jemaat Petra, Masjid Jami’ Almuhajirin Wirokandang, Masjid Jami’ Al-Amin Talang Delapan. Dan untuk rute terdekat dari lokasi banjir ke titik evakuasi dinilai sudah cukup efektif dikarenakan rute yang dipilih adalah rute terdekat dan aman dari lokasi banjir.Kata Kunci: Banjir, Evakuasi, Analytical Hierarchy Process (AHP), Network Analyst
ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN METODE RTK NTRIP DENGAN BEBERAPA PROVIDER 4G Sampurna Jaya, M Ridho Nugroho; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2661

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi GSM (Global System For Mobile) telah bergerak mengarah ke konvergensi berbagai layanan. GSM kini digunakan sebagai sarana pembantu penggunaan GPS dalam pengukuran bidang tanah. Salah satu teknologi pemetaan yang di kembangkan di Indonesia yaitu CORS dapat digunakan dalam pemetaan situasi dengan metode RTK-NTRIP (Real Time Kinematic). Pada pengukuran bidang menggunakan metodeRTK-NTRIP sering dihadapkan masalah koneksi internet dan sinyal pada provider.Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan analisis pengukuran bidang tanah menggunakan metode RTK–NTRIP dengan beberapa provider untuk menguji perbedaan dan ketelitian pada posisi, jarak, luas serta mengetahui apakah metode RTK–NTRIP menggunakan provider 4G dapat memenuhi standar toleransi yang diberikan oleh BPN. Hasil pengukuran RTK-NTRIP provider Telkomsel memiliki nilai rata–rata selisih terkecil terhadap metode Rapid diantara provider Indosat dan Three dengan nilai perbedaan posisi sebesar RMSEx 0,028 m dan nilai RMSEy 0,031 m, perbedaan jarak sebesar 0,024 m dan luas sebesar 0,16 m².Hasil ketelitian pegerseran linier koordinat metode RTK-NTRIP provider Telkomsel terhadap metode Rapid Static memiliki rata–rata terkecil diantara provider lainya sebesar 0,038 m dengan nilai RMSE sebesar 0,011 m dan hasil ketelitian pergeseran linier jarak provider Telkomsel terhadap metode Rapid Static memiliki rata-rata sebesar 0,024 m dengan nilai RMSE sebesar 0,037 m.Mengacu PMNA/KBPN NO 3 Tahun 1997, toleransi perbedaan jarak yaitu 25 cm toleransi yang ditetapkan oleh BPN, hasil pengukuran RTK–NTRIP provider Telkomsel, Indosat, dan Three memiliki rata–rata selisih jarak terhadap meteran ≤ 10 cm. Hasil toleransi ketelitian luas pada pengukuran metode RTK–NTRIP dengan provider Telkomsel, Indosat, dan Three rata–rata masuk dalam standar toleransi ketelitian luas BPN dengan catatan pengukuran ini dilakukan di bidang.yang datar,terbuka, dan panjang base line ≤ 10 km.Kata kunci: BPN, CORS, Rapid Static, RTK – NTRIP, RTKLIB
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT Prasetia, Aji; Armijon, Armijon; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2876

Abstract

Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Barat harus memperhatikan tingkat resikonya karena tidak semua permukiman yang ada berada pada zona aman dari bencana longsor. Oleh karena itu perlu ada kajian tentang kesesuaian lahan permukiman di zona rawan bencana tanah longsor pada kawasan rawan bencana Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui zona rawan bencana tanah longsor yang ada di kabupaten lampung barat, 2) Mengetahui kesesuaian lahanpermukiman pada kawasan rawan bencana tanah longsor di Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan teknik scoring dan overlay dalam proses pelaksanaanya dan analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh terbesar faktor terjadinya longsor. Zona rawan longsor dihasilkan dari overlay peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta curah hujan, peta geologi, peta tutupan lahan. Sedangkan kesesuaian lahan permukiman dihasilkan dari overlay peta rawan longsor, peta kemiringan lereng, peta curah hujan, peta jenis tanah, peta sempadan sungai, dan peta status kawasan hutan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa zona kerawanan longsor sangat tinggi seluas 19.576,09 Ha (10%), zona tinggi 133.912,04 Ha (65%), zona sedang 47.486,63 Ha (23%), dan zona rendah 3.396,32 Ha (2%). Sedangkan kesesuaian lahan permukiman pada kawasan rawan bencana yang diperoleh yaitu 24.239,29245 Ha (12%) zona sesuai permukiman dan 68.106,89 Ha (13%) zona tidak sesuai permukiman dari total area seluas 204.371,089 Ha. Kemudian hasil anlisis pada permukiman eksisting yang berada pada zona sesuai seluas 98,67909 Ha dan yang berada pada zona tidak sesuai seluas 108,5612 Ha dari total permukiman seluas 5.695,908 Ha. Faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam terjadinya longsor adalah faktor curah hujan dan kemiringan lereng. Kata kunci: kesesuaian permukiman, longsor, overlay, rawan bencana, scoring
KAJIAN PENERAPAN PENGUKURAN GPS METODE RAPID STATIC MENGGUNAKAN PENGOLAHAN SOFTWARE GAMIT TRACK PADA PENGUKURAN BIDANG TANAH Akbar, Nicolas; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2878

