Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU ASERTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Rahmadani, Chairun Nisa; Rahmawati, Anayanti; Syamsuddin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.64978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode token economy terhadap perilaku asertif anak usia 5-6 tahun. Perilaku asertif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan diri anak serta memiliki potensi untuk membantu anak menyesuaikan diri di lingkungan dengan baik. Nilai perilaku pada rentang usia 5 - 6 tahun dapat diterima anak berdasarkan konsekuensi yang didapat. Penguat ekstrinsik yang membantu dalam penciptaan perilaku yakni melalui penggunaan hadiah. Token economy merupakan metode modifikasi perilaku yang memanfaatkan hadiah sebagai konsekuensi yang akan didapat. Hadiah adalah sesuatu yang dapat memotivasi anak untuk terlibat dalam perilaku yang ditargetkan. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok B TK ABA Karangasem yang berusia 5 – 6 tahun dengan total keseluruhan 54 anak, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 19 anak. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5 - 6 tahun menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan sampel secara random sederhana (simple random sampling). Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa behaviour ceklis dengan skala Guttman. Analisis data menggunakan uji sample paired t-test dan meghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya metode token economy efektif terhadap pembentukan perilaku asertif pada anak usia 5 - 6 tahun. Penerapan metode token economy dapat membuat anak untuk lebih tertarik berperilaku asertif karena mendapatkan imbalan yang diinginkan, sehingga perilaku asertif yang diinginkan dapat segera terbentuk sebagai perilaku positif dan melekat pada diri anak.
Keterlibatan Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Ramah Anak di Gugus Budi Mulia II Sukoharjo Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Hafidah, Ruli; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.67052

Abstract

Child-Friendly Schools (SRA) prioritize children's rights in learning to actualize individuals who need to be educated with good treatment. The SRA concept is intended to create a safe and enjoyable learning atmosphere at all levels of education, including early childhood education. A comfortable learning atmosphere for students positively impacts physical and psychological well-being, which leads to optimal developmental tasks. There are six components in the implementation of child-friendly PAUD, namely 1)policy, 2)curriculum implementation, 3)educators and education staff, 4)infrastructure, 5)child participation, and 6)parent and community participation. The group needs help realizing child-friendly PAUD, one of which is that the activity programs carried out by these PAUD institutions must meet the SRA indicators. The activity program in question is more specifically an effort to involve parents in realizing SRA. Parenting activities that have been carried out so far have yet to be in harmony with the activities carried out by schools, especially in fulfilling children's rights. Therefore it takes school principals' and teachers' knowledge and skills to design parenting activity programs aligned with school activities to realize SRA. This community service aims to carry out training in preparing parenting activity programs. The method for implementing this activity program consists of five stages, namely: 1)analysis of problems in partner institutions; 2)socialization (brainstorming and equalization of perceptions); 3)workshops; 4)assisting the implementation of child-friendly PAUD activity programs; 5)evaluation.