Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Zipgrade untuk Pemeriksaan Lembar Jawaban Siswa pada Bentuk Tes Multiple Choice Sri Wahyuni; Amalia Buntu; Syech Zainal; Moh. Sabran
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.453

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kemampuan calon mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Biologi dalam penggunaan aplikasi zipgrade untuk pemeriksaan lembar jawaban siswa. Hal itu dimaksudkan agar memudahkan calon mahasiswa PPL dalam memberikan evaluasi dan memeriksa hasil evaluasi tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu dilakukan pendekatan berupa pelatihan bagi calon mahasiswa PPL. Kegiatan pelatihan yang dilakukan ini bertujuan untuk memanfaatkan smartphone dan program aplikasinya yang disebut dengan zipgrade untuk mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan hasil dari bentuk penilaian tes multiple choice. Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 15 peserta yaitu calon mahasiswa yang akan melaksanakan PPL di berbagai sekolah yang ada di Kota Palu. Aplikasi zipgrade dapat diunduh secara gratis di playstore. Materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan ini mulai dari pengenalan software atau aplikasi pemeriksa lembar jawaban hingga cara pemanfaatan aplikasi tersebut. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini maka diharapkan calon mahasiswa PPL telah mampu menggunakan aplikasi Zipgrade dan menerapkannya pada proses pembelajaran di sekolah.
Pelatihan Pengolahan Virgin Coconut Oil (Vco) Sebagai Minuman Suplemen di SDN 2 Tondo untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19 Sri Wahyuni; Amiruddin Kasim; Rafiqa Rafiqa
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 3 (2022): June, Pages 355-611
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i3.483

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan meningkatkan kemampuan guru mengenai pemanfaatan virgin coconut oil (VCO) dan pengolahannya serta hasil olahannya. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat memiliki keterampilan lain selain mengajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu diterapkan metode dan pendekatan berupa pelatihan yang akan disesuaikan dengan target sasaran mitra. Adapun mitra dalam kegiatan pelatihan ini yaitu SDN 2 Tondo. Jumlah peserta yang siap untuk dilatih dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang, karena mengingat dalam jadwal pelaksanaan kegiatan pelatihan ini masih dalam situasi Covid-19. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini, maka guru-guru di SDN 2 Tondo telah mampu mengolah virgin coconut oil (VCO) menjadi minuman suplemen di masa pandemi Covid-19.
IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL SUKU BUGIS BUDAYA TABE’ SEBAGAI TATA KRAMA ADAT MASYARAKAT DI KELURAHAN BOYAOGE KOMPLEKS CEMANGI Sri wahyuni; Roy Kulyawan
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/randai.3.2.p.54-60

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan. Hampir setiap pulau yang ditinggali oleh suku dan ras dan tiap-tiap suku dan ras memiliki budayanya sendiri. namun seiring berkembangnya zaman, kebudayaan di indonesia mulai luntur. hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi yang mempunyai dampak negatif terhadap kebudayaan indonesia. Seperti hal nya budaya Tabe' sebagai tata krama adat masyrakat. Hal tersebut lah yang melatar belakangi penelitian ini untuk membuktikan apakah implementasi budaya Tabe' ini juga sudah tergerus oleh dampak negatif dari perkembangan teknologi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data diambil berdasarkan sumber data sekunder yaitu observasi dan observasi.Hasil jurnal ini mengungkapkan pemahaman dan peng-implementasian masyarakat terhadap budaya Tabe' yang berkaitan dengan norma hukum suku Bugis sebagai bentuk kesopanan dan saling menghormati sesama manusia. Budaya Tabe' (Permisi) merupaan adalah budaya yang sangat indah yang ditinggalkan oleh leluhur, yang mewariskan santunan kesopanan yang tidak hanya melalui ucapan tetapi juga dengan gerakan tangan. Hal ini perlu tetap dijaga karena tidak hanya diperuntukkan bagi yang muda melakukan yang lebih tua tetapi juga sebaliknya.Budaya Tabe' pada umumnya adalah sikap menghargai orang lain yang masih muda,sebaya atau lebih tua,nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Tabe' adalah,sipakatau (Tidak membeda-bedakan semua orang/saling menghormati), sipakalebbi (Saling menghargai), Sipakainge (Saling mengigatkan). Kini perkembangan Budaya Tabe' perlahan-lahan mulai luntur dalam masyarakat, khusunya pada kalangan anak-anak dan remaja. Mereka tidak lagi memiliki sikap Tabe' dalam dirinya. Entah itu karena orang tua yang tidak melarang sebelumnya ataukah karena faktor dari teman sebayanya.Mereka pasang lagi menghargai orang yang lebih tua dari mereka,melewati tanpa mengatakan Tabe' (permisi), atau melakukan dengan cara pergerakan.Bahkan yang sering terjadi banyak anak-anak yang memanggil kata 'BROO' pada orang yang lebih tua darinya.Padahal sopan santun itu jika digunakan akan mencegah banyak botol, akan mencegah mahal,melainkan akan memperar suatu rasa persaudaraan (silahturahmi). Kemudian, saran terhadap Generasi muda agar mau kembali ikut serta dalam melestariakn budaya Tabe' suku Bugis ini agar tidak hilang dalam kehidupan masyarakat.  
MODEL PEMBELAJARAN NOBANGAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL SUKU KAILI BAGI GURU DAN SISWA DI SEKOLAH DASAR Azizah Azizah; Yusdin bin Mahmudin Gagaramusu; Sarintan N. Kaharu; Nurul Fitriah Aras; Sri Wahyuni; Rosnadi Rosnadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3600-3605