Abstract

Pengukuran bidang tanah di Indonesia maraknya pada saat ini menggunakan pengukuran GPS metode Real Time Kinematik (RTK) dengan metode pengkoreksian Networked Transport of RTCM via internet protocol (NTRIP) yang mengandalkan pengiriman koreksi via jaringan internet. Pada daerah tertentu terdapat kendala pada proses tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya jaringan internet yang terbatas. Metode Pengamatan GPS dengan proses post processing dapat menjadi alternatif dalam mengatasi hal tersebut karena proses koreksi dilakukan saat pengolahan.Metodologi penelitian meliputi proses pengamatan data GPS dengan metode rapid static dengan interval 1 detik dan lama pengamatan 10 menit di setiap titiknya secara kontinu kemudian melakukan pencatatan waktu mulai dan selesai alat merekam pada masing-masing titik batas bidang tanah, selanjutnya data tersebut diproses pada software GAMIT TRACK. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan RMSE dan juga perbandingan terhadap toleransi pengukuran bidang tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa koordinat hasil pengolahan GAMIT TRACK menghasilkan kualitas yang cukup baik, ini dibuktikan dengan nilai selisih koordinat terhadap pengukuran terestris ETS yaitu 0,0413 meter pada Easting (dx) dan 0,0266 meter pada Northing (dy) dengan nilai RMSEr sebesar 0,0501 meter. Perbandigan untuk nilai panjang sisi bidang tanah rata-rata mempunyai selisih sebesar 0,0065 meter dengan nilai RMSE 0,0645 m.  Uji hasil pengukuran bidang tanah pengolahan GAMIT TRACK terhadap toleransi pengukuran BPN untuk ketelitian dengan peta skala 1:1000 yakni 0,3 meter atau lebih baik,maka ketelitian pengukuran tersebut masih masuk toleransi. Uji toleransi perbedaan pengukuran hasil panjang sisi yakni dibawah 10 sentimeter maka perbedaan hasil pengukuran panjang sisi masih masuk toleransi. Uji toleransi hasil perbedaan pengukuran luas bidang tanah BPN yakni tidak lebih dari 0,5 √luas atau dalam hal ini ≤ 8,99 m² maka hasil pengukuran luas bidang tanah masih masuk toleransi pengukuran luas BPN.Kata Kunci : Bidang Tanah, ETS,. GAMIT TRACK, GPS, Rapid Static
KAJIAN PENGOLAHAN DATA GPS MENG WEB-BASED ONLINE AUSPOS Erinda, Prama Shella; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2880

Abstract

Layanan online processing saat ini sudah populer digunakan untuk penentuan posisi, salah satunya yaitu software web-based online AUSPOS yang dikelola oleh Geosains Australia. Software online ini memiliki banyak kelebihan baik dari waktu pengolahan yang cepat dan kemudahan dalam penggunaannya, sistem pengolahan data menggunakan software berneseyang dimana software ini termasuk kedalam kategori software ilmiah. Meskipun menawarkan kemudahan dalam penggunaannya, kualitas hasil pengolahan dari software AUSPOS perlu diketahui seberapa akurat dan konsiten. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu ndilakukan kajian tentang hasil dari pengolahan data GPS menggunakan software web-basedonline AUSPOS terhadap software ilmiah GAMIT/GLOBK.Data yang digunakan merupakan data hasil pengamatan GPS di 8 lokasi yakni titik ULP2 di Universitas Lampung selama 5 tahun (2018 sampai 2022) dan data pengamatan GPS tahun 2022 di 8 lokasi (ULP2, BRTI, GARE, KDMN, KOBA, NESA, NTAR, dan PKOR), dengan metode pengamatan statik selama 6 jam. Pengolahan dilakukan menggunakan software webbased online AUSPOS dan software GAMIT/GLOBK. Hasil koordinat berupa koordinat UTM yang digunakan untuk analisa perhitungan selisih dan uji akurasi posisi untuk melihat seberapa besar perbedaan dan ketelitian koordinat yang dihasilkan. Keakuratan nilai koordinat hasil perhitungan RMSEen pada 12 pengamatan didapatkan nilai sebesar 0,018 m. Hasil perhitungan selisih pada 8 lokasi pengamatan antara software webbased online AUSPOS dengan software GAMIT/GLOBK memiliki selisih koordinat antara - 0,002 m sampai -0,018 m dan selisih tinggi antara 0,011 m sampai dengan -0,057 m, sedangkantitik ULP2 selama 5 tahun memiliki nilai koordinat yang dapat dikatakan konsisten apabila tetap memperhatikan kualitas data RINEX pengamatan. Dari hasil pengujian akurasi dan perhitungan selisih menunjukan nilai koordinat berada di fraksi cm, sehingga software webbased online AUSPOS dapat dikatakan menghasilkan nilai koordinat yang konsisten dan cukupbaik dimanfaatkan sebagai alternatif pengolahan secara cepat dan praktis untuk penentuan posisi teliti.Kata kunci: AUSPOS, GAMIT/GLOBK, GPS, Software Online