Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Restorasi Produk Uma Kawan: Produk Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Baturiti Tabanan Arcana, Komang Trisna Pratiwi; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Wiyasha, Ida Bagus Made
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v2i2.23

Abstract

Uma Kawan merupakan salah satu wisata perdesaan berbasis masyrakat yang berlokasi di desa Baturiti Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan Bali. Produk wisata yang ditawarkan adalah swing, cycling, tracking, dan kuliner tradisional khas perdesaan oleh warga Baturiti. Pandemi Covid 19 mengakibatkan kegiatan Uma Kawan mati suri yang berakibat tidak berfungsinya fasilitas seperti swing, perlengkapan penyajian kuliner, serta sarana toilet. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), tingkat keterampilan dan motivasi menurun drastis dan Uma Kawan tidak memiliki media untuk mengkomunikasikan produk-produknya secara elektronik. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh Uma Kawan dengan meningkatkan kemampuan teknis SDM di bidang pelayanan (service). Pelatihan teknis basic table set-up, penyiapan minuman sehat tanpa alkohol, penyiapan minuman kopi, pengadaan sign board, dan mengelola web adalah solusi yang ditawarkan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Uma Kawan Desa Baturiti Tabanan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara langsung melalui demonstrasi dan praktik. Peserta pelatihan dalam PKM ini adalah 10 orang masyarakat desa yang dipilih secara purposive ikut sebagai pengelola produk wisata Uma Kawan. Dengan pelatihan ini diharapkan Uma Kawan memiliki standar mutu layanan serta produk yang ditawarkan sesuai dengan segmen pasarnya yaitu individu yang mencari kesehatan (health seeking) melalui kegiatan cycling dan tracking di lingkungan alam pedesaan. Hasil dari pelatihan ini bahwa peserta telah menguasai dengan baik materi yang diberikan serta siap untuk diterapkan saat Uma Kawan beroperasi kembali.
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana, Bali Sulasmini, Made Ayu; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Febianti; Nirmalasari, Ni Luh Putu Intan; Barut, Gabriela Stevani; Wati, Ida Ayu Kade Cintia
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v3i1.34

Abstract

Desa wisata adalah salah satu dari program pemerintah dalam rangka mengembangkan pariwisata Indonesia menjadi unggul. Desa Medewi merupakan salah satu desa wisata di Bali bagian barat yang telah didikenal sebagai lokasi surfing internasional. Desa Medewi juga memiliki berbagai potensi antara lain wisata alam berupa sungai, persawahan serta potensi wisata budaya.  Namun, potensi tersebut belum dikelola dengan baik sebab masyarakat belum memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Maka dari itu tujuan penelitian pengabdian ini adalah melaksanakan pelatihan di Desa Medewi agar masyarakat setempat dapat melakukan inovasi dan menumbuhkan kreativitas dalam mengembangkan Desa Wisata Medewi. Penelitian pengabdian ini menggunakan 3 tahap yang terdiri dari tahap survei, pengumpulan data, dan pelatihan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat lokal desa Madewi. Pelatihan yang diberikan antara lain etika memandu wisata, pembuatan paket, pelatihan pemasaran, pembinaan pokdarwis dan pengelolaan event. Berdasarkan hasil pelatihan dapat disimpulkan bahwa masyarakat mendapatkan pengetahuan dan nilai tambah akan kegiatan wisata yang dapat dimanfaatkan dalam mengelola potensi wisata yang ada di Desa Medewi.
Peningkatan Keberdayaan Pokdarwis dalam Pengelolaan Wisata Perdesaan Berbasis Keunggulan Lokal di Desa Keliki, Gianyar-Bali Sutiarso, Moh Agus; Suprapto, I Nyoman Arto; Pranatayana, Ida Bagus Gde; Arcana, Komang Trisna Pratiwi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.22968

Abstract

Program pengabdian masyarakat skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) ini berlokasi di desa Keliki, kecamatan Tegalalang, kabupaten Gianyar, provinsi Bali. Permasalahan yang dihadapi mitra sasaran program (Kelompok Sadar Wisata Desa Keliki) adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis dalam mengelola potensi wisata di daerahnya yang berbasis keunggulan lokal (seni kreatif dan trekking), dan kurangnya sinergitas dan koordinasi antara Pokdarwis dengan kelompok masyarakat lainnya yang ada di desa Keliki, serta kurangnya keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah dalam membina kepariwisataan di desa Keliki. Solusi yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan manajemen pariwisata perdesaan, pelatihan teknik memandu dan pendampingan pembuatan paket wisata unggulan, serta pendampingan pembuatan website. Keluaran yang telah dicapai antara lain: 1) Terciptanya paket wisata unggulan yaitu treking di Bukit Cinta, wisata Kearifan Lokal, dan wisata bersepeda Keliling Keliki; 2) Peningkatan sarana promosi berupa website Desa Wisata Keliki; 3) Penambahan sarana berwisata berupa ayunan, tempat selfie, resto dan sepeda. Paket wisata treking Kearifan Lokal telah diuji coba dan memberi dampak pada pendapatan Pokdarwis dan desa wisata Keliki semakin dikenal. Dari hasil pengabdian masyarakat yang direspon positif dan antusias oleh masyarakat desa Keliki ini diharapkan adanya keberlanjutan program.
Fenomena wisata minat khusus berbasis pink tourism: studi kasus di M.Bar Wullur, Sarah Geraldine; Suprapto, I Nyoman Arto; Pranatayana, Ida Bagus Gde
Journal of Commerce, Management, and Tourism Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Dec 2022
Publisher : YAYASAN MITRA PERSADA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jcmts.v1i1.6