Abstract

Latar belakang kegiatan pengabdian ini yaitu adanya permasalahan pada sekolah mitra SDN 9 Banawa Kabupaten Donggala yaitu (1) Guru belum memiliki pemahaman model pembelajaran berbasis kebudayaan daerah, dan (2) belum ada pelatihan tentang model pembelajaran berbasis kebudayaan kepada guru-guru. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pemahaman tentang model pembelajaran berbasis permainan tradisional pada guru di SDN 9 Banawa. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Andragogy. Beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan dalam pengabdian ini adalah pemaparan materi, diskusi, dan praktek pembelajaran menggunakan model pembelajaran nobangan. Berdasarkan hasil pengabdian dapat ditarik kesimpulan yaitu (1) guru antusias dan bersemangat mengikuti desiminasi hasil penelitian model pembelajaran nobangan. (2) Implementasi penggunaan model pembelajaran nobangan di dalam pembelajaran mendapat respon positif dari guru dan siswa. Guru mudah menyampaikan materi kepada siswa. Siswapun terlihat aktif dan bersemangat selama dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran nobangan.
Development of the P5 Module (Adipura Module) with The Entrepreneurship Theme for Elementary School Students as An Effort to Strengthen the Values of The Pancasila Student Profile Azizah Azizah; Sri Wahyuni; Asriani Asriani; Sri Hardianti; Rosnadi Rosnadi; Nadlrah Naimi; Melyani Sari Sitepu
Jurnal Paedagogy Vol 11, No 2: Jurnal Paedagogy (April 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i2.11031

Abstract

This research aims to develop the P5 Adipura Module with the theme of entrepreneurship for elementary school students as an effort to strengthen the values of the Pancasila student profile (P3). The research method used was research and development adopting Sugiyono's development model with 7 stages including potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The test subjects were students in class 4 phase B elementary school. The trial was carried out in small groups. The data collection process was in the form of interviews, observations, and distributing questionnaires. Data analysis uses quantitative and qualitative descriptives. The result of this research was a product in the form of the P5 Adipura Module on the use of family medicinal plants (TOGA) on the theme of entrepreneurship. The average result of material expert validation was 3.29 with valid criteria. Likewise, the average media expert validation result was 3.20 with valid criteria, suitable for use in the project learning process by educators and students. Experiments in small groups to show the practicality of the module can be seen from the score interval obtained from the practicality sheet instrument by users (teachers and students) of 3.86 with very practical criteria. The Adipura P5 module is suitable for use, making it easier for educators and students in the learning process.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar Dian Puspita Sari; Yusdin Bin M Gagaramusu; Muhammad Aqil; Zulnuraini; Sri Wahyuni
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 8 No. 3 (2025): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v8i3.15306

Abstract

This study aims to analyze the use of technology-based instructional media in IPAS (Science, Social Sciences, and Environment) learning in Grade IV at SDN Inpres 2 Tanamodindi. The research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that although the school is equipped with adequate technological facilities, their utilization remains low as teachers tend to rely on conventional teaching methods. The main obstacles identified are the lack of understanding and technical skills among teachers in operating technological media, as well as the challenges in adapting to curriculum changes. However, the implementation of technology-based media has been proven to enhance students’ interest and learning motivation, while also creating a more interactive classroom atmosphere. In conclusion, the appropriate use of technology-based instructional media can improve the quality of the IPAS teaching and learning process. Therefore, teacher training and mentoring, along with the development of innovative learning strategies, are essential to improve the quality of IPAS instruction.  Keywords: Elementary School, Instructional Media, IPAS, Learning Motivation, Technology
MODEL PEMBELAJARAN NOBANGAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL SUKU KAILI BAGI GURU DAN SISWA DI SEKOLAH DASAR Azizah Azizah; Yusdin bin Mahmudin Gagaramusu; Sarintan N. Kaharu; Nurul Fitriah Aras; Sri Wahyuni; Rosnadi Rosnadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3600-3605

Abstract

Latar belakang kegiatan pengabdian ini yaitu adanya permasalahan pada sekolah mitra SDN 9 Banawa Kabupaten Donggala yaitu (1) Guru belum memiliki pemahaman model pembelajaran berbasis kebudayaan daerah, dan (2) belum ada pelatihan tentang model pembelajaran berbasis kebudayaan kepada guru-guru. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan pemahaman tentang model pembelajaran berbasis permainan tradisional pada guru di SDN 9 Banawa. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Andragogy. Beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan dalam pengabdian ini adalah pemaparan materi, diskusi, dan praktek pembelajaran menggunakan model pembelajaran nobangan. Berdasarkan hasil pengabdian dapat ditarik kesimpulan yaitu (1) guru antusias dan bersemangat mengikuti desiminasi hasil penelitian model pembelajaran nobangan. (2) Implementasi penggunaan model pembelajaran nobangan di dalam pembelajaran mendapat respon positif dari guru dan siswa. Guru mudah menyampaikan materi kepada siswa. Siswapun terlihat aktif dan bersemangat selama dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran nobangan.
Talking Stick and Question Box as a Cooperative Learning Strategy: Improving Student Participation in Science and Social Studies Learning Ni Komang Ita Finanti; Zulnuraini Zulnuraini; Asriani Asriani; Arif Firmansyah; Sri Wahyuni
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2668

