Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MONITORING KUALITAS AIR FISIKA, KIMIA, DAN BIOLOGI. UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. SINAR LAUT VANNAMEI, CIANJUR JAWA BARAT. Rahmat, Agus; Adi, Catur Pramono; Prabowo, Guntur
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20532

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas utama dalam industri budidaya perikanan di Indonesia karena memiliki pertumbuhan cepat, adaptasi lingkungan yang baik, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Keberhasilan budidaya udang vaname sangat dipengaruhi oleh kualitas air sebagai media hidup utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pengelolaan kualitas air fisika, kimia, dan biologi pada budidaya udang vaname secara intensif di PT. Sinar Laut Vannamei, Cianjur, Jawa Barat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, kecerahan, amonia, nitrit, serta keberadaan plankton dan bakteri. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, pengukuran rutin parameter kualitas air, serta pencatatan data selama kegiatan pemeliharaan udang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa monitoring kualitas air secara berkala mampumenjaga kondisi perairan tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Pengelolaan kualitas air yang baik dapat meminimalkan stres, menekan risiko penyakit, serta mendukung produktivitas budidaya. Dengan demikian, monitoring kualitas air fisika, kimia, dan biologi merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan budidaya udang vaname secara intensif.
Strategi Public Relations dalam Pelaksanaan Program News REMAC di Telkom Witel Bandung Zahra, Vannisa Jasmine Az; Sjoraida, Diah Fatma; Rahmat, Agus; Anisa, Renata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37936

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan strategi Public Relations dalam pelaksanaan Program News REMAC oleh Unit PR, Sekretariat, dan Rumah BUMN Telkom Witel Bandung. Permasalahan penelitian berfokus pada implementasi strategi komunikasi internal untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi serta partisipasi publik internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Public Relations berdasarkan tahapan proses menurut Cutlip dan Center, yaitu defining the problem, planning and programming, taking action and communicating, and evaluating the program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program News REMAC dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari pengumpulan eviden, penyusunan naskah, hingga publikasi melalui Portal Telkom. Program ini efektif dalam memperkuat komunikasi dua arah, meningkatkan partisipasi karyawan, serta menjaga reputasi perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan strategi Public Relations terletak pada proses komunikasi yang terencana, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Strategi komunikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dalam mewujudkan “satu data perkebunan” Pradhana, Chandra; Sumartias, Suwandi; Rahmat, Agus
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p216-230

Abstract

The communication strategy of Indonesia’s Central Bureau of Statistics (BPS) in realizing the “one plantation data” initiative This study aims to understand how the Communication Strategies of the Indonesian Central Statistics Agency (BPS) innovate to develop a data collection system for large companies under BPS’s responsibility. The informants in this research are Civil Servants from the Directorate of Statistics for Food Crops, Horticulture, and Plantations and representatives from plantation companies. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Theories applied include the Interpersonal Communication Theory by Joseph A. Devito and the Diffusion of Innovations Theory by Everett M. Rogers. The findings of this study indicate that the interpersonal communication strategies implemented, including openness, empathy, supportive attitudes, positive feelings, and equality, are vital in developing an innovative data collection system for large companies. The centralized diffusion communication model implies that the dissemination of innovation is carried out linearly from BPS to the relevant stakeholders through team coordination, involvement of plantation companies, the development of the Sedia Data Perkebunan Online system (SEDAPP Online), and training for operators from each company. Through SEDAPP Online, BPS can engage stakeholders actively in realizing "One Data for Plantations". It is hoped that BPS can apply this model to various future data collection activities across different sectors. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi BPS dalam berinovasi untuk membangun sistem pengumpulan data perusahaan besar yang menjadi tanggung jawab BPS. Informan dalam penelitian ini adalah Apararatur Sipil negara (ASN) Direktorat Statistik Tanamaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, dan perwakilan perusahaan perkebunan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Interpersonal menurut Joseph A Devito dan Teori Difusi Inovasi milik Everett M Rogers. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan menjadi instrumen penting dalam membangun sebuah inovasi sistem pengumpulan data pada perusahaan besar. Model komunikasi sistem difusi tersentralisasi yang berarti penyebaran inovasi dilakukan secara linear dari BPS kepada stakeholder terkait melalui pelaksanaan koordinasi tim, pelibatan Perusahaan Perkebunan, Pembangunan system Sedia Data Perkebunan Online (SEDAPP Online), dan pelatihan terhadap operator dari masing-masing Perusahaan. Melalui SEDAPP Online BPS mampu untuk mengajak stakeholder berkontribusi aktif dalam mewujudkan “Satu Data Perkebunan”. Kedepan harapannya BPS mampu menerapkan model ini dalam berbagai kegiatan pengumpulan data pada berbagai sektor.
Penegakan Hukum Bagi Pelaku Tindak Pidana IncestDi Aceh Besar Dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Rahmat, Agus; Safira Mustaqilla
Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jarima: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Pidana Islam
Publisher : Program Studi Hukum Pidana Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jarima.v1i1.73

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan hukum terhadap tindak pidana incest yang dilakukan orang tua kandung terhadap anak kandung, dan untuk mengetahui faktor penyebab terjadi tindak pidana incest yang dilakukan pelaku orang tua kandung terhadap anak. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber penelitian ini berasal dari Al-Qur‟an, Hadis, KHI, UU Indonesia, buku-buku, skirpsi, jurnal, majalah artikel serta media sosial. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Faktor penghambat penegakan hukum terhadap tindak pidana incest oleh orang tua kandung terhadap anak di Aceh Besar adalah korban yang masih di bawah umur, ketakutan, dan trauma akibat kejadian, serta minimnya saksi dalam kasus pemerkosaan. Meskipun perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban sudah cukup baik, banyak kasus dicabut karena beban gender, budaya patriarkhi, dan adat yang sulit bagi korban untuk keluar dari lingkaran kekerasan. Korban juga seringkali ragu untuk mengungkap fakta kekerasan dan kesulitan mendapatkan dukungan dari keluarga maupun komunitas lokal.