Abstract

Bali as a global destination has been recognized by various people including the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) community. Despite being known for its cultural tourism, the pink tourism phenomenon exists and lives together along with the locals of Seminyak village. This research aims to discover the existence of pink tourism at M.Bar in Smk. as well as the perception of the locals and the government toward the happening phenomenon. This qualitative-descriptive research used snowball sampling to determine the population. The result shows that the pink tourism phenomenon exists due to the motivation from the LGBT community to aim for freedom of traveling without any discrimination toward them. Smk as a developing tourist area has a gay bar that is considered a safe place for the LGBT community and is called Mixwell Bar. This motivates the LGBT community to visit Seminyak in order to get the freedom they need. The government confirmed that pink tourism is not in line with cultural tourism in Bali. However, the locals see LGBT tourists as an economic stimulus through the tourism industry but do not acknowledge them to have legal behavior. The researchers hope that the information provided could be a consideration for Bali's tourism policy in the future.
Uji Aktivitas Antijamur Saccharomyces cerevisiae terhadap Phytophthora palmivora Penyebab Busuk Buah Kakao Gargita, I Wayan Diksa; Khalimi , Khamdan; Pranatayana, Ida Bagus Gde
AGRICA Vol. 17 No. 2 (2024): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v17i2.4201

Abstract

The fungus Phytophthora palmivora is a phytopathogen that can cause cocoa pod rot disease. This work was conducted to determine the antifungal activity of Saccharomyces cerevisiae against P. palmivora ATCC39039 and identify the antifungal compounds produced by S. cerevisiae. The antifungal activity test of S. cerevisiae against P. palmivora ATCC39039 was performed using the dual culture method. Determination of the antifungal activity of S. cerevisiae extract on the growth of P. palmivora ATCC39039 was carried out using the poisoned food technique. The results indicated that S. cerevisiae successfully provided an inhibitory effect on the growth of P. palmivora ATCC39039 fungal colonies with an inhibition percentage of 92.93%. S. cerevisiae extract was also successful inhibiting the growth of P. palmivora ATCC39039 fungal colonies with the percentage inhibition ranging from 92.36% to 97.60%. S. cerevisiae extract contains thirteen compounds that have antifungal activity, namely Ethyl alcohol, 2-Methylbutan-1-ol, Isopentyl alcohol, Benzyl Carbinol, 1,2-Ethanediol, Acetoxyethane, 4-Hydroxyphenethyl alcohol, 4,4-Dimethyloxazolo, Acetoin, 2-Bromotetradecanoic acid, Dodecane,1-chloro, Octanoic acid ethyl ester, dan Diethylhexylphthalate. The results of this work provide information that S. cerevisiae can be utilized as a biological agent to control cocoa pod rot disease.
Modeling the Incidence of Yellowing Diseases to Whiteflies and Alternative Host Gusde Ida Bagus Gde Pranatayana; I Putu Sudiarta; Ali Nurmasyah
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.5.2.3936.88-95

Abstract

Yellowing diseases is one types of plant diseases which are found in some of the centers of cultivation of yard long bean in Bali. The spread of yellowing diseases caused the presence of vector insects, such as whiteflies and alternative host plants, such as weeds and other crops. This problem is then examined through statistical modeling in order to determine the pattern of the relationship between the incidence of yellowing disease with the populations of whiteflies and the alternative host plants. Collection of data on the yellowing disease incidences, the abundance of whiteflies, and the existence of alternative host plants was done through a direct observation in 100 farmer fields in several centers of cultivation of yard long beans in Bali. Determination of the best mathematical model was performed by linear regression analysis with ordinary least squares method. The results indicated that the best models for the relationship between the incidence of yellowing disease (KPK) with the population of whiteflies (KB) as well as the alternative host plants of yellowing were as follows: KPK = 1,2265 KB0,9872 TIAK1,0936 (R2 = 98,43 %; P-value = 0,000). The incidence of yellowing disease was highly significant positively correlated with the population of whiteflies and yellowing symptomatic alternative host plants. The existence of alternative host plants around the field was very decisive in triggering the emergence of yellow virus disease in the crop.
Hilirisasi Produk Inovasi Pertanian Berbasis Rumput Laut melalui Kolaborasi Akademik dan Industri Pranatayana, Ida Bagus Gde; Wirawan, I Gede Putu; Suada, I Ketut; Yudha, I Kadek Wisma; Khalimi, Khamdan; Phabiola, Trisna Agung
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i3.1394

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PT. Alga Nusa Sejahtera, Nusa Lembongan, Bali, dengan tujuan memperkuat hilirisasi inovasi pertanian berbasis rumput laut melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga pemerintah. Kegiatan dilakukan secara kualitatif-partisipatif melalui observasi lapangan, penyampaian materi, diskusi, pendampingan teknis, serta visitasi laboratorium bersama Balai Besar POM Denpasar. Kegiatan diikuti oleh 18 peserta, dengan 12 peserta dari pihak mitra sebagai sasaran utama evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata pre-test 2,02 menjadi 3,47 pada post-test, atau meningkat sebesar 71,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman GMP/CPPOB sebesar 85,7%, yang menunjukkan pentingnya pendampingan lanjutan pada aspek standar produksi dan keamanan pangan. Selain meningkatkan pemahaman mitra, kegiatan ini juga menghasilkan rekomendasi teknis terkait standardisasi bahan baku, pencatatan produksi, sanitasi, pengendalian mutu, dan kesiapan pemenuhan standar produksi pangan olahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi akademik–industri dapat menjadi model hilirisasi inovasi berbasis rumput laut yang mendukung peningkatan kapasitas mitra, mutu produk, dan keamanan pangan.