Abstract

Low student learning engagement in interdisciplinary Science and Social Studies Learning (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial/IPAS) instruction remains a persistent challenge in Indonesian elementary education, particularly under the Merdeka Curriculum framework that demands active, student-centered participation. This study examined the effect of the Talking Stick learning model assisted by Question Box media on student learning engagement among 16 fifth-grade students at SDN Tindaki, Parigi Moutong Regency. A quantitative quasi-experimental design with a One Group Pretest-Posttest approach was employed. Data were collected using a learning engagement questionnaire and an observation sheet, measuring four behavioral indicators: enthusiasm for participation, willingness to ask questions, courage to answer, and confidence in presenting understanding. Instrument validity was confirmed through Pearson Product Moment correlation, and reliability through Cronbach's Alpha. Data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Sample t-test via SPSS version 30. The results showed a significant increase in mean engagement scores from 58.44 (pretest) to 62.00 (posttest), with a Paired Sample t-test yielding p = 0.003 (p < 0.05). All four behavioral indicators improved, with the greatest gains recorded for enthusiasm for participation (+7.8%) and courage to present understanding (+7.5%). These findings confirm that the Talking Stick–Question Box combination is an effective, accessible strategy for fostering behavioral engagement in elementary IPAS learning and warrants broader adoption within the Merdeka Curriculum context.
Improving Fourth-Grade Students' Learning Outcomes in Science and Social Studies Through Numbered Heads Together Siti Kurnia; Nashrullah Nashrullah; Muslim AR Muslim AR; Abdul Rahman; Sri Wahyuni; Surahman Wilade
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3059

Abstract

Persistent challenges in elementary science education, including teacher-centered pedagogy, low student engagement, and inadequate learning outcomes, necessitate pedagogical innovations that promote active participation and conceptual understanding. This classroom action research investigated the effectiveness of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model in enhancing fourth-grade students' learning outcomes in Science and Social Studies (IPAS) at SD Inpres Perumnas Palu. Twenty-eight students participated in two iterative cycles comprising planning, implementation, observation, and reflection phases. Data were collected through achievement tests, structured observation sheets for teacher and student activities, and field documentation, analyzed using both quantitative and qualitative methods. Findings demonstrated progressive improvements across all measured variables. Teacher activity increased from good (68-73%) in Cycle I to very good (92-95%) in Cycle II. Student engagement advanced from adequate (61-63%) to very good (80-81%). Most significantly, classical mastery rose from 33% at baseline to 43% in Cycle I and 79% in Cycle II, surpassing the 65% success criterion. Results confirm that NHT effectively transforms passive learning environments into active collaborative spaces, supporting both cognitive achievement and social-emotional development. The structured accountability mechanisms inherent in NHT promote equitable participation and peer-mediated learning consistent with social constructivist principles, demonstrating applicability in resource-limited settings with diverse student populations.
Enhancing Science and Social Studies Learning Outcomes Through the Picture and Picture Cooperative Learning Model: A Classroom Action Research in Indonesian Elementary Education Kurniawati Mengkido; Nashrullah Nashrullah; Muslim AR Muslim AR; Abdul Rahman; Sri Wahyuni
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3136

Abstract

Elementary students in IPAS (Integrated Science and Social Studies) often struggle with abstract concepts requiring visual representation and collaborative reasoning. The Picture and Picture cooperative learning model offers a pedagogical approach integrating visual scaffolding with structured group activities. This study examined the effectiveness of the Picture and Picture model in improving Grade V students' learning activities and outcomes in IPAS instruction at SD GKST Talabosa, Indonesia. A two-cycle Classroom Action Research design was employed with 12 fifth-grade students during the 2025/2026 academic year. Data were collected through achievement tests, structured observations of teacher and student activities, and field notes. Analysis combined quantitative measures of mastery levels with qualitative examination of instructional processes. Student engagement increased from adequate (69.23%-72.30%) in Cycle I to very good (81.53%-86.15%) in Cycle II. Teacher performance improved from good (68.42%-75.00%) to very good (76.00%-85.33%). Classical mastery advanced dramatically from 25% at baseline to 66.66% in Cycle I and 100% in Cycle II. Lower-achieving students demonstrated the greatest gains. The Picture and Picture model effectively enhances IPAS learning by combining dual-coding theory, constructivist principles, and social interdependence. The model provides an accessible, low-cost strategy particularly effective in resource-constrained settings, supporting both cognitive development and collaborative competence in elementary science education.